Jurnal Seni Makalangan
Vol 1, No 1 (2014): "Menggali Potensi Berbagai Tradisi Kreatif"

Fungsi dan Makna Upacara Sérén Taun di Kampung Budaya Sindangbarang Bogor

Sriati Dwiatmini (Prodi Seni Tari STSI Bandung Jl. Buahbatu No.212 Bandung)



Article Info

Publish Date
08 Apr 2019

Abstract

AbstrakUpacara Sérén Taun adalah sebuah upacara tradisional Sunda yang dilaksanakan setiap tahun oleh masyarakat petani berkaitan dengan panen padi. Upacara Sérén Taun dilakukan untuk menghormati Nyi Pohaci sebagai sarana untuk mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan harapan agar tanaman mereka tahun ini dan tahun berikutnya akan lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Upacara ini juga menjadi alat pemersatu masyarakat Sindangbarang dan sekitarnya melalui kerjasama satu sama lainnya, bahu membahu untuk memecahkan berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari mereka. Tujuan utamanya adalah agar masyarakat memahami dan merasakan makna simbol-simbol dalam upacara tersebut, bahkan menikmati berbagai macam perangkat pada upacara tersebut.Kata kunci: Upacara Sérén taun, Fungsi, Makna AbstractSérén Taun ceremony is a Sundanese traditional ceremony which is held every year by farming communities associated with the harvest of rice. This ceremony is held to honor Nyi Pohaci as a medium to express gratitude to God Almighty, hoping that their crops this year and next year will be better than the past. This ceremony also serves as a unifier of Sindangbarang society and its surrounding areas through working together one and another, hand in hand, solving many problems of their daily life. The main purpose is that people will understand and feel the meaning of symbols in the ceremony, even enjoy the various sets of the ceremony.Keywords: Sérén Taun Ceremony, Function, Meaning 

Copyrights © 2014