Filter By Year

1945 2024


Found 1,293 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

APLIKASI SECURE FILE DELETION UNTUK KEAMANAN INFORMASI DENGAN METODE ANTI-FORENSIC BERBASIS DESKTOP Ardiyasa, I Wayan; Apryantara, I Gusti Bagus; Krisna Juliharta, I Gede Putu
JOSIKOM : Jurnal Online Sistem Komputer Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : JOSIKOM : Jurnal Online Sistem Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah keamanan informasi merupakan salah satu aspek yang paling penting dalam dunia teknologi informasi, seperti: keamanan informasi dokumen. Sebagian besar dokumen menggunakan aplikasi Microsoft Office. Dokumen yang dibuat untuk diperlihatkan kepada orang lain sebagai suatu prestasi, ilmu pengetahuan dan hal lainnya. Dokumen tersebut dapat berupa tulisan dan angka yang merupakan suatu data perusahaan yang penting dan rahasia. Adakalanya dokumen yang berisi data rahasia yang dihapus dapat di recovery, dan disalahgunakan oleh pihak lain. Informasi yang penting dan rahasia akan dapat mengakibatkan kerugian bagi pemilik data. Untuk mencegah informasi yang ada didalam dokumen sulit di recovery, maka dokumen akan di wiping dengan data random untuk mempersulit proses recovery file. Tindakan ini dapat digolongkan sebagai tindakan anti-forensic metode artifact wiping. Tujuan dari penelitian ini adalah mengimplementasikan metode anti forensic yaitu artifact wiping kedalam aplikasi berbasis desktop sehingga dapat menjaga keamanan informasi dokumen. Kata Kunci: Aplikasi, Keamanan Informasi, Recovery, Wiping, Anti-Forensic
APLIKASI SECURE FILE DELETION UNTUK KEAMANAN INFORMASI DENGAN METODE ANTI-FORENSIC BERBASIS DESKTOP Ardiyasa, I Wayan; Apryantara, I Gusti Bagus; Krisna Juliharta, I Gede Putu
JOSIKOM : Jurnal Online Sistem Komputer Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : JOSIKOM : Jurnal Online Sistem Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah keamanan informasi merupakan salah satu aspek yang paling penting dalam dunia teknologi informasi, seperti: keamanan informasi dokumen. Sebagian besar dokumen menggunakan aplikasi Microsoft Office. Dokumen yang dibuat untuk diperlihatkan kepada orang lain sebagai suatu prestasi, ilmu pengetahuan dan hal lainnya. Dokumen tersebut dapat berupa tulisan dan angka yang merupakan suatu data perusahaan yang penting dan rahasia. Adakalanya dokumen yang berisi data rahasia yang dihapus dapat di recovery, dan disalahgunakan oleh pihak lain. Informasi yang penting dan rahasia akan dapat mengakibatkan kerugian bagi pemilik data. Untuk mencegah informasi yang ada didalam dokumen sulit di recovery, maka dokumen akan di wiping dengan data random untuk mempersulit proses recovery file. Tindakan ini dapat digolongkan sebagai tindakan anti-forensic metode artifact wiping. Tujuan dari penelitian ini adalah mengimplementasikan metode anti forensic yaitu artifact wiping kedalam aplikasi berbasis desktop sehingga dapat menjaga keamanan informasi dokumen. Kata Kunci: Aplikasi, Keamanan Informasi, Recovery, Wiping, Anti-Forensic
Perencanaan Strategis Pembentukan Pusat Respon Insiden Keamanan Informasi Pemerintah Ahmad Budi Setiawan
IPTEK-KOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi Vol 15, No 1 (2013): JURNAL IPTEKKOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan & Teknologi Informasi
Publisher : BPSDMP KOMNFO Yogyakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33164/iptekkom.15.1.2013.27-46

Abstract

Seiring dengan pesatnya penggunaan Teknologi nformasi dan Komunikasi (TIK) di kalangan instansi pemerintah, terdapat juga masalah keamanan informasi yang timbul dalam bentuk insiden keamanan informasi. Untuk mengatasi serangan keamanan pada sistem informasi tersebut, pemerintah perlu membentuk Pusat Respon Keamanan Informasi Pemerintah. Penelitian ini mengusulkan sebuah rencana strategis untuk pembentukan Pusat Penanganan Keamanan Informasi Pemerintah. Perencanaan strategis bagi Pusat Penanganan Keamanan Informasi Pemerintah menggunakan metode yang dikembangkan oleh Carnegie MellonUniversity (CMU) dan disesuaikan dengan karakteristik organisasi. Hasil penelitian ini adalah rekomendasi dan sebuah rencana strategis berupa peta jalan pembentukan pusat respon insiden keamanan informasi untuk diimplementasikan pada instansi pemerintah.
Perangkat Lunak Keamanan Informasi Pada Mobile Menggunakan Metode Stream Dan Generator Cipher Mohamad Ridwan, Asep Budiman Kusdinar ,
PROCEEDING IC-ITECHS 2014 PROCEEDING IC-ITECHS 2014
Publisher : PROCEEDING IC-ITECHS 2014

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Integration method of  stream and generator cipher can used to randomizing  messageinformation. Delivery of message information through email or mobile is required a good security and safety system. So can protect message information that be acceptable by receiver carefully and  precise.  In  this  article  methodologies  which  will  be  applied  for randomize message  information  is    processing  encryption  and    descryption  to    apply  stream  and generator cipher. The software of  this can be used to send message information applicable to information in character secret by using key stream and   generator cipher as introduction lock  of  message information.  So  with  existence  of  this  stream  and  generator  cipher  is locking authentication message information become safe and is well ensured.
Pengaruh Persepsi Kegunaan, Persepsi Kemudahan Penggunaan, Persepsi Keamanan Web, dan Informasi Online Banking Terhadap Minat Individu Menggunakan Internet Banking Yogastyan Arizona
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.927 KB)

Abstract

The Influence Perception usefulness, Perceived Ease of Use, Perceived Web Security and Online Banking Information on The Interests of Individuals Using Internet Banking. The  purpose of  this  study was  to  examine the  factors that  affect  the  interests of individuals  using  internet  banking  which  are  perceived  usefulness,  perceived  ease  of  use, perceived web security and online banking information using a modification Technology Acceptance Model (TAM). This research was conducted in three state-owned banks, namely Mandiri, BNI and BRI located in the town of Sidoarjo by using the survey method. Researchers obtained a sample of 200 customers of Bank Mandiri, BNI and BRI in Sidoarjo who use internet banking which were then processed using Partial Least Square (PLS) to examine the obtained research data.  Results of  the  analysis for  this  model  indicate that  constructed perception of usefulness, perceived ease of use, perceived web security and online banking information strongly influence interest in the use of internet banking. It can be concluded that the interest in using internet banking can be influenced by perceptions of usefulness, perceived ease of use, web security perception, and online banking information. The implications of this study are relevant for the management of the bank to pay attention to returned usability factor, ease of use, web security, and information about online banking in implementing and developing the internet banking system and attracting more customer. ABSTRAK: Pengaruh Persepsi Kegunaan, Persepsi Kemudahan Penggunaan, Persepsi Keamanan Web, dan Informasi Online Banking Terhadap Minat Individu Menggunakan Internet Banking.
STRATEGI MITIGASI RESIKO KEAMANAN INFORMASI BERDASARKAN ANALISA RETURN ON INVESTMENT PADA BADAN PUSAT STATISTIK DAERAH KOTA SEMARANG Asih Rohmani; Muhammad Gunawan Wibisono
Techno.Com Vol 15, No 2 (2016): Mei 2016
Publisher : LPPM Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.73 KB) | DOI: 10.33633/tc.v15i2.1151

Abstract

Informasi merupakan aset penting perusahaan yang harus dilindungi dari berbagai bentuk ancaman dan serangan. Secara garis besar, ancaman terhadap sistem informasi berupa  ancaman aktif dan ancaman pasif. Strategi untuk mengamankan aset informasi bisa dilakukan oleh perusahaan atau organisasi dengan cara menyusun mitigasi resiko berdasarkan identifikasi aset perusahaan dan identifikasi serangan yang mungkin terjadi. Salah satu metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisa berdasarkan nilai ROI. Analisa ini berdasarkan kejadian yang pernah terjadi dalam periode tertentu. Hal pertama yang dilakukan adalah mengidentifikasi aset beserta nilai nominalnya dan mengidentifikasi kejadian disertai perkiraan kerugian akibat kejadian tersebut, dalam hal ini nilai kerugian menjadi nilai Single Lost Expectancy (SLE). Selanjutnya menentukan estimasi prosentase dari kehilangan aset yang diekspresikan dalam nilai  Exposure Factor (EF). Dari dua variabel tersebut ditambah nilai estimasi frekuensi kejadian satu tahun atau  Annualized Rate of Occurance (ARO) akan menghasilkan nilai estimasi kerugian per tahun atau Annual Loss Expectancy (ALE). Analisa berlanjut pada kemungkinan tindakan yang diambil untuk mengurangi resiko ancaman, hingga akhirnya ditemukan nilai Return On Investment (ROI) yang menjadi panduan apakah kemungkinan-kemungkinan tindakan tersebut pantas untuk diterapkan atau tidak. Kata kunci: vulnerability, analisa resiko kuantitatif, return on investment
Sistem Keamanan Pada Pengiriman Data Informasi Dini Tsunami Berbasis Android Pada Pihak Berwenang Secara Nasional Wiko Setyonegoro; Ryan Zulham Ramadhani
IPTEK-KOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi Vol 18, No 1 (2016): JURNAL IPTEKKOM (Jurnal Ilmu Pengetahuan & Teknologi Informasi)
Publisher : BPSDMP KOMNFO Yogyakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33164/iptekkom.18.1.2016.15-34

Abstract

Indonesia terletak di kawasan yang memiliki potensi tsunami. Informasi mengenai tsunami yang akan terjadi wajib diberikan pada pejabat wilayah yang diprediksi akan terkena dampak bencana tsunami agar segera mempersiapkan diri untuk mengevakuasi warganya. Mekanisme pemberian informasi ini ke tiap daerah terdampak perlu memperhatikan sistem keamanan sistem komunikasinya karena jika data dan informasi jatuh ke pihak yang tidak berwenang dapat menyebabkan stabilitas keamanan daerah penerima informasi terganggu. Untuk, itu tujuan penelitian ini ialah membuat aplikasi sistem komunikasi data informasi dini tsunami yang terenkripsi pada android antara BMKG dan penerima pesan yang berwenang. Metode penelitian ini menggunakan teknik steganografi dengan menggunakan metode LSB (Least Significant Bit) metode enkripsi Caesar chipper pada aplikasi android. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi android yang dirancang dengan teknik staganografi dan penyisipan password md5 dapat mengirimkan pesan privasi/rahasia pada media atau data-data digital yang dikirimkan dari BMKG untuk pejabat yang berwenang terhadap informasi dini tsunami tanpa terbaca oleh pihak yang tidak berwenang.
Desain Penelitian Dampak Penggunaan broadband terhadap perilaku Keamanan Informasi Dewi Hernikawati
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 20, No 1 (2016): JURNAL STUDI KOMUNIKASI DAN MEDIA
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31445/jskm.2016.200105

Abstract

AbstrakBroadband memberikan kecepatan tinggi dalam berinternet dan  penggunakan data. Manusia sebagai titik terlemah dari rantai kemananan yang perlu selalu dibina agar dapat meminimalisasi dampak serangan keamanan yang bisa menjadi ancaman untuk organisasi. Oleh karena itu, dalam tulisan ini akan merumuskan desain penelitian dampak penggunaan broadband terhadap perilaku keamanan informasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur. Hasilnya pada desain penelitian ini melibatkan variabel risk tolerance, risk perception, past experience severity, past experience frequency, penggunaan broadband sebagai variable independen sedangkan variabel Keamanan informasi sebagai variable dependen.Kata kunci : broadband, keamanan informasi, perilaku AbstractBroadband give high speed to surfing, downloading, uploading and using data. Humans are the weakess point in security that needs to be educated in order to minimize the impact of security attach to organization. This paper will purpose design of research the impact of broadband to information security behavior. Literature study used as a method. Result of this design are risk tolerance, risk perception, past experience severity, past experience frequency, use of broadband as independen variable and information security as dependen variable.Key Word : broadband,behavior, information security
Penyusunan Panduan Pengelolaan Keamanan Informasi Untuk Firewall Configuration Berdasarkan Kerangka Kerja PCI DSS v.3.1 dan COBIT 5 Bagus Puji Santoso; Eva Hariyanti; Eto Wuryanto
Journal of Information Systems Engineering and Business Intelligence Vol. 2 No. 2 (2016): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.11 KB) | DOI: 10.20473/jisebi.2.2.67-73

Abstract

Abstrak — Keamanan informasi merupakan bagian dari sebuah sistem yang sangat penting untuk dijaga validitas dan integritas data serta menjamin ketersediaan layanan bagi penggunaannya. Sistem keamanan informasi harus dilindungi dari segala macam serangan dan usaha-usaha penyusupan atau pemindaian oleh pihak yang tidak berhak. Salah satu mekanisme yang dapat diterapkan dalam meningkatkan keamanan informasi adalah dengan menggunakan firewall. Firewall merupakan sebuah mekanisme pengamanan yang dilakukan dengan cara melakukan kegiatan penyaringan paket data yang masuk dan keluar jaringan. Sehingga untuk dapat mengelola keamanan informasi dengan baik, maka dibutuhkan suatu tata kelola TI. Salah satu tata kelola TI yang dimaksud adalah berupa penyusunan panduan pengelolaan keamanan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah refrensi keamanan informasi berupa panduan pengelolaan keamanan informasi untuk firewall configuration yang mengacu pada standar PCI DSS v.3.1 dan COBIT 5. Penyusunan panduan pengelolaan keamanan informasi untuk firewall configuration dilakukan dalam empat tahap. Tahap pertama adalah penyusunan prosedur pengelolaan keamanan informasi untuk firewall configuration yang terdiri dari tahap analisis pemetaan proses, tahap penyusunan prosedur dan tahap penentuan peran dan deskripsi kerja. Tahap kedua adalah tahap verifikasi panduan pengelolaan keamanan informasi yang dilakukan melalui pemberian kuesioner penilaian. Verifikasi dilakukan dengan mengambil studi kasus di DSIK Universitas Airlangga dan dilakukan tanpa adanya penyesuaian atau spesifikasi terhadap DSIK Universitas Airlangga. Tahap ketiga adalah tahap perbaikan panduan pengelolaan keamanan informasi. Tahap perbaikan ini dilakukan untuk memperbaiki kekurangan yang dihasilkan saat verifikasi. Hasil penelitian ini berupa panduan pengelolaan keamanan informasi untuk firewall configuration. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa sebanyak 42,86% responden menyatakan panduan pengelolaan yang dibuat, secara operasional sangat mudah untuk dilaksanakan.Kata Kunci — Assessment, COBIT 5, Keamanan Sistem Informasi, PCI DSS v.3.1, Panduan Pengelolaan.
MODEL KEAMANAN INFORMASI BERBASIS TANDA TANGAN DIGITAL DENGAN DATA ENCRYTION STANDAR (DES) ALGORITHM Sulaiman, Oris Krianto; Ihwani, Mohamad; Rizki, Salman Fajar
InfoTekJar (Jurnal Nasional Informatika dan Teknologi Jaringan) Vol 1, No 1 (2016): InfoTekJar
Publisher : InfoTekJar (Jurnal Nasional Informatika dan Teknologi Jaringan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.909 KB)

Abstract

Keamanan dan kerahasiaan informasi merupakan hal yang sangat penting, banyak hal yang telah dilakukan agar keamanan dan kerahasiaan informasi ini terjaga dengan utuh , salah satunya dengan menggunakan teknik kriptografi, kriptografi berperan untuk menjaga kemanan informasi dengan menyandikan informasi tersebut, salah satu algoritma kriptografi untuk penyandian yaitu DES, dimana DES akan melakukan pengacakan berdasarkan s-box hingga 16 putaran, selain menjaga kemanan dan kerahasiaan diperlukan juga nirpenyangkalan dengan menggunakan digital signature algorithm (DSA) atau tanda tangan digital yang mana bertujuan untuk melakukan verifikasi apakah pesan atau informasi tersebut diterima dalam keadaan asli dari pengiriman atau telah dimodifikasi sehingga pesan atau informasi tersebut tidaklah asli.

Page 18 of 130 | Total Record : 1293