cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Orientasi Baru
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
Orientasi Baru adalah Jurnal ilmiah yang bertujuan menyampaikan pemikiran-pemikiran kritis yang dapat memberi inspirasi dan arah baru bagi kehidupan Gereja dan masyarakat Indonesia di tengah kemajemukan budaya dan agama dalam diskusi bidang filsafat, teologi ataupun ilmu-ilmu terkait dalam bentuk karya tulis, laporan penelitian dan resensi buku. Jurnal ini diterbitkan oleh Pusat Penelitian Teologi Kontekstual, Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma. Jurnal terbit 2 kali dalam setahun (April dan Oktober).
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue "VOLUME 13, TAHUN 2000" : 26 Documents clear
Rekayasa Genetis dalam Penalaran Teologi Moral Katolik Aloysius Purwa Hadiwardaya
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 13, TAHUN 2000
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu norma moral mesti plausibel agar dapat menjadi keyakinan bersama dalam masyarakat moral dan agar nyata-nyata menantang masing-masing anggota untuk memperjuangkan nilai-nilai yang dilindunginya. Kalau orang bertanya, manakah pandangan moral Gereja Katolik mengenai rekayasa genetis, diharapkan lebih dari hanya sekadar informasi. Keyakinan moral mesti dikemukakan sehingga menjadi plausibel.Karangan ini telah dibawa dalam Seminar Nasional mengenai rekayasa ganetis yang diadakan di Universitas Padjadjaran, Bandung, pada bulan Mei 2001. Dalam Orientasi Baru, bahan seminar tersebut merupakan kasus yang memperlihatkan cara penalaran moral dalam Gereja dan teologi moral Katolik. Untuk itu, karangan (1) menyebut sumber moralitas (Kitab Suci, ajaran [magisteium] Gereja, dan penalaran moral); (2) menjelaskan asas-asas "akibat ganda" dan "perbandingan nilai" yang dalam penalaran moral Katolik mendasarkan perumusan norma; (3) mengangkat "demokrasi, keadilan dan kedamaian" sebagai nilai dasar bagi moral sosial dan moral ekologi. Atas dasar asas-asas tersebut, (4) ditarik kesimpulan mengenai rekayasa genetis pada tanaman, binatang, dan manusia. Apakah langkah-langkah penalaran klasik tersebut meniamin plausibilitas moral, kalau-seperti dalam kasus rekayasa genetis-tak mungkin kita memperhitungkan akibat tindakan yang tidak mungkin dibatalkan lagi?
Aku Datang Bukanlah Membawa Damai, Melainkan Pertentangan (Luk 12:51). Sebuah Usaha Melihat Sejarah Gereja Dari Sudut Perutusan Yesus Floribertus Hasto Rosariyanto
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 13, TAHUN 2000
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejarah kehadiran Gereja Katolik di wilayah Republik Indonesiamemperlihatkan: Gereja mulai hidup di kawasan Nusantara, bukan karena kebetutan, juga bukan bagaikan hasil samping kolonisasi: jemaat-jemaat kristiani mulai tumbuh, karena orang kristiani bermaksud dan berusaha untuk memberikan kesaksian akan Injil. Maka, pertumbuhan Gereja Katolik di Indonesia ini harus dinilai dari sudut perutusan Yesus: sejauh mana kesaksian hidup gereja membuat injil Yesus berarti dalam lingkungan hidup Manusia?Selama seratus lima puluh tahun Gereja Katolik hadir di kawasan Indonesia, usaha pendidikan mewujudkan keprihatinan injili itu; apakah situasi baru menuntut perwujudan yang diperbaharui? Bagaimana, kalau kini umat Katolik makin tampil dalam sosok para awam, kalau gereja makin menemukan diri sebagai kelompok kesil di antara banyak agama lain yang besar, di tengah-tengah masyarakat mobil, denganbanyak pengungsi dan dengan kemiskinan yang makin menonjol? manakah kesaksian yang membuat kabar gembira plausibel bagi manusia dewasa ini? Kesaksian yang diperbaharui menuntut keberanian untuk bertentangan.
Gugatan Imanuel Terhadap Doktrin Trinitas. Jembatan Bagi Hubungan Kristen dan Islam di Indonesia J.B. heru Prakosa
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 13, TAHUN 2000
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejarah perjumpaan Kristen-lslam diwarnai oleh pemahaman timbal balik dan perseteruan, dan keduanya mengenai Trinitas dalam peranan Yesus Kristus dalam hubungan manusia dengan Allah. Dengan dasar Sabda Allah dalam Al-Qur'an mengenai Trinitas, teologi lslam sepanjang sejarah mempersoalkan kristologi serta ajaran tentang Trinitas itu; sebaliknya, teologi kristiani menjawab pertanyaan dan peftentangan itu, pada umumnya secara apologetis, untuk membenarkan ajaran kristiani. Bukankah dalam perdebatan itu juga pantas dipertanyakan rumus iman kristiani?Buku lmanuel memperlihatkan bagaimana terbentuk kristologi (dan ajaran tentang Trinitas), mulai dari pengalaman-pengalaman murid-murid Kristus sampai monjadi dogma dan kaidah iman. Sejarah itu menghadapkan pada pembaca dengan pertanyaan inti: bagaimana bicara dewasa ini sehingga orang dapat mengerti bahwa Allah menyertai kita dalam Yesus Kristus (lmanuel!) ? lmanuel membuka kembali pertanyaan bagi orang kristiani: Ajaran kristologi menekankan bahwa manusia Yesus Kristus berelasi amat khusus dengan Allah dan ajaran itu sekaligus harus menghindari kesan triteisme. Buku lmanuel - semoga - menyambung dengan teologi lslam.
Persekutuan Peguyuban-Peguuban. Menggereja dalam Konteks Masyarakat Majemuk Matheus Purwatma
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 13, TAHUN 2000
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iman menjadi plausibel dalam diskursus hidup yang berlangsung dalam paguyuban iman, sehingga iman terjalin dengan soal hidup. Oleh karena itu, pantas diperhatikan proses penegasan dalam Gereja setempat, pembawa warta kabar gembira di dunia, pada sisi mereka yang tersingkir dan miskin.Karangan ini memperkenalkan sekaligus merefleksikan suatu proses seperti itu. Dalam, rangkaian Temu-Pastoral keuskupan Agung Semarang, umat menegaskan Arah Dasar Keuskuan, sekaligus membentuk diri sebagai communion of communities, yakni persekutuan dari peguyuban basis gerejawi, yang menghayati iman secara inklusif-toleran dalam tanggung jawab sosial-politik sehari-hari. Proses ini mengandaikan bahwa wujud hidup umat telah berubah dari Gereja-pelayanan menjadi Gereja peguyuban-peguyuban yang berkumpul dalam tanggung jawab manusiawi (basic human communities), untuk menghayati iman dalam hidup pribadi dan sosial yang aktual. Peralihan itu menggeserkan pusat grafitasi Gereja pada jemaat basis, membuka dalam hidup jemaat setempat suatu sumber baru bagi inisiatif kristiani, menempatkan para pelayan pastoral sebagai penghubung antara inisiatif paguyuban manusiawi dan Gerejasemesta yang ingin mengabdi pada kabar gembira. Apakah dengan temu Pastoral seperti itu tercipta suatu kejalinan baru antara iman dan soal-soal hidup?
Mewartakan Yesus Kristus dalam Dunia Modern Tom Jacobs
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 13, TAHUN 2000
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kristologi merupakan bagian sentral dalam Katekismus Gereja Katolik, yang berusaha untuk merumuskan iman gereja kristiani dan ajaran Katolik, sebagaimana diakui dan dimengerti pada akhir abad XX, satu generasi setelah Konsiti vatikan ll, dan sebagaimana hendaknya diwartakan di abad XXI. Namun, dipertanyakan, apakah dengan perhatian utama pada ajaran dogmatis Konsili Kalkedon, Katekismus memang mengungkapkan pengertian iman akan Kistus dan memperlihatkan arah pada pewartaan. Usaha-usaha teologi di abad XX., yakni tafsir Kitab suci untuk mengerti pewarlaan Kristus yang awali, penelitian historis mengenai dogma Konsili Nikea. dan Konsili Kalkedon dan teologi sistematik mengenai artl Yesus Kristus dalam iman kristiani di saat sekarang ini, memperlihatkan: Yesus Kristus diwartakan,karena pribadi Yesus Kristus diakui sebagai unsur konstitutif .bagi .keselamatan seluruh umat manusia. Bagaimana manusia dewasa ini mengerti dan mengakui Yesus Kristus sebagai Wahyu Allah? Ajaran iman (antara lain dalam bentuk Katekismus) ingin menjamin kesatuan antara orang beriman dan supaya "diberitakan seluruh maksud Allah". Kini pewartaan berlangsung dalam alam pikiran pluralistis, dan orang kristiani hidup dan beriman di tengah-tengah pluralisme agama. Manakah pengandaian-pengandaian hermeneutik agar orang dapat mengerti bahwa dalam Yesus 'yang disebut Kristus, Allah mengkomunikasikan Hidup-Nya?
Teologi Kitab Suci. Pergumulan Antara Monoteisme Abrahamik dan Doktrin Trinitas Djam'annuri Djam'annuri
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 13, TAHUN 2000
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku karangan Tom Jacobs, lmanuel: Perubahan dalam perumusan iman akan Yesus Kristus, dibahas pada Fakultas Teologi Universlfas Sanata Dharma pada tanggal 17 Juni 2000. Sebagai outsider, dekan Fakultas Ushuluddin menanggapi buku seorang alim-ulama terkemuka kistiani, sebagai sebuah pengembaraan intelektual, juga spiritual. Buku itu menjelajah pergumulan orang beriman kristiani, bagaimana "monoteisme Perjanjian Lama dapat didamaikan dengan wahyu Alkitab mengenai Allah sebagai Bapak, Anak, dan Roh Kudus". Pergumulan iman Abraham akan Allah yang Esa menghubungkan orang yahudi, orang kristiani, dan orang muslim bagaikan dalam satu pengharapan. Juga usaha teologi dewasa ini - dalam lingkungan orang lslam lebih dikonotasikan dengan llmu Kalam, yakni salah satu cara menghayati iman - mengaitkan orang muslim dengan orang kristiani dalam suatu pergumulan serupa. Teologi muslim dan teologi kristiani kini menghadapi pertanyaan, bagaimana sabda Allah menyapa manusia yang menghadapi problem sosial kekinian, problem kehidupan yang aktual dan konkret. Penanggap teologis yang outsider melihat perbedaan yang cukup signifikan antara teosentrik dalam teologi lslam di satu pihak dan kesan yang diberikan oleh teologi kristiani di lain pihak, yakni bahwa teologi itu begitu berkisar seputar tokoh Yesus Kristus, sedemikian rupa sehingga Bapa atau Allah sengaja atau tidak sengaja menjadi terkesampingkan. Selanjutnya, teologi muslim yang mengakui wahyu atau Firman Allah dalam bahasa yang pasti akan mempertanyakan: Bagaimana Allah dan manusia berkomunikasi sungguh kalau bahasa komunikasi hanya merupakan sebuah metafora"?

Page 3 of 3 | Total Record : 26