Perencanaan pembangunan yang baik diperlukan untuk menghindari kegagalan fondasi. Penelitian dilakukan di Panyipatan, Kalimantan Selatan. Dalam pelaksanaannya, masalah yang sering dihadapi yaitu masalah kapasitas daya dukung tanah, sehingga perencanaan desain fondasi bangunan perlu disesuaikan dengan kondisi kekuatan tanah pendukungnya agar tidak terjadi keruntuhan ketika tahap operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai daya dukung tanah pondasi dangkal, serta mengetahui pola penyebaran nilai daya dukung tanah pada daerah penelitian. Nilai daya dukung tanah pondasi dangkal didapatkan menggunakan data dari pengujian Standard Penetration Test (SPT) dan perhitungan menggunakan Metode Mayerhoff (1956), sedangkan peta pola penyebaran nilai daya dukung didapatkan menggunakan software Surfer 10. Mayerhoff (1956) memberikan beberapa persamaan untuk pondasi dangkal yang dibedakan berdasarkan nilai lebar pondasi (B). Didapatkan nilai daya dukung 2,64 ton/m2 pada titik BH-01, 1,74 ton/m2 pada BH-02, 1,44 ton/m2 pada titik BH-03, 1,80 ton/m2 pada BH-04, 1,80 ton/m2 pada titik BH-05 dengan lebar pondasi pada masing-masing titik bor adalah 0,5 m.Kata kunci: Daya Dukung, Standard Penetration Test (SPT), Metode Mayerhoff, Pondasi Dangkal
Copyrights © 2018