cover
Contact Name
Novian Wely Asmoro
Contact Email
agrisaintifika@gmail.com
Phone
+62271-593156
Journal Mail Official
agrisaintifika@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Jl. Letjend Sujono Humardhani No 1, Jombor, Sukoharjo 57521 Jawatengah, Indonesia
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian
ISSN : 25800345     EISSN : 2580748X     DOI : 10.32585/ags.v3i2.544
Agrisaintifika is a scientific journal that embodies scientific articles for researchers in the field of agricultural sciences (covering the field of agribusiness, agrotechnology, food, and animal husbandry) so that it can be used as a media publication of research results.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2020): Agrisaintifika" : 12 Documents clear
RESPON PRODUKSI AYAM PETELUR TERHADAP PEMBERIAN PROBIOTIK TEPUNG DAN TEPUNG BELIMBING WULUH DALAM PAKAN Desna Ayu Wijayanti; Dimas Fajar Nugroho
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 4, No 2 (2020): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v4i2.968

Abstract

AbstrakPenelitian dilakukan untuk mengetahui respon produksi ayam petelur terhadap pemberian kombinasi probiotik bentuk tepung dan tepung belimbing wuluh sebagai pengganti antibiotik komersial dalam pakan. Sebanyak 240 ekor ayam petelur strain Lohmann Brown, umur 22 minggu dikelompkkan menjadi 5 perlakuan dan 6 ulangan, yang terdiri dari P0: 0%, P1: 0,8% probiotik bentuk tepung+0,25% tepung belimbing wuluh, P2: 0,8% probiotik bentuk tepung+0,50% tepung belimbing wuluh, P3: 0,8% probiotik bentuk tepung+0,75% tepung belimbing wuluh. Variabel yang diukur adalah konsumsi pakan, Hen Day Production (HDP), berat telur, egg mass dan konversi pakan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA) pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan apabila terdapat perbedaan, dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap penampilan produksi ayam petelur yang terdiri dari konsumsi pakan, HDP, berat telur, egg mass dan konversi pakan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan kombinasi probiotik bentuk tepung dan tepung belimbing wuluh dalam pakan, belum dapat meningkatkan penampilan produksi ayam petelur, tetapi pada perlakuan P3 menunjukkan kecenderungan hasil yang baik diantara semua perlakuan.
AGROWISATA JAMBU DAN PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL DI KECAMATAN NGARGOYOSO KABUPATEN KARANGANYAR Yoesti Silvana Arianti; Yos Wahyu Harinta
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 4, No 2 (2020): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v4i2.992

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan agrowisata jambu biji merah sebelum terjadi pandemic Covid-19 dan memberikan saran bagi pengelolaan dan penguatan agrowisata jambu biji merah setelah terjadi pandemic Covid-19 di Desa Jatirejo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diambil langsung dari lokasi penelitian kawasan agrowisata jambu biji merah Ngargoyoso melalui pengamatan langsung di lokasi, wawancara dengan stakeholder terkait, dan pengisian kuesisoner. Data sekunder adalah data yang diperoleh melalui instansi terkait dengan penelitian ini, baik tabulasi maupun deskriptif serta penelusuran literature. Penelitian ini memiliki empat tahapan, yaitu : (1) pengidentifikasian factor internal dan eksternal, (2) melakukan analisis posisi bersaing agrowisata jambu biji merah, (3) merumuskan alternatif strategi yang dapat dijadikan masukan untuk penguatan agrowisata, dan (4) pemilihan alternatif strategi terbaik yang layak dan dapat dijalankan oleh seluruh stakeholder agrowisata jambu biji merah di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Metode analisis data menggunakan analisis IFE, EFE, IE, SWOT dan QSPM. Hasil penelitian ini adalah Berdasarkan hasil analisis matriks IFE dan EFE didapatkan nilai masing-masing sebesar 2,85 dan 2,69. Hasil perhitungan dengan matriks IE menghasilkan posisi untuk agrowisata jambu di Kecamatan Ngargoyoso berada pada kuadran V dan strategi yang tepat untuk dijalankan adalah penetrasi pasar dan pengembangan produk. Alternatif strategi yang dihasilkan dari matriks SWOT sebanyak 10 strategi. Berdasarkan analisis QSPM, nilai TAS tertinggi strategi yang menjadi prioritas adalah  melakukan kerja sama dengan pemerintah dan pihak lain untuk mendukung pemulihan agrowisata pasca terjadinya pandemic Covid-19.
FREKUENSI MOLTING DAN SINTASAN LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) DENGAN PERSENTASE PAKAN TUBIFEX DAN KOMERSIAL YANG BERBEDA sarmin Sarmin; Marhaendro Santoso; Kasprijo Kasprijo
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 4, No 2 (2020): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v4i2.903

Abstract

Abstract Feeding is one component in the cultivation which plays a very large role in growth determination and in terms of production costs, given that freshwater crayfish is omnivorous that can be fed with commercial and tubifex feed.  This study examines the influence of a combination of commercial and tubifex feed on moulting frequency and survival rate of freshwater crayfish.  The research was conducted for 60 days; tested animals weighed 3±0.69 g and measured 5±0.34 cm, in average. Experimental design using Complete Randomized Design (CRD) was applied to examine 5 treatments in quadruplicates. Treatment P1 represented 0% tubifex and 100% commercial feed, P2= 25% tubifex and 75% commercial feed, P3= 50% tubifex and 50% commercial feed, P4= 75% tubifex and 25% commercial feed, P5= 100% tubifex and 0% commercial feed. The study showed that the survival rate and moulting frequency were not different between treatments. Moulting frequency between successive treatment were P1= 4.25±1.5, P2= 1.5±3.75, P3= 2.75±1.3, P4= 4±1.4, P5= 3.5±1.3. Survival rate between respective treatment were P1= 40±16.33%, P2= 30±25.82%, P3= 35±25.17%, P4= 30±25.82%, and P5= 45±25.82%. Key words: Cherax quadricaritanus, feed, molting, survival, tubifex.
POTENSI TEPUNG DAUN ASHITABA Angelica keskei SEBAGAI SUMBER FITOBIOTIK DALAM PAKAN TERHADAP PERFORMA BURUNG PUYUH JANTAN Coturnix coturnix japonica FASE AKHIR (FINISHER) Dina Oktaviana Oktaviana; Supriadi Supriadi; Maratun Jannah
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 4, No 2 (2020): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v4i2.849

Abstract

POTENSI TEPUNG DAUN ASHITABA Angelica keskei SEBAGAI SUMBER FITOBIOTIK DALAM PAKAN TERHADAP PERFORMA BURUNG PUYUH JANTAN Coturnix coturnix japonica FASE AKHIR (FINISHER) Dina Oktaviana1, Supriadi2, dan Maratun Jannah3 123Staf Pengajar pada Program Studi Pendidikan Dokter Hewan Universitas Pendidikan Mandalika, Jalan Pemuda Nomor 59A Mataran Tlp (0370 ) 632082 dinaoktaviana_2013@hayoo.com supriadi.pkh10@gmail.com maratun.janah@yahoo.com Abstrak Peningkatan potensi produksi burung puyuh memerlukan manajemen pemeliharaan yang baik, terutama pada pemilihan bahan pakan. Bahan pakan yang akan digunakan harus memiliki kandungan nutrient cukup untuk kebutuhan burung puyuh, dan dapat dijadikan sebagai salah satu sumber fitobiotik. Salah satu sumber atau bahan pakan yang dapat digunakan sebagai sumber fitobiotik adalah daun Ashitaba. Sebagai sumber fitobiotik Ashitaba (Angelica keiskei) merupakan tanaman multi fungsi karena kaya akan vitamin, mineral, asam amino, unsur mineral maupun zat aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui performa burung puyuh jantan Coturnix coturnix japonica fase akhir (finisher) yang mendapatkan bahan pakan tambahan dalam susun ransumnya berupa tepung daun Ashitaba Angelica keskei. Penelitian ini menggunakan 5 macam perlakuan pakan yang berbeda dengan 4 kali ulangan sehingga 20 ekor burung puyuh jantan tersebar dalam 20 kandang unit percobaan. Lima macam perlakuan adalah P0 = 98% pakan basal, 2% filler, 0% tepung daun Ashitaba, P1 = 98% pakan basal, 1,5% filler, 0,5% tepung daun Ashitaba, P2 = 98% pakan basal, 1% filler, 1% tepung daun Ashitaba, P3 = 98% pakan basal, 0,5% filler, 1,5% tepung daun Ashitaba, P4 = 98% pakan basal, 0% filler, 2% tepung daun Ashitaba. Parameter yang diuji dalam penelitian ini adalah: jumlah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, bobot potong serta konversi pakan (FCR) Semua data yang didapat dianalisis statistik dengan uji rancangan acak lengkap pola searah serta ragam annova melalui spss dan jika terdapat perbedaan diuji lanjut degan uji Duncan’s. Berdasarkan analisis statistik menunjukkan bahawa pemberian tepung Ashitaba dalam ransum puyuh jantan tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan, akan tetapi mampu meningkatkan bobot potong P>0,05 dan menurunkan angka konversi pakan P>0.05. Kata Kunci: Burung Puyuh Jantan, Tepung Ashitaba, Jumlah Konsumsi Pakan, Pertambahan Bobot Badan, Bobot Potong dan Konversi Pakan.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUAH PARIJOTO PADA BERBAGAI PH PENGOLAHAN PANGAN Umar Hafidz Asy'ari Hasbullah; Rizki Bhakti Pertiwi; Isti Nurul Hidayah; Deby Andrianty
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 4, No 2 (2020): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v4i2.745

Abstract

Food processing can be done in the pH range from acid to base. This research aims to study the effect of various pH of food processing on antioxidant activity and total phenol extract of Parijoto fruit. Testing was carried out at pH 2, 4, 7, 8, and 10. Analysis of antioxidant activity using the DPPH radical scavenging activity method. Whereas phenol analysis uses the Folin Ciocalteu method. The results showed that the pH difference significantly affected the antioxidant activity and the total phenol extract of Parijoto fruit. Increasing pH causes an increase in antioxidant activity and in line with an increase in total phenol. Application of processing products from parijoto at higher pH will produce antioxidant activity and total phenols which tend to be higher.
PERSEPSI UMKM TERHADAP PEMANFAATAN E-COMMERCE e-SIATIK (ternakitik.com) DI KABUPATEN BREBES Suci Nur Utami; Nur Ariesanto Ramdhan; Suci Paramitasari Syahlani; Rini Widiati
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 4, No 2 (2020): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v4i2.891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi UMKM terhadap perancangan website E-commerce E-siatik (ternakitik.com) di Kabupaten Brebes. Data penelitian dibagi menjadi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan 40 responden pemilik UMKM dan data sekunder diperoleh dari literatur yang mendukung bagi penelitian ini. Penelitian dilakukan dengan metode survei dengan pengambilan data menggunakan teknik random sampling. Analisis data menggunakan skala likert dengan bantuan instrumen penelitian berupa kuesioner.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap perancangan website E-commerce E-Siatik tergolong baik dengan indeks sebesar 73,13%. Penggunaan media e-siatik menjadi harapan baru bagi para pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pemasaran dan menghemat biaya promosi yang harus dikeluarkan. Kata kunci: , e-siatik, persepsi, ternakitik.com, UMKM
KARAKTERISTIK SIFAT KIMIAWI DAN ORGANOLEPTIK FRUIT LEATHER DENGAN VARIASI PERBANDINGAN PEPAYA (Carica papaya L.) DAN DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) Atik Puji Lestari; Agustina Intan Niken Tari; Novian Wely Asmoro
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 4, No 2 (2020): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v4i2.702

Abstract

ABSTRAKFruit leather adalah suatu produk olahan buah yang dikonsumsi sebagai kudapan (snack food). Fruit leather terbuat dari satu jenis atau campuran beberapa macam buah yang dihancurkan dan dikeringkan menjadi lembaran tipis. Pada penelitian ini dipilih buah pepaya dan daun kelor sebagai bahan baku pembuatan fruit leather. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui formulasi fruit leather buah pepaya dan daun kelor yang baik, karakteristik kimia dan sifat organoleptik. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor yang terdiri dari 5 variasi formula, setiap perlakuan diulang 3 kali dan 2 ulangan analisis atau duplo, sehingga diperoleh 30 unit percobaan. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi fruit leather pepaya dan tepung daun kelor berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, vitamin C, aktioksidan, organoleptik rasa dan overall tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap organoleptik aroma. Pemilihan formulasi terbaik fruit leather pepaya dan tepung daun kelor didapatkan pada perlakuan F1 (99 gr pepaya + 1 gr tepung daun kelor) dengan kadar air sebesar 18,72 %, kadar abu sebesar 2,43 %, vitamin C sebesar 0,28 mg/gr, antioksidan sebesar 20,07 %, organoleptik rasa sebesar 3,23 %; aroma sebesar 2,57 % dan overall sebesar 3,27 %.Kata kunci : Daun kelor, Fruit leather, Pepaya, Sifat kimia, Sifat Organoleptik  
MUTU BAKSO IKAN KAKAP (Lutjanus bitaeniatus) DENGAN PENAMBAHAN BUBUR RUMPUT LAUT (Euchema Cottoni) Nurbety Nurbety Tarigan
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 4, No 2 (2020): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v4i2.894

Abstract

Pembuatan dasar bakso ikan selalu menggunakan tepung atau pati sebagai bahan pengikat. Tepung tapioka merupakan salah satu bahan pengikat yang digunakan untuk meningkatkan daya ikat air, akan tetapi mempunyai pengaruh yang kecil terhadap emulsifikasi dalam menghasikan kualitas bakso yang baik. Penambahan bubur rumput laut dalam pembuatan bakso ikan dapat memperbaiki kualitas produk karena sifat fungsional rumput laut sebagai emulsifier. Penggunaan rumput laut sebagai bahan tambahan dalam pembuatan bakso ikan dapat meningkatkan nilai gizi dan kandungan serat pada produk bakso. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penambahan bubur rumput laut Eucheuma cottoni terhadap mutu bakso ikan kakap dan menentukan konsentrasi penambahan bubur rumput laut terbaik pada bakso ikan kakap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan 15 panelis dan 4 perlakuan penambahan bubur rumput laut yakni 0%, 20%, 40%, 60%. Parameter yang diamati adalah uji organoleptik (rasa, aroma, dan kekenyalan) dan analisis kimiawi bakso ikan kakap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan bakso ikan dengan penambahan bubur rumput laut masih disukai oleh panelis. Namun, perlakuan penambahan bubur rumput laut sebesar 20 % merupakan perlakuan bakso ikan yang paling disukai oleh panelis dengan skor rasa 6.5 (sangat suka), aroma 7.5 (sangat suka), dan kekenyalan 4.6 (sangat kenyal). Selain itu, penambahan bubur rumput laut sebanyak 20 % menghasilkan kadar air sebesar 74.0 %, kadar abu 1.3%, kadar lemak 1.4%, dan kadar protein 12.7%. Bakso ikan kakap dengan penambahan bubur rumput laut telah memenuhi standar SNI 01-7266-2014.
PENAMBAHAN KULIT ARI BIJI KEDELAI HASIL FERMENTASI MENGGUNAKAN EM-4 DALAM FORMULASI RANSUM PELLET BROILER TERHADAP FRAKSI SERAT Anwar Efendi Harahap; Hidayati Hidayati; Sri Devi; Bakhendri Solfan
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 4, No 2 (2020): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v4i2.880

Abstract

Source of feed raw materials can be obtained from various wastes, one of which is industrial waste is soybean seed, processing soybean seed, which has the potential as broiler ration in the form of pellets. This study aims to evaluate the fraction of broiler pellet fiber fermented soybean seed (KABKF) using Effective Microorganism-4 with different storage times. The research method used was an experimental method with a completely randomized design consisting of 5 treatments and 4 replications. The variables in this study were the fiber fraction content which included NDF (%), ADF (%), ADL (%), hemicellulose (%) and cellulose (%). The results of this study indicate that the longer the storage of broiler pellet rations can reduce the NDF content (75.50% - 53.31%), ADF (57.57% - 41.56%), and ADL (12.33% - 5.73%). ) and had not been able to increase the content of hemicellulose (11.86% - 17.93%) and cellulose (42.39-29.78%. The conclusion of this study is that 8 weeks of storage has the best treatment in reducing the content of NDF%, ADF%, and ADL%
KANDUNGAN ANTIOKSIDAN PADA BERBAGAI BUNGA EDIBLE DI INDONESIA Nurul Azizah Choiriyah
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 4, No 2 (2020): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v4i2.892

Abstract

Bunga edible (yang dapat dimakan) memiliki aroma yang eksotis, rasa yang unik dan non toksik. Review ini bertujuan untuk mengkaji kandungan antioksidan yang terdapat pada berbagai bunga edible di Indonesia dan manfaatnya untuk kesehatan. Teknik pengumpulan data pada review ini berdasarkan tinjauan literatur. Data diperoleh melaui artikel ilmiah pada jurnal nasional maupun  internasional serta sumber lain seperti tesis. Bunga edible di Indonesia diantaranya bunga telang, kecombrang, jotang, sepatu, kenanga, krisan, rosella, mawar dan turi. Kandungan antioksidan pada beberapa bunga edible di Indonesia diantaranya senyawa fenolik, antosianin, flavonoid dan karotenoid. Kandungan antioksidan tersebut berkontribusi terhadap sifat antidiabetes dan antikankerKata kunci: bunga edible, antioksidan, antidiabetes, antikanker

Page 1 of 2 | Total Record : 12