cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-GIGI
ISSN : 2338199X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi" : 35 Documents clear
GAMBARAN XEROSTOMIA PADA KELOMPOK LANSIA YANG MENGGUNAKAN GIGI TIRUAN DI KABUPATEN MINAHASA Salampessy, Gracecylia R.; Mariati, Ni Wayan; Mintjelungan, Christy
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6458

Abstract

Abstack: A person who has entered the elderly group will experience a change in the composition of saliva, causing the production of saliva does not function normally and lead to a complaint of dry mouth or xerostomia. This study aimed to identify and clarify the picture of xerostomia in the elderly group who use denture in Minahasa district. Xerostomia is a common problem that many occur in the elderly. Clinically, patients with dry mouth will feel dry on the lips and the corners of the mouth become irritated. This was a descriptive study using a cross sectional design. This study was carried out in all elderly nursing homes in Minahasa district. The samples of this study were all elderly who used denture in nursing homes in Minahasa district. Salivary flow rate was measured with a measuring cup. The results showed that xerostomia was found in 93.75% of the elderly, more dominant in females (96.7%), and more frequent in the age group 65-69 years (63.3%). Conclusion: Xerostomia was more common in female elderly, therefore, it is expected that the elderly have to maintain their oral health by eating nutritious foods and vitamin C.Keywords: denture, elderly, xerostomia.Abstrak: Seseorang yang sudah memasuki kelompok lansia akan mengalami perubahan dalam komposisi saliva, sehingga menyebabkan produksi saliva tidak berfungsi dengan normal dan mengakibatkan keluhan mulut kering atau xerostomia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan gambaran xerostomia pada kelompok lansia yang menggunakan gigi tiruan di kabupaten Minahasa. Xerostomia merupakan masalah umum yang banyak terjadi pada lansia. Secara klinis pasien dengan mulut kering akan terasa kering pada bibir dan bagian sudut mulut mengalami iritasi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Penelitian ini dilakukan di seluruh panti werda di kabupaten Minahasa. Sampel penelitian ini ialah semua lansia yang menggunakan gigi tiruan di panti werda di kabupaten Minahasa. Pengukuran laju aliran saliva dilakukan dengan menggunakan metode gelas ukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa xerostomia ditemukan pada 93,75% dari populasi, kelamin lebih dominan pada perempuan (96,7%), dan tersering pada rentang usia 65-69 tahun (63,3%). Simpulan: Xerostomia sering terjadi pada lansia terutama yang berjenis kelamin perempuan. Diharapkan para lansia dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan mengonsumsi makanan bergizi dan kaya vitamin C.Kata kunci: gigi tiruan, lansia, xerostomia
STATUS KARIES ANAK USIA PRASEKOLAH SEKOLAH CITRA KASIH YANG MENGONSUMSI SUSU FORMULA Lombo, Aprilia; Mayulu, Nelly; Gunawan, Paulina N.
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6407

Abstract

Abstract: Caries is disease on dental hard tissue that causes cavity in the tooth and on children is called rampant caries. Rampant caries occur because of the children who consume cariogenic foods and beverages as well as lack maintenance of oral hygiene. Formula milk is one of the food product that contain high nutritional value but can cause caries in children due to lack of proper feeding patterns like the duration of intake, frequency, duration, manner of presentation and means of prevention. The purpose of this study was to describe the caries status of preschool children in the Citra Kasih School who drink formula milk.This was a descriptive research with cross sectional study methods. The sample in this study amounted to 53 respondents with a total sampling technique based on the inclusion criteria.The results of caries status in children at school Citra Kasih Manado age 2-5 years old showed results d (decay) 36 respondents, e (Indicated for extraction) 29 respondents, and f (filled) 19 respondents, while based on formula milk feeding patterns obtained results the majority of preschooler students at Citra Kasih School Manado consume formula >2 years, the frequency of drinking milk >3 times daily, duration of drinking milk ≤ 15 minutes, without the addition of sugar, and not given water after consuming milk formula, and with an average def-t value of 1,6 according to the assessment def-t indicators from the WHO.Caries status of preschool children in the School Citra Kasih Manado who drink formula milk was classified in the low category.Keywords: caries status, preschoolers, formula milkAbstrak: Karies merupakan suatu penyakit jaringan keras gigi yang menyebabkan kavitas pada gigi dan pada anak-anak disebut rampan karies. Rampan karies terjadi karena pola konsumsi makanan dan minuman yang bersifat kariogenik serta kurangnya pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut anak. Susu formula merupakan salah satu produk makanan yang mengandung nilai gizi yang cukup tinggi namun dapat menyebabkan karies pada anak akibat pola pemberian yang kurang tepatseperti lama pemberian, frekuensi, durasi, cara penyajian dan cara pencegahan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui gambaran status karies anak usia prasekolah di Sekolah Citra Kasih yang mengonsumsi susu formula.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode pengambilan data yaitu cross sectional study. Sampel pada penelitian ini berjumlah 53 anak yang diperoleh menggunakan teknik total sampling sesuai kriteria inklusi.Hasil penelitian menunjukakan indeks def-t rata-rata anak yaitu 1,6 dengan nilai d (decay) 36, e (indicated for extraction) 29, dan f (filled) 19. Berdasarkan pola pemberian susu formula diperoleh hasil, mayoritas murid sekolah Citra Kasih Manado mengonsumsi susu formula > 2 tahun, frekuensi minum susu > 3 kali sehari, durasi minum susu ≤ 15 menit, tanpa adanya penambahan gula dan pemberian air putih setelah mengonsumsi susu formula.Status karies anak usia prasekolah di Sekolah Citra Kasih Manado yang mengonsumsi susu formula tergolong dalam kategori rendah.Kata kunci: Status karies, anak usia prasekolah, susu formula
GAMBARAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG PENCEGAHAN KARIES DAN STATUS KARIES MURID SD KELURAHAN MENDONO KECAMATAN KINTOM KABUPATEN BANGGAI Hamadi, Dewi A.; Gunawan, Paulina N.; Mariati, Ni Wayan
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6398

Abstract

Abstract: Knowledge of parents is very important in the formation of the under lying attitude and behaviors that support children soral health. Oral disease that affects many people of Indonesia are caries and periodontal disease. Hard dental caries is a disease that is email, dentin and cementum. Early caries in primary school children. Caries prevention can be done by brushing teeth reguler, paying attention to diet and make a visit to the dentist. The purpose of this studyis to describethe knowledge of parents about the prevention of caries and caries sstatus of primary school student village mendono districts Kintom Banggai. This study used a descriptive design with cross sectional approach. The sample of this study using total sampling method according to the inclusion and exclusion criteria totaling 82 pupil and their parents. Caries status examination performed on 5-6 class students aged 11-13 years and questionnaires to parents sampled. The results of examination of the status of caries in children aged 11-13 years have low category as big as 2,08 and knowledge of parents in whole have good knowledge 93.9%. Conclusion: parental knowledge about the prevention of caries by age, gender and occupation shows parents have good knowledge. Caries status by age and gender have DMF-T low.Keywords: parents knowledge, prevention of caries and caries statusAbstrak: Pengetahuan orang tua sangat penting dalam mendasari terbentuknya sikap dan perilaku yang mendukung kesehatan gigi dan mulut anak. Penyakit gigi dan mulut yang banyak diderita oleh masyarakat Indonesia adalah karies dan penyakit periodontal. Karies merupakan penyakit keras gigi yaitu email, dentin dan sementum. Awal terjadinya karies pada anak sekolah dasar. Pencegahan karies dapat dilakukan dengan cara menyikat gigi yang teratur, memperhatikan pola makan dan melakukan kunjungan kedokter gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan orang tua tentang pencegahan karies dan status karies murid SD kelurahan mendono kecamatan kintom kabupaten banggai. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling menurut kriteria inklusi dan eksklusi berjumlah 82 murid beserta orang tua murid. Pemeriksaan status karies dilakukan pada murid kelas 5-6 yang berumur 11-13 tahun pengisian kuesioner pada orang tua murid yang dijadikan sampel. Hasil pemeriksaan status karies pada anak umur 11-13 tahun mempunyai kategori rendah sebesar 2,08 dan pengetahuan orang tua secara keseluruhan mempunyai pengetahuan baik 93,9%. Simpulan: Pengetahuan orang tua tentang pencegahan keries berdasarkan umur, jenis kelamin dan pekerjaan menunjukkan orang tua memiliki pengetahuan baik. Status karies anak berdasarkan umur dan jenis kelamin memiliki DMF-T rendah.Kata kunci pengetahuan orang tua, pencegahan karies dan status karies
GAMBARAN STATUS GINGIVA PADA PEROKOK DI DESA BUKU KECAMATAN BELANG KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Poana, Priska M.; Mariati, Ni Wayan; Anindita, P. S.
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.8078

Abstract

Abstract: Smoking is a habit that we often encounter in daily life. Besides its systemic effect, smoking can also lead to pathological conditions in the oral cavity. Gingiva is one of the soft tissues of the mouth. Accumulation and combustion products of cigarettes can affect the response of gingival inflammation. This study aimed to describe the status of gingiva in smokers in Buku village Belang Southeast Minahasa. This was a descriptive study. Samples were males aged 35-40 years, worked as fishermen, and had the smoking habit. Samples were 72 people obtained by purposive sampling method. The results showed that 4.17% of smokers who smoked >20 cigarettes per day had moderate inflammation of the gingiva and 25% of smokers with smoking duration >10 years had mild inflammation of the gingiva. Conclusion: Based on the number of cigarettes smoked per day and duration of smoking, few smokers had normal gingival status and there was no smokers with severe inflammation of the gingiva.Keywords: smoker, gingival statusAbstrak: Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang sering dijumpai sehari-hari. Kebiasaan ini tidak hanya menimbulkan efek secara sistemik, tetapi juga dapat menimbulkan kondisi patologis di rongga mulut. Gingiva merupakan salah satu bagian jaringan lunak mulut. Panas dan akumulasi produk hasil pembakaran rokok dapat mempengaruhi respon inflamasi gingiva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gingiva pada perokok di Desa Buku Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara. Penelitian ini bersifat deskriptif. Sampel penelitian yaitu laki-laki umur 30-54 tahun yang berprofesi sebagai nelayan dan memiliki kebiasaan merokok. Sampel berjumlah 72 orang dan pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan dari 72 orang subjek penelitian yang diperiksa, 4,17% perokok yang menghisap rokok >20 batang per hari memiliki status gingiva inflamasi sedang dan 25% perokok dengan lama merokok > 10 tahun memiliki status gingiva inflamasi ringan. Berdasarkan jumlah rokok yang dihisap per hari maupun lamanya merokok, hanya sedikit perokok yang memiliki status gingiva nomal dan tidak ditemukan perokok dengan status gingiva inflamasi berat.Kata kunci: perokok, status gingiva
GAMBARAN KARIES RAMPAN PADA SISWA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI DESA PINELENG II INDAH Winda, Sherit Unaya; Gunawan, Paulina; Wicaksono, Dinar A.
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6630

Abstract

Abstract: Rampant caries is one of the health problems of the teeth and mouth that often occurs in children. This affects the growth and development of children’s teeth. Rampant caries is often found in children aged fives, and the spread of highest in children aged 3 years. The purpose of this research is to know the description of the rampant caries in student of early childhood education in the village of pineleng II indah. This is a cross-sectional research with a sample of students of the aged 3-5 years old, with 74 people. The technique of the sample used is total sampling. Examination of rampant caries was done using criteria WHO then diagnosed based on the level of expansion. The result showed that rampant caries most widely encountered is type III in 19 student (38,78%), followed by type I in 14 student (28,57%, type II in 13 student (26,53%), and type IV in 3 student (6,12%). The conclusion of this research is rampant caries most of the students seen in the 5 years old and on female students. Type rampant caries most is the type III and the least that is the type IV.Keywords : rampant caries, childAbstrak: Karies rampan merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering terjadi pada anak. Hal ini memengaruhi pertumbuhan serta perkembangan gigi anak. Karies rampan sering ditemukan pada anak usia balita dan penyebaran tertinggi pada anak usia 3 tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran karies rampan pada siswa Pendidikan Anak Usia Dini di desa Pineleng II Indah. Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian cross-sectional study dengan sampel siswa yang berusia 3-5 tahun yaitu sebanyak 74 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah total sampling. Pemeriksaan karies rampan dilakukan dengan menggunakan kriteria WHO kemudian didiagnosis berdasarkan tingkat perluasannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe karies rampan yang paling banyak ditemui yaitu pada tipe III 19 siswa (38,78%), kemudian terbanyak kedua ialah tipe I 14 siswa (28,57%), terbanyak ketiga yaitu tipe II 13 siswa (26,53%), dan yang paling sedikit yaitu tipe IV 3 siswa (6,12%).Kesimpulan dari penelitian ini yaitu karies rampan paling banyak dijumpai pada siswa yang berumur 5 tahun dan pada siswa yang berjenis kelamin perempuan. Tipe karies rampan yang paling banyak yaitu tipe III dan yang paling sedikit yaitu tipe IV.Kata kunci : karies rampan, anak
GAMBARAN KEBUTUHAN PERAWATAN PERIODONTAL PADA PEROKOK DI DESA MATUNGKAS KECAMATAN DIMEMBE Suhanda, Debby J.; Pangemanan, Damajanty H. C.; ., Juliatri
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6454

Abstract

Abstract: Periodontal disease is the most common oral disease in Indonesia, especially in rural areas. One of the habits that can aggravate the status of oral hygiene which result periodontal disease is smoking. In addition, the prevalence of smokers in North Sulawesi is quite high when compared to other provinces. This research was conducted in Matungkas Village because high levels of smoking habits. Theres no limit of gender and age for people to smoke, men or women, and teens to the elderly. The purpose of this study was to describe the periodontal treatment needs of the smokers in Matungkas Village District of Dimembe. This type of research is a descriptive research with cross sectional study. The number of samples were taken using the Slovin formula and proportional simple random sampling method. The number of samples are 89 people from 11 parts of the village. Community Periodontal Index Treatment Needs (CPITN) assessment scores was used in this study. The results of this study indicate that the most treatment needs of smokers in the Matungkas Village District of Dimembe seen from the number of cigarettes and frequency of smoking habit is type II services with treatment needs of improvement OHIS and scaling. According to the result, it is suggested that the people of Matungkas village should reduce their smoking habit as a causing factor of periodontal disease and do the routine check up to the dentist every 6 months for the periodontal treatment needed..Keywords: periodontal treatment needs, smokersAbstrak: Penyakit periodontal merupakan penyakit gigi dan mulut yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia, khususnya di daerah pedesaan. Salah satu kebiasaan yang dapat memperburuk status kebersihan mulut dan mengakibatkan terjadinya penyakit periodontal yaitu merokok. Selain itu, prevalensi perokok di Sulawesi Utara cukup tinggi jika dibandingkan dengan provinsi lain. Penelitian ini dilakukan di Desa Matungkas karena tingkat kebiasaan merokok yang tinggi. Jenis kelamin dan usia tidak membatasi masyarakat untuk merokok, laki-laki maupun perempuan, serta usia remaja sampai lanjut usia. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui gambaran kebutuhan perawatan periodontal pada perokok di Desa Matungkas Kecamatan Dimembe. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Besar sampel diambil menggunakan rumus Slovin dan metode proportional simple random sampling. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 89 orang dari 11 dusun. Penelitian ini menggunakan skor penilaian Community Periodontal Index Treatment Needs (CPITN). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran kebutuhan perawatan pada perokok di Desa Matungkas Kecamatan Dimembe dilihat dari jumlah rokok dan lama merokok yang paling banyak ditemukan ialah tipe pelayanan II dengan kebutuhan perawatan perbaikan OHIS disertai skeling. Berdasarkan hasil tersebut, masyarakat perlu mengurangi kebiasaan merokok yang merupakan salah satu faktor penyebab penyakit periodontal dan melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk mendapatkan perawatan periodontal yang dibutuhkan..Kata kunci: kebutuhan perawatan periodontal, perokok
GAMBARAN STATUS PERIODONTAL PADA PEROKOK DI DESA WATUTUMOU 3 JAGA 8 KECAMATAN KALAWAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Priskila, Felicia; Pangemanan, D. H.C.; ., Juliatri
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6403

Abstract

Abstract: Smoking is a habit which until now often seen in the community. Smoking can cause systemic effects and cause pathological conditions in the oral cavity such as gingival changes and destruction periodontal light. Purpose of this study is to describe the periodontal status in smokers in rural districts Watutumou 3 guard 8 districts Kalawat Minahasa North. This is a descriptive study with cross sectional research design. Research subjects have been selected by purposive sampling method with a sample of 53 respondents. This examination is done using a mouth mirror and a WHO periodontal probe examining. The condition of the periodontal tissues and evaluated the frequency distribution with periodontal index by Russel. This research shows an overview of periodontal status in smokers in the village 3 guard Watutumou 8 Kalawat districts Minahasa district is the northen destructive periodontal status had advanced stage with loss of function of mastication total of 33 respondents (62,3%). Conclusion: Periodontal status occurs most advanced stage of disease destruction.Keywords: smokers, periodontal index, periodontal status.Abstrak: Merokok merupakan kebiasaan yang sampai saat ini sering dijumpai pada kalangan masyarakat. Merokok dapat menimbulkan efek sistemik dan menyebabkan timbulnya kondisi patologis di rongga mulut misalnya mengalami perubahan gingiva dan destruksi jaringan periodontal. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui gambaran status periodontal pada perokok di desa Watutumou 3 jaga 8 kecamatan Kalawat kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional study. Subjek penelitian ini dipilih dengan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 53 responden. Pemeriksaan ini dilakukan menggunakan kaca mulut dan WHO Periodontal Examining Probe. Kondisi jaringan periodontal dan distribusi frekuensinya dievaluasi dengan indeks periodontal oleh Russel (IP). Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran status periodontal pada perokok di desa Watutumou 3 jaga 8 kecamatan Kalawat kabupaten Minahasa Utara yang paling banyak yaitu status periodontal destruksi tahap lanjut disertai kehilangan fungsi pengunyahan sebanyak 33 responden (62,2%). Simpulan: Status periodontal terjadi paling banyak mengalami penyakit destruksi tahap lanjut.Kata kunci: Perokok, Indeks Periodontal, Status Periodontal
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK RUMPUT LAUT GRACILARIA SP TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Toy, Torar S. S.; Lampus, Benedictus S.; Hutagalung, Bernat S. P.
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6600

Abstract

Abstract: Infection usually caused by microorganism such as bacterial. One example of infection is abscess which caused by Staphylococcus aureus. Staphylococcus aureus is a pathogenic bacterial in mouth. Seaweed is a part of sea plants. Nowadays, seaweed has been used as material of agar-agar, alginate, and even medicine. Indonesia has good potential to develop and use its richness at the sea. One of species that has been cultivated is Gracilaria verrucosa or known with local name “bulung rambu” (Bali) or “sango-sango” (Sulawesi). The characteristics of Gracilaria verrucosa is thallus silindris, slick, and has yellowish-brown or yellowish-green. Green, red, or brown seaweed is a potential source of bioactive compound that useful for pharmacy industry improvement like antibacterial, antivirus, antifungal, and cytostatic. This study purpose was to find out if seaweed extract (Gracilaria sp.) can inhibit growth of Staphylococcus aureus. This study was an experimental laboratory with true experimental design and posttest only control design. study subject are seaweed extract Gracilaria sp. that dissolved with 95% ethanol which evaporated in oven. Inhibition zone of Gracilaria sp. extract evaporated in the oven at each repeated were 2.5mm, 3.5mm, 3mm. Inhibition zone created from Gracilaria sp. extract that evaporated with vacuum rotary evaporator in each repeated were 2mm, 2mm, and 2.5mm. Study results showed that seaweed extract (Gracilaria sp.) didn’t have exhibition zone against Staphylococcus aureus.Keywords: inhibition test, seaweed (gracilaria sp), staphylococcus aureus.Abstrak: Penyakit infeksi yang biasanya disebabkan oleh mikroorganisme yaitu bakteri. Salah satu contoh penyakit infeksi tersebut yaitu abses yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Staphylococcus aureus adalah patogen utama dalam rongga mulut. Rumput laut merupakan bagian dari tumbuhan laut perairan. Saat ini rumput laut telah dimanfaatkan sebagai bahan baku industri agar-agar, dan alginat bahkan obat-obatan. Indonesia mempunyai potensi yang baik untuk mengembangkan dan memanfaatkan kekayaan lautnya. Salah satu jenis yang sudah banyak dibudidayakan adalah Gracilaria verrucosa atau dikenal dengan nama daerah bulung rambu (bali) atau sango-sango (sulawesi). Ciri-ciri dari Gracilaria verrucosa, yaitu thallus silindris, licin, dan berwarna kuning-coklat atau kuning-hijau.Rumput laut hijau, merah ataupun coklat merupakan sumber potensial senyawa bioaktif yang sangat bermanfaat bagi pengembangan industri farmasi seperti sebagai antibakteri, antivirus, antijamur dan sitotastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak rumput laut (Gracilaria sp.) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium, menggunakan rancangan eksperimental murni (true experimental design) dengan rancangan penelitian posttest only control design. Subjek dari penelitian ini ialah ekstrak rumput laut Gracilaria sp. yang dilarutkan dengan etanol 95% yang dievaporasi menggunakan rotary vacuum evaporator dan dipanaskan dalam oven. zona hambat dari ekstrak Gracilaria sp. yang dievaporasi dengan oven pada masing-masing pengulangan ialah 2,5 mm, 3,5 mm, 3 mm. Demikian juga zona hambat yang terbentuk dari ekstrak Gracilaria sp. yang dievaporasi dengan vacuum rotary evaporator pada masing-masing pengulangan ialah 2 mm, 2 mm, dan 2,5 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rumput laut (Gracilaria sp.) tidak memiliki daya hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus.Kata kunci: uji daya hambat, rumput laut (gracilaria sp.), staphylococcus aureus.
GAMBARAN KERUSAKAN GIGI PENYANGGA PADA PENGGUNA GIGI TIRUAN SEBAGAI LEPASAN DI KELURAHAN BATU KOTA Fernatubun, Cicilia A.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Wowor, Vonny N. S.
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6452

Abstract

Abstract: Removable partial denture is inserted in the mouth after remained generally require maintenance. Most people who think that the problem of missing teeth in the oral cavity has been overcome with the use of dentures, but in fact the use of denture without maintenance of good oral health can lead to disrupted. Oral hygiene that is not maintained properly can result in an increase in plaque and caries and periodontal disease more. The aim of this study was to assess the damage abutment on the user partial dentures in Kota Batu village. This study is a descriptive study with cross sectional study. The sampling technique used purposive sampling with a sample size in this study of 81 patients. The data were collected with intra oral examinatio. The results of this study indicate damage to the gear elements that serve as a buffer in the form of caries and fractures by 59 damage and damage to the tissues supporting the teeth in the form of mobility of teeth, gingivitis, bleeding and periodontitis by 72 damage. In this study found the majority of respondents suffered damages in abutment with the most damage occurred on the elements of the teeth that serve as the backbone is in the form of caries damage and damage most of the tissues supporting the abutment is damage in the form of gingivitis. Keywords: removable partial dentures, tooth decay bufferAbstrak: Gigi Tiruan Sebagian Lepasan setelah dipasang dalam mulut pada umumnya tetap memerlukan pemeliharaan. Kebanyakan individu yang kehilangan gigi berpikir bahwa masalah pada rongga mulut sudah teratasi dengan pemakaian gigi tiruan, namun kenyataannya penggunaan gigi tiruan tanpa pemeliharaan yang baik dapat mengakibatkan kesehatan rongga mulut terganggu. Kebersihan mulut yang tidak dijaga dengan baik dapat mengakibatkan meningkatnya plak dan terjadi peningkatan karies dan penyakit periodontal lainnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran kerusakan gigi penyangga pada pengguna Gigi Tiruan Sebagian Lepasan di Kelurahan Batu Kota. Penelitian ini merupakan penelian deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel yang menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 81 orang. Pengambilan data dilakukan dengan pemeriksaan intra oral. Hasil penelitian ini menunjukkan kerusakan pada elemen gigi yang dijadikan sebagai penyangga berupa karies dan fraktur sebesar 59 kerusakan dan kerusakan pada jaringan pendukung gigi berupa mobilitas gigi, gingivitis, perdarahan dan periodontitis sebesar 72 kerusakan. Pada penelitian ini ditemukan sebagian besar responden mengalami kerusakan pada gigi penyangga kerusakan yang paling banyak terjadi pada elemen gigi geligi yang dijadikan sebagai penyangga ialah kerusakan berupa karies dan kerusakan terbanyak pada jaringan penunjang gigi penyangga ialah kerusakan berupa gingivitis. Kata kunci: gigi tiruan sebagian lepasan, kerusakan gigi penyangga
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG HALITOSIS PADA BURUH DI PELABUHAN MANADO Irianti, Rizkia; Pandelaki, Karel; Mintjelungan, Christy
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6401

Abstract

Abstract: Halitosis is a general term used to describe bad breath odor emanating from the oral cavity that may occur in physiological and pathological. The cause of halitosis much comes from the mouth as much as 80%. People's knowledge of halitosis is needed because it can help to prevent and deal with the halitosis and may be the first step for further diagnosis of the systemic disease. This study aims to describe the knowledge of halitosis in labor at the port of Manado. This research is a descriptive study using cross-sectional approach. The sample size was obtained by using Slovin formula with a total sample obtained 77 samples and sampling techniques using simple random sampling by means of a lottery. Knowledge was measured using a questionnaire containing some questions about the causes and prevention of halitosis. The result is a total of 27 respondents who have a good knowledge, 39 respondents have sufficient knowledge and 11 respondents have less knowledge. Respondents aged 37-48 years is the most respondents had a good knowledge. Based on this study, suggested a good enough knowledge to be maintained and applied in order to maintain and improve the health of your teeth and mouth.Keywords: Halitosis, knowledge, stevedore.Abstrak: Halitosis adalah suatu istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan bau nafas tidak sedap yang berasal dari rongga mulut yang dapat terjadi secara fisiologis dan patologis. Penyebab halitosis paling banyak berasal dari dalam mulut sebanyak 80%. Pengetahuan masyarakat terhadap halitosis sangat dibutuhkan karena dapat membantu untuk mencegah dan menanggulangi halitosis serta dapat menjadi langkah awal untuk mendiagnosis lebih lanjut terhadap penyakit sistemik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang halitosis pada buruh di pelabuhan Manado. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan potong lintang. Ukuran sampel diperoleh dengan menggunakan rumus Slovin dengan total sampel yang didapatkan 77 sampel dan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan cara lotre. Pengetahuan diukur dengan menggunakan kuesioner yang berisi beberapa pertanyaan tentang penyebab dan pencegahan halitosis. Hasilnya ialah sebanyak 27 responden yang mempunyai pengetahuan baik, 39 responden mempunyai pengetahuan cukup dan 11 responden mempunyai pengetahuan kurang. Responden berusia 37-48 tahun ialah responden paling banyak mempunyai pengetahuan baik. Berdasarkan penelitian ini, pengetahuan yang cukup baik disarankan untuk dapat dipertahankan dan diaplikasikan guna mempertahankan dan meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut.Kata Kunci : Halitosis, pengetahuan, buruh pelabuhan.

Page 2 of 4 | Total Record : 35