Filter By Year

1945 2024


Found 896 documents
Search Pengembangan Modul Ajar PTK

Pengembangan Modul Ajar Memahami Alir Proses Produksi Produk Berbasis Metode PQ4R untuk Siswa Kelas XI Program Keahlian Multimedia pada Mata Pelajaran Desain Multimedia di SMK Negeri 1 Sawan Susanti, Ni Kadek Yuli; Damayanthi, Luh Putu Eka; Wirawan, I Made Agus
KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika) Vol 3, No 5 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/karmapati.v3i5.19804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Merancang Pengembangan Modul Ajar Memahami Alir Proses Produksi Produk Multimedia Berbasis Metode PQ4R untuk Siswa Kelas XI Program Keahlian Multimedia di SMK Negeri 1 Sawan. (2) Mengimplementasikan Modul Ajar Memahami Alir Proses Produksi Produk Multimedia Berbasis Metode PQ4R untuk Siswa Kelas XI Program Keahlian Multimedia di SMK Negeri 1 Sawan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan (Research and Development atau R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian ini melibatkan siswa kelas XI Multimedia SMK Negeri 1 Sawan tahun ajaran 2013/2014. Data tentang sumber belajar siswa diperoleh dengan menggunakan metode wawancara. Validasi modul ajar memahami alir proses produksi produk multimedia diperoleh dengan menggunakan metode angket. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif. Pengembangan modul ajar memahami alir proses produksi produk multimedia berbasis metode pembelajaran PQ4R (preview, question, read, reflect, recite, review). Hasil analisis data respon siswa menunjukkan siswa memberikan penilaian dengan rata-rata persentase 92% sehingga jika dikonversikan persentase tersebut dalam kualifikasi sangat baik. Hasil uji efektifitas yang dianalisis menggunakan gain score menghasilkan 0,63 sehingga hasil belajar siswa sebelum dan sesudah modul digunakan dalam kategori sedang.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR DENGAN POKOK BAHASAN CARA KERJA BERBAGAI JENIS SENSOR DAN APLIKASINYA PADA MATA KULIAH INSTRUMENTASI DAN KENDALI Nokiawanto Suyono P, Jefri
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 5, No 03 (2017): JPTM. Volume 05 Nomor 03 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjawab kesulitan dosen untuk mengembangkan pemahaman mahasiswa terhadap Mata Kuliah Instrumentasi dan Kendali khususnya pada pokok bahasan cara kerja berbagai jenis sensor dan aplikasinya. Di dalam pokok bahasan ini terdiri dari: 1) pengertian dan identifikasi jenis sensor, 2) cara kerja berbagai jenis sensor, 3) pengolahan sinyal keluaran sensor, 4) simulasi dan studi kasus alat instrumentasi. Selama ini mahasiswa kesulitan mengembangkan aspek kognitif dan psikomotor pada materi ini khususnya tentang sensor, oleh karena itu peneliti mencoba untuk melakukan penelitian pengembangan media pembelajaran yang bisa membantu mahasiswa untuk mengembangkan aspek kognitifnya dengan judul, “Pengembangan Modul Ajar Mahasiswa Pokok Bahasan Cara Kerja Berbagai Jenis Sensor dan Aplikasinya Pada Mata Kuliah Instrumentasi dan Kendali”.Penelitian ini merupakan pengembangan media pembelajaran yang berpedoman pada model 4-D dari Thiagarajan (1974). Model 4-D adalah model pengembangan media pembelajaran yang terdiri dari empat tahapan yaitu: tahap pendefinisian (Define), tahap perancangan (Design), tahap pengembangan (Develop), dan tahap penyebaran (Disseminate). Tahap pendefinisian meliputi analisis ujung depan, analisis mahasiswa, analisis konsep, analisis tugas dan spesifikasi tujuan pembelajaran. Tahap perancangan terdiri dari penyusunan tes, pemilihan media, pemilihan format, dan perancangan awal (desain awal). Pada tahap pengembangan terdiri dari validasi modul oleh dosen dan angket respon mahasiswa oleh mahasiswa. Untuk tahap penyebaran tidak dilakukan dikarenakan terbatasnya waktu penilitian.Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa (1) persentase penilaian rata-rata validasi modul sebesar 81,1% (sangat layak); (2) mahasiswa menunjukkan respon yang baik terhadap perkuliahan mata kuliah Instrumentasi dan Kendali menggunakan modul yang ditunjukkan pada sebanyak 83,3% mahasiswa tertarik dengan penggunaan modul pada perkuliahan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan layak untuk digunakan dalam perkuliahan pada mata kuliah instrumentasi dan kendali. Kata Kunci: Modul, Pengembangan 4-D, Instrumentasi dan Kendali, Sensor
PENGEMBANGAN MODUL AJAR TEKNIK MERANCANG SUB POKOK BAHASAN TRANSMISI (PULLEY, SPROCKET, DAN KOPLING) BERBANTUAN TEKNOLOGI INFORMASI MARDHANIS SAIYA, VALANTINO; PRIJO BUDIJONO, AGUNG
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab kesulitan dosen mengembangkan pemahaman mahasiswa terhadap Mata Kuliah Teknik Merancang khususnya pada pokok bahasan perancangan sistem transmisi masih banyak mahasiswa yang mendapatkan nilai dibawah SKM. Di dalam pokok bahasan ini terdiri dari: 1) pengertian dan karakteristik berbagai jenis transmisi 2) pertimbangan untuk memilih jenis transmisi dan tahapan perancangan, 3) tahapan perhitungan komponen transmisi, 4) pemilihan komponen transmisi pada katalog berdasarkan hasil hitungan. Selama ini mahasiswa kesulitan mengembangkan aspek kognitif dan psikomotor pada materi ini khususnya tentang transmisi pulley, sprocket, dan kopling, oleh karena itu peneliti melakukan penelitian pengembangan modul ajar yang menarik dan bisa membantu mahasiswa untuk mengembangkan aspek kognitifnya dengan judul, ?Pengembangan Modul Ajar Mahasiswa Sub Pokok Bahasan Transmisi (Pulley, Sprocket, dan Kopling) Berbantuan Teknologi Informasi?. Penelitian ini menggunaan model pengembangan 4-D (four D model) yang terdiri dari 4 tahapan yaitu: (1) penetapan (Define), (2) perancangan (Design), (3) pengembangan (Develop), (4) penyebaran (Disseminate). Tahap pendefinisian meliputi analisis ujung depan, analisis mahasiswa, analisis konsep, analisis tugas dan spesifikasi tujuan pembelajaran. Tahap perancangan terdiri dari penyusunan tes, pemilihan media, pemilihan format, dan perancangan awal (desain awal). Pada tahap pengembangan terdiri dari validasi modul oleh dosen ahli, angket respon mahasiswa dan soal pretest postest untuk mahasiswa. Sedangkan untuk tahap penyebaran tidak dilakukan dikarenakan terbatasnya waktu penilitian. Hasil dari penelitian menunjukkan (1) persentase penilaian validasi modul sebesar 88% dengan kategori sangat baik; (2) mahasiswa menunjukan respon positif terhadap modul yang ditunjukkan dengan 89% mahasiswa memberikan respon yang baik dan tertarik menggunakan modul transmisi; (3) hasil belajar dari mahasiswa mengalami peningkatan sebesar 53% dengan daya serap tinggi sebesar 90%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa modul ajar yang dikembangkan layak untuk digunakan dalam perkuliahan Teknik Merancang pokok bahasan transmisi. Kata kunci: modul ajar transmisi, 4D ( four D model), hasil belajar
PENGEMBANGAN MODUL AJAR MENGGAMBAR TEKNIK POKOK BAHASAN PROYEKSI DAN POTONGAN DILENGKAPI MEDIA PERAGA LEGO BLOK BERBANTUAN TEKNOLOGI INFORMASI WIDYATAMA, ARDA; PRIJO BUDIJONO, AGUNG
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya media pembelajaran yang praktis pada pembahasan proyeksi dan potongan dalam proses pembelajaran mata kuliah menggambar teknik. Merujuk dari pembahasan tersebut peneliti membuat modul yaitu ?Modul Ajar Menggambar Teknik Pokok Bahasan Proyeksi Dan Potongan Dilengkapi Media Peraga Lego Blok Berbantuan Teknolgi Informasi? yang nantinya sebagai penunjang dalam proses pembelajaran sehingga membantu mahasiswa secara individual mencapai tujuan belajar pada suatu proses pembelajaran. Media pembelajaran yang akan diterapkan dalam mata kuliah menggambar teknik, nantinya dikembangkan menggunakan model pengembangan 4-D (four D model) yang terdiri dari 4 tahapan yaitu: (1) penetapan (Define), (2) perancangan (Design), (3) pengembangan (Develop), dan (4) penyebaran (Disseminate). Tahap pendefinisian meliputi analisis awal akhir, analisa mahasiswa, analisa konsep, analisa tugas, dan spesifikasi tujuan pembelajaran. Tahap perancangan terdiri dari penyusunan tes, pemilihan media, pemilihan format, dan perancangan awal (desain awal). Pada tahap pengembangan terdiri dari validasi modul oleh dosen ahli, angket respon mahasiswa, dan soal pretest posttest untuk mahasiswa. Sedangkan untuk penyebaran tidak dilakukan dikarenakan terbatasnya waktu penelitian. Hasil penelitian menunjukkan (1) produk modul yang dikembangkan sangat layak digunakan (2) mahasiswa menunjukkan respon yang positif terhadap modul yang dikembangkan (3) hasil belajar mahasiswa mengalami peningkatan dengan kategori baik. Kata kunci: modul ,model pengembangan 4D ( four D model), hasil belajar
PENGEMBANGAN MODUL AJAR PERENCANAAN ELEMEN MESIN POKOK BAHASAN PERHITUNGAN DAYA DAN PEMILIHAN MOTOR PENGGERAK PADA MATA KULIAH TEKNIK MERANCANG PRIYO WIDHIKDHO, ADE; PRIJO BUDIJONO, AGUNG
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama ini para dosen pengajar mata kuliah Teknik Merancang selalu mengajar menggunakan persepsi dan konsep masing-masing, antar dosen satu dengan yang lain memiliki otuput dan target standar yang tidak sama , serta buku-buku yang sering digunakan pada pembahasan tentang daya, teori yang ada belum pernah dihadapkan dengan kasus di lapangan mahasiswa hanya disajikan teori-teori dan rumus-rumus saja yang monoton tidak dikaitkannya dengan kasus di lapangan, sehingga membuat mahasiswa kurang menguasai dalam perhitungan dan penentuan daya, tidak disajikan bagaimana cara memilih motor penggerak yang sesuai dengan kebutuhan dan ada di pasaran. Merujuk dari permasalahan tersebut peneliti membuat media pembelajaran berupa modul yang berjudul ?Modul Ajar Perencanaan Elemen Mesin Pokok Bahasan Perhitungan Daya Dan Pemilihan Motor Penggerak? sebagai penunjang agar proses pembelajaran lebih efektif. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D (four D model) yang terdiri dari 4 tahapan yaitu: (1) penetapan (Define), (2) perancangan (Design), (3) pengembangan (Develop), dan (4) penyebaran (Disseminate). Subyek penilitian yaitu mahahsiswa D3 Teknik Mesin yang mengikuti mata kuliah Teknik Merancang. Instrument penelitian digunakan untuk mengumpulkan data berupa lembar angket validasi modul dan lembar angket respon mahasiswa. Hasil dari penelitian yaitu telah berhasil dikembangkan modul pembelajaran Teknik Merancang dengan pembahasan Perencanaan Elemen Mesin Pokok Bahasan Perhitungan Daya Dan Pemilihan Motor Penggerak yang sangat layak menggunakan pengembangan 4D Models, respon mahasiswa setelah menggunakan modul pengembangan mendapatkan respon sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa modul ajar yang dikembangkan sangat layak dan dapat digunakan dalam perkuliahan Teknik Merancang.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR TEKNIK MERANCANG POKOK BAHASAN PERHITUNGAN DIAMETER POROS DAN BANTALANYA BERDASARKAN GAYA YANG BEKERJA IBRAHIM, MUHAMMAD; YASA UTAMA, FIRMAN
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada mata kuliah Teknik Merancang belum memiliki media pembelajaran praktis pada pembahasan perhitungan diameter poros dan pemilihan bantalannya mengaitkan dengan mesin teknologi tepat guna (TTG), dan kegiatan mengajar bersifat konvesional dan monoton, akibatnya semangat belajar rendah dan cepat bosan mempengaruhi hasil belajar peserta didik. dari permasalahan tersebut peneliti membuat media pembelajaran berupa modul berjudul?Perhitungan Diameter Poros dan Bantalanya berdasarkan Gaya Bekerja? sebagai penunjang agar proses pembelajaran lebih efektif, dan mampu meningkatkan hasil belajar mahasiswa secara individual untuk mencapai tujuan belajar pada mata kuliah teknik merancang, Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D (four D model) yang terdiri dari 4 tahapan yaitu: (1) penetapan (Define), (2) perancangan (Design), (3) pengembangan (Develop), dan (4) penyebaran (Disseminate). Subyek penilitian yaitu mahahsiswa D3 Teknik Mesin yang mengikuti mata kuliah Teknik Merancang. Instrumen penelitian digunakan untuk mengumpulkan data berupa lembar angket validasi modul. Analisa data validasi untuk mengetahui tingkat kelayakan modul pembelajaran yang dikembangkan. Hasil dari penelitian, telah berhasil dikembangkan modul pembelajaran Teknik Merancang dengan pembahasan perhitungan diameter poros dan pemilihan bantalan berdasarkan gaya bekerja yang sangat layak menggunakan pengembangan 4D Models sampai tahap Disseminate pada Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan di UNY, respon mahasiswa setelah menggunakan modul pengembangan mendapatkan respon sangat baik, hasil belajar mahasiswa setelah menggunakan modul pengembangan mengalami peningkatan. Maka dapat disimpulkan bahwa modul ajar yang dikembangkan sangat layak dan dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa dalam perkuliahan Teknik Merancang. Kata kunci: Modul, Model Pengembangan 4-D, Validasi Modul, Respon Mahasiswa, dan Hasil Belajar Mahasiswa. Abstract In Designing Engineering courses do not yet have practical learning media in the discussion of calculation of shaft diameter and bearing selection associating with appropriate technology machines (TTG), and teaching activities are conventional and monotonous, resulting in low learning spirit and fast boredom affecting student learning outcomes. From these problems the researcher made the learning media in the form of a module entitled "Calculation of Axle Diameter and Bearing based on Working Style" as a support so that the learning process is more effective, and able to improve student learning outcomes individually to achieve learning goals in designing engineering subjects. 4-D development (four D models) which consists of 4 stages, namely: (1) determination (Define), (2) design (Design), (3) development (Develop), and (4) dissemination (Disseminate). The research subjects were D3 Mechanical Engineering students who took the Designing Engineering course. The research instrument was used to collect data in the form of module validation questionnaire sheets. Analysis of validation data to determine the feasibility level of the learning module developed. The results of the study have successfully developed the Designing Engineering learning module with discussion of shaft diameter calculation and bearing selection based on work styles that are very feasible using 4D Models development to Disseminate stage in the Journal of Technology and Vocational Education at UNY. good, student learning outcomes after using the development module have increased. Then it can be concluded that the teaching module developed is very feasible and can improve student learning outcomes in lectures on Designing Techniques. Keywords: Modules, 4-D Development Model, Module Validation, Student Response, and Student Learning Outcome
PENGEMBANGAN MODUL AJAR PERENCANAAN ELEMEN MESIN POKOK BAHASAN PEMILIHAN SUSUNAN TRANSMISI RODA GIGI DAN JENISNYA PADA MATA KULIAH TEKNIK MERANCANG DZULFIKRI, ADAM; DWI KURNIAWAN, WAHYU
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama ini para dosen pengajar mata kuliah Teknik Merancang selalu mengajar menggunakan persepsi dan konsep masing-masing, antar dosen satu dengan yang lain memiliki otuput dan target standar yang tidak sama , serta buku-buku yang sering digunakan pada pembahasan tentang daya, teori yang ada belum pernah dihadapkan dengan kasus di lapangan mahasiswa hanya disajikan teori-teori dan rumus-rumus saja yang monoton tidak dikaitkannya dengan kasus di lapangan, sehingga membuat mahasiswa kurang menguasai dalam pemilihan dan penyusunan roda gigi, tidak disajikan bagaimana cara memilih roda gigi yang sesuai dengan kebutuhan dan ada di pasaran. Merujuk dari permasalahan tersebut peneliti membuat media pembelajaran berupa bahan ajar yang berjudul ?Modul Ajar Perencanaan Elemen Mesin Pokok Bahasan Pemilihan Susunan Transmisi Roda Gigi dan Jenisnya pada Mata Kuliah Teknik Merancang? sebagai penunjang agar proses pembelajaran lebih efektif. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D (four D model) yang terdiri dari 4 tahapan yaitu: (1) penetapan (Define), (2) perancangan (Design), (3) pengembangan (Develop), dan (4) penyebaran (Disseminate). Subyek penilitian yaitu mahahsiswa D3 Teknik Mesin yang mengikuti mata kuliah Teknik Merancang. Instrument penelitian digunakan untuk mengumpulkan data berupa lembar angket validasi modul dan lembar angket respon mahasiswa. Hasil dari penelitian yaitu telah berhasil dikembangkan modul pembelajaran Teknik Merancang dengan pembahasan Perencanaan Elemen Mesin Pemilihan Susunan Transmisi Roda Gigi dan Jenisnya yang sangat layak menggunakan pengembangan 4D Models, respon mahasiswa setelah menggunakan modul pengembangan mendapatkan respon sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa modul ajar yang dikembangkan sangat layak dan dapat digunakan dalam perkuliahan Teknik Merancang. Kata kunci: Modul, Model Pengembangan 4-D, Validasi Modul, dan Respon Mahasiswa.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR PENGOPERASIAN MESIN UMUM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMKN 1 SARIREJO LAMONGAN AYU MIKA HARINA, DYAH; DWI KURNIAWAN, WAHYU
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama ini siswa kelas X TPM tahun ajaran 2017-2018 di SMKN 1 Sarirejo Lamongan kesulitan mengembangkan aspek kognitif pada mata pelajaran Dasar Teknik Mesin khususnya pada kompetensi dasar prosedur pengoperasian mesin umum sehingga masih banyak siswa yang belum mencapai nilai KKM. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian pengembangan modul ajar yang menarik dan bisa membantu siswa untuk mengembangkan aspek kognitifnya dengan judul, ?Pengembangan Modul Ajar Pengoperasian Mesin Umum?. Di dalam pokok bahasan ini terdiri dari: 1)persiapan untuk mesin umum, 2) prosedur pengoperasian mesin umum, 3) memeriksa komponen kerja. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D (four D model) yang terdiri dari 4 tahapan yaitu: (1) pendefinisian (Define), (2) perancangan (Design), (3) pengembangan (Develop), (4) penyebaran (Disseminate). Tahap pendefinisian meliputi analisis awal, analisis siswa, analisis konsep, analisis tugas dan spesifikasi tujuan pembelajaran. Tahap perancangan terdiri dari penyusunan tes, pemilihan media, pemilihan format, dan perancangan awal (desain awal). Pada tahap pengembangan terdiri dari validasi modul oleh dosen ahli, angket respon siswa dan soal pre test post test untuk siswa. Sedangkan untuk tahap penyebaran tidak dilakukan dikarenakan terbatasnya waktu penelitian.Hasil dari penelitian menunjukkan (1) rata-rata skor penilaian modul 3,56 dengan kategori sangat valid dan jika dipersentasekan menjadi 89%; (2) 57% siswa menunjukkan respon sangat baik dan 42% merespon baik terhadap modul. Jadi, 95% merespon positif terhadap penggunaan modul; (3) hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari nilai rata-rata hasil belajar tahap pertama 40 dan rata-rata hasil belajar tahap kedua 80. Jadi, pada hasil belajar tahap kedua sebanyak 17 siswa mendapat nilai diatas KKM dengan daya serap sebanyak 89%. Kata kunci : modul ajar pengoperasian mesin umum, 4D (four D model), hasil belajar
PENGEMBANGAN MODUL BAHASA JERMAN TEMA KEHIDUPAN SEHARI – HARI UNTUK SMA KELAS XI SEMESTER 2 SEBAGAI BAHAN AJAR TAMBAHAN UNTUK KETERAMPILAN MEMBACA BRATASARI, LAILY
LATERNE Vol 6, No 1 (2017): Laterne-VOL VI No 1-Januari 2017
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai pengembangan bahan ajar dengan judul “Pengembangan Modul Bahasa Jerman Tema Kehidupan Sehari – hari Untuk SMA Kelas XI Semester 2 Sebagai Bahan Ajar Tambahan Untuk Keterampilan Membaca” ini dilatarbelakangi mata pelajaran bahasa Jerman termasuk dalam kelompok pilihan peminatan, baik peminatan kelompok mata pelajaran, maupun peminatan mata pelajaran (lintas minat). Sehingga, kapasitas peserta didik dalam belajar bahasa Jerman sangatlah terbatas. Selain itu, masih sedikit bahan ajar untuk mata pelajaran bahasa jerman yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku saat ini, yaitu kurikulum 2013. Hal tersebut dibuktikan melalui perolehan data angket kebutuhan siswa dengan presentase 100% peserta didik tidak memiliki buku bahasa jerman. Dengan adanya permasalahan tersebut perlu adanya suatu fasilitas berupa bahan ajar yang bisa digunakan peserta didik untuk belajar bahasa Jerman secara mandiri, sehingga kapanpun dan dimanapun peserta didik dapat mempelajari bahasa jerman. Fasilitas yang dapat dikembangkan agar peserta didik dapat belajar bahasa Jerman secara mandiri yaitu Modul Bahasa Jerman yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku, yaitu kurikulum 2013. Modul bahasa jerman dalam penelitian ini dikembangkan sebagai bahan ajar tambahan untuk keterampilan membaca. Keterampilan membaca dipilih karena melalui perolehan data angket kebutuhan siswa diketahui bahwa 85% siswa mengalami kesulitan dalam memahami teks bahasa jerman. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengembangan modul bahasa jerman tema kehidupan sehari – hari untuk SMA kelas XI semester 2 sebagai bahan ajar tambahan untuk keterampilan membaca dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan modul bahasa jerman dengan tema kehidupan sehari – hari untuk SMA kelas XI semester 2 sebagai bahan ajar tambahan untuk keterampilan membaca. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian pengembangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Acuan model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan 4-D Thiagarajan, terdiri dari 4 tahap, yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Namun, sesuai dengan kebutuhan penelitian, maka penelitian ini dibatasi sampai tahap pengembangan (develop). Pengembangan modul diuraiakan pada tahap – tahap sebagai berikut. 1) Setelah melakukan analisis kebutuhan, menyusun, dan merancang modul (draf 1) dilakukan proses validasi modul berdasarkan validitas isi dan validitas konstruk oleh 4 validator, kemudian diperoleh penilaian untuk mengukur kelayakan modul dengan presentase 85% dengan kategori sangat layak. (2 ) hasil validasi, komentar, dan saran perbaikan dari para validator dijadikan acuan untuk menyempurnakan modul (draf 2). (3) Selanjutnya, modul (draf 2) diujicobakan kepada 13 siswa kelas XI SMAN 6 Surabaya, sehingga mendapatkan tanggapan dari siswa untuk mengukur keefektifan modul dengan presentase 90% yang tergolong pada kriteria sangat efektif. Hasil data tanggapan siswa digunakan untuk menyempurnakan modul (draf 3) dan sebagai bahan untuk penulisan laporan akhir. Kata Kunci: Pengembangan, Modul, Bahasa Jerman, Keterampilan Membaca.
PENGEMBANGAN DESAIN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS E-MODUL PADA MATERI MOMENTUM Nadah Qolbi Shobrina; Indra Sakti; Andik Purwanto
Jurnal Kumparan Fisika Vol 3, No 1 April (2020): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.3.1.33-40

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar fisika berbasis E-Modul. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang dilaksanakan dalam lima tahapyaitu potensi dan masalah, studi literatur dan pengumpulan informasi, desain produk, validasi desain, dan desain teruji. Sampel atau sumber data penelitian ini yaitu guru fisika dan siswa SMAN 2 Kota Bengkulu kelas X MIPA D. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi, lembar angket guru dan siswa, lembar angket uji validasi tim ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar fisika berbasis e-Modul yang dikembangkan termasuk dalam kategori valid dan merupakan desain teruji karena mendapatkan respon positif dengan persentase total uji validitas yaitu 80,6% dan serta memiliki reliabilitas tinggi pada validitas aspek isi dan penyajian dengan nilai koefisien sebesar 0,9 dan  0,88, aspek bahasa nilai koefisien 0,79 dengan kategori sangat tinggi, dan reliabilitas aspek media 0,91 dengan kategori sangat tinggi.Berdasarkanpenelitian pengembangan dan pembahasanyang dilakukan,didapatlahdesainbahanajarfisikaberbasise-modul padamateri momentumdi SMAN 2 KotaBengkuluyangvalid dan reliable. Kata Kunci: Bahan Ajar Fisika, E-Modul, Momentum, Penelitian pengembangan.ABSTRACT This research aimed to develop physics teaching materials based on E-module. This research was is a development research conducted in five stages, namely potention and problem, literature study and information gathering, product design, design validation, and tested design .The sample or data source of this research were the Physic Teacher and Student of SMAN 2 Bengkulu, class of X MIPA D. The instruments used in this research are observation sheet, teacher and student questionnaire, test questionnaire of expert team validation test. The results showed that the e-module based physics teaching materials developed included in the category good validity and as a tested design for getting a positive response with the percentage of total validity test is 80.6% and also had reliability on the content aspect and served with coefficient value equal 0.9 and 0.88, the coefficient value language aspect 0.79 with category very high reliability and reliability media aspect 0,88 with category very high. Based onresearchdevelopmentanddiscussionconducted,resulting ofe-modulematerial design on momentum material at SMAN 2 Bengkuluwas valid and reliable.Keywords: Physics Teaching Material, E-module,Momentum, Research development

Page 6 of 90 | Total Record : 896