Alga merupakan tumbuhan yang hidup diperairan dengan keragaman jenisnya yang pada umumnya mengandung klorofil, tetapi tanpa batang dan akar nyata. Didalam rumput laut juga terdapat bakteri, bakteri ini memiliki peran penting dalam kesinambungan kehidupan di laut. Bakteri memiliki kemampuan untuk mendegradasi senyawa organik menjadi senyawa anorganik yang menjadi sumber makanan bagi fitoplankton yang merupakan piramida dasar dari rantai makanan di laut. Jenis rumput laut di Indonesia yang memiliki nilai ekenomi yang tinggi yaitu Eucheuma Cottoni dimana kabupaten Bantaeng adalah salah satu pusat produksi rumput laut di Sulawesi Selatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar logam berat kadmium dan simbionnya di perairan Bantaeng. Kadar kadmium dan simbionnya ditentukan dengan menggunakan metode spektrofotometer serapan atom (SSA). Analisis ini dilakukan melalui proses dekstruksi dengan menggunakan HNO3 pekat. Jumlah titik pengambilan sampel sebanyak 6 titik lokasi yaitu desa Nipa-Nipa, Kampung Bakara, Boroloe, Tapaloe, Baruga Utara dan Baruga Selatan. Hasil penelitian menunjukan konsentrasi logam tertinggi pada desa Nipa-Nipa dengan konsentrasi 0,2920 ppm dan terendah pada desa Boroloe yaitu 1,4377 ppm sedangkan konsentrasi simbion logam kadmium yang tertinggi berasa pada desa Baruga Utara dengan konsentrasi 0,0192 ppm dan terendah pada desa Nipa-Nipa yaitu 0,0141 ppmKata kunci: Alga, simbion, logam berat, Eucheuma cottoni, Bantaeng
Copyrights © 2018