Abstralc Kaum Muslim dan Kristen sejauh ini hidup a'ilem duadunia yang terpisah. Panggung tempat tetiadinya tragedi sengitrni adalah Trnur Tengah di mana tiga keyakinan monoterstik lahirdan berkembang. Dalam kajian berikut Mahmoud Ayoub mengajak pemeluk Islam dan Kristen melihat kembali seiarah paniengagmzrryz yrr,g ttdak bisa dimungkiti diwamai konflik berdarah.Tujuannya adalah untuk menumbuhkan kesadaran bahwa kehidupan umat beragama akan lebih membawa kepada kemajuanglobal jika dilandasi oleh sikap sqling mernahar"i dan toletan,bukan oleh eksklusivGme dan ketemrtr4ran. Sesungguhnya konflikIslam-Kdsten dalam pandangan Mahmoud Ayoub adalah kooflikkeluarga dad dua agama Semitik. Akar konflik itu telah dimulaisejak perkenalan kedua agama ini. Dimensi teologis yang pedaawalnya meniadi sumber konflik kemudian memmbah ke wilayahpoliti\ sosial .l^" sebagainya. kwat kajiannya yang cukup komprehensif, Mahmoud Ayoub memand"ng bahwa kend"la teologissesungguhnya bukanlah tembok yang sulit ditembus, karenakedua agama ini menyediakan ruang bagi yang lain untuk bisahidup bersama dengan belpiiak pada lan&san bahura keduanyazddzh beg1an drri zgrrr:;n ketu:runan Ibrahim.Kata Kuaci: Islam, Kdsten, dialog ekslusivisme, pluralisme.
Copyrights © 2008