Malaikat selalu identik dengan kesetiaan, ketaatan, keindahan, kekuatan, dan keanggunan. Malaikat senantiasa diagungkan dan memiliki tempat yang khusus dalam ranah religi sebagai kepanjangan tangan Tuhan. Demikian agungnya makhluk yang diciptakkan Allah dari cahaya itu hingga ditempatkan pada posisi kedua Rukun Iman (dalam agama Islam).Namun, tidak semua malaikat digambarkan dalam situasi baik. Beberapa penyair di dunia siber mengungkapkan sosok yang berbeda tentang malaikat di dalam karya mereka. Malaikat mengalami metamorfosis yang demikian luas tidak hanya sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling setia, tetapi lebih sebagai refleksi atas beberapa fenomena yang terjadi di dalam kehidupan nyata. Makalah ini memaparkan mitos malaikat dalam puisi pada beberapa situs pencarian. Analisis pada sumber data dilandasi teori semiotik Roland Barthes, terutama pada sistem pemaknaan sekunder (konotasi dan metabahasa). Sosok malaikat dalam puisi sangat beragam. Malaikat tidak lagi merujuk pada makhluk yang diciptakan Tuhan dari cahaya, tetapi pada manusia dalam berbagai status. Mitos tersebut malaikat dalam puisi juga dapat mengundang reaksi beragam.Kata Kunci: malaikat, puisi, mitos, konotasi, denotasi
Copyrights © 2012