Kayu secang merupakan salah tumbuhan yang memiliki khasiat dalam mengobati beberapa penyakit. Salah satunya adalah sebagai antidiare. Sifat dari tanin kayu secang tersebut bersifat adstringens yaitu dapat meringankan diare dengan menciutkan selaput lendir usus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek antidiare seduhan kayu secang dan untuk mengetahui konsentrasi berapa yang memiliki efek sebagai antidiare pada mencit.
Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen yang terdiri atas lima perlakuan dengan tiga kali pengulangan. Parameter yang diukur adalah frekuensi terjadinya diare hingga perubahan feses menjadi normal setelah pemberian oral seduhan kayu secang pada konsentrasi 1%, 2%, 3%, Loperamid sebagai kontrol positif, Na. CMC sebagai kontrol negatif serta waktu pengamatan selama 10 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seduhan kayu secang yang memberikan efek antidiare yang paling baik yaitu pada konsentrasi 2% b/v dengan rata-rata frekuensi buang air besar sebanyak 1,6 kali. Hasil analisis statistik menunjukkan perbedaan nyata diantara kelima perlakuan.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kayu secang mempunyai aktivitas antidiare dapat mempercepat terjadi perubahan konsistensi feses menjadi normal.
Copyrights © 2015