cover
Contact Name
Verna A. Suoth
Contact Email
vernaalbert@gmail.com
Phone
+628124757878
Journal Mail Official
mipa.unsrat.online@gmail.com
Editorial Address
EDITOR IN CHIEF Gerald H. Tamuntuan, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia MANAGING EDITOR Verna A. Suoth, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Audy Wuntu, Fakultas MIPA Univesitas Sam Ratulangi BOARD OF EDITOR Nio Song Ai, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia BOARD OF EDITOR Nelson Naingolang, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal MIPA
ISSN : -     EISSN : 23023899     DOI : https://doi.org/10.35799/jmuo.10.2.2021.33592
Core Subject : Science, Education,
Jurnal MIPA menjadi sarana publikasi bagi akademisi dan peneliti. Jurnal MIPA mempublikasikan artikel hasil penelitian di bidang : Matematika Fisika Biologi Kimia
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2015)" : 17 Documents clear
Pengujian Dua Pasang Primer Universal Untuk Amplifikasi Gen Cytochrome Oxidase I Copepoda Sumampow, Thalita C. P.
Jurnal MIPA Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.4.1.2015.6912

Abstract

Copepoda merupakan zooplankton kaya manfaat dengan diversitas yang sangat tinggi dan terdiri dari banyak spesies kriptik. Identifikasi cepat, akurat, dan hemat dapat dilakukan dengan menggunakan teknik DNA Barcoding. Kesuksesan teknik tersebut sangat dipengaruhi oleh penggunaan primer yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kemampuan dua pasang primer universal, yakni LCO1490-HCO2198 dan FF2d-FR1d, mengamplifikasi gen COI Copepoda. Dalam penelitian ini, pasangan primer LCO1490-HCO2198 tidak berhasil mengamplifikasi gen target. Sekuens-sekuens hasil amplifikasi menggunakan pasangan primer FF2d-FR1d diidentifikasi melalui BLAST. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa sekuens-sekuens tersebut memiliki persentase kemiripan sebesar 92% dengan bakteri Pandoraea pnomenusa. Melalui hasil yang didapatkan disimpulkan bahwa kedua pasangan primer universal LCO1490-HCO2198 dan FF2d-FR1d tidak cukup spesifik untuk amplifikasi gen cytochrome oxidase I Copepoda.Copepoda is a very beneficial and highly diverse zooplankton with many cryptic species. A fast, reliable, and affordable identification can be done through DNA Barcoding. The success of this technique is affected by the usage of correct primers. The aim of this research was to test the ability of two universal primer pairs, which were LCO1490-HCO2198 and FF2d-FR1d, amplifying COI gene of Copepoda. In this research, LCO1490-HCO2198 primer pairs weren’t able to amplify COI gene of Copepoda. Sequences which were successfully amplified using FF2d-FR1d primer pairs were identified through BLAST. The result shows that the sequences are 92% similar to bacteria named Pandoraea pnomenusa. It can be concluded that both primer pairs are not specific enough to amplify cytochrome oxidase I gene of Copepoda.
Pengujian Pupuk Organik Cair dari Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea) Moi, Anastasia R.
Jurnal MIPA Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.4.1.2015.6897

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair terhadap tinggi, berat basah, berat kering, dan jumlah daun tanaman sawi. Pupuk cair organik yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari proses fermentasi Eichhornia crassipes. Perlakuan yang diberikan yaitu, kontrol air atau tanpa perlakuan pupuk organik cair, perlakuan dengan NPK, dengan pupuk organik cair 10%, pupuk organik cair 20%, 30% dan 40%. Parameter yang diamati tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan berat kering tanaman sawi. Tinggi tanaman tertinggi terdapat pada perlakuan dengan pupuk organik cair 40%, dan kontrol air pada parameter tinggi taman menunjukkan hasil yang beda nyata kepada semua perlakuan. JumLah daun paling banyak terdapat pada perlakuan dengan NPK dan pupuk organik cair 40%. Berat basah dan berat kering yang paling berat terdapat pada pupuk organik cair 40% dengan berat masing-masing 154,93 g dan 44,1 g. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk organik cair dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan berat kering tanaman sawi.This study aimed to determine the effect of liquid organic fertilizer to height, fresh weight, dry weight, and number of leaves of mustard. Organic liquid fertilizer used in this study is derived from the fermentation process Eichhornia crassipes. The treatments were given, namely, control of the untreated water or liquid organic fertilizer, NPK treatment, with 10% liquid organic fertilizer, liquid organic fertilizer 20%, 30% and 40%. The parameters observed plant height, number of leaves, fresh weight and dry weight of mustard. The highest plant height are on treatment with 40% liquid organic fertilizer, and water control at high parameters park showed a significant difference to all treatments. Number of leaves are most numerous in the treatment with NPK and liquid organic fertilizer 40%. Wet weight and dry weight are most severe in 40% organic liquid fertilizer each weighing 154.93 g and 44.1 g. Based on the results obtained it can be concluded that the liquid organic fertilizer can increase plant height, number of leaves, fresh weight and dry weight of mustard.
Kadar Kolesterol Plasma Tikus Wistar pada Pemberiak Ekstrak Etanol dan Heksana dari Daun Gedi Merah (Abelmoschus manihot L.) Tubagus, Tanza A.
Jurnal MIPA Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.4.1.2015.6907

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mempelajari pengaruh pemberian ekstrak etanol dan heksana dari daun gedi merah terhadap kadar kolesterol plasma tikus wistar yang diberi pakan aterogenik. Penelitian ini menggunakan 20 ekor tikus jantan, berumur 2-3 bulan dengan berat 130-200 g, yang dibagi dalam 4 kelompok perlakuan secara acak, yaitu kelompok K diberi pakan beras jagung, kelompok K- diberi pakan aterogenik, sedangkan kelompok P1 dan P2 diberi ekstrak etanol dan heksana dengan dosis 20 mg/KgBB. Setiap perlakuan terdiri dari 5 ekor tikus yang dilakukan 5 kali pemeriksaan kadar kolesterol dengan metode biosensor amperometrik dengan menggunakan alat ukur NESCO GCU. Data yang diperoleh dari pemeriksaan dianalisis menggunakan ANOVA satu arah <(0,005). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak heksana dan ekstrak etanol daun gedi merah dengan dosis 20 mg/kgBB dapat menurunkan kadar kolesterol sebesar 72% atau sekitar 12,8 mg/dL dan 14% atau sekitar 2,4 mg/dL, dibandingkan dengan dengan kelompok K-.The research had been done with the purpose were to study the influence of granting the ethanol and hexane extract of red gedi leaves on Wistar rats plasma cholesterol levels which were fed by atherogenics. This study used about 20 male rats, Wistar rats aged 2-3 months with a weight 130-200 g were divided into 4 groups randomly, for the grop of K were fed corn rice, group of K- were fed atherogenics, while the P1 and P2 were given ethanol and hexane extract with a dose of 20 mg/KgBW. Each treatment consisted of 5 rats were performed 5 times cholesterol checks with amperometric biosensor method using a measuring instrument NESCO GCU. Data obtained from the examination were analyzed using one-way ANOVA <(0.005). The results showed that the hexane extract and red gedi leaf ethanol extract at a dose of 20 mg / kg body weight can low down the cholesterol levels by 72% or approximately 12.8 mg / dL and 14%, or about 2.4 mg / dL, compared with the group K -.
Kualitas Ikan Malalugis (Decapterus kurroides) Presto pada Beberapa Hari Penyimpanan Sidabutar, Magdalena F.
Jurnal MIPA Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.4.1.2015.6909

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui kualitas dari pengolahan ikan malalugis presto dengan perlakuan pemberian bumbu maupun tanpa bumbu selama beberapa hari penyimpanan pada suhu 5oC. Ikan malalugis (Decapterus kurroides) adalah salah satu sumber daya perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi karena dagingnya memiliki cita rasa yang baik dan banyak digemari oleh masyarakat. Presto merupakan suatu teknik olahan yang dapat menghasilkan produk berduri lunak. Parameter uji yang dilakukan untuk menganalisis kualitas ikan malalugis presto adalah kadar protein, kadar air, kadar malondialdehid (MDA), dan Total Plate Count (TPC). Hasil penelitian ikan malalugis presto pada perlakuan pemberian bumbu maupun tanpa bumbu, menunjukan kadar protein mengalami peningkatan setelah proses presto. Kadar air dan TPC untuk ikan yang dibumbui dan tanpa bumbu, belum melebihi standar mutu. Kadar MDA pada pelakuan dibumbui atau tanpa bumbu  menunjukkan hasil yang melebihi standar mutu.Research have been done to know the quality from processing of malalugis fish presto with and without seasoning during for several days of depository at 5oC. Malalugis fish (Decapterus kurroides) is one of fishery resources which have high economy value because the meat had a good taste and many of the people loved that. Presto is a processing technique which to produce a soft-bone product. Parameter of test to analyze the quality of malalugis fish presto was content of protein, water, malondialdehyde (MDA) and Total Plate Count (TPC). Research result for malalugis fish presto with or without seasoning, showed decreasing of protein content after presto process. Water content and TPC for fish with and without seasoning on cold temperature (5oC) have not exceed of quality standard. MDA content of seasoning and without seasoning showed the result which have exceed of quality standard.
Uji Aktivitas Antikolesterol Ekstrak Etanol Daun Patikan Emas (Euphorbia prunifolia Jacq.) pada Tikus Wistar yang Hiperkolesterolemia Bachmid, Nadhilah
Jurnal MIPA Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.4.1.2015.6901

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan aktivitas antikolesterol ekstrak etanol daun patikan emas pada tikus wistar yang hiperkolesterolemia. Tikus wistar jantan yang berusia 2-3 bulan sebanyak 20 ekor dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan secara acak. Kelompok K diberi pakan beras jagung, sedangkan kelompok K-, P1, dan P2 diberi pakan aterogenik. Kelompok P1 dan P2 diberi ekstrak dengan dosis 10 dan 30 mg/kgBB. Pemeriksaan kadar kolesterol plasma ditentukan dengan metode biosensor amperometrik menggunakan alat ukur NESCO GCU dengan bantuan strip yang telah ditetesi darah. Darah tikus diperoleh dari bagian ekor yang telah dilukai. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA satu arah (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun patikan emas dengan dosis 10 dan 30 mg/kgBB memiliki aktivitas antikolesterol dengan penurunan kadar kolesterol sebesar 12 dan 71% dibandingkan dengan kelompok K-.Research had been carried out to determine anticholesterol activity of ethanol extract gold patikan leaves. 20 Male wistar rats aged 2-3 months were divided into 4 groups randomly. K group with corn rice fed, while the K-, P1 and P2 with atherogenic fed. Group P1 and P2 are given with extract with doses 10 and 30 mg/kgBW. Examination of plasma cholesterol levels were determined by amperometric biosensor methods using a measuring instrument NESCO GCU with strip that had spilled blood. Blood was obtained from rats tail that had been injured. Data were analyzed using one-way ANOVA (p<0,05). The results showed that the ethanol extract of gold patikan leaves with doses 10 and 30 mg/kgBW decrease the anticholesterol activity with cholesterol levels by 12 and 71%, compared with K- group.
Kapasitas Ovarium Ayam Petelur Aktif Salang, Frisandra
Jurnal MIPA Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.4.1.2015.6913

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas ovarium ayam petelur dengan menggunakan kontrol ayam petelur (Layer). Penelitian ini menggunakan15 ekor ayam petelur afkir yang berumur ± 1,5 tahun dan 2 ekor ayam aktif dilakukan sampling secara random dan dilakukan pembedahan pada bagian rongga perut (Abdominal.) Pengamatan dilihat dari keberdaan ovarium yang ditinjau dari berat dan jumlah ovarium, folikel, dan oosit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan ovarium ayam afkir dengan ayam aktif tdak berbeda jauh. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ayam afkir (culling) menunjukkan keberadaan ovarium yaitu berat ovarium, folikel, dan oosit tidak jauh berbeda dengan ayam aktif (Layer)  dalam masa produksi.The aim of this research was to obtain knowledge about the ovary capacity at layer using layer as the control. This research used 15 ± 1,5 years old culled layers. Random sampling and abdominal surgery were  done on 2 active layers.The observation was done on the exsistence of ovary based on its weight and amount, follicle and oocyte. The result show’s that the existence ovary of culled and active layers didn’t have too many differences. It is conclude that ovary of culled layer, such as weight, follicle, oocyte, were simllar to the ovary of active layer in production period.
Kualitas Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Presto pada Beberapa Hari Penyimpanan Lalompoh, Christiviany A.
Jurnal MIPA Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.4.1.2015.6906

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kualitas ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) melalui proses presto pada beberapa hari penyimpanan. Ikan presto merupakan ikan yang direbus pada suhu dan tekanan tinggi sehingga menghasilkan ikan dengan duri yang lunak dan mudah untuk dikonsumsi. Pengolahan ikan dilakukan dengan menggunakan bumbu dan tanpa bumbu. Lama penyimpanan bergantung pada kerusakan ikan. Kualitas ikan yang diukur adalah kadar protein, kadar air, kadar malondialdehid (MDA), dan Total Plate Count (TPC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein ikan cakalang presto pada semua perlakuan, mengalami peningkatan setelah melalui proses presto. Kadar air dan nilai TPC pada semua perlakuan dan kadar MDA pada pemberian bumbu, belum melewati batas mutu, sedangkan kadar MDA ikan Cakalang presto tanpa pemberian bumbu, sudah melewati batas mutu yang ada.Studies about the quality of Cakalang fish (Katsuwonus pelamis) through presto process on several days storage has been carried out. Presto fish is a fish boiled at high temperature and pressure to produces spines fish that soft and easily consumed. Fish processed by using seasoning and without seasoning. The storage time depends on the desstruction of fish. Fish quality that measured are protein content, water content, malondialdehid (MDA) content, and Total Plate Count (TPC). The results showed that the protein content of Cakalang presto of all treatmens increased through the presto process. Water content and TPC value of all treatments and MDA content of seasoning treatment yet to pass the quality line, while MDA content of Cakalang presto without seasoning treatment has passed the existing quality line.

Page 2 of 2 | Total Record : 17