Penelitian ini bertujuan untuk menemukan metode pengajaran matematikabisnis terbaik dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan melihat pro dankontra dari berbagai metode pembelajaran yang diterapkan di kelas. Metode sensusdigunakan untuk populasi mahasiswa semester II seluruh D3 Jurusan AdministrasiBisnis, Politeknik Negeri Bali tahun akademik 2014/2015 yang berjumlah 109 siswa.Variabel instrumen adalah tes tertulis yang terdiri dari 25 item. Metode penelitianmenggunakan studi kasus desain satu-shoot, yang menggunakan One Way ANOVA.Analisis data penelitian menunjukkan kemampuan matematika rata-rata siswa untukberpikir kritis dari yang tertinggi sampai yang terendah untuk metode inquiry = 84,75;Metode penemuan terbimbing = 80,25; Metode penugasan = 74,58 dan MetodeEkspositori = 68,93. Diperoleh F hitung = 47, 582 dengan sig (ρ) = 0,000 <0,05 berartibahwa rata-rata keempat kritis siswa keterampilan berpikir per kelompok (kelas) tidaksama / berbeda secara signifikan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dalam upaya untukmeningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dosen harus dominan menggunakanmetode inquiry, meskipun kehadiran semua metode penting dan melengkapi berbagaikelebihan dan kekurangan
Copyrights © 2015