cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkedokteranuwks@gmail.com
Editorial Address
Dukuh Kupang XXV/54 Surabaya, Medical Faculty University of Wijaya Kusuma Surabaya, Building C, 2nd Floor C216.
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma
ISSN : 19782071     EISSN : 25805967     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma (JIKW) is a periodically scientific publication that contains articles written in Indonesia or english. JIKW receive articles in the scope of Biomedical Sciences, degenerative diseases, infections, congenital abnormalities and public health. JIKW published twice a year. The articles will be published in JIKW only manuscript that has never be published or published in other journal. Writers who will publish the article please follow the JIKW guidelines. The entire management process both admission and review the article is done by online.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "No 1 (2011): Edisi Juli 2011" : 9 Documents clear
PENGARUH DOSIS RADIASI 125I TERHADAP DIAMETER INTI SPERMATOGONIUM I Nyoman Suratma
Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma No 1 (2011): Edisi Juli 2011
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jikw.v0i1.2148

Abstract

Penelitian ini menggunakan 48 dua bulan tikus putih jantan berumur. Tikus-tikus putih kelompok kedalam enam kotak plastik besar dengan diameter 30 cm, sehingga setiap kotak berisi 8 tikus putih. Tikusputih diobati dengan radioaktif sebagai berikut:Kotak 1 dan kotak 2 digunakan sebagai kontrol 16 dan 32 hari.ci dosis 5 untuk 16 hari.Kotak 3 diobati dengan radiasi radio aktifci dosis 5 untuk 32 hari.Kotak 4 diobati dengan radiasi radio aktifci dosis selama 16 hari.Kotak 5 diobati dengan radiasi radio aktif 10ci dosis untuk 32 hari.Kotak 6 diobati dengan radiasi radio aktif 10Setelah waktu yang ditetapkan berakhir, testis dilakukan pemeriksaan. Tikus putih dibunuh dengan eterdan kemudian dua testis diambil dificsasi dengan formalin 10% untuk preparat histologi ditandai, intiberdiameter spermatogonium pemeriksaan dilakukan. Semua putih tikus dibunuh dengan eter dankemudian dua testis diambil difisasi dengan formalin 10% untuk preparat histologi ditandai, dan diameterinti dihitung. Hasilnya, dengan analisis statistik menunjukkan bahwa jumlah rata-rata berarti diameter intikontrol yang spermatogonium adalah = 1.571 u dan SD = 0.191, sementara jumlah rata-rata (mean) darispermatogonium inti berdiameter setelah radiasi adalah = 4,46 u dan sd adalah = 0.372.Hal ini ditemukan bahwa tikus putih jantan dengan radiasi radioaktif 125I memiliki rata-rata lebih besardari diameter inti dari yang kontrol. Analisis statistik menunjukkan bahwa varian alpha = 0,05 berarti p<0,05.
SPINA BIFIDA Sie Ernawati
Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma No 1 (2011): Edisi Juli 2011
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.579 KB) | DOI: 10.30742/jikw.v0i1.2153

Abstract

Spina bifida berarti terbelahnya arcus vertebra yang bisa melibatkan jaringan saraf di bawahnya atautidak. Penyebabnya adalah kegagalan penutupan tube neural dengan sempurna sehingga mempengaruhineural dan struktur kutaneus ectodermal yang terjadi pada hari ke 17-20 kehamilan.Spina bifida dapat dideteksi dengan pemeriksaan AFP (alfa feto protein) pada cairan amnion atau AFPyang diperiksa pada darah ibu hamil dan bisa juga dideteksi dengan pemeriksaan ultrasonografi. Resikoseseorang secara spesifik dapat diketahui berdasarkan perbandingan usia kehamilan dan level AFP.Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian suplemen folic acid 400 microgram / hari sebelum hamildan 800 microgram / hari selama kehamilan
PENGARUH PEMBERIAN ROYAL JELLY PERORAL TERHADAP BERAT TESTIS DAN PROPORSI BERAT TESTIS TERHADAP BERAT BADAN TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus strain Wistar) JANTAN Hardiyono Hardiyono; Ayly Soekamto
Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma No 1 (2011): Edisi Juli 2011
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.762 KB) | DOI: 10.30742/jikw.v0i1.2149

Abstract

Royal jelly dapat meningkatkan vitalitas dianggap manusia dan kesuburan. Penelitian terhadaphewan telah membuktikan bahwa royal jelly makan untuk ayam, burung puyuh dan kelinci dapatmeningkatkan kesuburan. Nurmiati studi (2002) juga membuktikan bahwa royal jelly dapat meningkatkankesuburan tikus betina. Penelitian ini adalah untuk membuktikan pengaruh royal jelly untukspermatogenesis dengan mengukur berat testis dan proporsi berat testis terhadap berat badan tikus padatikus putih jantanPenelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan TestPosting Hanya Kontrol Grup Desain murah maka data dianalisis statistik menggunakan Anova dengantingkat signifikansi kurang dari 0,05. Penelitian sampel 32 orang dewasa tikus putih jantan yang dibagimenjadi 4 kelompok secara acak, dan masing-masing kelompok dirawat selama 52 hari. K1: kelompokkontrol mendapatkan aquadest 3 ml / hari makan lisan, P1: kelompok perlakuan dengan makan jellykerajaan lisan 15 mg / kgBB / hari, P2: kelompok perlakuan dengan makan jelly kerajaan lisan 30 mg /kgBB / hari dan P3: kelompok perlakuan dengan makan royal jelly 45 mg lisan / kgBB / hari. Semuadata-data dianalisis menggunakan Anova menunjukkan perbedaan yang signifikan antara semuaperlakuan dan kelompok kontrol. Untuk mengidentifikasi kelompok mana yang memiliki perbedaan yangsignifikan dalam setiap variabel, analisis dilanjutkan dengan uji LSD.Kesimpulannya, makan royal jelly oral tidak berubah berat testis dan proporsi berat testisterhadap berat badan tikus pada tikus putih jantan
TOXOPLASMOSIS DAN KEMUNGKINAN PENGARUHNYA TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU Bagus Uda Palgunadi
Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma No 1 (2011): Edisi Juli 2011
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.798 KB) | DOI: 10.30742/jikw.v0i1.2154

Abstract

Toxoplasmosis adalah suatu penyakit zoonosis yang disebabkan oleh infeksiToxoplasma gondii. Toxoplasmosis tidak selalu menyebabkan keadaan patologis pada hospesnya,penderita seringkali tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi sebab seringkali asymptomatis, terutamapada penderita yang mempunyai imunitas tubuh yang baik. Toxoplasmosis akan memberikan gejala yangjelas pada penderita yang mengalami penurunan imunitas. Akhir – akhir ini toxoplasmosis diperkirakansebagai salah satu factor penyebab perubahan perilaku dan gangguan jiwa , termasuk schizophrenia.
PEMERIKSAAN MIKROBIOLOGIS FESES Akhmad Sudibya
Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma No 1 (2011): Edisi Juli 2011
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.502 KB) | DOI: 10.30742/jikw.v0i1.2143

Abstract

Ada banyak metode pada pemeriksaan mikrobiologi tinja. Metode mencakup pemeriksaan mikroskopis,kultur p ada media mikrobiologi, pemeriksaan imunologi, pemeriksaan mikrobiologi molekul, dan ujisensitivitas antibiotik. Metode yang digunakan tergantung pada mikroba yang diduga sebagai penyebabpenyakit tertentu.
PENATALAKSANAAN PADA DIABETIC PERIPHERAL NEUROPATHIC PAIN (DPNP) Herni Suprapti
Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma No 1 (2011): Edisi Juli 2011
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jikw.v0i1.2145

Abstract

Penyebab diabetic peripheral neuropathic pain (DPNP) masih belum diketahui, dan nyeri yang dirasakandapat sangat hebat sehingga mengganggu aktivitas. DPNP tidak dapat disembuhkan, tetapi untukmemperbaiki kualitas hidup, perlu diberikan terapi untuk mengontrol nyeri, yaitu dengan memberikanobat topikal, obat oral, serta tindakan non-farmakologi lain (akupunktur dan transcutaneous nervestimulation). Diabetic peripheral neuropathic pain (DPNP) mengenai sekitar 10% sampai 20% dari 20 juta pendudukAmerika yang menderita diabetes mellitus (DM) (1,2).
PENATALAKSANAAN PADA DIABETIC PERIPHERAL NEUROPATHIC PAIN (DPNP) Herni Suprapti
Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma No 1 (2011): Edisi Juli 2011
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jikw.v0i1.2144

Abstract

Penyebab diabetic peripheral neuropathic pain (DPNP) masih belum diketahui, dan nyeri yang dirasakandapat sangat hebat sehingga mengganggu aktivitas. DPNP tidak dapat disembuhkan, tetapi untukmemperbaiki kualitas hidup, perlu diberikan terapi untuk mengontrol nyeri, yaitu dengan memberikanobat topikal, obat oral, serta tindakan non-farmakologi lain (akupunktur dan transcutaneous nervestimulation). Diabetic peripheral neuropathic pain (DPNP) mengenai sekitar 10% sampai 20% dari 20 juta pendudukAmerika yang menderita diabetes mellitus (DM) (1,2).
RESISTENSI SERANGGA TERHADAP DDT Kartika Ishartadiati
Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma No 1 (2011): Edisi Juli 2011
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.464 KB) | DOI: 10.30742/jikw.v0i1.2152

Abstract

Dichloro Diphenyl Trichloroethane (DDT) adalah insektisida organik sintetik yang termasuk golonganorganoklorin (chlorinated hydrocarbon). DDT disintesis oleh Othmar Zeidler pada tahun 1873, namunefek insektisidanya baru ditemukan oleh Paul Muller pada tahun 1939. Oleh karena efikasinya yangsangat baik, DDT menjadi sangat terkenal di bidang pertanian dan bidang kesehatan masyarakat, dandigunakan secara luas sejak tahun 1945. Namun pada tahun 1948 sudah mulai dilaporkan terjadinyaresistensi DDT pada nyamuk dan lalat.
PARKINSON’S DISEASE Titiek Sunaryati
Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma No 1 (2011): Edisi Juli 2011
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.334 KB) | DOI: 10.30742/jikw.v0i1.2151

Abstract

Parkinson's disease is a degenerative disorder of the central nervous system that often impairs thesufferer's motor skills, speech, and other functions. Parkinson's disease affects movement (motorsymptoms). Other typical symptoms include disorders of mood, behaviour, thinking, and sensation (nonmotorsymptoms). The symptoms of Parkinson's disease result from the greatly reduced activity of thedopaminergic neurons, which are primarily in the pars compacta region of the substantia nigra. Reviewsof depression estimate its occurrence in anywhere from 20-80% of cases. PD is not considered to be afatal disease by itself, but it progresses with time.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2025): EDISI MARET 2025 Vol 13, No 2 (2024): September 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol 12, No 2 (2023): September 2023 Vol 12, No 1 (2023): March 2023 Vol 11, No 2 (2022): EDISI SEPTEMBER 2022 Vol 11, No 2 (2022): SEPTEMBER 2022 Vol 11, No 1 (2022): Edisi Maret 2022 Vol 11, No 1 (2022): MARET 2022 Vol 10, No 2 (2021): SEPTEMBER 2021 Vol 10, No 1 (2021): MARET 2021 Vol 9, No 1 (2020): MARET 2020 available online since April 2020 Vol 9, No 2 (2020): SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2019): EDISI SEPTEMBER 2019 (available online since Oktober 2019) Vol 8, No 1 (2019): EDISI MARET 2019 (available online since April 2019) Vol 7, No 2 (2018): Edisi September 2018 Vol 7, No 2 (2018): Edisi September 2018 Vol 7, No 1 (2018): edisi Maret 2018 Vol 7, No 1 (2018): edisi Maret 2018 Vol 6, No 2 (2017): EDISI SEPTEMBER 2017 Vol 6, No 1 (2017): Edisi Maret 2017 Vol 6, No 1 (2017): Edisi Maret 2017 Vol 5, No 2 (2016): Edisi September 2016 Vol 5, No 2 (2016): Edisi September 2016 Vol 5, No 1 (2016): Edisi Maret 2016 Vol 5, No 1 (2016): Edisi Maret 2016 Vol 4, No 2 (2015): Edisi Desember 2015 Vol 4, No 2 (2015): Edisi Desember 2015 Vol 4, No 1 (2015): edisi September 2015 Vol 4, No 1 (2015): edisi September 2015 Vol 3, No 2 (2014): edisi Oktober 2014 Vol 3, No 2 (2014): edisi Oktober 2014 Vol 3, No 1 (2014): Edisi Maret 2014 Vol 3, No 1 (2014): Edisi Maret 2014 Vol 2, No 1 (2013): Edisi Mei 2013 Vol 2, No 1 (2013): Edisi Mei 2013 Vol 1, No 2 (2012): Edisi Oktober 2012 Vol 1, No 2 (2012): Edisi Oktober 2012 Vol 1, No 1 (2012): Edisi Juli 2012 Vol 1, No 1 (2012): Edisi Juli 2012 Vol 2, No 1 (2011): Volume II, Nomor 1, Januari 2011 Vol 2, No 3 (2011): Volume Edisi Khusus Desember 2011 No 1 (2011): Edisi Juli 2011 Vol 2, No 1 (2010): Edisi Januari 2010 Vol 2, No 1 (2010): Edisi Januari 2010 2009: edisi khusus Desember 2009 2009: edisi khusus Desember 2009 More Issue