Bayangkan yang terjadi jika keputusan menikah diambil demi semata untuk melegalkan sebuah hubungan seksual. Pada kenyataannya banyak pernikahan di usia belum siap mental banyak mengalami kegagalan. Dalam artikel ini penulis membedah konflik antartokoh dalam novel The Book Of Proper Names. Melalui tokoh utamanya, Plectrude, pembaca diajak untuk melihat akibat keputusan menikah yang diambil bukan karena kesiapan mental dan kemandirian tetapi lebih pada ingin melepaskan diri dari masalah. Kemudian akan digambarkan juga bahwa masalah itu harus dihadapi bukan untuk dihindari. Artikel ini akan menggunakan analisis wacana untuk membedah konflik antar tokoh.Kata Kunci: Plectrude, konflik, pernikahan, analisis wacana kritis, posesif, anak, orangtua, mahluk sosial, psikologi sastra
Copyrights © 2014