cover
Contact Name
Agus Yuniawan Isyanto
Contact Email
agusyuniawanisyanto@unigal.ac.id
Phone
+6285223361182
Journal Mail Official
mimbaragribisnis@unigal.ac.id
Editorial Address
Jl. RE Martadinata No. 150 Ciamis 46274
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis
Published by Universitas Galuh
ISSN : 24604321     EISSN : 25798340     DOI : 10.25157/ma
Core Subject : Agriculture,
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan hasil-hasil penelitian sosial ekonomi pertanian. Jurnal ini bertujuan untuk memperluas dan menciptakan inovasi dalam konsep, teori, paradigma, perspektif dan metodologi dalam ilmu sosial ekonomi pertanian. Ruang lingkup Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis meliputi: Ekonomi Pertanian Sosiologi pertanian Kebijakan pertanian Pembangunan pertanian Penyuluhan pertanian Komunikasi pertanian Kelembagaan pertanian Usahatani dan pascapanen Agroindustri Perdagangan internasional Ketahanan pangan Manajemen agribisnis Manajemen produksi Manajemen operasi Manajemen pemasaran Pembiayaan agribisnis Rantai pasok Perencanaan wilayah pertanian Ekonomi sumberdaya alam.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2015): Juli 2015" : 12 Documents clear
PENGARUH TINGKAT ADOPSI INOVASI TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN USAHATANI DAN PENDAPATAN TOTAL PETANI TRANSMIGRAN LOKAL (Suatu Kasus di Wilayah Transmigrasi Umum Sabung SP 1 Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat) Agus Warman
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 1, No 1 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.085 KB) | DOI: 10.25157/ma.v1i1.24

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani ladang berpindah adalah dengan cara mengubah pola pertanian mereka menjadi pola pertanian menetap di lokasi transmigrasi. Tujuan penelitian adalah : Mengetahui pencapaian adopsi inovasi teknologi oleh petani transmigran lokal dan pengaruhnya terhadap tingkat pendapatan usahatani dan pendapatan total mereka Penelitian ini merupakan kasus di lokasi Transmigrasi Sabung SP 1 Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat. Merupakan penelitian survey dan alat analisis yang digunakan adalah Path Analisis dan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian mendapatkan bahwa Tingkat adopsi inovasi transmigran lokal berpengaruh terhadap tingkat pendapatan usahatani, namun tidak berpengaruh terhadap tingkat pendapatan total mereka. Tingkat pendapatan total mereka setelah mengikuti program transmigrasi lebih besar dibanding sebelum mengikuti transmigrasi.
ANALISIS PERBANDINGAN KONSEP KEBERFUNGSIAN SOSIAL DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN NELAYAN DI WILAYAH PESISIR Tintin Febrianti
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 1, No 1 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.877 KB) | DOI: 10.25157/ma.v1i1.34

Abstract

Berbagai pendekatan teoritis kemiskinan seringkali memandang kemiskinan sebagai kondisi dengan berbagai indikator “ketiadaan” seperti tidak memiliki pendapatan dengan jumlah tertentu, tidak memiliki rumah dengan kriteria tertentu, tidak memiliki akses terhadap pendidikan dan kesehatan dan sebagainya. Dalam realitas, orang miskin seringkali berjuang melawan kemiskinan dengan mengoptimalkan segala yang mereka miliki dan selama ini hal tersebutlah yang membuat mereka bertahan dari serangan kemiskinan tersebut. Dalam paradigm keberfungsian sosial, orang miskin memiliki berbagai sumberdaya (assets) baik aset finansial, aset sosial, aset fisik serta aset keluarga. Dengan berbagai kepemilikan aset tersebut, mereka mencari berbagai strategi coping supaya kehidupan mereka berkelanjutan. Berbagai paradigma dalam memandang kemiskinan tersebut akan menjadi dasar dalam berbagai program pengentasan kemiskinan. Tulisan ini bermaksud membandingkan berbagai paradigma dalam memandang kemiskinan tersebut yaitu paradigma neoliberal, paradigma demokrasi sosial serta paradigm keberfungsian sosial.
PENINGKATAN PENDAPATAN PERAJIN GULA MELALUI AGROINDUSTRI GULA SEMUT DI KABUPATEN TASIKMALAYA Cecep Pardani
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 1, No 1 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.685 KB) | DOI: 10.25157/ma.v1i1.28

Abstract

Desa Cikuya merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya, dimana penduduknya telah melakukan suatu inovasi dalam rangka meningkatkan pendapatanya dengan cara membuat gula semut. Pembuatan gula semut itu merupakan yang pertama kali ada di Kabupaten Tasikmalaya. Gula semut adalah hasil turunan dari gula cetak. Gula semut ini murni tanpa campuran bahan apapun, sehingga rasanya juga sangat khas aroma aren. Butiran yang lembut, warna yang coklat, aroma khas aren memberikan dampak yang baik bagi makanan dan minuman yang dicampurkannya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui: 1) Besarnya biaya pada agroindustri gula semut per satu kali proses produkis di Kabupaten Tasikmalaya, 2) Besarnya penerimaan dan pendapatan pada agroindustri gula semut per satu kali proses produkis di Kabupaten Tasikmalaya. 3) Besarnya R/C pada agroindustri gula semut per satu kali proses produksi di Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah metode survai yang berlokasi di Desa Cikuya Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya. Penentuan lokasi dan sasaran penelitian yang dilakukan dengan menggunakan purposive sampling terhadap kelompoktani aren yang berjumlah 19 orang. Rancangan analisis data yang digunakan adalah analisis tentang biaya, penerimaan, pendapatan dan R/C pada agroindustri gula aren per satu kali proses produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Rata-rata besarnya biaya agroindustri gula semut per satu kali proses produksi di Kabupaten Tasikmalaya adalah Rp. 300.091,89, yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp. 78.021.89 dan biaya variabel sebesar Rp. 333.070,00.2) Rata-rata besarnya penerimaan agroindustri gula semut per satu kali proses produksi di Kabupaten Tasikmalaya adalah Rp. 590.200,00 dan besarnya nilai pendapatan adalah Rp. 290.108,11.3) Rata-rata besarnya R/C agroindustri gula semut per satu kali proses produksi di Kabupaten Tasikmalaya 1,97. Ini mempunyai artinya, bahwa setiap pengeluaran biaya produksi Rp. 1 dapat menghasilkan penerimaan sebesar Rp 1,97 sehingga diperoleh pendapatan sebesar Rp 0,97.Berdasarkan hal tersebut, maka agroindustri gula semut di Kabupaten Tasikmalaya menguntungkan dan layak untuk diusahakan.
PROFITABILITAS USAHATANI CABAI MERAH (Capsicum annum L.) DI KECAMATAN PANJALU KABUPATEN CIAMIS Mochamad Ramdan
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 1, No 1 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.448 KB) | DOI: 10.25157/ma.v1i1.33

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Besarnya biaya dan penerimaan pada usahatani cabai merah (2) profitabilitas dan R/C pada usahatani cabai merah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai dengan mengambil lokasi secara purposif di Desa Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis. Penarikan sampel dalam penelitian ini adalah secara contoh acak kelompok (cluster random sampling). Dari jumlah populasi di sepuluh kelompoktani yang ada di lima desa di Kecamatan Panjalu diambil sebanyak 34 orang responden dari  170 orang yang melakukan usahatani cabai merah atau sebanyak 20 persen dari setiap anggota kelompok tani. Data dari responden ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan : (1) Besarnya biaya produksi total (TC) pada usahatani cabai merah di Kecamatan Panjalu sebesar Rp 34.718.273,25 per hektar per musim tanam, dengan penerimaan sebesar Rp. 147.699.443,41 per hektar per musim tanam; (2) Besarnya profitabiltas usahatani cabai merah per hektar per musim tanam di Kecamatan Panjalu sebesar Rp. 112.981.170,16 dengan R/C 4,25.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP CURAHAN WAKTU KERJA PADA USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG DI KABUPATEN CIAMIS Agus Yuniawan Isyanto
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 1, No 1 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.645 KB) | DOI: 10.25157/ma.v1i1.27

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk dan adanya perubahan pola konsumsi serta selera masyarakat menyebabkan konsumsi daging sapi secara nasional cenderung meningkat sehingga terjadi peningkatan impor. Sebagian besar usaha peternakan sapi potong merupakan usaha rakyat dengan ciri skala usaha rumah tangga dan kepemilikan ternak sedikit, menggunakan teknologi sederhana, bersifat padat karya, dan berbasis azas organisasi kekeluargaan. Peternakan dengan skala kecil tersebut biasanya menggunakan tenaga kerja dalam keluarga. Dalam analisis ketenagakerjaan di bidang peternakan, penggunaan tenaga kerja dinyatakan oleh besarnya curahan tenaga kerja. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) Curahan waktu kerja pada usaha penggemukan sapi potong, dan (2) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap curahan waktu kerja pada usaha penggemukan sapi potong di Kabupaten Ciamis. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Ciamis sebagai salah satu sentra produksi sapi potong di Provinsi Jawa Barat. Ukuran sampel penelitian sebanyak 100 peternak sapi potong di Kecamatan Panjalu dan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, yang dipilih secara purposif sebagai lokasi penelitian. Data yang digunakan berupa data primer usaha penggemukan sapi potong pada tahun 2012. Analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap curahan waktu kerja pada usaha penggemukan sapi potong dilakukan dengan menggunakan persamaan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Curahan waktu kerja berkisar antara 2,14-5,10 jam/hari, dengan rata-rata 3,65 jam/hari., dan (2) Jumlah kepemilikan ternak dan pekerjaan utama berpengaruh positif dan signifikan terhadap curahan waktu kerja pada usaha penggemukan sapi potong.
ANALISIS PERMINTAAN TELUR AYAM RAS (Suatu Kasus di Kecamatan Seruyan Hilir Kabupaten Kuala Pembuang Kalimantan Tengah) Tirsa Neyatri Bandrang
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 1, No 1 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.651 KB) | DOI: 10.25157/ma.v1i1.32

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan telur ayam ras serta menganalisis tingkat elastisitas permintaan telur ayam ras di Kecamatan Seruyan Hilir. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan faktor yang mempengaruhi permintaan telur ayam ras meliputi harga telur ayam ras itu sendiri, harga ikan asin, harga ikan bandeng, pendapatan rumah tangga, jumlah anggota keluarga dan tingkat pendidikan ibu rumah tangga berpengaruh nyata terhadap variabel terikat yaitu permintaan telur ayam ras. Secara individual faktor harga telur ayam ras itu sendiri, harga ikan asin, harga beras, pendapatan rumah tangga dan jumlah anggota keluarga berpengaruh nyata terhadap permintaan telur ayam ras sedangkan untuk harga ikan bandeng dan tingkat pendidikan formal ibu rumah tangga tidak berpengaruh nyata terhadap variabel terikat. Tingkat elastisitas permintaan telur ayam ras di kecamatan Seruyan hilir, untuk elastisitas harga bersifat inelastis, dimana suatu kenaikan harga telur ayam ras akan menyebabkan perubahan jumlah yang diminta lebih kecil dari perubahan harga. Nilai koefisien elastisitas harga adalah -0,175. Untuk elastisitas silang untuk harga ikan asin dan harga beras adalah negatif yang merupakan barang komplementer (pelengkap) dan positif terhadap ikan bandeng yang merupakan barang substitusi (pengganti). Sedangkan elastisitas pendapatan adalah positif 0,843 menunjukkan bahwa permintaan telur ayam ras merupakan elastisitas pendapatan inelastis yang bersifat barang normal yaitu apabila telur ayam ras mengalami kenaikan dalam permintaan sebagai akibat dari kenaikan pendapatan.Berdasarkan hasil ini, disarankan bahwa upaya lebih lanjut untuk meningkatkan produksi telur ayam ras harus selalu dibuat dalam rangka memenuhi peningkatan kebutuhan konsumsi dan untuk mengejar standar yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Seruyan.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETANI DALAM MEMILIH WAKTU PANEN JAGUNG (Kasus Pada Petani Jagung di Kabupaten Serang Provinsi Banten) Dian Anggraeni
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 1, No 1 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.809 KB) | DOI: 10.25157/ma.v1i1.29

Abstract

Jagung merupakan komoditas pangan kedua setelah padi dan sumber kalori atau makanan pengganti beras disamping itu juga sebagai pakan ternak.  Kebutuhan jagung akan terus meningkat dari tahun ke tahun, sejalan dengan peningkatan taraf hidup ekonomi masyarakat dan kemajuan industri pakan ternak.  Kasryno (2006), mengemukakan bahwa jagung dapat dimanfaatkan untuk pangan, pakan dan bahan baku industri. Tingginya permintaan untuk jagung tua (pipilan) di daerah Banten, tidak secara langsung mendorong petani untuk melakukan pemanenan jagung tua (pipilan).  Fenomena menunjukan masih banyak petani yang melakukan pemanenan jagung muda. Dalam memutuskan untuk memilih waktu panen, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan tersebut diantaranya umur, pendidikan, pengalaman usahatani, permodalan, luas lahan yang dimiliki petani, faktor harga, serta berkaitan dengan kemudahan uang tunai yang akan diperoleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam memilih waktu panen jagung.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Metode penentuan sampel menggunakan simplerandom sampling dengan total sampel sebanyak 101 petani jagung. Data dianalisis dengan menggunakan regresi logistik. Hasil dari penelitian ini adalah  secara simultan faktor umur, pendidikan, pengalaman usahatani, luas lahan, modal, harga dan kemudahan mendapatkan uang tunai berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan petani dalam memilih waktu panen jagung. Secara parsial, faktor pengalaman (X3), luas lahan usahatani (X4), modal (X5), harga(X6) dan kemudahan mendapatkan uang tunai(D), berpengaruh nyata terhadap keputusan petani dalam memilih waktu panen jagung, sedangkan faktor umu(X1) dan faktor pendidikan (X2) berpengaruh tidak signifikan terhadap keputusan petani dalam memilih waktu panen jagung.
EFISIENSI TEKNIS USAHATANI PADI SAWAH (Studi Kasus pada Kelompoktani Raksa Bumi III Desa Sindangsari Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis) Muhamad Nurdin Yusuf
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 1, No 1 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.584 KB) | DOI: 10.25157/ma.v1i1.36

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi pada usahatani padi sawah; 2) Mengetahui tingkat efisiensi teknis yang dicapai pada usahatani padi sawah; dan 3) Mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap inefisiensi teknis pada usahatani padi sawah. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode studi kasus pada Kelompok Tani Raksa Bumi III Desa Sindangsari Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis yang beranggotakan 30 orang petani yang keseluruhannya diambil sebagai sampel atau dilaksanakan sensus. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan petani serta menggunakan kuesioner yang telah dipersiapkan sebelumnya, sedangkan data sekunder diperoleh melalui penelusuran pustaka maupun dari dinas/instansi terkait. Identifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi pada usahatani padi sawah dan pengukuran tingkat efisiensi teknis yang dicapai dilakukan dengan menggunakan programasi komputer Front 4.1c, sedangkan identifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap inefisiensi teknis pada usahatani padi sawah dilakukan dengan menggunakan programasi komputer SPSS ver. 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi pada usahatani padi sawah adalah lahan, benih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja. Walaupun demikian, variabel-variabel tersebut pengaruhnya tidak signifikan terhadap produksi; 2) Rata-rata tingkat efisiensi teknis yang dicapai petani adalah sebesar 78,06, dengan tingkat efisiensi teknis maksimum adalah sebesar 92,87 dan minimum sebesar 49,09; 3) Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap inefisiensi teknis padi sawah adalah umur, pendidikan, dan pengalaman menjalankan usahatani. Bertambahnya umur, meningkatnya pendidikan, serta bertambahnya pengalaman, cenderung dapat meningkatkan inefisiensi teknis petani. Sedangkan ukuran keluarga tidak berpengaruh signifikan terhadap inefisiensi teknis.
STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS HASIL PERTANIAN MELALUI INOVASI DAN KREATIFITAS MENJADI PRODUK UNGGULAN DI SMK NEGERI 1 PACET KABUPATEN CIANJUR Ida Marina
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 1, No 1 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.1 KB) | DOI: 10.25157/ma.v1i1.31

Abstract

Penelitian ini mengenai strategi pengembangan agribisnis hasil pertanian melalui inovasi dan kreatifitas menjadi produk ; Pengembangan sektor agribisnis  dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan pasar, pengembangan sumberdaya agribisnis, khususnya pemanfaatan dan pengembangan teknologi serta pembangunan kemampuan Sumberdaya Manusia (SDM). Kendala yang di hadapi SMK Negeri 1 Pacet dalam mengembangkan agribisnis, belum didukung oleh agribisnis penunjang lain seperti pengadaan alat-alat produksi pengolahan hasil pertanian dan pengolahan agribisnis seperti industri pembuat kemasan. Strategi SMK Negeri 1 Pacet sudah menghasilkan out put yang diharapkan, dari lihat hasil analisis pada matrik SWOT diperoleh koordinat (0.7 ; 1,475) yang mana koordinat ini pada kuadran I yaitu Strategi manajemen rotan, Strategi BUMI dan Strategi Pembelajaran Produktif. Strategi ini. Memiliki peluang dan kekuatan, sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada, strategi yang harus diterapkan adalah mendukung kebijakan dengan memanfaatkan peluang pengembangan komoditas unggulan.
KAJIAN PENERAPAN BUDIDAYA DAN PEMASARAN ITIK (Studi Kasus pada Kelompok Ternak Itik Putri Mandiri di Kabupaten Karawang Jawa Barat) Asep Permadi Gumelar; Agung Rahmat
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 1, No 1 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.385 KB) | DOI: 10.25157/ma.v1i1.26

Abstract

Tujuan melakukan penelitian ini adalah untuk mengatahui: (1) Keadaan penerapan budidaya itik pada Kelompok Ternak Itik Putri Mandiri; (2) Keadaan pemasaran itik pada Kelompok Ternak Itik Putri Mandiri. Metode penelitai yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan mengambil kasus pada Kelompok Ternak Itik Putri Mandiri. Pengambilan data dilaksanaan dengan teknik wawancara secara langsung dan  analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Keadaan penerapan budidaya itik pada Kelompok Ternak Itik Putri Mandiri mencangkup pemberian pakan, pengambilan telur, teknik pencahayaan dan penggunaan litter, biosekuriti dan sanitasi, program pencegahan penyakit, penanganan limbah cukup baik, walaupun masih banyak yang harus diperbaiki semisal tata letak kandang dan program pemberian cahaya; (2) Harga jual telur dalam pemasaran itik antara Rp. 1.200-Rp 1.400,- per telur dan harga itik afkir Rp.32.000- Rp.35.000 per ekor. Rantai. Penjualan ada yang langkung ke konsumen dan ada yang melalui pasar.

Page 1 of 2 | Total Record : 12