Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengungkap jenis pemberdayaan yang dikembangkan, bagaimana upaya pemberdayaan serta bagaimana prospek dan tantangan pemberdayaan di Pesantren Annur Lopo Kabupaten Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pesantren annur lopo melaksanakan pengembangan pemberdayaan pada dua aspek, yaitu: Santri (soft skill), sedangkan masyarakat (hard skill). Pesantren menggunakan strategi pengembangan pemberdayaan secara barter dalam mewujudkan kemandirian. Sedangkan pemerintah (pemerintah daerah, kementerian agama dan swasta) telah memberikan kontribusi (modal usaha, pembinaan dan bimbingan), tetapi belum memperlihatkan secara keseluruhan tentang bagaimana pentingnya selektifitas dalam memberikan bantuan (modal) serta menciptakan sinergisitas antara pemerintah daerah dan kementerian agama, guna melangsungkan pengembangan pemberdayaan di pesantren. Secara geografis pengembangan ekonomi usaha yang terkait dengan kelautan, sangat layak untuk dikembangkan. Namun, dibatasi oleh kurangnya tenaga pengelola, belum adanya tenaga pendamping, dan minimnya SDM serta permodalan. Sehingga pengembangan pemberdayaan ekonomi usaha belum berjalan secara maksimal (pencapaian hasil usaha) dan berkesinambungan. Pada prinsipnya, jasa tenaga honor dan operasional pesantren (dapur) dapat terpenuhi.
Copyrights © 2014