cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Widya Dharma
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 26, No 2 (2014)" : 14 Documents clear
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP KEMATANGAN KARIER SISWA KELAS X SMA SWASTA DI JAKARTA SELATAN Laurensia Lindi Paramastuti; Clara R. P. Ajisuksmo
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 26, No 2 (2014)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menentukan karier di masa depan merupakan togas perkembangan para remaja. Kematangan karier pada remaja ditandai dengan kemampuan dalam menentukan sikap dan kompetensi terhadap karier. Dalam proses menuju kematangan karier, siswa SMA memerlukan bimbingan guru Bimbingan dan Konseling (BK). Bimbingan karier ditujukan untukmembantu para siswa memahami kebutuhan, tujuan masa depan dan langkah-Iangkah yang tepat untuk mencapainya. Melalui pengisian Kuesioner Kematangan Karier dan focus group discussion (FGD), ditemukan tingkat kematangan karier yang bervariasi pada 65 orang siswa kelas X. Berdasarkan FGD dengan 2 kelompok siswa dan wawancara dengan guru BK, diketahui bahwa terdapat beberapa kegiatan yang efektif diterapkan bagi siswa. Sementara itu, juga terdapat peran guru BK yang butuh dikembangkan agar lebih efektif untuk ditcrapkan, seperti penentuan tujuan masa depan yang perlu dilakukan sedini mungkin. Hasil tersebut menunjukkan babwa para siswa membutubkan bimbingan yang efektif dalam mengidentifikasi masalah karier dan langkah-Iangkah yang tepat dalam menentukan karier. Untuk dapat memenuhi keburuban siswa, guru BK perlu meningkatkan pengetahuan ten tang perkembangan karier remaja dan keterampilan menginlplementasikan program pengembangan karier.
GAMBARAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM MENGAJAR SISWA TUNARUNGU Priska Ayuningdiah Hutami; Clara R. P. Ajisuksmo; Harini Tunjungsari
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 26, No 2 (2014)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitiau ini bertujuau untuk mengindentifikasikompetensi pedagogik guru dalam melakukan pengajarauWltuk siswa tunarungu. Penelitiau dilakukan di sebuah sekolah menengah pertama di Jakarta yaug merupakan sekolah reguler, namun memililci beberapa siswa tunarungu. Pendekatau yangdigWlakau adalah pendekatau kuantitatif dan kualitatif. Dalam pengurnpulan data, peueliti meuyebarkan kuesioner kepada 17 guru untuk mengidentifikasi tingkat kompetensi pedagogik mereka dalam melakukan pengajaran untuk siswa tuna rungu. Selain ito peneliti juga melakukan observasi, wawaucara dengan kepala sekolah sehubungan dengan kompetensi guru dalam mengajar siswa touarungu, dan wawancara kelompokdengan 3 orang guru yang teridentifikasi sebagai guru yangmemililci kompetensi pedagogik tingkat rendah dan sedang dalam mengajarsiswa tunarungu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 88% guru memililci kompetensi pedagogik tingkat sedang dalam mengajar siswa tunarungu. Hal illi dikarenakan kurangnya pengetahuan guru mellgenai karakteristik siswa twlarungu, yang berpengarub terhadap prinsip pembelajaran, pengembangan kurikulum, proses pembelajaran, penggunaanmedia teknologi dan illformasi, memfasilitasi siswa tnnarunguuntuk meningkatkan kemampuan belajar, komunikasi yang empatik dan efektif, serta pemberian unlpan batik dan evaluasi untuk meningkatkan proses pembelajaran siswa tunarungu.
MENUMBUHKEMBANGKAN KARAKTER MAHASISWA MELALUI SERVICE LEARNING PROGRAMDI MATA KULIAH ILMU GIZI DAN KESEHATAN Luisa Diana Handoyo
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 26, No 2 (2014)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pcndidikan karakter mcrupakan salah satu program pemerintah seperti tercantum dalam Renstra Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia 2010-2014 dan diterapkan untuk seluruh jenjang pendidikan. Penelitian ini mencoba menurnbuhkembangkan karakter, terutama karakter kreatif, tanggungjawab, kerja keras, komunikatif dan peduli sosial dalam diri mahasiswa yang mengikuti perkuliahan ilmu gizi dan kesehatan melalui kegiatan service learning. Service learning program merupakan suatu metode pembelajaran dimana siswa dihadapkan langsung pada permasalahan yang terjadi di masyarakat. Dalam pcnelitian ini, service learning yang dilakukan oleh mahasiswa adalah pclayanan posyandu dan penyuluhan mengenai kesebatan. Hasil penclitian menunjukkan bahwa karakter kreatif, tanggungjawab, kerja keras, komunikatif dan pcduli sosial mahasiswa diasah melalui semua tabap dalam kegiatan service learning mulai dari observasi, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan reftcksimahasiswa. Dari semua karaktcr tcrsebut, karakter yang paling berkembang adalah karakter komunikatif dan peduli sosial.
TINGKAT KETERBACAAN BUKU TEKS CAKAP BERBAHASA INDONESIA SMP KELAS VII PADA SMP BUDYA WACANA DAN SMP DON BOSCO YOGYAKARTA Risbe Purnama Dewi
Widya Dharma: Jurnal Kependidikan Vol 26, No 2 (2014)
Publisher : Widya Dharma: Jurnal Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk rnengetahui tingkat keterbacaan buku teks Cakap Berbahasa Indonesia SMP kelas VII karangan R.R. Novi Kussuji Indrastuti dan Diah Ema Triningsih yang diterbitkan BSE tahun 20 I O. Penelitian keterbacaan ini rnenggunakan tes cloze dengan rnenghilangkan kata ketujuh. Jenis penelitian ini adalah peneUtian deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data rnenggunakan panduan penilaian tes cloze kata cocok. Interpretasi skor didasarkan pada kriteria yang disampaikan Hardjasujana, dkk. Populasi penelitian ini sebanyak 24 teks bacaan dan sampel penelitian ini sebanyak 10 teks bacaan. Hasil penelitian pada dua sekolah terscbut diperoleb bahwa tingkat kcterbacaan buku teks pada SMPBudya Wacana berkategori frustasi dengan nilai rata-rata sebesar 34,06 dan tingkat keterbacaan pada SMP Don Bosco berkategori instruksional dengan nilai rata-rata sebesar 43,05.Hal ini bcrarti buku teks tersebut dapat dipergunakan oleh siswa di SMP Don Bosco dengan bimbingan guru dan tidak dapat dipergunakan di SMP Budya Wacana karena terlalu sulit dipaharni siswa.

Page 2 of 2 | Total Record : 14