Deiksis
Vol 3, No 01 (2011): Deiksis

VISUALISASI KEBEKUAN DI TENGAH KERAMAIAN MEMAKNAI SENI PERISTIWA FREEZE MOB SEBAGAI DESAIN BUDAYA

Winny Gunarti W.W. (Unknown)



Article Info

Publish Date
05 Nov 2015

Abstract

Dalam berkesenian, tubuh manusia pun bisa menjadi media untuk menghadirkan makna visual kepada lingkungan sosialnya. Gerakan “membeku” secara bersama-sama atau freeze mob adalah salah satu cara berkomunikasi melalui bahasa tubuh yang belakangan menjadi pilihan dalam kegiatan-kegiatan seni anak muda. Freeze mob bisa dikatakan sebagai bentuk seni peristiwa (happening art) yang disajikan di ruang publik, dan menjadi bagian dari ekspresi kesenian di era posmodernisme. Seni peristiwa freeze mob dapat menjadi sebuah desain budaya, karena ia merupakan hasil dari kegiatan atau perilaku sekelompok masyarakat yang dapat memengaruhi gaya hidup. Ia juga bisa tampil sebagai wadah aspirasi masyarakat. Para pelaku freeze mob perlu lebih menghayati peran visual yang diperagakannya, baik melalui ekspresi wajah maupun gaya tubuh, tetapi juga perlu merencanakan makna visual yang akan ditampilkan. Sebaliknya, masyarakat penonton di lingkungan tempat seni peristiwa itu berada, perlu lebih apresiatif, dengan meningkatkan kepekaan dalam memahami makna visual seni peristiwa.Kata-kata kunci: seni peristiwa, desain budaya, makna visual

Copyrights © 2011






Journal Info

Abbrev

Deiksis

Publisher

Subject

Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Deiksis is a journal that aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish scientific works from national and international lecturers, researchers, students, and practitioners to present their new ideas, concepts, and theories in Indonesian language and ...