Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data empiris tentang penggunaan bahasa yang secara hakikat melanggar konvensi. Pelanggaran terhadap konvensi seringkali memarginalkan aspek bahasa yang pada dasarnya menduduki “posisi wajib” dalam proporsi tertentu. Hal ini berdampak pada penyebaran ragam tuturan yang tidak semestinya. Bahkan, lebih tepatnya terjadi perbenturan antara kebiasaan berbahasa penutur dan tuntutan untuk taat pada asas yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik analisis isi. Melalui hasil penelitian ini diharapkan permasalahan dapat diperbaiki dengan adanya kesadaran yang sungguh-sungguh, baik dari pelaku tuturan, pemerhati maupun figur-figur yang memang dijadikan contoh berbahasa yang baik dan benar. Salah satunya adalah bahasa para insan pers yang kehadirannya cenderung cukup tinggi di tengah masyarakat.Kata kunci: bahasa, kelogisan, jurnalistik
Copyrights © 2016