cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-GIGI
ISSN : 2338199X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi" : 21 Documents clear
Efektivitas Dental Health Education dengan Metode Demonstrasi terhadap Peningkatan Pengetahuan Menyikat Gigi Siswa Sekolah Dasar Gonie, Lovely T. A.; Wowor, Vonny N. S.; Mariati, Ni Wayan
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.57297

Abstract

Abstract: Dental caries is still a health problem experienced by many children in Indonesia. One of the factors that influence dental caries is behavioral factor. Changing behavior can be done by intervening through dental health education, especially about tooth brushing. One method that encourages the target to participate actively and involves many senses is the demonstration method. This study aimed to find out the effectiveness of dental health education (DHE) accompanied by demonstration method on increasing knowledge of tooth brushing among elementary school students. This was a quasi-experimental study with a non-equivalent control group design, using pretest and posttest for the treatment and control groups that were already determined. Samples were 100 students of SD Advent Paal 2 Manado, divided into two equal groups: control group (DHE without demonstration method) and treatment group (DHE with demonstration method). The Wilcoxon test showed that the p-value of dental health education with or without demonstration method was 0.000 (p<0.05), which meant an increase in knowledge after treatment with DHE. However, based on the obtained scores, the difference in the increase in the treatment group was greater than that of the control group. In conclusion, dental health education using demonstration method can increase effectively the knowledge about tooth brushing among elementary school students. Keywords: dental health education; demonstration; knowledge about tooth brushing   Abstrak: Karies gigi masih menjadi masalah kesehatan gigi dan mulut yang dialami oleh banyak anak di Indonesia. Salah satu faktor yang berpengaruh pada penyakit karies gigi yaitu faktor perilaku. Untuk mengubah perilaku, dapat dilakukan intervensi melalui pemberian dental health education (DHE) pada anak, terutama yang berkaitan dengan menyikat gigi. Salah satu metode yang mendorong sasaran untuk ikut secara aktif dan melibatkan banyak indra yaitu metode demonstrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas DHE dengan metode demonstrasi terhadap peningkatan pengetahuan menyikat gigi siswa sekolah dasar. Jenis penelitian ialah quasi experimental dengan non-equivalent control group design. Penelitian ini menggunakan pretest dan posttest pada kelompok perlakuan dan kontrol yang sudah ditentukan. Sampel penelitian ialah 100 siswa kelas V dan VI SD Advent Paal 2 Manado, dibagi ke dalam dua kelompok; kelompok perlakuan (pemberian DHE disertai metode demonstrasi) dan kelompok kontrol (pemberian DHE tanpa disertai metode demonstrasi). Hasil uji Wilcoxon terhadap kedua kelompok mendapatkan nilai p=0,000 (p<0,05), yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sesudah diberikan DHE. Walaupun demikian, dari perolehan skor yang didapat, selisih peningkatan pada kelompok perlakuan lebih besar dibandingkan kelompok kontrol. Simpulan penelitian ini ialah pemberian dental health education dengan metode demonstrasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan menyikat gigi siswa sekolah dasar. Kata kunci: dental health education: demonstrasi: pengetahuan menyikat gigi
Hubungan antara Tingkat Kecemasan dan Perubahan Tekanan Darah pada Pasien Pencabutan Gigi Mintjelungan, Christy N.; Rompas, Irene F.; Tato, Enjelin M.
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.57300

Abstract

Abstract: In dental practice, emotional states, stress, and anxiety are often found in patients. This situation can trigger a defense reaction characterized by increased sympathetic nerve activity. Blood pressure can be used as a parameter to detect the increase in sympathetic nerve activity resulting in changes in blood pressure before the tooth extraction procedure. This study aimed to evaluate the relationship between anxiety levels and changes in blood pressure in tooth extraction patients at Public Health Center. This was a descriptive and analytical study with a cross-sectional approach. Samples were taken using purposive sampling method. The results obtained 50 patients at Puskesmas Sario (Public Health Center) as respondents There were 11 respondents who were not anxious: nine (18%) respondents with fixed blood pressure, one (2%) respondent with lower blood pressure, and one (2%) respondent with increased blood pressure. There were 39 respondents with “anxiety” levels of anxiety including nine (18%) respondents with fixed blood pressure, seven (14%) with decreased blood pressure, and 23 (46%) with increased blood pressure. The paired t-test obtained a p-value of 0.001 for the relationship between anxiety level and blood pressure before tooth extraction. In conclusion, there is a relationship between the level of anxiety and changes in blood pressure in patients before the tooth extraction procedure is carried out. Keywords: anxiety; blood pressure; tooth extraction.   Abstrak: Dalam praktik kedokteran gigi, keadaan emosi, stres, dan kecemasan sering dijumpai pada pasien yang berkunjung ke dokter gigi. Keadaan ini dapat memicu reaksi pertahanan yang ditandai dengan peningkatan aktivitas saraf simpatis. Tekanan darah dapat digunakan sebagai parameter untuk mendeteksi adanya peningkatan aktivitas saraf simpatis, yang dapat menghasilkan perubahan  tekanan darah sebelum dilakukan prosedur pencabutan gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara tingkat kecemasan dan perubahan tekanan darah pada pasien pencabutan gigi di Puskesmas. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Sampel penelitian diperoleh menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian mendapatkan 50 pasien di Puskesmas Sario sebagai responden. Terdapat 11 responden yang tidak cemas dan di antaranya terdapat sembilan (18%) responden yang tekanan darahnya bernilai tetap, satu (2%) responden dengan tekanan darah turun, dan satu (2%) responden dengan tekanan darah meningkat.  Terdapat 39 responden dengan tingkat kecemasan “cemas” di antaranya sembilan (18%) responden tekanan darahnya tetap, tujuh (14%) responden tekanan darah turun, dan 23 (46%) responden dengan tekanan darah meningkat. Hasil uji t berpasangan terhadap hubungan antara tingkat kecemasan dan perubahan tekanan darah sebelum pencabutan gigi mendapatkan nilai p=0,001 (<0,005).  Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan perubahan tekanan darah pada pasien sebelum dilakukan tindakan pencabutan gigi. Kata kunci: tingkat kecemasan; perubahan tekanan darah; pencabutan gigi
Gambaran Pengetahuan tentang Pencabutan Gigi pada Remaja Juliatri, Juliatri; Mariati, Ni Wayan; Simanjuntak, Bintang
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.57301

Abstract

Abstract: Knowledge about tooth extraction can help teenagers to understand the importance of maintaining dental health and preventing more serious dental problems in the future. This study aimed to obtain the overview of level of knowledge about tooth extraction among adolescents. This was a descriptive study with a cross-sectional design. Sampling technique was stratified proportionate random sampling. Samples consisted of 175 students of SMP Katolik Santa Theresia (junior high school) Manado obtained by using the Slovin formula. The results showed that from 175 students, 52% had very good level of knowledge, 32.8% had good knowledge, and 21.2% had poor knowledge. Number of female respondents that had very good level of knowledge was higher than of male respondents (53,2% : 51%). Elder respondents had higher level of knowledge compared to the younger ones. In conclusion, the number of students having very good level of knowledge is higher than those having good level and poor level of knowledge. Female students have higher level of knowledge than male students, and elder students have higher level of knowledge compared to the younger ones. Keywords: knowledge about tooth extraction; adolescence    Abstrak: Pengetahuan tentang pencabutan gigi dapat membantu remaja memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mencegah masalah gigi yang lebih serius di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pengetahuan tentang pencabutan gigi pada remaja. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Teknik pengambilan sampel yaitu stratified proportionate random sampling. Sampel berjumlah 175 siswa SMP Katolik Santa Theresia Manado yang diperoleh menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian mendapatkan bahwa sebanyak 52% siswa memiliki tingkat pengetahuan sangat baik, 32,8% memiliki pengetahuan baik, dan 21,2% memiliki pengetahuan kurang baik. Responden perempuan (53,2%) yang memiliki tingkat pengetahuan sangat baik lebih banyak daripada responden laki-laki (51%). Responden yang berusia lebih tua memiliki tingkat pengetahuan yang lebih baik dibandingkan yang berusia lebih muda. Simpulan penelitian ini ialah siswa yang memiliki tingkat pengetahuan sangat baik lebih banyak dibandingkan dengan yang memiliki tingkat pengetahuan baik dan kurang baik. Siswa perempuan memiliki tingkat pengetahuan yang lebih baik dibandingkan laki-laki, dan siswa yang berusia lebih tua memiliki tingkat pengetahuan yang lebih baik. Kata kunci: pengetahuan mengenai pencabutan gigi; remaja
Tingkat Pengetahuan tentang Xerostomia pada Pasien Lansia di Puskesmas Ariani, Dwi; Az Zahra, Septiana A.
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.57901

Abstract

Abstract: Xerostomia is defined as a subjective complaint of dry mouth associated with salivary gland hypofunction, mostly found among elderly. This study aimed to obtain the level of knowledge about xerostomia in elderly patients at Pasir Jaya Health Center, Cikupa, Tangerang. This was a descriptive study with a cross-sectional design using a questionnaire method (google form) consisting of an overview of the sociodemographic and health characteristics of respondents, Abbreviated Mental Test (AMT), and Summated Xerostomia Inventory Indonesia Version (SXI-ID) instruments. Respondents' knowledge was classified into three-level scales, namely good, fair and low. Data were processed with SPSS software. The results obtained 106 elderly patients as respondents. Based on the distributed questionnaires, 56 respondents (53%) had good level of knowledge and 50 respondents (47%) had moderate level of knowledge. Respondents with systemic condition as many as 76 patients (71.70%), xerogenic drug consumption 76 patients (71.70%), and status as smoker 28 patients (26.42%). In conclusion, among elderly patients at Pasir Jaya Health Center, Cikupa, Tangerang, the level of knowledge about xerostomia is classified as good and fair. The most frequent factors related to xerostomia are systemic condition and xerogenic drug consumption. Keywords: level of knowledge; xerostomia; elderly    Abstrak: Xerostomia di definisikan sebagai keluhan subjektif dari mulut kering yang berhubungan dengan hipofungsi kelenjar saliva, terutama dijumpai pada lanjut usia (lansia). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang xerostomia pada pasien lansia di Puskesmas Pasir Jaya Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang. Jenis penelitian ialah deskriptif edngan desain potong lintang menggunakan metode kuesioner (google form) yang terdiri dari gambaran umum karakteristik sosiodemografi dan kesehatan responden, Instrumen Abbreviated Mental Test (AMT), dan Summated Xerostomia Inventory Indonesia Version (SXI-ID). Pengetahuan responden digolongkan dalam skala tiga tingkat, yaitu baik, cukup dan rendah. Data diolah dengan software SPSS. Hasil penelitian mendapatkan 106 pasien lansia sebagai responden. Berdasarkan kuesioner yang didistribusikan sebanyak 56 responden (53%) dengan tingkat pengetahuan baik dan 50 responden (47%) dengan tingkat pengetahuan cukup. Responden dengan kondisi sistemik sebanyak 76 orang (71,70%), minum obat xerogenik 76 orang (71,70%), dan status perokok saat ini 28 orang (26,42%). Simpulan penelitian ini ialah pengetahuan mengenai xerostomia pada pasien lansia di Puskesmas Pasir Jaya Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang, tergolong baik dan cukup. Faktor yang paling sering menyebabkan terjadinya xerostomia pada pasien lansia yaitu kondisi sistemik dan konsumsi obat xerogenik. Kata kunci: tingkat pengetahuan; xerostomia; lanjut usia
Tingkat Kepercayaan Diri Akademik Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi: Studi Pengukuran dengan ABC Test Ardinansyah, Agus; Akbar, Muhamad F.; Ardy, Okky M.; Sugianto, Irfan
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.58971

Abstract

Abstract: Academic success among students is often measured by the achievements they attain; one of which is on-time graduation. One factor that can influence academic achievement is academic self-confidence. The ABC test questionnaire is used to measure academic self-confidence. This study aimed to analyze the differences in academic self-confidence between undergraduate and professional students at the Faculty of Dentistry, Universitas YARSI, using the ABC test. This was a comparative and analytical study with a cross-sectional design. Subjects consisted of 270 students, including both undergraduate and professional students. The results showed that the academic self confidence of undergraduate students was assessed, as follows: very good (55.7%), good (43.5%), and low (0.8%). Meanwhile, academic self-confidence of professional students was assessed as follows: very good (46%), good (53.2%), and low (0.7%). Statistical analysis revealed a significant difference in the academic self-confidence levels between undergraduate and professional students, with a p-value of 0.015. In conclusion, there is a significant difference in the academic self confidence levels between undergraduate and professional students at the Faculty of Dentistry, Universitas YARSI. Keywords: self-confidence; dental education; undergraduate student; professional student; ABC test Abstrak: Keberhasilan akademik mahasiswa sering kali diukur melalui prestasi yang dicapai, salah satunya ialah kelulusan tepat waktu. Salah satu faktor yang memengaruhi prestasi akademik ialah kepercayaan diri akademik. Untuk mengukur tingkat kepercayaan diri akademik, digunakan kuesioner ABC test. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat kepercayaan diri akademik antara mahasiswa tingkat sarjana dan mahasiswa tingkat profesi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas YARSI, dengan menggunakan ABC test. Jenis penelitian ini ialah analitik komparatif dengan desain potong lintang. Subjek penelitian terdiri dari 270 mahasiswa, yang terdiri dari mahasiswa tingkat sarjana dan mahasiswa tingkat profesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa tingkat sarjana memiliki penilaian kepercayaan diri akademik sangat baik (55,7%), baik (43,5%), dan rendah (0,8%). Mahasiswa tingkat profesi memiliki penilaian kepercayaan diri akademik sangat baik (46%), baik (53,2%), dan rendah (0,7%). Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara tingkat kepercayaan diri akademik mahasiswa tingkat sarjana dan mahasiswa tingkat profesi, dengan nilai p=0,015. Simpulan penelitian ini ialah terdapat perbedaan bermakna antara tingkat kepercayaan diri akademik mahasiswa tingkat sarjana dan mahasiswa tingkat profesi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas YARSI. Kata kunci: kepercayaan diri; pendidikan kedokteran gigi; mahasiswa sarjana; mahasiswa profesi; ABC test
Hubungan Derajat Keasaman Saliva dan Karies Gigi pada Siswa Sekolah Menengah Atas Mariati, Ni Wayan; Pangemanan, Damajanty H. C.; Bangun, Liasma K.
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.59520

Abstract

Abstract: The prevalence of caries among people in the age group of 15-24 years is still high. North Sulawesi Province has a caries occurrence rate of 55%. The salivary pH value during resting period has the ability to predict caries status. This study aimed to determine the relationship between the degree of salivary acidity and dental caries in students of SMAN 1 Wori (senior high school). This was an analytical study with a cross-sectional design. Samples were obtained by using total sampling method. Salivary pH was examined using the spitting technique and dental caries was examined using the DMF-T index. The results obtained 114 students as respondents. Examination of the degree of acidity (pH) of saliva showed that the acid category occupied the highest frequency of 55 students (48.3%) and the least is the alkaline category of five students (4.4%). The highest number of DMF-T score was in the medium category, namely 35 respondents (30.7%), while the high and very high categories had the same number, namely 18 respondents (15.8%) each. The chi-square test obtained a p-value of 0.001 for the relationship between the degree of acidity (pH) of saliva and dental caries.  In conclusion, there is a relationship between the degree of acidity (pH) of saliva and dental caries among students of SMAN 1 Wori. Keywords: saliva acidity; dental caries    Abstrak: Prevalensi karies pada masyarakat dengan kelompok usia 15–24 tergolong tinggi. Provinsi Sulawesi Utara mempunyai angka terjadinya karies sebesar 55%. Nilai pH saliva selama periode istirahat memiliki kemampuan untuk memrediksi status karies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat keasaman saliva dan karies gigi di SMAN 1 Wori. Jenis penelitian ialah analitik dengan desain potong lintang Pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Pada penelitian ini  dilakukan pemeriksaan pH saliva dengan menggunakan teknik spitting dan pemeriksaan karies gigi dengan menggunakan indeks DMF-T. Hasil penelitian mendapatkan 114 siswa sebagai responden penelitian. Pemeriksaan derajat keasaman (pH) saliva memperlihatkan bahwa kategori asam menempati frekuensi paling tinggi (48,3%) dan yang paling sedikit ialah kategori basa (4,4%). Jumlah nilai DMF-T terbanyak pada kategori sedang (30,7%) sedangkan untuk kategori tinggi dan sangat tinggi mempunyai jumlah sama banyak (masing-masing15,8%). Hasil uji chi-square terhadap hubungan pH saliva dan karies gigi mendapatkan nilai p=0,001. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan antara derajat keasaman (pH) saliva dan karies gigi pada siswa di SMAN 1 Wori. Kata kunci: derajat keasaman saliva; karies gigi
Gambaran Tingkat Pengetahuan Mengenai Kebersihan Gigi dan Mulut pada Siswa Pengguna Perangkat Ortodonti Cekat Sumilat, Briyando E.; Anindita, Pritartha S.; Khoman, Johanna A.
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.59561

Abstract

Abstract: One of the risks of using braces is the increase in dental caries and periodontal diseases. Knowledge of oral dental hygiene is needed so that users of orthodontic devices can properly maintain and maintain oral dental hygiene. This study aimed to obtain the description of the level of oral hygiene knowledge among senior high school students who used fixed orthodontic devices. This was a descriptive st udy with a cross-sectional design. Samples consisted of 30 students of SMA Katolik Rex Mundi and SMA Eben Haezar (high schools) in grades 10−12 with fixed orthodontics, obtained by using the total sampling technique. The results showed that 28 respondents (93.3%) had good level of knowledge about dental and oral health, and two respondents (6.7%) had fair level of knowledge. One female respondent (4.4%) had fair level of knowledge and 22 respondent (95.6%) had good level of knowledge. One male respondent (14.2%) had fair level of knowledge and six respondents (85.8%) had good level of knowledge. In conclusion, most students of SMA Katolik Rex Mundi and SMA Eben Haezar using fixed orthodontic devices regarding oral dental hygiene have good level of knowledge. Keywords: fixed orthodontics; knowledge level; students using fixed orthodontics    Abstrak: Salah satu risiko pemakaian kawat gigi yaitu meningkatnya karies gigi dan penyakit periodontal. Pengetahuan tentang kebersihan gigi mulut diperlukan agar pengguna perangkat ortodonti dapat menjaga dan memelihara kebersihan gigi mulut dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan kebersihan gigi mulut pada siswa-siswi SMA Katolik Rex Mundi dan SMA Eben Haezar pengguna perangkat ortodonti cekat. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa kelas 10−12 pengguna ortodonti cekat yang diambil menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian mendapatkan 28 responden (93,3%) memiliki tingkat pengetahuan kebersihan gigi mulut yang baik, dan dua responden (6,7%) memiliki tingkat pengetahuan yang cukup. Responden berjenis kelamin perempuan sebanyak satu siswa (4,4%) memiliki tingkat pengetahuan cukup dan sebanyak 22 siswa (95,6%) yang memiliki tingkat pengetahuan baik. Responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak satu siswa (14,2%) memiliki tingkat pengetahuan cukup dan sebanyak enam siswa (85,8%) memiliki tingkat pengetahuan baik. Simpulan penelitian ini ialah tingkat pengetahuan mayoritas siswa SMA Rex Mundi dan SMA Eben Haezar pengguna perangkat ortodonti cekat mengenai kebersihan gigi mulut dalam kategori baik. Kata kunci: ortodonti cekat; tingkat pengetahuan; siswa pengguna perangkat ortodonti cekat
Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Karang Gigi dengan Status Kebersihan Gigi dan Mulut Siswa Sekolah Menengah Atas Kojongian, Gloria M. P.; Juliatri, Juliatri; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.59563

Abstract

Abstract: Poor oral hygiene can cause the development of diseases in the oral cavity, including dental calculus. Knowledge about dental calculus greatly influences the individual dental and oral hygiene. Clinically, the level of dental and oral hygiene is assessed using the Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S) criteria. This study aimed to analyze the relationship between the level of knowledge about dental calculus and the status of dental and oral hygiene in senior high school students of SMA Negeri 1 Tatapaan. This was an analytical and observational study with a cross-sectional design using the stratified proportionate random sampling technique. Data were analyzed using the Spearman rank correlation test that obtained a p-value of 0.012 <0.05 and an r of 0.222 for the relationship between level of knowledge about dental calculus and status of dental and oral hygiene. In conclusion, there is a significant relationship between level of knowledge about dental calculus and dental and oral hygiene among students of SMA Negeri 1 Tatapaan. Keywords: knowledge; calculus; dental and oral hygiene status    Abstrak: Kebersihan gigi dan mulut termasuk karang gigi dapat menjadi penyebab berkembangnya penyakit dalam rongga mulut. Pengetahuan tentang karang gigi sangat berpengaruh pada status kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut seseorang. Secara klinis tingkat kebersihan mulut dinilai dengan kriteria Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan tentang karang gigi dengan status kebersihan gigi dan mulut pada siswa SMA Negeri 1 Tatapaan. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan desain potong lintang, menggunakan teknik stratified proportionate random sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji Spearman rank correlation. Hasil analisis uji Spearman rank mendapatkan nilai p=0,012 <0,05 dengan nilai r=0,222 untuk hubungan antara pengetahuan tentang karang gigi dengan status kebersihan gigi dan mulut. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan karang gigi dengan status kebersihan gigi dan mulut pada siswa SMA Negeri 1 Tatapaan. Kata kunci: pengetahuan; karang gigi; status kebersihan gigi dan mulut
Efek Antijamur Ekstrak n-Heksana dan Etil Asetat Daun Saga (Abrus precatorius Linn.) dalam Menghambat Pertumbuhan Candida albicans Ester, Sisca; Naliani, Silvia; Sugiaman, Vinna K.
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.57636

Abstract

Abstract: Candida albicans is an opportunistic fungus that causes soft tissue infections in the oral cavity known as denture stomatitis, often experienced by removable denture wearers. Good denture hygiene can prevent the growth of this Candida albicans. Treatment using herbal plants is now increasingly being used, such as saga leaves, due to its potentisal antifungal activity. Saga leaves contain secondary metabolite compounds such as flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, quinones, steroids/terpenoids. These active compounds have antifungal activity. This study aimed to determine the antifungal effect of n-Hexane and ethyl acetate extracts of saga leaves in inhibiting Candida albicans. This study used the Kirby-Bauer disc diffusion method with several concentrations: 50%, 25%, 12.5%, 6.25%, 3.125%, and 1.625%. The results showed that the ethyl acetate extract of saga leaves at a concentration of 50% had the highest value with a mean diameter zone of inhibition of 8.15 mm (medium category), meanwhile, n-Hexane extract of saga leaves at a concentration of 50% had a mean diameter zone of inhibition of 1.20 mm. In conclusion, the ethyl acetate extract of saga leaves can inhibit the growth of Candida albicans. Keywords: antifungal; Candida albicans; saga leaves; denture stomatitis; removable dentures,   Abstrak: Candida albicans merupakan jamur oportunistik penyebab infeksi jaringan lunak di rongga mulut yang dikenal denture stomatitis yang sering dialami pada pemakai gigi tiruan lepasan. Pemeliharaan kebersihan gigi tiruan dapat mencegah terjadinya pertumbuhan jamur Candida albicans. Pengobatan menggunakan tanaman herbal kini semakin dimanfaatkan seperti daun saga karena kandungan daun saga berpotensi memiliki efek melawan pertumbuhan jamur. Daun saga mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, kuinon, steroid/terpenoid. Senyawa aktif tersebut memiliki aktivitas antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antijamur ekstrak nHeksana dan etil asetat daun saga dalam menghambat Candida albicans. Metode yang digunakan adalah metode difusi cakram Kirby-Bauer dengan beberapa konsentrasi yaitu 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125%, dan 1,625%. Hasil penelitian mendapatkan bahwa ekstrak etil asetat daun saga pada konsentrasi 50% memiliki nilai paling tinggi dengan rerata diameter zona hambat sebesar 8,15 mm (daya hambat sedang), sedangkan ekstrak n-Heksana daun saga pada konsentrasi 50% hanya memiliki rerata diameter zona hambat sebesar 1,20 mm. Simpulan penelitian ini ialah ekstrak etil asetat daun saga dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans. Kata kunci: antijamur; Candida albicans; daun saga; denture stomatitis; gigi tiruan lepasan
Perbedaan Efektivitas Menyikat Gigi Metode Modifikasi Stillman dan Metode Scrub terhadap Indeks Debris Siswa Sekolah Dasar Bawenti, Suryani; Mintjelungan, Christy N.; Mariati, Ni Wayan
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.60187

Abstract

Abstract: Oral hygiene is crucial in maintaining oral health and preventing oral cavity problems or diseases. Tooth brushing is an effective way to maintain oral hygiene and to remove debris and plaque. The Stillman modification and scrub methods are simple techniques that can be taught to children. This study aimed to determine the effectiveness difference between the Stillman modification and Scrub methods of tooth brushing on the debris index among elementary school students. This was a quasi-experimental study with a pretest and posttest control group design. Respondents were students of SD GMIM Buloh aged 10–12 years as many as 37 students that fulfilled the inclulsion and exclusion criteria. The results showed that the mean debris index score of respondents before tooth brushing with modified Stillman method was 1.68 and after tooth brushing was 0.35. The mean debris index score before tooth brushing with scrub method was 1.29 and after tooth brushing was 0.34. The independent t-test obtained a p-value >0.05 for the difference of mean debris index of the two methods. In conclusion, the reduction of mean debris index of modified Stillman method is greater than of scrub method, however, there is no significant difference between the two methods in debris index reduction among students of SD GMIM Buloh. Keywords: tooth brushing; Stillman modification method; scrub method; debris index    Abstrak: Kebersihan gigi dan mulut merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut serta mencegah terjadinya masalah atau penyakit dalam rongga mulut. Menyikat gigi merupakan suatu usaha yang efektif untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut dan tindakan sehari-hari yang digunakan untuk menghilangkan debris dan plak gigi. Metode menyikat gigi modifikasi Stillman dan metode scrub merupakan metode sederhana yang bisa diedukasikan kepada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas menyikat gigi metode modifikasi Stillman dan metode scrub terhadap indeks debris siswa sekolah dasar. Jenis penelitian ialah quasi eksperimental dengan pretest and posttest control group design. Responden penelitian ialah. siswa SD GMIM Buloh usia 10–12 tahun berjumlah 37 siswa sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi penelitian. Hasil penelitian mendapatkan rerata skor indeks debris responden sebelum menyikat gigi dengan metode modifikasi Stillman sebesar 1,68 dan sesudah menyikat gigi sebesar 0,35. Rerata skor indeks debris responden sebelum menyikat gigi dengan metode scrub sebesar 1,29 dan sesudah menyikat gigi sebesar 0,34. Hasil uji independent t-test terhadap perbedaan rerata indeks debris menyikat gigi dengan metode modifikasi Stillman dan metode scrub mendapatkan nilai p>0,05. Simpulan penelitian ini ialah penurunan rerata indeks debris dengan metode modifikasi Stillman lebih besar daripada metode scrub namun tidak terdapat perbedaan bermakna antara kedua metode terhadap penurunan indeks debris siswa SD GMIM Buloh. Kata kunci: menyikat gigi; metode modifikasi Stillman; metode scrub; indeks debris

Page 1 of 3 | Total Record : 21