cover
Contact Name
Novian Wely Asmoro
Contact Email
agrisaintifika@gmail.com
Phone
+62271-593156
Journal Mail Official
agrisaintifika@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Jl. Letjend Sujono Humardhani No 1, Jombor, Sukoharjo 57521 Jawatengah, Indonesia
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian
ISSN : 25800345     EISSN : 2580748X     DOI : 10.32585/ags.v3i2.544
Agrisaintifika is a scientific journal that embodies scientific articles for researchers in the field of agricultural sciences (covering the field of agribusiness, agrotechnology, food, and animal husbandry) so that it can be used as a media publication of research results.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2017): Agrisaintifika" : 10 Documents clear
Efektivitas Dosis dan Aplikasi Pupuk Npk Majemuk Pada Fase Vegetatif Pada Tanaman Strawberry (Fragaria x ananassa Duchesne) Norry Eka Palupi; Titistyas Gusti Aji; Dwi Kurnila Sari; Sutopo Sutopo
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 1, No 2 (2017): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v1i2.46

Abstract

Pengelolaan hara merupakan salah satu faktor penentu hasil dan kualitas buah yang tinggi. Selama ini, rekomendasi pupuk untuk tanaman stroberi menggunakan NPK 16-16-16. Pemupukan NPK 16-16-16 masih kurang mencukupi, sehingga petani masih menambahkan pupuk KNO3. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengujian terhadap pupuk NPK dengan komposisi berbeda yaitu dengan porsi K lebih tinggi (NPK 12-6-24). Pengujian efektivitas pupuk NPK dan cara aplikasi dilakukan bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan tanaman strawberry. Penelitian menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) Faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu Dosis pupuk NPK 12-6-24 dengan taraf 0; 1 g (g/L); 2 g (g/L); 3 g (g/L); 4 g (g/L); dan pupuk NPK rekomendasi 16-16-16, 2 g (2 g/L). Faktor kedua yaitu cara aplikasi dengan taraf A1 (ditabur) dan A2 (dikocor). Data tinggi dan jumlah daun yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance aplikasi SPSS dan dilanjutkan dengan DMRT (Duncan Multiple Range Test) taraf α 5%. Hasil pengujian pupuk NPK 12-6-24 terhadap pertumbuhan strawberry yang dibandingkan dengan  NPK 16-16-16 sebagai pupuk rekomendasi memperlihatkan bahwa interaksi antara perlakuan dosis dan cara aplikasi tidak berpengaruh nyata, namun perlakuan tunggal dosis berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi dan jumlah daun tanaman strawberry. NPK 12-6-24 dosis 4 g aplikasi granul (ditabur) efisien terhadap pertumbuhan tanaman strawberry secara keseluruhan apabila mempertimbangkan tenaga kerja, sedangkan NPK 12-6-24 dosis 2 g aplikasi kocor efisien apabila mempertimbangkan jumlah pupuk yang digunakan dan Perlakuan NPK 12-6-24 lebih efisien dibandingkan pupuk NPK 16-16-16 rekomendasi pada semua parameter Kata Kunci: Strawberry, Pupuk NPK, Dosis, Aplikasi
Pengaruh Lama Fermentasi Terhadap Aktivitas Enzim dan Lignin Pada Proses Fermentasi Kulit Buah Kakao Menggunakan Kapang Phanerochaete chrysosporium Engkus Ainul Yakin; Ali Mursyid Wahyu Mulyono
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 1, No 2 (2017): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v1i2.51

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui aktivitas enzim lignilolitik dan lignin pada proses fermentasi kulit buah kakao. Substrat yang digunakan yaitu kulit buah kakao sedangkan penggunaan kapang yaitu Phanerochaete chrysosporium. Preparasi KBK yaitu KBK segar dicacah, digiling halus kemudian dikeringkan. Preparasi kapang dengan menumbuhkan kapang dalam medium cair. Metode penelitian yang dilakukan yaitu lama fermentasi yang dilakukan adalah melakukan fermentasi KBK dengan lama hari yang berbeda yaitu 5, 7, 9, 11 dan 13 hari pada suhu 370 C dan pH 7 menggunakan lima perlakuan dan lima ulangan. P0 = fermentasi KBK selama 5 hari, P1 = fermentasi KBK selama 7 hari, P2 = fermentasi KBK selama 9 hari, P3 = fermentasi KBK selama 11 hari, P4 = fermentasi KBK selama 13 hari. Fermentasi dengan menggunakan erlenmeyer 500 ml dan ditutup dengan kapas. Variabel yang diamati meliputi aktivitas enzim LiP dan MnP, NDF, ADF, lignin. Analisis data yang diperoleh akibat perlakuan diuji dengan Analisis Variansi (ANOVA) dengan rancangan penelitian pola searah, bila terdapat perbedaan variabel karena perlakuan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s multiple range test (DMRT) untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan fermentasi selama 7 hari aktivitas enzim tertinggi LiP sebesar  0,527 ± 0,04 unit/ml dan MnP sebesar 0,063 ± 0,00  unit/ml, kandungan lignin terendah 26,30± 0,35%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu fermentasi dengan menggunakan kapang Phanerochete chrysosporium baik pada fermentasi selama 7 hari.
Pendugaan Umur Simpan Sirup Buah Semu Jambu Mete (Anacardium occidentale, L) dengan Metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) Afriyanti Afriyanti; Novian Wely Asmoro
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 1, No 2 (2017): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v1i2.42

Abstract

Sirup buah semu jambu mete merupakan salah satu alternatif pengolahan buah semu jambu mete yang selama ini masih belum dimanfaatkan secara optimal.  Umur simpan dari sirup ini belum diketahui dengan jelas sehingga perlu adanya penelitian lebih lanjut.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa lama umur simpan produk sirup buah semu jambu mete yang selama ini diproduksi oleh produsen sirup dengan metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT).  Pembuatan sirup dalam penelitian ini mengikuti prosedur yang biasa dilakukan oleh masyarakat.  Sirup dikemas dalam botol-botol dengan volume 150 ml kemudian disimpan pada suhu 50C, 270C, dan 500C.  Analisis dilakukan setiap 7 hari sekali terhadap warna, pH, dan total koloni.  Hasil penelitian menunjukkan umur simpan sirup buah jambu mete berdasarkan parameter perubahan jumlah koloni mikrobia adalah 48 hari.
Analisis Kecenderungan Mengkonsumsi Marjinal dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Masyarakat Jawa Timur Rohmaniyah Rohmaniyah; Slamet Subari
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 1, No 2 (2017): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v1i2.47

Abstract

 ABSTRACTThe purpose of this research is (1) to know the macro economic factors that influence the consumption of East Java society, (2) to analyze the marginal propensity to consume, (3) to discuss the consumption pattern of the East Java community. Multiple linear regression method is used to answer the first objective, the second objective is calculated using the MPC formula, while the third goal is analyzed through consumption expenditure table. The result of the research shows that income and interest rate influence the consumption of East Java society with coefficient value of 0,827 and 0,334 respectively. This shows that if there is increase of income and Interest rate of 1% then consumption will increase by 0.827 and 0.334. The value of East Java MPC ranges from -0.004 - 0.57 to an average of 0.240 (24%), this show that 24% of East Java's income is used for consumption, while the remaining 76% is used for consumption purposes. East Java community consumption pattern shows consumptive pattern to non food consumption with percentage equal to 54,12%. Keywords: East Java, Consumption, MPC
Produksi dan Komposisi Susu Kambing Peranakan Ettawa Melalui Pemberian Ekstrak Meniran Puji Astuti; Heru Suripta; NE Sukarini
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 1, No 2 (2017): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v1i2.43

Abstract

This  research  was  conducted  to  determine  the  difference  in  quantity  and quality (specific weight, fat, protein, total solid, total solid non fat, fatty acid omega 6 and 3) of milk in ettawa goat   fed  meniran extract  (Phyllanthus niruri). Experimental  animals  used  in this  study  were  12 peranakan ettawa goat    that  were  producing  at  the  second  lactation  with average  body  weight  of  50  kg  and  milk  production  about  1-2  liters.  They  were divided  into  four  groups,  each  groups  containing  3  animal.  Group  1  (without meniran extract),  group  2  (50 mg meniran extract/kg body weight),   group  3  (100 mg meniran extract/kg body weight), and group  4  (150 mg meniran extract/kg body weight). Quality  of  milk  calculated  at the end  in  research  and  quantity  of  milk  calculated  every  day  twice  a  day  in  the morning and evening. The data obtained in the study were analyzed with ANOVA. The results  showed  there  were  significant  difference  (p<0,05)  in  feed consumption,  milk quantity, but not at   milk quality (specific  weight,  protein,  total  solid  non  fat)  of  Peranakan ettawa goat  fed  meniran extract. Key word : Peranakan ettawa goat, milk quantity dan quality, meniran extract
Pengaruh Dosis Pemupukan dengan Puktan Granul Terhadap Pertumbuhan dan Uji Kompatibilitas Bibit Tanaman Pangan dan Holtikultura Catur Rini Sulistyaningsih; Catur Budi Handayani
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 1, No 2 (2017): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v1i2.48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pupuk organik padat dalam bentuk granul terhadap pertumbuhan bibit tanaman uji (pepaya,kelengkeng, rambutan, jeruk, padi, sorgum dan sawi) dan mengetahui kompatibilitas akar bibit tanaman terhadap pupuk organik. Metode penelitian dibagi dalam 2 tahapan yaitu perkecambahan dan pembibitan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan uji statistik terhadap hubungan antara pemberian dosis pemupukan terhadap tinggi dan jumlah helai daun pepaya, kelengkeng, rambutan, padi, sorgum, sawi, dan jeruk menunjukkan bahwa pemupukan menggunakan pupuk tani granul pada gradasi 20 gram, 30 gram, dan 40 gram tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tinggi tanaman dan jumlah helai daun. Untuk bobot tanaman baik bobot tanaman segar maupun kering tertinggi pada umumnya pada dosis pupuk 40 gram, kecuali tanaman sorgum tertinggi pada dosis 30 gram. Untuk root to shoot ratio tertinggi pada umumnya juga pada dosis pupuk 40 gram, kecuali pada tanaman sorgum tertinggi pada dosis pupuk40 gram, kecuali pada tanaman sorgum tertinggi pada dosis pupuk 20 gram. Uji kompatibilitas tertinggi pada dosis pupuk 40 gram pada tanaman padi, kelengkeng dan jeruk. Pada dosis 30 gram tertinggi pada tanaman rambutan, dan tertinggi pada dosis 20 gram pada tanaman pepaya dan sawi. Dan untuk tanaman sorgum baik pada dosis 20 gram, 30 gram dan 40 gram kolonisasi 0%.Kata Kunci : pupuk organik, kompatibilitas, bibit
The Variance of Strong Acid and Long Time Soaking Solutions on Quality of pH and Protein Gelatin of Sheep Skin Muhamad Hasdar; Yuniarti Dewi Rahmawati
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 1, No 2 (2017): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v1i2.44

Abstract

This study aims to determine the quality of pH and sheep skin gelatin protein that is hydrolyzed using strong acid. The main ingredient of this research is sheep skin originated from Brebes Regency which is 1 - 2 years old. The research method used Randomized Completely Randomized Design (RAL) 2 x 3 factorial pattern where the first factor is soaking material (HCl 2% v / v and H2SO4 2% v / v) and second factor is the duration of immersion (2 hours, 3 hours and 4 hour), then continued with the real difference test using Duncan Multiple Range Test (DMRT). The test results showed sheep skin gelatin value that is pH 3,52 - 3,85 and protein 88,80 - 90,47%. HCl 2% ability to hydrolyze sheep skin collagen is better than 2% H2SO4. Highest pH and protein values occur at 4 hours of soaking time.
Pengaruh Penambahan Tepung Tulang Sotong (Cuttelfish bone) dalam Ransum terhadap Konsumsi Pakan, Pertambahan Bobot Badan, dan Karkas Ayam Pedaging Damaryanto Widharto; W. Marsudi
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 1, No 2 (2017): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v1i2.49

Abstract

AbstractThis research was conducted to to know influence of cuttlefish bone flour in ransum to feed consumption, average daily gain,  and carcasse weight. The research use 60 day old chick of broilers which were devided into 4 treatments, that is 1) control treatment (T-0), broiler were given concentrate feed without addition of cuttlefish bone flour, 2) T-1, broiler were given concentrate feed with addition of cuttlefish bone flour as much as 1%, 3) T-2, broiler were given concentrate feed with addition of cuttlefish bone flour as much as 1.5%, and 4) T-3, broiler were given concentrate feed with addition of cuttlefish bone flour as much as 2%.The variables observed feed consumption, average daily gain,  and carcasse weight. The result showed that feed consumption is 54.59 (T-0), 55.71 (T-1), 58.77 (T-2),  58.55 g/head/day (T-3), average daily gain is 38.8 (T-0), 41.5 (T-1), 40.6 (T-2) and  38.7 (g/head/day T-3), and carcasse weight 531.33 (T-0), 750.67 (T-1), 761.67 (T-2),  770.67 g/head/day (T-3). Research conclusion  is addition of cuttlefish bone flour in ration not yet to improve feed consumption, and average daily gain, but can improve carcasse weight of broiler.Keywords : Broiler, carcasse, and cuttlefish bone flour.
Percepatan Alih Fungsi (Konversi) Lahan Pertanian Ke Non Pertanian di Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan Hossaimah Hossaimah; Slamet Subari
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 1, No 2 (2017): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v1i2.45

Abstract

Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan memiliki perbandingan luas lahan pertanian dan non pertanian sebesar 50%.  Rencana Strategis Kabupaten Pamekasan tahun 2012 - 2032, kecamatan Galis direncanakan menjadi pemukiman perkotaan.  Dengan persentase lahan pertanian tersebut, jika terus terjadi pembangunan yang merelakan lahan pertanian produktif sebagai sasarannya, dikhawatirkan lahan pertanian produktif akan habis dan mengakibatkan kecamatan Galis mengalami rawan pangan.  Tujuan penelitian adalah menganalisis perkembangan alih fungsi lahan dari tahun 2006-2016 dan menganalisis hubungan antara faktor ekonomi, faktor sosial dan peran pemerintah terhadap alih fungsi lahan.  Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive).  Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan tabulasi silang chi square.  Hasilnya adalah faktor - faktor yang memiliki hubungan terhadap alih fungsi lahan yaitu produktivitas lahan; peruntukan lahan, asal lahan, perubahan perilaku, hubungan lahan dengan pemilik; dan pengurusan izin.  Selama tahun 2009 – 2015 terjadi perubahan fungsi lahan tegal menjadi pemukiman pada tahun 2011 sebesar 1,46 Ha yang digunakan untuk tempat tinggal, tempat usaha dan layanan umum.  Saran dari penelitian ini adalah pemerintah perlu menjaga perilaku petani dengan lebih persuasif tentang pertanian agar tidak mengalihfungsi lahan; Adanya peraturan tentang pembatasan penggunaan lahan pertanian dan nonpertanian; Mempersulit izin alih fungsi lahan pertanian ke nonpertanian
Pembuatan Sabun Padat Transparan Berbasis Bahan Minyak Jarak (Castor Oil) Dengan Penambahan Bahan Aktif Ekstrak Teh Putih (Camellia sinensis) Asri Widyasanti; Dwiyan Nugraha; Dadan Rohdiana
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 1, No 2 (2017): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v1i2.50

Abstract

Ekstrak teh putih mengandung senyawa katekin yang tinggi. Kandungan tersebut dapat menghambat dan membunuh pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penambahan ekstrak teh putih pada sabun padat transparan berbasis minyak jarak dapat menambah aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui proses pembuatan sabun padat transpran, mengetahui formulasi penambahan ekstrak teh putih, mengetahui sabun terbaik analisis berdasarkan karakteristik fisiko-kimia, aktivitas antibakteri, dan organoleptik, serta kesesuaian sabun dengan SNI 06-3532-1994. Perlakuan konsentrasi ekstrak teh putih adalah 1,5 % (b/v) dengan penambahan sebesar  A = 0% (b/v), B = 0,5% (b/v), C = 1,0% (b/v), dan D = 1,5% (b/v) dari 300 gram basis sabun. Pengujian sampel sabun meliputi sifat fisika-kimia, aktivitas antibakteri, dan organoleptik. Hasil sabun terbaik berdasarkan nilai pembobotan sifat fisika-kimia dan aktivitas antibakteri adalah sampel sabun penambahan ekstrak teh putih 1 % b/v (C) mencapai 3,39. Nilai hasil analisis sampel perlakuan C adalah kadar air dan zat menguap 24,48%, jumlah asam lemak 1,13%, kadar asam lemak bebas 0,21%, kadar fraksi tak tersabunkan 0,94%, nilai pH 10,67, kekerasan 0,0037 mm/gram/detik, stabilitas busa 44,4% dan diameter daya hambat 18,5 mm. Hasil sabun terbaik berdasarkan nilai pembobotan organoleptik adalah sabun kontrol (A) mencapai 2,75. Kata kunci : Sabun Padat Transparan, Minyak Jarak, Ekstrak Teh Putih, Aktivitas Antibakteri, Sifat Fisiko-Kimia

Page 1 of 1 | Total Record : 10