Abstrak: Indonesia atau kadang juga disebut Nusantara, mayoritas penduduknya beragama Islam, yang tentu saja berarti membaca dan mempelajari al-Qur’an. Artinya al-Qur’an dan membaca serta memahami al-Qur’an menjadi sangat penting dan menjadi keseharian umat Islam. Di seluruh pelosok negeri, al-Qur’an dipelajari. Hampir seluruh umat Islam belajar al-Qur’an, minimal membacanya. Dan untuk membacanya, wajib hukumya belajar tajwid. Sayang sekali kajian Tajwid di Nusantara masih sangat sedikit, untuk tidak mengatakannya tidak ada sama sekali. Karena itu Tim Penulis, dalam kesempatan ini, tertarik meneliti dan mengkaji tentang Tajwid di Nusantara.Penelitian dan kajian ini adalah penelitian pustaka (library research), dengan tiga pokok kajian, yakni: Pertama, sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Nunastara. Kedua, tokoh-tokohnya. Ketiga, literatur-literatur yang biasa digunakan sebagai bahan pembelajaran tajwid. Dari hasil penelitian ini, disimpulkan: Pertama bahwa sejarah tajwid di Nusantara, masuk dan perkembangannya, sejalan dengan masuk dan perkembangan sejarah al-Qur’an di Nusnatara. Sejarah al-Qur’an di Nusantara sejalan dengan sejarah masuk dan perkembangan Islam di Nusantara. Kedua, ada beberapa tokoh ulama al-Qur’an yang menyebarkan al-Qur’an dan ilmu Tajwid di Nusantara, nama-namanya ada dalam hasil penelitian ini. Ketiga, ada beberapa literatur utama yang digunakan dalam pembelajaran ilmu Tajwid di Nusantara, baik itu literatur karya ulama Timur Tengah, juga karya ulama Nusantara sendiri. Kata Kunci: Tajwid, sejarah, tokoh dan literatur
Copyrights © 2019