Filter By Year

1945 2024


Found 1,305 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

SISTEM INFORMASI KEAMANAN RUMAH BERBASIS SENSOR PASSIVE INFRA RED YANG TERINTEGRASI SISTEM KOMUNIKASI MOBILE GSM Hendri Ahmadian; Dedi Satria
Prosiding Seminar Nasional USM Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional USM
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.744 KB)

Abstract

Keadaan rumah yang tidak berpenghuni sangat rentan akan adanya aktifitas pencurian. Antisipasi menggunakan berbagai macam sistem penguncian pintu rumah juga kerap dapat diatasi oleh berbagai pelaku pencurian. Teknologi informasi saat ini tidak terlepas dari berkembangnya teknologi komunikasi telepon seluler atau dikenal dengan teknologi mobile. Telepon seluler saat ini merupakan bagian pokok yang selalu ada di setiap masyarakat sebagai alat komunikasi. Maka oleh sebab itu perlu adanya integrasi sistem keamanan rumah yang dapat diintegrasikan dengan sistem komunikasi mobile sebagai salah satu inovasi dalam sistem keamanan.Tujuan penelitian adalah perancangan dan pembuatan sistem keamanan rumah berbasis sensor passive infra red sebagai pendeteksi gerakan yang terintegrasi dengan sistem komunikasi mobile GSM. Penelitian menggunakan Sensor Passive Infra Red sebagai data input, Mikrokontroler Arduino Uno sebagai Pemroses data Sensor dan Modem GSM sebagai pengirim SMS pemberitahuan. Penelitian menghasilkan sebuah rangkaian prototipe sistem informasi keamanan berbasis komunikasi mobil GSM dan telah berhasil mengirimkan informasi keamanan ke pemilik rumah berbasis SMS.
PENERAPAN METODE KUALITATIF BERBASIS SNI ISO/IEC 27001:2013 UNTUK MENGUKUR TINGKAT KEMATANGAN UNIT TIK PUSAT PADA SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN INFORMASI Khusnul Khotimah
Jurnal Explore Vol 12, No 2 (2022): JULI
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.563 KB) | DOI: 10.35200/explore.v12i2.606

Abstract

Unit TIK Pusat memiliki layanan untuk Unit TIK seluruh Unit Eselon I diantaranya menyediakan layanan hosting di Data Center (DC) Kementerian X. Adanya layanan hosting, Unit TIK seluruh Unit Eselon I di lingkungan Kementerian X dapat merilis aplikasi yang dimiliki tanpa perlu memikirkan kesediaan infrastruktur dan pengelolaannya, karena Unit TIK Pusat yang bertanggung jawab dalam penyediaan infrastruktur serta pengelolaan aplikasi setelah rilis (hosting). Salah satu aplikasi yang hosting pada DC Kementerian X yaitu Portal X yang mana portal ini merupakan wajah dari Kementerian X yang menyimpan berbagai informasi yang dapat dikonsumsi secara publik. Sehingga, portal ini juga bisa diakses oleh Stakeholder manapun. Portal X pernah mengalami penggantian laman yang dilakukan oleh hacker sehingga berdampak pada reputasi Kementerian X. Evaluasi tata kelola sangat penting dilakukan sehingga organisasi dapat mengetahui seberapa mumpuni layanan pengelolaan TIIK yang diberikan pada stakeholder. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat kematangan pengelolaan TIK Unit TIK Pusat meliputi infrastruktur (server, sistem operasi, basis data, jaringan dan web service) dan fasilitas pendukung Data Center dengan menerapkan meode kualitatif berbasis SNI ISO/IEC 27001:2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan TIK Unit TIK Pusat termasuk kategori baik dan temuan pada pengelolaannya perlu ditindaklanjuti untuk perbaikan.
Penilaian Kapabilitas Tata Kelola Keamanan Teknologi Informasi dan Rekomendasi Perbaikan Menggunakan COBIT 5 Ade Dwi Andayani; Obrina Candra Briliyant
Info Kripto Vol 15 No 1 (2021)
Publisher : Politeknik Siber dan Sandi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56706/ik.v15i1.17

Abstract

Penilaian kapabilitas tata kelola TI penting untuk dilakukan guna mengetahui kondisi penerapan tata kelola TI serta mengidentifikasi permasalahan kegiatan TI. Tata kelola keamanan teknologi informasi pada proses pengelolaan data yang kurang baik akan menimbulkan permasalahan yang merupakan kelemahan (vulnerabilities) sehingga dapat menimbulkan ancaman seperti kehilangan, pencurian, perusakan, dan penyadapan data penting perusahaan atau organisasi. Atas dasar tersebut, diperlukan penilaian kapabilitas tata kelola keamanan teknologi informasi untuk menghasilkan rekomendasi perbaikan sehingga proses pengelolaan data terhindar dari ancaman. Unit XYZ merupakan instansi pemerintah pengelola teknologi informasi di lingkungan instansi ABC. Layanan data berbasis teknologi informasi yang disediakan unit XYZ bersifat strategis. Dalam penelitian ini, dilakukan penilaian kapabilitas untuk mengetahui kondisi tata kelola keamanan TI organisasi saat ini. Selain itu disusun pula rekomendasi perbaikan tata kelola keamanan teknologi informasi menggunakan COBIT 5 serta ISO 27001:2013 dan ISO 27002:2013 pada unit XYZ. Proses pengumpulan data dengan cara wawancara, studi literatur, kuisioner dan observasi. Dari penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa tata kelola keamanan TI pada unit XYZ berada pada level 0. Hasil penelitian berupa nilai kapabilitas dan rekomendasi tata kelola meliputi aspek struktur, proses, dan komunikasi internal.
Perancangan Manajemen Risiko Keamanan Informasi Layanan Jaringan MKP Berdasarkan Kerangka Kerja ISO/IEC 27005:2018 dan NIST SP 800-30 Revisi 1 Meilita Karenda Putri; Arif Rahman Hakim
Info Kripto Vol 15 No 3 (2021)
Publisher : Politeknik Siber dan Sandi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56706/ik.v15i3.34

Abstract

Jaringan merupakan salah satu layanan internal yang dikelola oleh instansi MKP. Layanan ini termasuk salah satu yang kritikal dikarenakan hampir seluruh pertukaran informasi dan kegiatan perkantoran di lingkungan instansi tersebut membutuhkan koneksi jaringan. Apabila terjadi gangguan pada layanan jaringan maka gangguan tersebut dapat menyebabkan adanya penurunan reputasi dan kendala pada pelaksanaan proses bisnis instansi MKP. Oleh karena itu, perlu adanya metode manajemen risiko keamanan informasi yang dilakukan terhadap layanan jaringan instansi MKP. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan perancangan manajemen risiko keamanan informasi pada layanan jaringan milik instansi MKP menggunakan kerangka kerja ISO/IEC 27005:2018 yang dikombinasikan dengan kerangka kerja NIST SP 800-30 Revisi 1 pada tahap penilaian risiko. Tahapan perancangan manajemen risiko yang dilakukan yaitu penetapan konteks, penilaian risiko, perlakuan risiko dan penerimaan risiko. Penilaian risiko dilakukan dengan menganalisis data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, telaah dokumen, dan pemberian kuisioner penilaian risiko. Berdasarkan hasil penilaian risiko, telah teridentifikasi 23 aset dengan 59 skenario risiko yang diketahui. Dari 59 skenario risiko tersebut, 12 skenario diantaranya dapat diterima dan 47 skenario lainnya dimitigasi. Pada tahap perlakuan risiko dan penerimaan risiko, 47 skenario risiko tersebut diberikan strategi perlakuan modifikasi dan rekomendasi kontrol serta ditentukan penanggung jawab kontrol berdasarkan skenario risikonya. Hasil dari penelitian ini adalah perancangan manajemen risiko keamanan informasi yang disertakan dengan rekomendasi kontrol keamanan informasi yang mengacu pada kerangka kerja ISO/IEC 27002:2013.
Tata Kelola Ekosistem Berbagi Informasi Keamanan Siber pada Information Sharing and Analysis Center (ISAC) Sektor Pemerintah Daerah di Indonesia Fandi Aditya Putra
Info Kripto Vol 16 No 1 (2022)
Publisher : Politeknik Siber dan Sandi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56706/ik.v16i1.39

Abstract

Infrastruktur sejenis yang diterapkan oleh instansi Pemerintah Daerah menyebabkan serangan siber yang terjadi terus berulang di masa depan. Berbagi informasi keamanan siber antar instansi pemerintah di Pemerintah Daerah bermanfaat dalam proteksi keamanan siber pada masing-masing instansi Pemerintah Daerah. Tata kelola berbagi informasi keamanan siber melalui ISAC di sektor Pemerintah Daerah belum menjadi fokus penelitian sebelumnya. Pada penelitian ini, tata kelola berbagi informasi keamanan siber pada ISAC sektor Pemerintah Daerah dianalisis berdasarkan NIST Cybersecurity Framework dan MITRE Building a National Cyber Information-Sharing Ecosystem. Hasilnya, terdapat 5 (lima) area tata kelola berbagi informasi keamanan siber, yaitu kebutuhan ISAC seperti model ekosistem dan klasifikasi informasi, entitas, jaringan informasi, teknologi, serta program kolaborasi dan koordinasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa model yang dapat diterapkan merupakan model hybrid dengan kombinasi tiga model, empat klasifikasi informasi, empat peran entitas, lima spesifikasi keamanan privasi, serta delapan program kolaborasi dan koordinasi berbagi informasi keamanan siber pada ISAC sektor Pemerintah Daerah. Manfaat dari penelitian ini yaitu memberikan ruang lingkup fundamental terhadap implementasi ekosistem berbagi informasi keamanan siber pada sektor Pemerintah Daerah dalam rangka strategi penanganan risiko keamanan siber.
SISTEM INFORMASI PENEMPATAN PETUGAS JAGA KEAMANAN BERBASIS WEB STUDI KASUS DI SEKOLAH ACS JAKARTA Fitria Rachmawati
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 8 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1083.219 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol8.iss1.2021.713

Abstract

The insufficient information from irregular sources affirmatively brings about information invalidity, such as provided information during morning briefing and school events from manual log book of the security in the lobby also provides inadequate information. The rapid growing internet technology is able to support the application of information system regarding to work sift and record of security officer. The main objective of this study is to apply web-based information system of security shift work and school events. The writer applies literature study to accomplish this study regarding to the website work system, the design and website implementation. The conclusion obtained is that the information website is able to perform by using PHP, CSS and HTML code language combined with database of phpmyadmin. The information website takes the role as information provider that is useful for security officer to inform their work shift and school events for their workmate, parents of the students, staff and guests.
Penilaian Risiko Keamanan Data Karyawan Pada Sistem Informasi Dengan Menggunakan Framework Nist Sp 800-30 pada PT. ABC nur fitrianti fahrudin; Aditya Nugraha S; Kurnia Ramadhan Putra
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 8 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1184.142 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol8.iss3.2022.900

Abstract

Keamanan data karyawan pada sistem informasi memiliki beberapa risiko yang bisa terjadi yang tentunya dapat menyebabkan kerugian di dalam perusahaan. Risiko dapat berupa kejadian dan kondisi yang dapat mengganggu layanan dan menghambat proses pengambilan keputusan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan manajemen risiko keamanan data karyawan di perusahaan PT. ABC dengan menggunakan kerangka kerja (framework) NIST SP 800-30 dan untuk mengetahui risiko yang timbul. Jika tidak ada manajemen risiko pada perusahaan maka perusahaan tidak akan tahu risiko apa saja yang terjadi dan dampak yang terjadi. Penelitian ini diawali dengan memetakan risiko, menilai risiko, memberikan rekomendasi sesuai dengan tingkat ancamannya. Hasil risiko keseluruhan terdiri dari ancaman alam, manusia dan kesalahan teknis didapatkan potensi risiko sebesar 14% untuk risiko rendah, 36% untuk risiko sedang, dan 50% untuk risiko tinggi Adapun saran yang diberikan adalah: melakukan pemeliharaan sistem secara berkala, sistem perlu ditunjang oleh software & hardware yang memadai.
Evaluasi Tingkat Kesiapan Keamanan Informasi Menggunakan Indeks Kami 4.2 dan ISO/IEC 27001:2013 (Studi Kasus : Diskominfo Kabupaten Gianyar) Dicky Insan Khamil
JATISI (Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi) Vol 9 No 3 (2022): JATISI (Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) STMIK Global Informatika MDP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35957/jatisi.v9i3.2310

Abstract

Dinas Komunikasi dan Informatika or Diskominfo of Gianyar Regency has the task of assisting the Regent in carrying out policies in the communication and informatics, including managing and securing information in running the local government according to the Gianyar Regional Regulation Number 5 of 2016. Referring to the Regulation of Kemenkominfo Number 4 of 2016, concerning the Information Security Management System, the Electronic System Operator must implement security for public interest information, public services, state defense, and security. Diskominfo Gianyar must implement and pay attention to information security which is managed as Electronic System Operator. This study evaluates information security which refers to the BSSN regulation Number 8 of 2021 regarding the Use of the KAMI Index as a standard evaluation tool to evaluate the Readiness Level of information security to maintain confidentiality, authenticity, integrity, and denial of information. This study uses the latest version of the KAMI Index, Version 4.2. Results from the evaluation will be compared with ISO/IEC 27001:2013 Control to obtain recommendations for improvement. Based on the results from the evaluation, Diskominfo Gianyar received a Final Score of 190 with a Readiness Level Status of "Not Eligible" to meet the ISO/IEC 27001 Standard.
Hubungan Kualitas Informasi dan Keamanan Situs terhadap Niat Pembelian Ulang Pengguna Mobile Commerce Shopee dengan Kepuasan Konsumen sebagai Mediator Redina Gabry Angelia Sembiring; Honey Wahyuni Sugiharto Elgeka
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.156 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.75290

Abstract

Persyaratan dasar aplikasi belanja online antara lain menyediakan informasi yang berkualitas dan keamanan aplikasi bagi penggunanya. Inovasi teknologi saat ini menggunakan mobile phone atau disebut mobile commerce (m-commerce) untuk akses dalam berbelanja online. Shopee sebagai salah satu m-commerce ternama, berupaya memberikan beragam akses informasi dan meningkatkan tingkat keamanan aplikasi untuk menjaga kepuasan penggunanya. Kepuasan atas pelayanan yang diberikan m-commerce dapat memicu pembelian ulang pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kualitas informasi atau keamanan aplikasi terhadap niat pembelian ulang pengguna Shopee dengan mediator kepuasan konsumen. Metode penelitian kuantitatif survei dengan 272 subjek konsumen Shopee yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dianalisis menggunakan program Process Hayes model 4. Hasil penelitian menunjukkan kepuasan konsumen memediasi hubungan kualitas informasi dan niat pembelian ulang (β=0,0596; CI=0,03, 0,09). Sementara itu, mediator kepuasan konsumen memediasi hubungan keamanan aplikasi dan niat pembelian ulang (β=0,2408; CI=0,16, 0,34). Dapat disimpulkan bahwa perasaan puas atas layanan informasi yang relevan dan keamanan aplikasi dapat membentuk niat konsumen membeli di aplikasi yang sama.
SISTEM INFORMASI (PAKEM RT)PELAYANAN ADMINISTRASI, KEGIATAN DAN KEAMANAN RUKUN TETANGGA Alfath Riza Kholdani; Wagino Wagino; muhammad Rasyidan
Technologia : Jurnal Ilmiah Vol 13, No 4 (2022): Technologia (Oktober)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/tji.v13i4.8741

Abstract

Pesatnya perkembangan jumlah penduduk Indonesia yang selalu meningkat setiap tahunnya merupakan salah satu unsur penting bagi pemerintah dalam menyusun program. Hal tersebut disebabkan antara lain faktor kelahiran, kematian, migrasi, atau perpindahan penduduk. Pesatnya dinamika penduduk, meningkatnya program pembangunan pemerintah, serta meningkatnya tuntutan pelayanan masyarakat menjadikan peranan dan fungsi aparat pemerintah semakin besar. Ditambah lagi dengan masuknya era globalisasi yang ditandai dengan mudahnya akses informasi, komunikasi dan transfortasi menyebabkan masyarakat semakin kritis menuntut pelayanan yang maksimal. Sistem Informasi Pelayanan Administrasi, Kegiatan dan Keamanan Rukun Tetangga (SIPAKEM RT) merupakan salah satu transformasi dalam menjawab tantangan era globalisasi dari pengurus Rukun Tetangga pada tingkat paling bawah. SIPAKEM RT berbasis online dan informasi geografis, jadi warga cukup menggunakan gadget yang terkoneksi dengan internet agar dapat langsung melakukan pelayanan administrasi berupa surat menyurat, mengikuti dan mengetahui berbagai kegiatan-kegiatan, memantau cctv dan pelaporan darurat jika terjadi sesuatu yang berbahaya. Semua fitur yang ditanamkan pada SIPAKEM RT menyesuaikan era teknologi informasi dan prokes.

Page 52 of 131 | Total Record : 1305