Salah satu trauma obstetri yang perlu diperhatikan adalah terjadinya distokia bahu, bayi makrosomia yang akan menyulitkan proses persalinan yang pada akhirnya dapat berdampak pada morbiditas dan mortalitas bayi ataupun ibu. Untuk meminimalkan dampak tersebut perlu menggunakan metode penafsiran berat janin yang akurat. Metode yang akurat untuk penafsiran berat janin yaitu metode Dare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan akurasi metode Dare dalam penafsiran berat badan janin pada ibu inpartu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelatif dengan pendekatan cross secional. Tehnik sampling non random sampling dengan jenis consecutive sampling. Jumlah sampel sebesar 66 subjek. Analisis bivariat untuk data yang normal menggunakan uji statistik Pearson Test dan data yang tidak normal dianalisis dengan uji Spearman test. Terdapat hubungan antara Indeks massa Tubuh (IMT) dan Lingkar Lengan Atas (LLA) dengan akurasi metode Dare, hasil signifikansi p value = 0,000. Besar nilai korelasi antara IMT dengan metode Dare sebesar r=0,549 dan korelasi antara LLA dengan metode Dare sebesar r=0,421. Paritas, usia Gestasi dan pekerjaan tidak ada hubungan dengan akurasi metode Dare. Simpulannya adalah faktor yang berhubungan dengan akurasi metode Dare adalah IMT dan LLA.
Copyrights © 2018