Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan pengaruh kebiasaan membaca dan penguasaan kosakata terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan analisis korelasi dan regresi, yaitu menghubungkan antara data yang menunjukkan kebiasaan membaca dan penguasaan kosakata dengan data yang menunjukkan kemampuan berbicara bahasa Inggris. Data tentang kebiasaan membaca diperoleh melalui angket yang disusun oleh peneliti, data tentang penguasaan kosakata diperoleh melalui tes penguasaan kosakata. Sedangkan data tentang kemampuan berbicara bahasa Inggris diperoleh dengan menguji kemampuan berbicara bahasa Inggris responden melalui tes wawancara. Hasil analisis diperoleh bahwa 1)Tidak terdapat pengaruh yang positif dan sangat signifikan kebiasaan membaca dan penguasaan kosakata secara bersama-sama terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris. Hal ini ditunjukkan nilai Sig = 0,343 dan Fhitung = 1,090 sedangkan Ftabel = 3,15, karena nilai Sig > 0,05 dan Fhitung < Ftabel maka pengaruh tersebut tidak signifikan. Sedangkan besarnya kontribusi kebiasaan membaca dan penguasaan kosakata secara bersama-sama dalam memengaruhi kemampuan berbicara bahasa Inggris ditunjukkan oleh koefisien determinasi yaitu sebesar 3,7%, sisanya 96,3% disebabkan faktor-faktor yang lain. 2)Tidak terdapat pengaruh yang positif dan sangat signifikan kebiasaan membaca terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris. Hal ini dibuktikan oleh pengujian hipotesis, yaitu nilai Sig = 0,473 dan thitung = 0,723, sedangkan ttabel = 1,67. Dengan demikian Sig > 0,05 dan thitung < ttabel. 3)Tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan peguasaan kosakata terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris. Hal ini dibuktikan oleh pengujian hipotesis, yaitu nilai Sig = 0,187 dan thitung = 1,335, sedangkan ttabel = 1,67. Dengan demikian Sig > 0,05 dan thitung < ttabel. Kata kunci: membaca, kosakata, berbicara
Copyrights © 2018