Perbedaan adalah rahmah, tapi ada kalanya bisa menjadi musibah. Ia menjadi anugrah jika disikapi dengan bijak, dan menjadi musibah jika disulut api egoisme dan fanatisme. Tulisan ini mengelaborasi dan melacak fakta sejarah perbedaan dalam tradisi Nabi saw., dan Sahabat. Upaya itu dilakukan untuk menemukan konsep dan etika yang berbeda menuju masyarakat harmonis. Dengan analisa historis, penulis menemukan bahwa data sejarah dalam tradisi Nabi saw., dan sahabat mensinyalir bahwa perbedaan adalah sunnatullah. Menyikapi perbedaan dengan bijak adalah sebuah keharusan. Menjauhi segala motif keduniaan dan membuka wawasan dengan banyak membaca pendapat lintas mazhab adalah salah satu langkah yang mendesak menuju masyarakat toleran dengan perbedaan. Kata Kunci: Perbedaan,Harmoni, Sejarah Nabi, Sahabat
Copyrights © 2016