Filter By Year

1945 2024


Found 395 documents
Search ANALISIS PERENCANAAN LABA , by title

ANALISIS PERENCANAAN LABA DENGAN PENERAPAN METODE CVP (COST-VOLUME-PROFIT) PADA PG RAJAWALI I UNIT PG KREBET BARU MALANG Prisma Nohandhini; Mychelia Champaca
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.219 KB)

Abstract

Penerapan metode cvp (cost-volume-profit) merupakan metode yang tepat dalam hal perencanaan laba pada PG Krebet Baru. Hal ini dikarenakan di dalam analisis cost-volume-profit terdapat dasar-dasar analisis contribution margin, analisis break even point, analisis margin of safety, analisis degree of operating laverage, serta pemanfaaat dalam perencanaan dengan analisis target laba dan analisis sensitivitas. Dasar-dasar analisis cost-volume-profit tersebut akan membantu PG Krebet Baru dalam perencanaa laba untuk tahun selanjutnya. Dengan mengklasifikasi biaya yaitu biaya tetap dan biaya variabel kita akan mengetahui berapa saja biaya produksi gula    tahun  2011. Serta pemisahaan biaya dengan menggunakan metode least-square. Dengan penerapan metode cvp (cost-volume-profit) dalam perencanaan laba untuk tahun yang akan datang akan lebih stabil dan sesuai dengan target perusahaan. Oleh karena itu peneliti memberi saran kepada PG Krebet Baru Malang untuk menerapkan metode cvp (cost-volume-profit) dalam perencanaan laba  untuk tahun selanjutnya agar peningkatan laba stabil dan target yang diinginkan PG Krebet Baru Malang tercapai.Kata kunci : CVP (Cost-Volume-Profit), Perencanaan Laba, Gula
ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PERUSAHAAN PABRIK GULA NGADIREDJO KEDIRI Wahyuning Setio Kurnianti; Djuma hir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.568 KB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “Analisis Break Even Point Sebagai Alat Perencanaan Laba pada Perusahaan Pabrik Gula Ngadiredjo Kediri”. Pabrik Gula Ngadiredjo Kediri merupakan salah satu Unit Usaha dari PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) yang bergerak dibidang usaha mengelola bahan baku tebu menjadi produksi utama gula pasir. Untuk mendapatkan data perusahaan, penulis memperoleh data melalui analisis dokumentasi. Dari hasil analisis yang dilakukan, penulis dapat menyimpulkan bahwa break even point dapat memberikan pedoman dalam membuat keputusan dan membantu manajemen dalam menentukan banyak sedikitnya penjualan produk untuk memperoleh laba. Manajemen membutuhkan informasi tersebut untuk mengambil keputusan dalam merencanakan laba perusahaan. Dengan mengetahui dampak terhadap laba, manajemen akan memiliki dasar yang kuat untuk memilih setiap alternatif pada tindakan yang akan dipertimbangkan, sehingga manajemen mampu mengambil keputusan secara ekonomis rasional. Kata kunci : Break Even Point, Perencanaan laba
ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PERUSAHAAN PABRIK GULA NGADIREDJO KEDIRI Wahyuning Setio Kurnianti; Djuma hir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.568 KB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “Analisis Break Even Point Sebagai Alat Perencanaan Laba pada Perusahaan Pabrik Gula Ngadiredjo Kediri”. Pabrik Gula Ngadiredjo Kediri merupakan salah satu Unit Usaha dari PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) yang bergerak dibidang usaha mengelola bahan baku tebu menjadi produksi utama gula pasir. Untuk mendapatkan data perusahaan, penulis memperoleh data melalui analisis dokumentasi. Dari hasil analisis yang dilakukan, penulis dapat menyimpulkan bahwa break even point dapat memberikan pedoman dalam membuat keputusan dan membantu manajemen dalam menentukan banyak sedikitnya penjualan produk untuk memperoleh laba. Manajemen membutuhkan informasi tersebut untuk mengambil keputusan dalam merencanakan laba perusahaan. Dengan mengetahui dampak terhadap laba, manajemen akan memiliki dasar yang kuat untuk memilih setiap alternatif pada tindakan yang akan dipertimbangkan, sehingga manajemen mampu mengambil keputusan secara ekonomis rasional. Kata kunci : Break Even Point, Perencanaan laba
PENERAPAN ANALISIS BREAK EVENT POINT (BEP) SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PERUSAHAAN (Studi Pada PT. Karya Sutarindo Pasuruan) Siti Komaria; . Suhadak; Siti Ragil Handayani
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 1, No 2 (2013): APRIL
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.038 KB)

Abstract

Analisa break even adalah suatu teknik analisa untuk mempelajari hubungan antara biaya tetap, biaya variabel, keuntungan, dan volume kegiatan. Sedangkan kondisi break event point (BEP) merupakan kondisi dimana total revenue sama dengan total cost, atau laba yang diperoleh sama dengan nol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan analisis BEP pada perusahaan PT. Karya Sutarindo Pasuruan dan margin of safety yang dihasilkan pada tahun 2011, serta memberikan alternatif perencanaan laba periode tahun 2012 dengan berbagai tingkat kemungkinan yang terjadi. Hasil penelitian ini menunjukkan BEP yang dihasilkan pada tahun 2011 dan yang akan terjadi pada perencanaan tahun 2012 adalah sama. Hasil tersebut disebabkan karena komponen-komponen yang mempengaruhi perubahan posisi BEP tidak berubah per unitnya. Analisis BEP sebaiknya diterapkan dalam perencanaan laba perusahaan dikarenakan dapat memberikan informasi-informasi yang berkaitan dengan pencapaian laba sesuai yang diinginkan, sehingga dapat membantu manajer dalam pengambilan keputusan perusahaan.   Kata Kunci : break event point, perencanaan laba.
ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI SALAH SATU ALAT PERENCANAAN PENJUALAN DAN LABA (Studi Pada PT. Ultrajaya Milk Industry & Trading Company, Tbk) Suci Mulya Wijayanti
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 5, No 2 (2013): OKTOBER
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.245 KB)

Abstract

Analisis break even point adalah suatu alat atau teknik yang digunakan oleh manajemen untuk mengetahui tingkat penjualan tertentu perusahaan sehingga  tidak mengalami laba dan tidak pula mengalami kerugian. Analisis break even point digunakan untuk mengetahui tingkat volume penjualan sebelum perusahaan mengalami untung dan mengalami rugi sehingga hal tersebut dapat digunakan manajer untuk menentukan perencanaan penjualan. Perencanaan  penjualan yang telah direncanakan oleh perusahaan dapat digunakan untuk menentukkan laba yang diinginkan. PT. Ultrajaya Milk Industry & Trading Company, Tbk mempunyai produk lebih dari satu sehingga biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan tidak hanya untuk memproduksi satu produk saja. Selain itu, banyaknya perusahan lain yang memproduksi produk sejenis dengan merek yang berbeda dan tingkat konsumsi masyarakat yang masih rendah yaitu sekitar 10-11 liter per kapita per tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai penerapan analisis break even point, mendeskripsikan gambaran perencanaan penjualan dan mendeskripsikan penjualan minimal yang harus dipertahankan. Berdasarkan hasil penelitian PT. Ultrajaya Milk Industry & Trading Company, Tbk pada tahun 2012 tingkat break even point yang diperoleh sebesar Rp 1.566.399.244.858. Perencanaan penjualan yang direncanakan pada tahun 2013, 2014 dan 2015 sebesar Rp 3.658.375.257.915, Rp 4.318.113.498.723 , Rp 6.169.524.838.854 dengan penjualan minum sebesar Rp 3.315.568.318.435. Kata kunci: break even point, perencanaan penjualan dan laba
ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN TERHADAP PERENCANAAN VOLUME PENJUALAN DAN LABA (Studi Kasus Pada PT. Cakra Guna Cipta Malang Periode 2011-2013) Retno Ariyanti
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 11, No 1 (2014): JUNI
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.452 KB)

Abstract

Break Even Point (BEP) is a technique of analyzing that is used to know the sales in total equal to the payment so that a company experienced a break-even. The used of this analyzing BEP is meant so that a management could know at what point could a company sells in minimun so that a break-even could be gained, so that the management could make a decision in planning a sales target above minimum sales to get profits. The objective of this research is to know the rate of BEP that was reached in the selling volume planning and the profit in 2011/2013 and to know the rate of selling that is reached to fulfill the profit's target in 2014. The result of this analysis shows that BEP mix value reached by the company in 2012 is Rp 3.924.783.972,52. In 2012, BEP mix value that was reached is Rp 5.309.131.772,23 and in 2013, Rp 4.067.022.479,13. In 2013, it was the year plans were made for selling volume  and profits by the year of 2014. Key words : break even point, plans, sales volume, profitsABSTRAK Analisis Break Even Point (BEP) merupakan suatu teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui keadaan dimana perusahaan tidak menderita rugi dan juga tidak mendapatkan laba atau impas. Penggunaan analisis Break Even Point ini dimaksudkan agar manajemen dapat mengetahui pada tingkat penjualan minimal berapakah perusahaan mengalami impas, sehingga manajemen dapat mengambil keputusan untuk merencanakan target penjualan di atas penjualan minimal agar menghasilkan laba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat BEP yang dicapai dalam perencanaan volume penjualan dan laba pada PT. Cakra Guna Cipta Malang periode 2011-2013 dan untuk mengetahui tingkat penjualan yang harus dicapai oleh PT. Cakra Guna Cipta Malang untuk memenuhi target laba yang diinginkan pada periode 2014. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai BEP mix yang dicapai perusahaan untuk tahun 2011 sebesar Rp 3.924.783.972,52. Tahun 2012 BEP mix yang dicapai adalah sebesar Rp 5.309.131.772,23 dan tahun 2013 BEP mix yang didapatkan sebesar Rp 4.067.022.479,13. Tahun 2013 menjadi tahun dasar untuk perencanaan volume penjualan dan laba di tahun 2014. Kata kunci : break even point, perencanaan, volume penjualan, laba
ANALISIS COST-VOLUME-PROFIT (CVP) TERHADAP PERENCANAAN LABA PADA SWISS-BELHOTELPAPUA JAYAPURA Muthmainnah, Muthmainnah
Jurnal FuturE Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Yapis Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan pesat dalam bisnis perhotelan di Jayapura, menarik minat para pengusaha untuk ikut serta mengembangkan dan terjun langsung ke bisnis ini, sehingga dapat dilihat banyak hotel-hotel baru yang yang dibangun di Jayapura, dan menimbulkan semakin tajam dan ketatnya persaingan yang ada. Mengingat ketatnya persaingan bisnis ini, maka konsekuensi yang harus diterima oleh pihak hotel adalah bagaimana mengolah secara maksimal sumber daya yang dimiliki sehingga diperoleh laba yang direncanakan atau laba yang optimal. Tujuan penelitian untuk menganalisis cost-volume-profit terhadap perencanaan laba Swiss-belHotel Papua. Penelitian akademik  yaitu melakukan klasifikasikan biaya tetap dan biaya variabel. Dan menggunakan beberapa metode yaitu : CMR, BEP, MOS dan ATL.Berdasarkan hasil perhitungan analisis Cost-Volume-Profit, maka Swiss-belhotel Papua mengalami kenaikan laba tiap tahunnya mulai dari tahun 2009-2011. Kata Kunci : Cost Volume Profit dan Laba
ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI SALAH SATU ALAT PERENCANAAN PENJUALAN DAN LABA (Studi PADA PT. WISMILAK INTI MAKMUR, TBK) Fajri Razak
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 19, No 1 (2015): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.713 KB)

Abstract

This research aims to describe the application of the break-even point analysis, as the representation of forecasted minimum sales that must be maintained by PT. Wismilak Inti Makmur Tbk. This is a quantitative research, using descriptive analysis method. This research used secondary data from Indonesia Capital Market Directory (ICMD), the summary of company performance, and financial reports obtained from BEI. The result of this research showed that the value of break even point of PT. Wismilak Inti Makmur Tbk, in total is Rp 886,588,290,219. That number is the accumulation of both clove and filtered units. Rp. 142,806,167,552from 326,041,478pieces of cloves and Rp. 743,782,122,667 from 1,349,876,810 pieces of filtered cigarettes. The forecasted sales of PT. Wismilak Inti Makmur Tbk, are 3,304,000,000 cigarettes in 2014,  3,561,000,000 cigarettes in 2015, and 3,818,000,000 cigarettes in 2016, by safety limit of 44%. Minimum sales that must be obtained by PT. Wismilak Inti Makmur Tbk, to achieve the expected profit of 25%,is Rp 2,278,373,066,646, Rp 366,986,265,768 from 837,868,186 piecesof clove cigarettes and Rp 1,911,386,800,878 from 3,468,941,562 pieces of filters cigarettes. Keywords: Break-even point, sales planning, minimum sales. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan analisis break even point, gambaran perencanaan penjualan dan penjualan minimal perusahaan yang harus dipertahankan oleh PT. Wismilak Inti Makmur. Tbk. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Indonesia Capital Market Directory (ICMD), ringkasan kinerja perusahaan, dan laporan keuangan yang didapat dari BEI. Hasil penelitian ini menunjukan bahwanilai break even point PT. Wismilak Inti Makmur Tbk, sebesar Rp 886,588,290,219, masing-masing                  Rp 142,806,167,552 dan 326,041,478 batang untuk rokok jenis kretek, Rp 743,782,122,667 dan 1,349,876,810 batang untuk rokok filter. Perencanaan penjualan PT. Wismilak Inti Makmur Tbk, pada tahun 2014 sebesar 3,304,000,000 batang, pada tahun 2015 sebesar 3,561,000,000 batang, dan pada tahun 2016 adalah sebesar 3,818,000,000 batang, dengan batas keamanan sebesar 44%. Penjualan minimal yang harus dicapai oleh PT Wismilak Inti Makmur Tbk, agar perusahaan dapat mencapai laba yang diinginkan sebesar 25% yaitu dengan melakuan penjualan sebesar Rp 2,278,373,066,646, masing-masing Rp 366,986,265,768 dan 837,868,186 batang untuk rokok kretek, Rp 1,911,386,800,878 dan 3,468,941,562 batang untuk rokok filter.   Kata Kunci: break even point, perencanaan penjualan, penjualan minimal
ANALISIS COST VOLUME PROFIT SEBAGAI DASAR PERENCANAAN PENJUALAN UNTUK MENCAPAI LABA YANG DIINGINKAN (STUDI PADA QUICK CHICKEN CABANG KOTA BLITAR) Bregas Adi Luhur
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 23, No 2 (2015): JUNI
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.052 KB)

Abstract

One of the approaches used management in planning sales and profit analysis Cost Volume Profit. Because CVP having approach with other analysis, analysis of them break even point. Uses through company can easily determine the sales volume required to reach desired profit. This study attempts to plan sales so as to achieve desired profit in the year 2015. The kind of research used is research descriptive method with a quantitative approach, data collection using documents financial data Quick Chicken Blitar City. This research result indicates the separation of the cost of semivariabel into charge still Rp 300.625.275 and the cost as much Rp 331.877.220 variables, contribution margin ratio of 54 %. While for reckoning mix of uses 39.135 unit, uses to much as Rp 548.844.83 . In planning sales and profit, plan to raise the company profit amounting to Rp 150.000.000 in 2015. To achieve the expected and needed to raise sales of 58.662 units or as much as Rp 834.491.250, each for asmuni III of 3.375 unit, asmuni IV of 30.051, and for unit of 25.236 asmuni V. Of the calculation on sales and profit planning in 2014 , and the margin of safety receive is 34,23 % Keywords : Break Even Point, Contribution Margin Ratio, Margin Of Safety ABSTRAK Salah satu pendekatan yang digunakan manajemen dalam perencanaan penjualan dan  laba adalah analisis Cost Volume Profit.  Karena CVP memiliki pendekatan dengan analisis lainnya, diantaranya analisis break even point. Melalui BEP perusahaan dapat dengan mudah menentukan volume penjualan yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat laba yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk merencanaan penjualan agar mencapai laba yang diinginkan pada tahun 2015. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, pengumpulan data menggunakan dokumen data keuangan Quick Chicken Cabang Kota Blitar. Hasil penelitian ini menunjukkan pemisahan biaya semivariabel ke dalam biaya tetap sebesar Rp 300.625.275 dan biaya variabel sebesar Rp 331.877.220, untuk Contribution Margin Ratio sebesar 54%. Sedangkan untuk perhitungan BEP mix sebesar 39.135 unit, untuk BEP (Rp) sebesar Rp 548.844.83. Dalam perencanaan penjualan dan laba, perusahaan merencanakan kenaikan laba pada tahun 2015 sebesar Rp 150.000.000. Untuk mencapai target yang diharapkan maka harus menaikkan penjualan sebesar 58.662 unit atau sebesar Rp 834.491.250, masing-masing untuk Asmuni III sebesar 3.375 unit, Asmuni IV sebesar 30.051, dan untuk Asmuni V sebesar 25.236 unit. Dari hasil perhitungan perencaan penjualan dan laba pada tahun 2014, maka Margin Of Safety diperoleh sebesar 34,23% Kata Kunci : Break Even Point, Contribution Margin Ratio, Margin Of Safety
Analisis Cost Volume Profit sebagai Alat Bantu Manajemen dalam Rangka Perencanaan Laba dengan Penerapan Teori Kendala pada PT Skylite Surya Internusa Deviarti, Holly; Ayu, Melati
Binus Business Review Vol 2, No 1 (2011): Binus Business Review
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/bbr.v2i1.1160

Abstract

PT Skylite Solar Internusa is an industrial company that produces the houses lights and panel box. The purpose of this study is to help companies classify costs according to the behavior of costs, determine the calculation of the break event point of multiproduct, profit planning, and to overcome the constraints that occured in the company. The authors obtained data directly to the companys research and interviews with relevant parties, such as the production and the accounting department. The increase in profit in the fiscal year period 2009 due to demand for homes increased light and panel box. It can be concluded that the application of Cost-Volume-Profit analysis by using the break event point multiproduct can help management to determine how much sales volume may decline from the volume of sales is budgeted by the company and the company can make profit plan in 2010.

Page 7 of 40 | Total Record : 395