Abstrak Penelitian ini untuk mengungkap Tari Sabdo Palon Noyo Genggong karya Trubus di Sanggar among Roso. Karya tari ini merupakan karya baru yang tumbuh dan berkembang di wilayah Ngargoyoso, tepatnya berada di Dusun Puton Desa Girimulyo. Penggarapan karya tari ini mengikuti alur cerita dari buku Ramalan Jayabaya Versi Sabdo Palon sebagai acuannya. Cerita dalam buku tersebut diambil intinya untuk dijadikan sajian pertunjukan yang dibagi menjadi tiga bagian yaitu: bagian awal gundah, bagian tengah beradu kekuatan, dan bagian akhir sebagai perjalanan moksa. Karya tari Sabdo Palon Noyo Genggong merupakan salah satu karya yang hingga sekarang sangat diminati masyarakat. Kata kunci: tari Sabdo Palon Noyo Genggong, Trubus, dan sanggar Among Roso Abstract The goal of this research is to investigate the Sabdo Palon Noyo Genggong Dance created by Trubus in the dance studioAmong Roso. This dance is a new work which has grown and developed in the Putonhamlet of Girimulyo village. The dance usesas a reference the story from the Sabdo Palon version of Jayabaya’s Predications. The main storyline is presented in the form of a dance performance which consists of three sections: the first section which has a mournful character; the middle section which is a contest of power; and the final section which is a moksha journey. To this day, the Sabdo Palon Noyo Genggong Dance remains a popular dance in the community. Keywords: Sabdo Palon Noyo Genggong Dance, Trubus, and Among Roso Dance Studio.
Copyrights © 2016