El-Furqania : Jurnal Ushuluddin dan Ilmu-Ilmu Keislaman
Vol. 5 No. 01 (2019): Februari

TAJWID DI NUSANTARA KAJIAN SEJARAH, TOKOH DAN LITERATUR

ali mursyid (Institut Ilmu al-Qur’an (IIQ) Jakarta)



Article Info

Publish Date
24 Mar 2019

Abstract

Abstrak: Indonesia atau kadang juga disebut Nusantara, mayoritas penduduknya beragama Islam, yang tentu saja berarti membaca dan mempelajari al-Qur’an. Artinya al-Qur’an dan membaca serta memahami al-Qur’an menjadi sangat penting dan menjadi keseharian umat Islam. Di seluruh pelosok negeri, al-Qur’an dipelajari. Hampir seluruh umat Islam belajar al-Qur’an, minimal membacanya. Dan untuk membacanya, wajib hukumya belajar tajwid. Sayang sekali kajian Tajwid di Nusantara masih sangat sedikit, untuk tidak mengatakannya tidak ada sama sekali. Karena itu Tim Penulis, dalam kesempatan ini, tertarik meneliti dan mengkaji tentang Tajwid di Nusantara.Penelitian dan kajian ini adalah penelitian pustaka (library research), dengan tiga pokok kajian, yakni: Pertama, sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Nunastara. Kedua, tokoh-tokohnya. Ketiga, literatur-literatur yang biasa digunakan sebagai bahan pembelajaran tajwid. Dari hasil penelitian ini, disimpulkan: Pertama bahwa sejarah tajwid di Nusantara, masuk dan perkembangannya, sejalan dengan masuk dan perkembangan sejarah al-Qur’an di Nusnatara. Sejarah al-Qur’an di Nusantara sejalan dengan sejarah masuk dan perkembangan Islam di Nusantara. Kedua, ada beberapa tokoh ulama al-Qur’an yang menyebarkan al-Qur’an dan ilmu Tajwid di Nusantara, nama-namanya ada dalam hasil penelitian ini. Ketiga, ada beberapa literatur utama yang digunakan dalam pembelajaran ilmu Tajwid di Nusantara, baik itu literatur karya ulama Timur Tengah, juga karya ulama Nusantara sendiri. Kata Kunci: Tajwid, sejarah, tokoh dan literatur

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

elfurqania

Publisher

Subject

Religion Other

Description

Jurnal EL-FURQANIA Vol.04 No.02 Agustus 2018 yang saat ini ada di tangan pembaca menampilkan sejumlah artikel yang merupakan bukti atau hasil “pencarian” para penulis untuk memahami hubungan Ushuluddin dan Ilmu-ilmu Keislaman dengan pranata sosial berdasarkan concern keilmuan ...