cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Share : Social Work Journal
ISSN : 23390042     EISSN : 25281577     DOI : -
Core Subject : Social,
Share Social Work Journal adalah jurnal yang memuat hasil-hasil penelitian lapangan dan atau pustaka mengenai isu-isu kesejahteraan sosial, di tingkat nasional, regional dan internasional. Share Social Work Journal adalah tempat publikasi yang tepat sebagai sumber referensi dan juga sebagai sumber diskusi topik-topik yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial karena telah ber ISSN printed dan elektronik. ISSN p: 2339-0042 ISSN e: 2528-1577
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal" : 13 Documents clear
STRENGTHS-PERSPECTIVE DALAM PENGEMBANGAN KEBIJAKAN SOSIAL Marcelino Vincentius Poluakan; Nandang Mulyana; Hadiyanto A Rachim
Share : Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v10i1.26529

Abstract

Strengths-Perspective sebagai pendekatan dalam pekerjaan sosial telah mulai digunakan dalam pengembangan kebijakan sosial. Penggunaan pendekatan ini sejalan dengan cita-cita yang ingin dicapai dalam intervensi pekerjaan sosial yaitu untuk mewujudkan self-determination serta keadilan sosial. Oleh karena itu, setiap kebijakan yang disusun seharusnya memuat nilai-nilai di atas. Tulisan ini akan membahas pentingnya Strengths-Perspective dalam pengembangan kebijakan sosial, apa manfaatnya serta bagaimana kerangkanya. Tulisan ini akan menggunakan studi literatur berupa buku, artikel, dan sumber lain yang relevan dengan topik yang dibahas. Hasil kajian menunjukkan Strengths-Perspective sangat diperlukan dalam pengembangan sebuah kebijakan sosial. Strengths-Perspective dapat menjadi pendekatan yang memperkaya sebuah kebijakan sosial sehingga dapat menjawab masalah sosial dengan lebih efektif. Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan juga akan memberikan nilai tambah bagi setiap sasarannya seperti kemandirian, ketahanan, keberdayaan, keterlibatan, dan sebagainya. Walaupun terdapat tantangan sebagai sebuah pendekatan yang baru, Strengths-Perspective dapat terus diperjuangkan oleh pekerja sosial dalam praktik makronya.
Kebutuhan Keterampilan Kerja Staf Bidang Layanan Rehabilitasi Sosial, Pemulangan, dan Reintegrasi Sosial P2TP2A Andita Ratih; Soni Ahmad Nulhaqim
Share : Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v10i1.26426

Abstract

Pada struktur organisasi PPT terdapat Bidang Layanan Rehabilitasi Sosial, Pemulangan, dan Reintegrasi Sosial yang memiliki tugas untuk: 1) Melakukan pendampingan selama proses penanganan kasus; 2) Melakukan konseling; 3) Melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk pemulangan korban; 4) Membuat laporan perkembangan proses pendampingan pemulangan dan rehabilitasi sosial; dan 5) Melakukan pemantauan sekurang-kurangnya tiga bulan setelah korban dipulangkan ke keluarganya. Penelitian ini membahas tentang kebutuhan keterampilan kerja staf bidang Layanan Rehabilitasi Sosial, Pemulangan, dan Reintegrasi Sosial P2TP2A yang dapat membantu P2TP2A memiliki sumber daya manusia kompeten dalam menjalankan tugas. Maka itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ciri-ciri keterampilan kerja yang perlu dimiliki staf bidang Layanan Rehabilitasi Sosial, Pemulangan, dan Reintegrasi Sosial P2TP2A sebagai bagian dari rencana pelatihan. Keterampilan kerja yang dimaksud terdiri dari beberapa keterampilan, yaitu: 1) Manajemen diri, 2) Komunikasi, 3) Kesadaran pada karir, 4) Kerjasama, 5) Penyelesaian masalah, 6) Keterampilan mengelola teknologi dan informasi, 7) Keterampilan matematik, 8) Keberanian berusaha, 9) Kepemimpinan, dan 10) Kecerdasan emosional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis kajian literatur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi literatur dan kemudian dianalisa menggunakan metode deskriptif dengan jenis analisis pekerjaan. Rumusan ciri-ciri keterampilan kerja yang perlu dimiliki staf bidang Layanan Rehabilitasi Sosial, Pemulangan, dan Reintegrasi Sosial dalam rencana pelatihan diharapkan mampu memberikan gambaran pencapaian sebagai upaya peningkatan profesionalitas kerja.
INTERVENSI PEKERJAAN SOSIAL DALAM MENANGANI ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL Tintin Tintin; Hetty Krisnani; R Nunung Nurwati
Share : Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v10i1.22776

Abstract

Dewasa ini kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak, khususnya anak perempuan semakin marak terjadi. Pelakunya pun bukan hanya dari lingkungan luar korban, tetapi orang terdekat bahkan sedarah dengan korban. Dalam praktik pekerjaan sosial, seorang pekerja sosial harus berupaya mewujudkan ketercapaian akan kesejahteraan bagi anak selaku korban. Dalam melakukan penanganan terhadap anak korban kekerasan seksual, pekerja sosial dapat memberikan berbagai layanan kepada korban, seperti konseling, psikoterapi, serta support system. Di samping itu terdapat beberapa peran pekerja sosial yang bisa dilakukan dalam menghadapi kasus ini antara lain pekerja sosial berperan sebagai pendamping bagi korban dan pelaku, pekerja sosial berperan sebagai konselor bagi korban dan keluarga, pekerja sosial berperan sebagai mediator bagi keluarga terdekat, sekolah, maupun lembaga perlindungan serta pengadilan, pekerja sosial berperan sebagai broker untuk menghubungkan korban dengan sistem sumber yang dibutuhan, pekerja sosial harus mampu mengembangkan dan memelihara jaringan dengan berbagai pihak/profesional lain seperti psikolog, psikiater, dokter, jaksa, polisi, dan lain sebagainya bagi korban, pekerja sosial berperan sebagai support system bagi korban, pekerja sosial berperan sebagai pendidik bagi korban dan keluarga, serta pekerja sosial berperan sebagai advokator dalam memberikan layanan advokasi bagi anak. Metode dalam penulisan artikel ini menggunakan studi literatur. Studi literatur yaitu data sekunder yang dilakukan dengan diawali mencari kajian kepustakaan dari berbagai literatur seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, ataupun hasil penelitian sejenis yang telah dipublikasikan mengenai anak korban kekerasan seksual dalam keluarga.Kata Kunci : Anak , Keluarga, Kekerasan Seksual, Pekerja Sosial, Intervensi
POTRET MANTAN PENDERITA SKIZOFRENIA DITINJAU DARI STRENGTH PERSPECTIVE Lukman Effendi; Rudi Saprudin Darwis; Nurliana Cipta Apsari
Share : Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v10i1.26896

Abstract

Fenomena relapse mantan penderita skizofrenia menjadi salah satu isu global, demikian pula di Indonesia. Kondisi seperti ini menjadi permasalahan bagi keluarga, masyarakat maupun pemerintah apabila tidak ditanganis secara serius. Profesi pekerja sosial menjadi salah satu yang telibat dalam penanganan mantan penderita skizofrenia, dalam perkembangannya memiliki satu perspektif dalam mengintervensi klien dari segi kekuatan, perspektif ini dikenal sebagai perspektif kekuatan. Graybeal mencoba mengkonseptualisasi 5 (lima) aspek perspektif kekuatan. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kekuatan atau potensi yang dimiliki mantan penderita skizofrenia dipandang dari perspektif kekuatan berdasarkan 5 (lima) aspek dari Graybeal. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah studi literatur. Hasil dari artikel ini adalah mantan penderita skizofrenia memiliki potensi yang dapat dijabarkan dari aspek sumber-sumber, aspek pilihan-pilihan, aspek kemungkinan-kemungkinan, aspek pengecualian-pengecualian dan aspek solusi. Dengan adanya perspektif kekuatan diharapkan dapat mengubah cara pandang terhadap mantan penderita skizofrenia dan menjadi penuntun bagi praktisi pekerja sosial dalam memberikan intervensi kepada mantan penderita skizofrenia sehingga tercapai kemandirian yang keberlanjutan.
Transendensi Diri Pekerja Sosial (Studi kasus tentang transendensi diri pekerja sosial di Unit Pelaksana Tugas Pusat Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Kota Bandung) Andita Ratih; Ahmad Saalik Hudan Alfariz; Lina Putri Pasaribu; Hery Wibowo
Share : Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v10i1.26428

Abstract

Demi terlaksananya tujuan praktik pekerja sosial berdasarkan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2019, perlu adanya upaya meningkatkan usaha tenaga pekerja sosial untuk menjadi manusia yang berdaya sehingga mampu memberdayakan manusia lain. Dalam konteks ini kita akan melihat pekerja sosial mampu memanajemen diri, mampu meningkatkan keberfungsian, kepedulian, ketahanan, dan terampil dalam menghadapi masalah sosial. Upaya yang dapat dilakukan untuk mendorong peningkatan usaha calon tenaga pekerja sosial menjadi manusia yang berdaya adalah dengan meningkatkan target kebutuhan. Pekerja sosial tidak hanya fokus memenuhi kebutuhan aktualisasi diri (self-actualization) dengan memiliki pengetahuan dan penghargaan, tetapi meningkat ke tahap transendensi diri (self-transcendence). Penelitian ini bertujuan untuk mengenai tingkat transendensi diri pekerja sosial di Unit Pelaksana Tugas Pusat Kesejahteraan Sosial (UPT PUSKESOS) Dinas Sosial Kota Bandung dengan menggunakan metode survey deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan pengambilan data menggunakan Self-Transendence Scale. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling jenuh, di mana terdapat 23 orang pekerja sosial yang diteliti. Penelitian menemukan bahwa hampir seluruh pekerja sosial berada pada tingkat kebutuhan transendensi diri yang terdiri dari aspek interpersonal dan intrapersonal. Hal tersebut menunjukan bahwa pengembangan SDM yang ada perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM ADAPTASI BENCANA DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN Syarfina Mahya Nadila; Annisa Meutia Ratri
Share : Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v10i1.23707

Abstract

 ABSTRAKKabupaten Padang Pariaman merupakan wilayah yang rentan terhadap bencana, baik alam maupun ekologis.  Masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman tidak hanya menghadapi kerentanan dari sisi ekologis tetapi juga sosial ekonomi. Kompleksitas sosial, ekonomi dan budaya masyarakat menunjukan pentingnya strategi komprehensif dalam meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana. Tulisan ini bermaksud untuk mengelaborasi partisipasi masyarakat dalam strategi adaptasi bencana dalam rangka mewujudkan wilayah yang tangguh dari bencana di wilayah Padang Pariaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berbasis data primer yang bersumber dari wawancara mendalam dan observasi yang juga dilengkapi dengan data dan literatur sekunder.  Penelitian ini mendapati  upaya adaptasi  bencana berbasiskan pada partisipasi masyarakat. Peta kerentanan, living food bank, kelompok siaga bencana, serta early warning system merupakan salah satu ruang partisipasi masyarakat dalam kolaborasi kolektif dengan pemerintah atau organisasi masyarakat sipil. Penelitian ini menunjukan bahwa adaptasi sosial merupakan aspek penting untuk mendukung kebelangsungan livelihood masyarakat dan adaptasi bencana yang inklusif. Kata Kunci: Partisipasi masyarakat; Adaptasi; Bencana; Padang Pariaman ABSTRACT Padang Pariaman Regency is highly vulnerable to disasters.  People in the regency face significant socio-economic  and  ecological challenges. It is  importance to have comprehensive strategies that consist the complexity in social, culture, and economics of society. This research aims to elaborate social participation as disaster adaptation strategy to foster  resiliency in the Padang Pariaman area. This research used qualitative as a method. Data collected both from primary (in-depth  interview and observation) and secondary data ( desk and literature study). This research found that vulnerability maps, living food bank, disaster preparedness groups, and early warning systems are the spaces for community participation to be as strategy to adapt the disaster collectively among stakeholders in government, people and civil society. Further, This research shows that social adaptation is an important aspect to support community livelihood sustainability and inclusive disaster adaptation.  Keywords: Social Participation; Adaptation; Disaster; Padang Pariaman 
KELOMPOK RENTAN DAN KEBUTUHANNYA (Sebuah Kajian Hasil Pemetaan Sosial CSR PT Indonesia Power UPJP Kamojang) Sahadi Humaedi; Budi Wibowo; Santoso Tri Raharjo
Share : Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v10i1.29014

Abstract

Kelompok rentan adalah masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam menikmati kehidupan yang layak. Faktor aksesibilitas terhadap sumber-sumber pemenuhan kesejahteraan sosial merupakan salah satu hal baik sebagai penyebab juga menjadi akibat. Memetakan populasi dan kondisi kelompok rentan secara tapat dan partisipatif merupakan awal dalam menentukan kegiatan dalam rangka penanganan untuk membantuk kelompok ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelompok rentan dan kebutuhuannya yang ada di Desa Sukalilah Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Garut Jawa Barat. Kelompok rentan yang ada di Desa Sukalilah seperti anak yatim/piatu, lansia, fakir miskin atau masyarakat kurang mampu, anak putus sekolah, disabilitas dan penyakit berat, masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni dan masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana. Kelompok rentan tersebut memiliki kebutuhannya masing-masing seperti jaminan sosial, kesehatan serta jaminan pendidikan. Dengan diberikan bantuan berupa charity, diharapkan kelompok rentan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Keterlibatan berbagai pihak dalam membantu kelompok rentan termasuk perusahaan menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Vulnerable groups are people who have limitations in enjoying a decent life. The accessibility factor for the fulfillment of social welfare sources is one of the good things as a cause as well as an effect. Mapping the population and condition of vulnerable groups in an appropriate and participatory manner is the beginning in determining activities in the context of handling to help this group. This study aims to examine vulnerable groups and their needs in Sukalilah Village, Sukaresmi District, Garut Regency, West Java. Vulnerable groups in Sukalilah Village such as orphans / orphans, the elderly, the poor or underprivileged people, school dropouts, disabilities and serious illnesses, people living in uninhabitable houses and people living in disaster-prone areas. These vulnerable groups have their respective needs, such as social security, health and education security. With assistance in the form of charity, it is hoped that vulnerable groups can meet their daily needs. The involvement of various parties in assisting vulnerable groups including companies is an important part of this activity.
UPAYA PREVENTIF KONFLIK PENGGUSURAN LAHAN Soni Ahmad Nulhaqim; Eva Nuriyah Hidayat; Muhammad Fedryansyah
Share : Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v10i1.25173

Abstract

Sebagai dampak dari pembangunan yang dilakukan pemerintah, penggusuran lahan merupakan permasalahan yang menimbulkan konflik dalam masyarakat. Faktor penyebab terjadinya konflik dalam penggusuran lahan ini masyarakat merasa dirugikan dan merasa tidak mendapat perlindungan, karena tidak sedikit penggusuran in bersifat paksaan. Upaya-upaya preventif untuk mencegah terjadinya konflik dalam penggusuran lahan ini diantaranya dengan sosialisasi kegiatan pembangunan, mufakat, penggantian ganti rugi yang layak, partisipasi masyarakat dan relokasi yang layak. Kata kunci: konflik, preventif, penggusuran lahan
PEKERJAAN SOSIAL UNTUK PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Budi Muhammad Taftazani; Fitri Hajar Purnama; Santoso Tri Raharjo
Share : Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v10i1.25663

Abstract

Pengembangan sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu bidang kerja dari pekerjaan sosial okupasi atau disebut juga dengan pekerjaan sosial industri.Pengetahuan dan keterampilan terkait pengembangan SDM relevan dengan kompetensi pekerjaan sosial yang dipelajari di pendidikan pekerjaan sosial-yang di Indonesia disebut dengan studi kesejahteraan sosial-. Pengembangan SDM sejalan dengan perspektif kekuatan (strength based) yang digunakan dalam pekerjaan sosial yang memberi perhatian khusus pada sisi kekuatan dari manusia sehingga profesi ini dalam praktiknya terlibat dalam upaya mengubah dan mengembangkan perilaku manusia untuk mencapai kualitas hidup yang diharapan baik secara personal maupun sosial. Pekerjaan sosial okupasi memaksimalkan potensi manusia dan memelihara adaptasi optimal antara individu dan lingkungan kerjanya.  Pekerja sosial melaksanakan tugasnya agar orang-orang di lingkungan kerja memiliki kualitas hidup yang baik sehingga kepuasan konsumen, keuntungan perusahaan, produktivitas dan kepuasan karyawan dapat tercapai.  Diantara tugas pekerja sosial okupasi dalam bidang pengembangan SDM yaitu terlibat dalam manajemen personalia, melaksanakan kegiatan edukasi yang tekait dengan mengubah mindset dan pembiasaan perilaku baru, penanganan karyawan bermasalah dan konseling, mediasi, networking, dan modifikasi lingkungan yang kondusif untuk bekerja.           
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN EKOWISATA HUTAN MANGROVE DI KAMPUNG RAWA MEKAR JAYA Nur Aisah; Lilis Wahyuni
Share : Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v10i1.25287

Abstract

Penelitian tentang pengelolaan mangrove berbasis partisipasi masyarakat di kampung Rawa Mekar Jaya. Tujuan untuk: (1) mendeskripsikan jenis partisipasi masyarakat di kampung Rawa Mekar Jaya. (2) mendeskripsikan faktor penghambat partisipasi masyrakat dalam pengelolaan mangrove di kampung Rawa Mekar Jaya. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, masyarakat kampung Rawa Mekar Jaya awalnya tidak memiliki inisiatif untuk memulai program pembangunan dan pengembangan mangrove. Tetapi ada seorang agent of change tokoh pemuda yang mengajak masyarakat untuk peduli akan mangrove baik untuk menjaga, merawat, membersihkan dan melakukan pembibitan mangrove serta meyakinkan masyarakat bahwa dengan dijadikan mangrove ini sebagai tempat ekowisata akan memberikan perubahan bagi kampung mereka. Masyarakat kampung Rawa Mekar Jaya dalam pelaksanaan pembangunan ekowisata hanya sebagian saja yang ikut bergotong royong melakukan pembersihan di area mangrove dan pembersihan jalan menuju mangrove. Masyarakat Kampung Mekar jaya sebagian ada yang membantu pekerjaan pembangunan mangrove dengan membantu membangun tempat duduk dibeberapa titik tertentu disepanjang area mangrove. Dalam pengelolaan dan pengembangan mangrove Kampung Rawa Mekar Jaya masih terdapat kendala sehingga belum dapat memberikan manfaat yang optimal. Hambatan yang di hadapi oleh masyarakat yakni, keterbatasan pengetahuan masyarakat kampung Rawa Mekar Jaya dalam memanfaatkan potensi ekowisata magrove yang telah ada.

Page 1 of 2 | Total Record : 13


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): Share : Social Work Journal Vol 15, No 1 (2025): Share : Social Work Journal Vol 14, No 2 (2024): Share : Social Work Journal Vol 14, No 1 (2024): Share : Social Work Journal Vol 13, No 2 (2023): Share : Social Work Journal Vol 13, No 1 (2023): Share : Social Work Journal Vol 12, No 2 (2022): Share : Social Work Journal Vol 12, No 1 (2022): Share : Social Work Journal Vol 11, No 2 (2021): Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal Vol 10, No 2 (2020): Share: Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal Vol 9, No 1 (2019): Share: Social Work Journal Vol 8, No 2 (2018): Share: Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal Vol 5, No 2 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 2 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal More Issue