Jurnal Agrotek Indonesia
Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)

Pengaruh Sistem Tumpangsari Antara Galur Jagung ( Zea mays L.) Dan Cabai (Capsicum annum L.) Dan Terhadap Hasilnya

Muhammad Syafi'i (Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang)
Lilis Aisyah (Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang)
Briljan Sudjana (Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang)
Dedi Ruswandi (Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang)



Article Info

Publish Date
13 Jun 2017

Abstract

Jagung merupakan tanaman pangan penting. Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk kebutuhan jagung terus meningkat. Untuk meningkatkan produksi jagung salah satu caranya dengan diversifikasi lahan dalam bentuk sistim tanam tumpangsari antara tanaman jagung dengan cabai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh galur jagung (Zea mays L.) dan cabai (Capsicum annuum L.) pada sistem tumpangsari yang paling baik terhadap hasil. Penelitian telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Sanggar Penelitian Latihan dan Pengembangan Pertanian (SPLPP) Unit Arjasari Universitas Padjajaran Desa Arjasari Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung Selatan, Provinsi Jawa Barat bulan Maret sampai Juli 2016. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 20 perlakuan dan 2 ulangan. Perlakuan terdiri dari tumpangsari : DR 18 + Cabai (kontrol), DR 11+ Cabai, DR 12+Cabai, DR 13+Cabai, DR 14+Cabai, DR 15+Cabai, DR 16+Cabai, DR 17+Cabai, DR 19+Cabai,DR 20+Cabai, BR 152+Cabai, BR 153+Cabai, BR 154+Cabai, BR 157+Cabai, BR 159+Cabai, MDR 1.1.12+Cabai, MDR 1.1.3+Cabai, MDR 1.2.3+Cabai, MDR 1.6.3+Cabai, G-203-1+Cabai. Data hasil penelitian menggunakan analisis ragam berdasarkan uji F taraf 5%. Apabila terdapat beda nyata, analisis dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan genotipe DR 15+cabai memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Berdasarkan tinggi tanaman genotipe DR 15+Cabai (187,5 cm), bobot tongkol per plot genotipe DR 15+Cabai (3,65 kg/plot).Kata kunci : galur, jagung, tumpangsari, cabai

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

agrotek

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Agrotek Indonesia Adalah jurnal ilmiah Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang yang mennyampaikan hasil-hasil penelitian dan informasi ilmiah di bidang pertanian. ...