Balita BGM yaitu berat badannya kurang menurut umur dengan melihat plot pada KMS berada pada garis merah atau dibawah garis merah. Salah satu faktor penyebabnya dipengaruhi pola makan. Di Puskesmas wonosari Tahun 2013 terdapat 76 kasus BGM, Tahun 2014 meningkat 83 balita. Berdasarkan studi pendahuluan pada 10 ibu balita BGM di dapatkan 6 (60%) orang mengatakan tidak mengetahui pola makan anaknya, dan tidak memberikan susu. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan terhadap kejadian balita BGM usia 1-3 tahun di Desa Bendoarum Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso. Desainnya adalah korelasi, pendekatan Cross Sectional. Populasinya ibu yang mempunyai balita usia 1 - 3 tahun sejumlah 27 orang, sampel 27 orang menggunakan tekhnik Total Sampling. Hasilnya, pola makan sesuai 8 (29,6%) dan tidak sesuai 19 (70,4%). Uji statistik Chi Square didapatkan χ2 hitung > χ2 tabel yaitu 4,481 > 3,841, maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada hubungan pola makan terhadap kejadian Balita usia 1-3 tahun dengan BGM. Disimpulkan bahwa pola makan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi balita BGM. Apabila pola makan tidak sesuai, menimbulkan status gizi yang kurang. Sehingga untuk menurunkan kejadian BGM diharapkan puskesmas meningkatkan penyuluhan tentang gizi seimbang, khususnya gizi seimbang pada usia 1-3 tahun. Kata Kunci : Pola Makan, Balita BGM
Copyrights © 2016