cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-GIGI
ISSN : 2338199X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2024): e-GiGi" : 26 Documents clear
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Prevalensi Karies pada Anak Dinar Wicaksono; Aurelia Supit; Natasha V. Gianina
e-GiGi Vol. 12 No. 1 (2024): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v12i1.50359

Abstract

Abstract: Relationship between body mass index (BMI) and dental caries in children has been studied in several countries and shows varying results. Poor dental and oral health will have an impact on several aspects of the quality of life of children such as speaking and chewing, resulting in malnutrition and undernutrition. Meanwhile, intake of foods rich in carbohydrates is a risk factor for overweight or obesity, and can also cause caries. This study aimed to review the relationship between BMI and caries prevalence in children. This was a literature review study using databases obtained from Google Scholar, ScienceDirect, SpringerLink with related topics. The results showed that there were five literatures that showed no relationship between BMI and the incidence of caries in children. One literature stated that a high BMI was significantly associated with a lower probability of caries occurrence. In conclusion, there was no relationship between body mass index and caries prevalence in children, albeit, a literature stated that a higher BMI was associated with a lower chance of caries. Keywords: body mass index; caries; DMF-T index; children with caries   Abstrak: Hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dan karies gigi pada anak telah diteliti di beberapa negara dan menunjukkan hasil bervariasi. Kesehatan gigi dan mulut yang buruk akan berdampak pada aspek kualitas hidup anak seperti bicara dan mengunyah sehingga menyebabkan malnutrisi atau kekurangan gizi. Asupan makanan kaya karbohidrat yang merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kelebihan berat badan atau obesitas juga dapat menyebabkan terjadinya karies. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan mengkaji hasil-hasil penelitian terpublikasi sebelumnya yang berkaitan dengan IMT dan prevalensi karies pada anak serta hubungan antara IMT dengan prevalensi karies pada anak. Penelitian ini berbentuk suatu literature review menggunakan dari Google Scholar, ScienceDirect, dan SpringerLink dengan topik yang berhubungan. Hasil penelitian mendapatkan lima literatur yang secara statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan antara IMT dengan tingkat kejadian karies pada anak. Satu literatur secara bermakna menyatakan IMT tinggi dikaitkan dengan kemungkinan kejadian karies yang rendah. Simpulan penelitian ini ialah tidak terdapat hubungan bermakna antara IMT dan status karies namun terdapat literatur yang menyatakan IMT lebih tinggi dikaitkan dengan kemungkinan karies yang lebih rendah. Kata kunci: indeks massa tubuh; karies; indeks DMF-T; anak dengan karies
Kebutuhan Perawatan Karies Gigi Berdasarkan Required Treatment Index (RTI) pada Siswa SMK Negeri 1 Wori Novia N. E. Putri; Ni Wayan Mariati; Rizka Wahyuni
e-GiGi Vol. 12 No. 1 (2024): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v12i1.50360

Abstract

Abstract: One of the most common dental and oral health problems among adolescents on coastal areas is dental caries. However, the need for dental caries treatment in this group receive less attention. This study aimed to evaluate the dental care need of Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 (SMKN 1) Wori students based on the Required Treatment Index (RTI). This was a cross-sectional descriptive study involving all students (82 subjects) of SMKN 1 Wori in 2023. The RTIs were evaluated through dental caries examination and DMF-T calculation. The results showed that DMF-T score of the students was categorized as high, which was 5.08. In addition, the RTI was categorized as poor, as many as 95%. In conclusion, coastal adolescents at SMKN 1 Wori have poor Required Treatment Index. Low socioeconomic levels and lack of parental education can be the causes of poor RTI among the adolescents. Keywords: Required Treatment Index; dental caries; adolescents; coastal area   Abstrak: Salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang umum dijumpai pada kelompok remaja di daerah pesisir ialah karies gigi, namun seringkali kebutuhan perawatan karies gigi pada kelompok tersebut kurang mendapatkan perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan perawatan gigi pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 (SMKN 1) Wori berdasarkan Required Treatment Index (RTI). Jenis penelitian ini ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling terhadap seluruh siswa di SMKN 1 Wori pada tahun 2023 yang berjumlah berjumlah 82 siswa. Pada penelitian ini dilakukan pemeriksaan karies gigi dan perhitungan DMF-T untuk melihat persentase RTI. Hasil penelitian mendapatkan DMF-T para siswa tergolong dalam kategori tinggi, yaitu 5,08. Selain itu, RTI tergolong buruk sebesar 95%. Simpulan penelitian ini ialah remaja pesisir di SMKN 1 Wori memiliki Required Treatment Index yang buruk. Tingkat sosial ekonomi yang rendah serta minimnya pendidikan orang tua diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya RTI yang buruk pada remaja. Kata kunci: Required Treatment Index; karies gigi; kelompok remaja; daerah pesisir
Tingkat Pengetahuan Tentang Barodontalgia pada Penyelam Wisatawan Domestik di Kota Manado Rizka Wahyuni; Christy N. Mintjelungan; Celin L. Sindar
e-GiGi Vol. 12 No. 1 (2024): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v12i1.50361

Abstract

Abstract: Concerning maritime tourism, during diving, various types of pressure changes usually occur, especially atmospheric pressure which can result in barodontalgia or pain in the teeth due to changes in pressure. Lack of knowledge about barodontalgia and control of dentists can make divers prone to experience pain and discomfort in areas of teeth that have certain indications such as dental caries, damaged restorations, pulpitis, pulp necrosis, apical periodontitis, periodontal pockets, impacted teeth, root fractures, and residual cysts. This study aimed to determine the level of knowledge about barodontalgia among domestic tourist divers in Manado. This was a descriptive study with a cross-sectional design. Respondents were 40 domestic tourist divers taken by total sampling technique. The results showed that respondents with good level of knowledge about barodontalgia had a percentage of 13%; those with fair knowledge were 50%; and those who had poor knowledge were 37%. In conclusion, the majority of domestic tourist divers in Manado have fair level of knowledge about barodontalgia. Keywords: knowledge level; barodontalgia; domestic divers   Abstrak: Terkait wisata bahari, saat menyelam biasanya terjadi berbagai macam jenis perubahan tekanan terutama tekanan atmosfer yang dapat mengakibatkan barodontalgia atau nyeri pada gigi akibat perubahan tekanan tersebut. Kurangnya pengetahuan mengenai barodontalgia dan kontrol ke dokter gigi dapat menyebabkan penyelam rentan mengalami rasa nyeri dan tidak nyaman pada daerah gigi yang memiliki indikasi seperti karies gigi, restorasi yang rusak, pulpitis, nekrosis pulpa, periodontitis apikal, poket periodontal, gigi impaksi, fraktur akar, dan kista residual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang barodontalgia pada penyelam wisatawan domestik di Kota Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Responden penelitian berjumlah 40 penyelam wisatawan domestik yang diambil dengan teknik total sampling. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa responden yang memiliki tingkat pengetahuan tentang barodontalgia baik sebesar 13%; tingkat pengetahuan cukup sebesar 50%; dan tingkat pengetahuan kurang sebesar 37%. Simpulan penelitian ini ialah sebagian besar penyelam wisatawan domestik di Kota Manado memiliki tingkat pengetahuan cukup tentang barodontalgia. Kata kunci: tingkat pengetahuan; barodontalgia; penyelam domestik
Prevalensi Maloklusi pada Anak Usia 9−12 Tahun di Daerah Pesisir Kecamatan Malalayang Kota Manado Pritartha S. Anindita; Sherly Gosal; Pegy E. B. Ginting
e-GiGi Vol. 12 No. 1 (2024): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v12i1.50363

Abstract

Abstract: Malocclusion is a condition that deviates from normal occlusion. The prevalence of malocclusion in Indonesia is 80% of the total population. Age of 9-12 year-old is the second phase of mixed dentition phase which causes many problems. This study aimed to obtain the prevalence of tooth malocclusion in 9-12 years old children on the coastal area of Malalayang District, Manado. This was a descriptive study with a cross-sectional design. The population consisted of 819 children and the total sample was 269 children obtained by using proportionate stratified random sampling technique. This study was conducted by clinical examination and assessment based on Angle's classification. The results showed that the prevalence of malocclusion in children aged 9-12 years on the coastal area of Malalayang District, Manado was 100%, 217 children were categorized into class I malocclusion with a prevalence rate of 80.7%; 15 children were categorized into class II division 1 malocclusion with a prevalence rate of 5.6%, four children were categorized into class II division 2 malocclusion with a prevalence rate of 1.5%; and 33 children were categorized into class III malocclusion with a prevalence rate of 12.2%. In conclusion, the prevalence of maloclusion in children aged 9-12 years on the coastal area of Malalayang District, Manado, is 100%, and the most common type is Angle’s class I malocclusion. Keywords: children aged 9-12 years old; malocclusion; coastal area   Abstrak: Maloklusi adalah suatu kondisi yang menyimpang dari oklusi normal. Prevalensi maloklusi di Indonesia mencapai 80% dari total penduduk. Usia 9-12 tahun merupakan fase kedua dari fase geligi campuran yang banyak menimbulkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi maloklusi pada anak usia 9-12 tahun di daerah pesisir Kecamatan Malalayang Kota Manado. Jenis penelitian ialah observasional deskriptif dengan desain potong lintang. Populasi penelitian berjumlah 819 anak dengan jumlah sampel sebanyak 269 anak yang diperoleh dengan teknik proportionate stratified random sampling. Penelitian ini dilakukan dengan pemeriksaan klinis dan penilaian maloklusi berdasarkan klasifikasi Angle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi maloklusi anak usia 9-12 tahun di daerah pesisir Kecamatan Malalayang Kota Manado sebesar 100%, maloklusi Angle kelas I dengan prevalensi 80,7% sebanyak 217 anak, maloklusi Angle kelas II divisi 1 dengan prevalensi 5,6% sebanyak 15 anak, maloklusi Angle kelas II divisi 2 dengan prevalensi 1,5% sebanyak empat anak, dan maloklusi Angle kelas III dengan prevalensi 12,2% sebanyak 33 anak. Simpulan penelitian ialah prevalensi maloklusi anak usia 9-12 tahun di daerah pesisir Kecamatan Malalayang Kota Manado sebesar 100% dan yang terbanyak ialah maloklusi Angle kelas I. Kata kunci: anak usia 9-12 tahun; maloklusi; pesisir pantai
Gambaran Kelengkapan dan Kesesuaian Pengisian Rekam Medis Gigi di Puskesmas Tanawangko Kabupaten Minahasa Tahun 2018 – 2022 Johanna A. Khoman; Martha M. Kaseke; Christian C. Honarto
e-GiGi Vol. 12 No. 1 (2024): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v12i1.50801

Abstract

Abstract: Concerning victim identity, dental medical record can be used as the victim’s data before death (antemortem) compared with data after death (postmortem). Incompleteness of the medical record describes the health services provided and the quality of the medical record. Incomplete medical record documents can interfere with health workers in identifying a patient's medical history. This study aimed to describe the completeness and suitability of dental medical records at Tanawangko primary health center (PHC) in 2018–2022 in terms of dental medical record guidelines compiled by the Directorate of Basic Health Efforts, Ministry of Health, Republic of Indonesia in 2015. This was a descriptive and observational study using simple random sampling method. The population included all dental medical record data at Tanawangko PHC in 2018 – 2022. The results showed that the average completeness and suitability of all dental medical records at Tanawangko PHC was relatively low and there were no odontogram sheets and patient supporting sheets found. In conclusion, the completeness and suitability of dental medical records at Tanawangko PHC is relatively low. Keywords: completeness and suitability of data; dental medical record; victim identification   Abstrak: Saat diperlukan penentuan identitas individu, pengumpulan bukti pengisian rekam medis gigi dapat dijadikan sebagai data korban sebelum meninggal (antemortem) yang dibandingkan dengan data korban setelah meninggal (postmortem). Ketidaklengkapan pengisian rekam medis menggambar-kan pelayanan kesehatan yang diberikan dan mutu pelayanan rekam medis. Dokumen rekam medis yang tidak lengkap dapat menyulitkan petugas kesehatan untuk mengidentifikasi riwayat medis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kelengkapan dan kesesuaian rekam medis gigi di Puskesmas Tanawangko tahun 2018–2022 ditinjau dari panduan rekam medis gigi yang disusun oleh Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar Kementrian Kesehatan RI tahun 2015. Jenis penelitian ialah deskriptif observasional menggunakan metode simple random sampling dengan populasi seluruh data rekam medis gigi di Puskesmas Tanawangko pada tahun 2018–2022. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rerata kelengkapan dan kesesuaian seluruh rekam medis gigi di Puskesmas Tanawangko masih tergolong rendah, serta tidak ditemukannya lembar odontogram dan lembar lampiran penunjang pasien. Simpulan penelitian ini ialah kelengkapan dan kesesuaian seluruh rekam medis gigi di Puskesmas Tanawangko masih tergolong rendah. Kata kunci: kelengkapan dan kesesuaian data; rekam medis gigi; identifikasi korban
Hubungan antara Kebiasaan Pemeliharaan Gigi Tiruan Lengkap Akrilik dan Penumpukan Plak Johni Halim; Ratu Rachmani
e-GiGi Vol. 12 No. 1 (2024): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v12i1.51432

Abstract

Abstract: Every denture wearer should know how to use and maintain their dentures. Good denture maintenance habit can prevent plaque accumulation and oral cavity disorders. This study aimed to determine the correlation between preserving full denture acrylic habit and plaque accumulation. This was an observational study with a cross-sectional design. Subjects were residents at Panti Werdha Wisma Mulia (nursing home for elderly) who wore full denture. Subjects were given questionnaire about preserving full denture habit using Likert scale, and plaque accumulation were examined with disclosing solution using the Ausberger and Elahi methods. Data were analyzed with the Spearman’s rho test. The results obtained 20 residents as subjects. There were 10 subjects (50%) with good habit of preserving full denture; eight subjects (40%) with fair habit; and two subjects (10%) with poor habit. All subjects had plaque accumulation; light plaque in 10 subjects (50%); moderate plaque in seven subjects (35%); heavy plaque in three subjects (15%). The Spearman’s rho showed a correlation between preserving full denture acrylic habit and plaque accumulation (r=0.608; p=0.004). In conclusion, there is a positive correlation between the habit of preserving full denture acrylic and plaque accumulation among residents of Panti Werdha Wisma Mulia, Grogol-West Jakarta. Keywords: plaque accumulation; full denture; habit of preserving denture; elderly   Abstrak: Setiap pemakai gigi tiruan sebaiknya mengetahui cara menggunakan dan memelihara gigi tiruannya. Kebiasaan pemeliharaan gigi tiruan yang baik dapat mencegah terjadinya akumulasi plak serta kelainan pada rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan pemeliharaan gigi tiruan lengkap akrilik dan penumpukan plak. Jenis penelitian ialah observasional dengan desain potong lintang. Subjek penelitian ialah lanjut usia (lansia) penghuni Panti Werdha Wisma Mulia yang menggunakan gigi tiruan lengkap (GTL). Subjek diberikan kuesioner kebiasaan pemeliharaan GTL yang menggunakan skala Likert dan dilakukan pemeriksaan plak dengan disclosing solution menggunakan metode Ausberger dan Elahi. Data dianalisis dengan menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil penelitian mendapatkan 20 lansia sebagai subjek penelitian. Subjek dengan kebiasaan pemeliharaan gigi tiruan yang baik sebanyak 10 lansia (50%); kebiasaan yang kurang baik sebanyak delapan lansia (40%); dan kebiasan yang tidak baik sebanyak dua lansia (10%). Seluruh subjek memiliki akumulasi plak; sebagian besar plak terlihat tipis yaitu sebanyak 10 lansia (50,0%); plak sedang sebanyak tujuh lansia (35%); dan plak banyak sebanyak tiga lansia (15%). Uji Spearman’s rho menunjukkan korelasi antara kebiasaan pemeliharaan gigi tiruan lengkap akrilik dan penumpukan plak (r=0,608 dan p=0,004). Simpulan penelitian ini ialah terdapat korelasi positif antara kebiasaan pemeliharaan gigi tiruan lengkap akrilik dan penumpukan plak pada lansia Panti Werdha Wisma Mulia, Grogol- Jakarta Barat. Kata kunci: plak; gigi tiruan lengkap; kebiasaan pemeliharaan gigi tiruan; lanjut usia

Page 3 of 3 | Total Record : 26