cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-GIGI
ISSN : 2338199X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2014): e-GiGi" : 16 Documents clear
GAMBARAN TINDAKAN PENCABUTAN GIGI TETAP DI PUSKESMAS TINUMBALA KECAMATAN AERTEMBAGA KOTA BITUNG TAHUN 2013 Hardadi, Masagus
e-GiGi Vol 2, No 1 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.1.2014.4683

Abstract

Abstract: Teeth play some significant role in mastication. The lower efficiency of mastication is mostly caused by tooth loss. Tooth extraction is closely linked to problems such as caries, periodontal, diseases, and other dental diseases. This was a retrospective study. Samples were obtained by using total sampling method. Data of the medical records of tooth extraction in dental health center at Clinic Tinumbala Aertembaga District of Bitung in 2013 were used in this study. The results showed that tooth extraction cases with radix gangrene and periodontal diseases had the same frequencies (41.2%). Based on gender, males (51.9%) had a higher frequency of tooth extraction than females. Adults (26-65 years) belonged to the highest group with tooth extraction (70.3%). Type of teeth that mostly extracted is 46 by 17.7%. Keywords: tooth extraction     Abstrak: Gigi merupakan organ terpenting pada manusia. Terjadinya kehilangan gigi akan menyebabkan penurunan efisiensi pengunyahan. Pencabutan gigi berhubungan erat dengan masalah karies, penyakit periodontal, dan penyakit-penyakit lainnya. Penelitian ini bersifat retrospektif dan pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling dengan cara mendata rekam medik tindakan pencabutan gigi di poli gigi Puskesmas Tinumbala Kecamatan Aertembaga Kota Bitung pada tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan kasus pencabutan gigi dengan diagnosis gangren radiks dan penyakit periodontal mempunyai frekuensi yang sama yaitu sebesar 41,2%. Berdasarkan jenis kelamin laki-laki (51,9%) memiliki frekuensi pencabutan gigi yang lebih tinggi dibandingkan perempuan. Kelompok usia dewasa penuh (26-65 tahun) menunjukkan frekuensi pencabutan gigi yang paling tinggi dibandingkan kelompok usia lainnya, yakni sebesar 70,3%. Jenis gigi yang paling banyak dicabut ialah gigi 46 sebesar 17,7%. Kata kunci: pencabutan gigi
GAMBARAN POLA ASUPAN MAKANAN PENDAMPING ASI DAN ERUPSI GIGI ANAK USIA 12 – 24 BULAN DI PUSKESMAS TELING Paparang, Ferdinand
e-GiGi Vol 2, No 1 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.1.2014.4699

Abstract

Abstract: Additional food intake in children aged 12 months - 24 months is one of the factors to achieve optimal growth and development . It is also associated with the eruption of deciduous teeth . The pattern of food intake provides a description of the form of food and frequency of feeding in addition to breast-feeding ( breast milk ) . Tooth eruption is a process by which a dental crown appears on the surface of the gums . This study aims to describe the pattern of food intake on tooth eruption children aged 12-24 months . This is a descriptive study and sample selection is done by means of purposive sampling The results showed Preview pattern of food intake of children aged 12-24 months at the health center as seen from the top Teling types and frequency of eating food that is the subject of research in accordance with the type of food that reaches 100% while eating frequency corresponding to approximately 79.24%. Picture of tooth eruption patterns of children aged 12-24 months at the health center that has erupted Top Teling complete approximately 60.38% while that is not the complete eruption of approximately 39.62%. Keywords: food intake, tooth eruption. Abstrak: anak usia 12 bulan-24 bulan merupakan salah satu faktor tercapainya pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Hal ini juga berhubungan dengan proses erupsi gigi desidui. Pola asupan makanan memberikan gambaran mengenai bentuk makanan dan frekuensi pemberian makan selain pemberian air susu ibu ( ASI ). Erupsi gigi merupakan proses dimana mahkota gigi muncul di permukaan gusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola asupan makanan dan pola erupsi gigi anak usia 12-24 bulan. Penelitian ini bersifat  deskriptif dan pemilihan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan Gambaran Pola asupan makanan anak usia 12 – 24 bulan di Puskesmas Teling Atas yang dilihat dari jenis makanan dan frekuensi makan yakni subjek penelitian dengan jenis makanan yang sesuai mencapai 100% sedangkan untuk frekuensi makan yang sesuai sekitar 79,24%. Gambaran pola erupsi gigi anak usia 12 – 24 bulan di Puskesmas Teling Atas yang sudah erupsi lengkap sekitar 60,38% sedangkan yang tidak erupsi lengkap sekitar 39,62%. Kata kunci: Asupan makanan, erupsi gigi.
PERUBAHAN KEKUATAN KOMPRESI DENTAL PLASTER YANG DICAMPUR DENGAN NACl DALAM BERBAGAI VARIASI KONSENTRASI Aipipidely, Ishak Yan
e-GiGi Vol 2, No 1 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.1.2014.4030

Abstract

Abstract: Dental plaster is a type of sedimentary rock formed from limestone and chemically dissolved sulfate in the soil to form calcium sulfate (CaSO4 ). Dental plaster of the natural compound is generally a stable form of CaSO4 2H2O . Water contained in dental plaster water is not free but united by water molecules hence the nature of the universe is dental plaster is stable. If dental plaster hemihydrate reacts with water, the water molecules in the dental plaster back to the original amount. As a result of this reaction, the heat stored in dental plaster hemihydrate will be issued and the molecules of a separate dental plaster ( for burning ) reunite to form stable CaSO4 2H2O. This was an experimental study which aimed to test the compression strength of dental plaster mixed with NaCl in various concentrations. There were 3 samples to be tested. The results showed that at 0.5 % concentration of 7.06 MPa, at 1% 6.90 MPa, at 1.5% 12.23 MPa, at 2% 10.06 MPa, at 3 % 6.33 MPa, at 4% 4.42 MPa, and at control 8.63 MPa. At the concentration of 1.5 % as compared to the other concentrations, the use of electron - electron bound to each other from hemihydrate powder and the NaCl resulting in a stable chemical bonds that can increase the strengthness of compressed dental plaster mixed with 1.5 % NaCl. Conclusion: Dental plaster mixed with NaCl 4% had the lowest strengthness while dental plaster mixed with NaCl 1.5% had the highest strengthness.Keywords: dental plaster, NaCl, compression toolsAbstrak: Dental plaster merupakan jenis batuan endapan yang terbentuk secara kimiawi dari kapur dan sulfat yang larut dalam tanah membentuk calcium sulfat (CaSO4), dental plaster yang dari alam umumnya merupakan senyawa stabil berbentuk CaSO4 2H2O. Air yang terkandung dalam dental plaster itu bukan berbentuk air bebas tetapi air yang bersatu dengan molekulnya sehingga dental plaster alam bersifat stabil. Bila dental plaster hemihidrat bereaksi dengan air maka molekul air di dalam dental plaster kembali ke jumlah semula. Akibat reaksi ini, panas yang tersimpan dalam dental plaster hemihidrat akan dikeluarkan dan molekul-molekul dental plaster yang terpisah (karena pembakaran) bersatu kembali ke bentuk stabil CaSO4 2H2O. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk menguji kekuatan kompresi dental plaster yang dicampur dengan NaCl dalam berbagai variasi konsentrasi. Terdapat 3 sampel untuk diuji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi NaCl 0,5% kekuatan dental plaster 7,06 MPa; 1% 6,90 MPa; 1,5% 12,23 MPa; 2% 10,06 MPa; 3% 6,33 MPa; 4% 4,42 MPa; dan kontrol 8,63 MPa. Hasil pada konsentrasi 1,5% dibandingkan dengan kosentrasi lainya dikarenakan adanya pemakaian elektron-elektron yang saling terikat dari bubuk hemihidrat dan NaCl tersebut, sehingga terjadi ikatan-ikatan kimia stabil yang dapat menambah kekerasan atau kekuatan kompresi dari dental plaster tersebut saat dicampur dengan konsentrasi NaCl 1,5%. Simpulan: Campuran dental plaster dengan NaCl 4% memiliki kekuatan terendah sedangkan dengan NaCl 1,5% memiliki kekuatan tertinggi.Kata kunci: dental plaster, NaCl, alat kompresi
GAMBARAN PEMELIHARAAN KEBERSIHAN GTL AKRILIK PADA MASYARAKAT KELUHARAN BATU PUTIH BAWAH Mapanawang, Britzman Nikanor
e-GiGi Vol 2, No 1 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.1.2014.4684

Abstract

Abstract: Removable acrylic denture is a prosthesis that replaces the natural teeth that is useful to fill the empty space and restore jaw occlusion, phonetics and retain the remaining oral tissues to stay healthy, and can be removed by the patient. This study aimed to describe the maintenance of the removable denture hygiene in communities with 1611 inhabitants in Batu Putih Bawah. This was a descriptive study with 60 samples obtained by using total sampling method. The results showed that there were 19 respondents (31.6%) had dirty dentures, while 21 respondents (35%) had very dirty dentures. About 66.6% of respondents had poor denture hygiene. There were 73.3% respondents that had never received verbal instructions, and 95% respondents had never received written instruction about hygiene maintenance after installation. Based on the frequency of cleaning, 95% respondents mentioned that they cleaned their dentures every day, and as much as 65% respondents cleaned theirs twice a day. Based on the times of cleaning, 38.3% respondents cleaned their dentures in the morning and in the afternoon while they took baths and 6.7% before sleeping at night. All respondents cleaned their dentures with toothpaste or soap. Conclusion: Based on the clinical condition, most of the respondents in Batu Putih Bawah had dirty removable acrylic dentures. Keywords: maintenance of denture hygiene, removable acrylic denture     Abstrak: GTL akrilik adalah alat bantu yang menggantikan gigi asli yang berguna untuk mengisi daerah rahang yang kosong, mengembalikan oklusi dan fonetik, mempertahankan jaringan mulut yang masih ada agar tetap sehat, serta dapat dilepas oleh pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemeliharaan kebersihan GTL akrilik pada masyarakat kelurahan Batu Putih Bawah dengan populasi 1611 jiwa. Penelitian bersifat deskriptif dan pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Sampel berjumlah 60 responden. Instrumen penelitian yang digunakan yakni kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 19 responden (31,6%) memiliki gigi tiruan kotor dan 21 responden (35%) dengan gigi tiruan sangat kotor. Jadi sekitar 66,6% responden memiliki kebersihan gigi tiruan yang buruk. Hasil penelitian menunjukkan 73,3% responden pengguna GTL akrilik tidak pernah menerima instruksi secara lisan, dan 95%  responden tidak pernah menerima instruksi dalam bentuk tulisan tentang cara pemeliharaan kebersihan pasca pemasangan. Berdasarkan frekuensi pembersihan 95% responden mengaku membersihkan GTL akrilik setiap hari, dan 65% membersihkan GTL akrilik dua kali sehari. Pemeliharaan kebersihan berdasarkan waktu menunjukkan 38,3% responden membersihkan GTL akrilik sewaktu mandi pagi dan sore hari dan 6,7% sewaktu sebelum tidur. Berdasarkan cara pembersihan semua responden (100%) menjawab bahwa mereka membersihkan GTL akrilik menggunakan pasta gigi atau sabun. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian diperoleh umumnya responden di Batu Putih Bawah mempunyai kondisi klinis GTL akrilik yang kotor. Kata kunci: pemeliharaan kebersihan, GTL akrilik
GAMBARAN STATUS KARIES GIGI ANAK USIA 11-12 TAHUN PADA KELUARGA PEMEGANG JAMKESMAS DI KELURAHAN TUMATANGTANG I KECAMATAN TOMOHON SELATAN Wala, Hansen Ch.
e-GiGi Vol 2, No 1 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.1.2014.4013

Abstract

Abstract: Dental caries is one of the gum diseases which is commonly found in the community (adults and children). The infection process is progressive and accumulated on dental hard tissues characterized by tissue damage which begins from the tooth surface and extends into the pulp. This study aimed to describe the caries status in children aged 11 to 12 years old that belonged to the members of Jamkesmas in Tumatangtang 1 village, Tomohon Selatan. As subjects, there were 54 childrens aged 11 to 12 years old obtained by using total sampling method. This was a descriptive observational study. Measurement of dental caries status was conducted by using an index score of caries. Caries index is a number that indicates the number of dental caries in a person or group of people. The measurement includes the number of decayed teeth (Decay), number of extracted teeth due to caries (Missing) and the number of patched teeth (Filling). DMF - T Index is the simplest and most commonly used in epidemiological surveys of dental caries. The results showed that from the DMF ? T index of all samples, the total index D (Decay) 159, M (Missing) 45, and F (Filling) 0. Based on WHO criteria, the average 3.8 belonged to the category of fair caries status. The average of DMF-T index of boys was categorized as fair caries status, meanwhile of girls was categorized as high caries status. Conclusion: Caries status of children aged 11-12 years old that belonged to the members of Jamkesmas in Tumatangtang 1 village, Tomohon Selatan was categorized as fair status.Keywords: caries status, children, DMF-T indexAbstrak: Karies gigi merupakan penyakit gigi dan mulut yang paling banyak ditemukan di masyarakat baik dewasa maupun anak. Infeksi yang terjadi bersifat progresif dan terakumulasi pada jaringan keras gigi yang ditandai kerusakan jaringan, dimulai dari permukaan gigi hingga meluas ke arah pulpa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status karies gigi anak berusia 11-12 tahun pada keluarga pemegang Jamkesmas di kelurahan Tumatangtang I kecamatanTomohon Selatan. Subjek penelitian sebanyak 54 anak yang diperoleh dengan metode total sampling. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional. Pengukuran status karies gigi dari 54 anak ini dilakukan dengan menggunakan skor indeks karies yaitu angka yang menunjukkan jumlah gigi karies seseorang atau sekelompok orang. Pengukurannya meliputi jumlah gigi yang rusak (Decay), jumlah gigi yang telah dicabut karena karies (Missing), dan jumlah gigi yang ditambal (Filling). Indeks DMF-T merupakan indeks yang paling sederhana dan paling umum digunakan dalam survei epidemiologi karies gigi. Hasil penelitian memperlihatkan dari pemeriksaan DMF-T pada 54 anak didapatkan total indeks D (Decay) berjumlah 159, M (Missing) berjumlah 45, dan F (Filling) tidak ada, dengan indeks DMF-T rata-rata 3,8 (kategoristatus karies sedang berdasarkan kriteria WHO). Indeks DMF-T rata-rata pada anak laki-laki tergolong kategori status karies sedang, sedangkan pada anak perempuan tergolong kategori status karies tinggi. Simpulan: Status karies anak umur 11-12 tahun pada keluarga pemegang Jamkesmas di Kelurahan Tumatangtang 1 Kecamatan Tomohon Selatan berada pada kategori status karies sedang.Kata kunci: status karies, anak, indeks DMF-T
POLA KEHILANGAN GIGI DAN KEBUTUHAN PERAWATAN GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN DIKELURAHAN MERAS KECAMATAN Thio, Trifena L. M.
e-GiGi Vol 2, No 1 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.1.2014.4046

Abstract

Abstract: Loss of tooth among others by a caries and periodontal disease. Missing teeth have a realition with denture, loss of teeth in the long term can lead to pathologic tooth migration experience, alveolar bone loss a missing tooth area, efficiency of mastication up to speech disorders. Making denture to replace missing teeth is important so as to avoid the result of tooth loss. The pattern of tooth loss varies everyone, so the denture care that required in every person who loss their teeth had to be varied. This study aimed to determine the pattern of tooth loss and denture care needs of people in Meras village, Bunaken. The pattern of tooth loss that will be examined are divided partial tooth loss based calsification of Kennedy and complete tooth. This was a cross sectional descriptive study. The sampling method used was purposive sampling with a sample of go people from a population of 646 people. The result showed that tooth loss is greatest in the upper jaw. The most common pattern of tooth loss is partial tooth loss and belonging to the clasification of Kennedy class III (21.1%). Based on the pattern of tooth loss occurs denture were most needed is a removable partial dentures (71.1% in the upper jaw and lower jaw 70%).Keywords: pattern of tooth loss, pertial tooth loss, denture.Abstrak: Kehilangan gigi antara lain dapat disebabkan oleh karies dan penyakit periodontal. Kehilangan gigi memiliki hubungan dengan gigi tiruan, kehilangan gigi dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan gigi mengalami migrasi patologis, kehilangan tulang alveolar pada daerah gigi yang hilang, penurunan efisiensi pengunyahan hingga gangguan bicara. Pembuatan gigi tiruan untuk menggantikan gigi yang hilang penting dilakukan sehingga dapat menghindari akibat tersebut. Pola kehilangan gigi setiap orang bervariasi, sehingga perawatan gigi tiruan yang dibutuhkan setiap orang yang kehilangan gigi pun bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kehilangan gigi dan kebutuhan perawatan gigi tiruan lepasan di kelurahan Meras kecamatan Bunaken. Pola kehilangan gigi yang diteliti terbagi atas kehilangan gigi sebagian sesuai dengan klasifikasi Kennedy dan kehilangan selurh gigi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel 90 orang dari jumlah populasi sebanyak 646 orang. Hasil penelitian menunjukkan, kehilangan gigi banyak terjadi pada rahang atas. Pola kehilangan gigi yang paling banyak ditemukan merupakan pola kehilangan gigi sebagian yang tergolong dalam klasifikasi Kennedy kelas III (21,1%). Berdasarkan pola kehilangan gigi yang terjadi, gigi tiruan yang paling banyak ditemukan merupakan gigi tiruan sebagian lepasan (rahang atas 71,1% dan rahang bawah 70%).Kata kunci: pola kehilangan gigi, kehilangan gigi sebagian, gigi tiruan.
Penyelenggaraan rekam medik balai pengobatan rumah sakit gigi dan mulut program studi kedokteran gigi fakultas kedokteran universitas sam ratulangi manado Kalara, Edwin N
e-GiGi Vol 2, No 1 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.1.2014.4698

Abstract

Abstract: Completemedical recordcanprovidelegal protection forphysicians, dentists andmedical personnelin the event ofcertain cases. Dental medical records have critical data that needs to be recorded, summarized in the dental medical record sheet so that it serves as a check list for patients. Such as the identity of the patient, the patient's general condition, odontogram, Dental care data and the name of the treating dentist, so the medical record is crucial in analyzing a forensic case and as a primary proof of accurate, also in terms of improving quality of care. The purpose of this study was to determine the organization of medical records on BP-RSGM Dentistry Study Program Faculty of Medicine, University of  Sam Ratulangi Manado . The population  in this study were medical records in BP - RSGM University of Sam Ratulangi from a period of 3 weeks in a row on the 27th August to 14th September 2012 . The results showed that the procedure for the implementation of medical records at the BP-RSGM University of Sam Ratulangi begin receiving patient registration, medical records filling up on pengarsipannya is already pretty good. It was referring to the organization of the medical record that the guidelines issued by the Ministry of Health in 2006. Keywords: medical records Abstrak: Rekam medis yang lengkap dan jelas dapat memberikan perlindungan hukum bagi dokter, dokter gigi dan tenaga medis ketika terjadi kasus-kasus tertentu. Rekam medis gigi memiliki data-data penting yang perlu dicatat  dan dirangkum dalam lembar rekam medis gigi sehingga berfungsi sebagai check list untuk pasien. Seperti identitas pasien, keadaan umum pasien, odontogram, data perawatan Kedokteran Gigi dan nama dokter gigi yang merawat, sehingga rekam  medis merupakan hal yang sangat menentukan dalam menganalisa suatu kasus forensik dan sebagai alat bukti utama yang akurat, juga dalam hal peningkatan mutu pelayanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyelenggaraan rekam medis pada BP RSGM Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Populasi dalam penelitian ini adalah rekam medis di BP-RSGM Universitas Sam Ratulangi Manado dari kurun waktu 3 minggu berturut turut pada tanggal 27 Agustus sampai 14 September 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tatacara penyelenggaraan rekam medis di BP RSGM Universitas Sam Ratulangi mulai pendaftaran penerimaan pasien, pengisian rekam medis sampai pada pengarsipannya adalah sudah cukup baik. Hal tersebut sudah mengacu pada pedoman penyelengaraan rekam medis yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan RI tahun 2006.Kata kunci : rekam medis
GAMBARAN DETERMINAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN JASA TUKANG GIGI PADA PEMBUATAN GIGI TIRUAN LEPASAN DI DESA TREMAN KECAMATAN KAUDITAN Lumunon, Thirsa O.
e-GiGi Vol 2, No 1 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.1.2014.4018

Abstract

Abstract: The loss of teeth can be caused by various diseases such as caries and periodontal diseases. This tooth loss can lead to disruption of the speech function, mastication, and aesthetics. Dentures for replacing the missing teeth are important to avoid such impacts. This study aimed to describe the determinants of people's behavior in the utilization of dental services in the manufacture of artisan removable denture in rural districts Kauditan Treman. This was a descriptive study. Taro Yamane formula was used to determine the number of samples. The method of sampling was purposive sampling by using questionnaires to 52 people. The results showed that the primary external factor determinant in the community toward dental service of false teeth makers was the economic factor (the cost of maintenance), meanwhile the internal factor determinant was perception. It is suggested that the government provides more affordable oral health care by adding health personnels, especially the dentists .Keywords: determinants, people's behavior, false teeth makers, removable dentureAbstrak: Kehilangan gigi dapat disebabkan oleh berbagai penyakit seperti karies dan penyakit periodontal yang dapat berakibat terganggunya fungsi bicara, pengunyahan, dan estetika. Pembuatan gigi tiruan untuk menggantikan gigi yang hilang penting dilakukan agar dapat menghindari akibat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran determinan perilaku masyarakat dalam pemanfaatan jasa tukang gigi pada pembuatan gigi tiruan lepasan di desa Treman kecamatan Kauditan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan rumus Taro Yamane, dan metode pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan membagikan kuesioner pada sampel yang berjumlah 52 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa determinan penentu utama faktor eksternal masyarakat dalam pemanfaatan jasa tukang gigi untuk pembuatan gigi tiruan lepasan yakni faktor ekonomi, dalam hal ini biaya perawatan; sedangkan determinan penentu faktor internal yakni persepsi. Disarankan pada pemerintah agar dapat menyediakan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang lebih terjangkau oleh masyarakat dengan menambah tenaga kesehatan, khususnya dokter gigi.Kata kunci: determinan, perilaku masyarakat, tukang gigi, gigi tiruan lepasan
STATUS KARIES DAN KADAR FLUOR YANG DIKONSUMSI PENDUDUK USIA 12 – 14 TAHUN DI DESA WIAU LAPI BARAT Leondra, Agie
e-GiGi Vol 2, No 1 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.1.2014.4815

Abstract

Abstract: Dental caries is microbiological disease on dental hard tissue which caused localized demineralization from inorganic structure and destruction of organic substantive part of dental. Fluor protects teeth from caries, by deliberating metabolism of plaque bacteria which could make carbohydrate fermentation through hydroxide-apatite transform into fluor-apatite which more stabilize and acid resistant. The aim of this research is to identify the rate of caries grade among adolescent aged 12 – 14 years and the amount of fluor proportion by consumed in the daily consumed West Wiau Lapi village. This research is descriptive cross-sectional research. Respondent amount is 59 and this research using total sampling method. The result of caries degree is calculated by DMF-T index and fluor analyzing using Spectrofotometer and the length of wave is 525 nm. This research concluded that the caries grade arrange in intermediate degree, and the fluor amount posture is  very low. Keyword: caries grade, fluor amount     Abstrak: Karies gigi adalah penyakit mikrobiologis struktur keras gigi yang menyebabkan demineralisasi terlokalisasi dari bagian inorganik dan kerusakan dari substansi organik yang berawal dari permukaan eksternal dari gigi. Fluor berfungsi melindungi gigi dari karies, dengan cara menghambat metabolisme bakteri plak yang dapat memfermentasi karbohidrat melalui perubahan hidroksi-apatit pada enamel menjadi flour-apatit yang lebih stabil dan lebih tahan terhadap pelarutan asam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran derajat karies anak-anak usia 12-14 tahun dan kadar fluor dalam air minum yang dikonsumsi di desa Wiau Lapi Barat.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif potong lintang. Penelitian ini menggunakan metode total sampling dan mempunyai responden penelitian berjumlah 59 orang. Hasil perhitungan derajat karies dihitung dengan indeks DMF-T dan uji fluor digunakan alat spektrofotometer dengan panjang gelombang 525 nm, dari hasil penelitian disimpulkan bahwa derajat karies di desa Wiau Lapi Barat dalam status menengah dan kandungan fluor sangat rendah. Kata kunci: status karies, kadar fluor
GAMBARAN PEMBERIAN ANESTESI LOKAL BLOK MANDIBULA DENGAN TEKNIK GOW-GATES PADA PEMINUM ALKOHOL Utomo, Devina A.
e-GiGi Vol 2, No 1 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.1.2014.4015

Abstract

Abstract: In Indonesia, North Sulawesi province has the highest number of alcoholics which causes bad impact on health, social life, and medical treatment. Moreover, North Sulawesi is one of the 5 provinces with the highest prevalence of dental problems in Indonesia. This prevalence is about 29.8%; 35.04% consisted of tooth extraction or oral surgery. Tooth extraction and dental surgery can cause negative impact to the alcoholics who have dental problems that need appropriate anaesthetics. This was an experimental study which aimed to determine the doses and the onset of action of anesthetics which were given to patients who were alcoholics (categorized as light, medium, and heavy). Data were processed non-statistically and were based on the observation and analysis. The results showed that the average anaesthetic dose needed for heavy alcoholics was 4.6cc; medium alcoholics 3.8cc; and light alcoholics 2.66 cc. The average onset of action in heavy alcoholics was 19 minutes; medium alcoholics 16.6 minutes; and light alcoholics 13.6 minutes. Conclusion: The more alcohol the patient consumed, the higher average of the required anesthetic dose and the longer onset of action of the anesthetics.Keywords: mandibular block anesthesia, alcoholic, Gow-Gates techniqueAbstrak: Sulawesi Utara merupakan provinsi dengan jumlah peminum alkohol terbanyak di Indonesia. Perilaku ini berdampak buruk terhadap kesehatan, kehidupan sosial, dan juga terhadap perlakuan medis. Sulawesi Utara termasuk 5 besar provinsi dengan prevalensi masalah gigi dan mulut tertinggi di Indonesia yaitu sebesar 29,8%; 35,04% di antaranya ialah tindakan pencabutan atau bedah gigi. Proses pencabutan atau bedah gigi dapat berdampak negatif terhadap peminum alkohol dengan masalah gigi dan mulut sehingga dibutuhkan tindakan anestesi yang tepat. Penelitian ini bersifat eksperimental dan bertujuan untuk mendapatkan gambaran dosis anestesi dan onset of action pada pasien peminum alkohol yang dibagi dalam kategori peminum ringan, peminum sedang, dan peminum berat. Pengolahan data penelitian ini dilakukan secara deskriptif non-statistik berdasarkan hasil observasi dan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis rata-rata yang dibutuhkan oleh pasien kategori peminum berat 4,6cc; peminum sedang 3,8cc; dan peminum ringan 2,66 cc. Rata-rata onset of action pada pasien kategori peminum berat pada menit ke-19; peminum sedang pada menit ke-16,6; dan peminum ringan pada menit ke-13,6. Simpulan: Pada pasien peminum alkohol rata-rata dosis anestesi yang diperlukan lebih tinggi dan onset of action semakin lambat seiring dengan tingginya jumlah alkohol yang dikonsumsi.Kata kunci: anestesi blok mandibula, teknik anestesi Gow-Gates, peminum alkohol

Page 1 of 2 | Total Record : 16