cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 68 (2017): TEKNO" : 5 Documents clear
ANALISIS KESTABILAN LERENG METODE BISHOP/TRIANGLE (STUDI KASUS : KAWASAN MANADO BYPASS) Palebangan, Rony
TEKNO Vol 15, No 68 (2017): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis kestabilan lereng dengan menggunakan metode Bishop simplified dan Bishop/triangle untuk mencari nilai faktor keamanan dari lereng tersebut dengan menggunakan program SLIDE 6.0 dan program MARTES. Data yang digunakan merupakan hasil pengujian geser langsung yang sudah pernah dilakukan di lokasi. Hasil dari perhitungan didapatkan bahwa kondisi lereng yang berada di Manado Bypass, tepatnya di bawah patung Yesus Memberkati, berada dalam kondisi kritis yaitu, FK = 0,986 untuk metode Bishop simplified dan FK = 1.007 untuk metode Bishop/triangle. Kondisi tersebut sangat rentan terjadi kelongsoran jika nilai Ru = >0. Faktor ?faktor seperti sudut kemiringan, jumlah anak tangga, dan parameter geser merupakan faktor kunci dari nilai FK yang didapat. Kenaikan nilai FK terjadi pada grafik FK vs ? seiring dengan diturunkannya nilai ?. Dari grafik FK vs Ru terjadi penurunan mengikuti persamaan FK = -1.6194Ru + 1.0442 seiring dengan ditambahkannya nilai Ru. Dari grafik FK vs Ns, terjadi kenaikan nilai FK dengan ditambahkannya jumlah anak tangga menjadi 2 buah, Namun, terjadi penurunan FK seiring ditambahkannya anak tangga >2 buah. Dari grafik FK vs ?, terjadi penurunan dengan dikuranginya nilai ?, mengikuti persamaan FK (63) = 0.0278? - 0.0254 untuk variasi ? = 63°, FK (50) = 0.0278? - 0.0254 untuk variasi ? = 50, dan FK (42) = 0.0325? - 0.0078 untuk variasi ? = 42. Dari grafik FK vs c, terjadi penurunan dengan dikuranginya nilai c, mengikuti persamaan FK (42)= 0.0401c + 1.0933 untuk variasi ? = 63°, FK (50)= 0.0289c + 0.9459 untuk ? = 50, dan FK (42) = 0.0178c + 0.9742 untuk  variasi ? = 42. Kata kunci : Bishop/triangle, modified Bishop, simplified Bishop
APLIKASI PRINSIP ECO-DESIGN PADA TAHAP INISIASI PROYEK INFRASTRUKTUR PUBLIK DI PROVINSI SULAWESI UTARA : KENISCAYAAN ATAU KEMUSTAHILAN Inkiriwang, Revo L
TEKNO Vol 15, No 68 (2017): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini merupakan bahan pemikiran yang dilatarbelakangi oleh beberapa penelitian terdahulu mengenai proses perencanaan pada tahap inisiasi proyek, beberapa permasalahan dilematis yang timbul di lapangan sehubungan dengan penyediaan infrastruktur oleh pemerintah, wacana publik yang semakin  mempermasalahkan isu keberlanjutan dan keandalan pengelolaan sistem infrastruktur yang ada dan tuntutan mengadopsi pendekatan rekayasa konstruksi yang bersifat ramah terhadap lingkungan (eco-friendly engineering). Pentingnya memasukkan prinsip eco-design pada proses perencanaan tahap inisiasi proyek di satu pihak dapat dilihat sebagai kebutuhan yang mendesak dan merupakan prasyarat penting yang secara mendasar menunjang pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan. Oleh sebab itu seyogyanya hal ini menjadi suatu keniscayaan. Pada pihak lainnya banyak dan beragamnya permasalahan yang teridentifikasi pada tahap perencanaan pra-proyek mengisyaratkan bahwa aplikasi prinsip eco-design pada tahap ini mungkin masih merupakan suatu kemustahilan.    Kata kunci : proyek infrastruktur publik, prinsip eco-design, tahap inisiasi proyek
Pola Distribusi Hujan Jam-Jaman Wilayah Bolaang Mongondow Kairupan, Reynaldo
TEKNO Vol 15, No 68 (2017): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Bolaang Mongondow sampai saat ini belum memiliki pola distribusi hujan jam – jaman, sehingga dalam analisis debit banjir pada daerah tersebut masih menggunakan pola distribusi hujan dari daerah lain. Hal ini mengakibatkan hasil yang didapatkan untuk menghitung debit rencana dengan metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) menjadi kurang cocok. Untuk mendapatkan pola distribusi hujan jam – jaman digunakan metode observed dan metode statistik. Metode observed digunakan untuk analisis data hujan jam-jaman yang sudah dikelompokkan berdasarkan durasi hujan.  Metode statistik digunakan untuk pengumpulan, perhitungan, dan penyajian data hujan jam-jaman. Penelitian dilakukan menggunakan data hujan ≥ 30mm dan ≥ 50mm. Dari hasil penelitian didapatkan pola distribusi hujan jam – jaman wilayah Bolaang Mongondow mendekati bentuk pola hujan nomor 3 dan 5 menurut tabel Johanes Brummer.  Kata kunci : pola hujan, Bolaang Mongondow, tabel Johanes Brummer 
EFFECT OF SALT LEACHING ON SEDIMENTATION AND SELF WEIGHT CONSOLIDATION Rondonuwu, Steeva G
TEKNO Vol 15, No 68 (2017): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The soil washing treatment was carried on Ariake washed by cylinder test method, to investigate the sedimentation process and final water content change. A water-soil dilute were allowed to settling under salinity condition ranging from 30 to 2 g/L. We adjust the suspension for each sample in initial water content range from 500% to 6000%. Then let the sedimentation and self weight consolidation process occur for 14 days. After the final process, we measured the final water content and maximum settling rate. Leaching of salt decreases the liquid limit, consequently increasing the normalized water content w* defined as the ratio normal water content over liquid limit (Hong and Tsuchida.2000). They also found that the value of Iw increases lineary with the increases in w*. Key words: salt leaching, sedimentation, self weight consolidation, water quality, settling rate, final water content.
PENGARUH KARAKTERISTIK TANAH SEBAGAI BAHAN BAKU BATU BATA MERAH TERHADAP KUALITAS BATU BATA MERAH DI SULAWESI UTARA Pandaleke, Ronny E
TEKNO Vol 15, No 68 (2017): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas batu bata merah hasil produksi sangat ditentukan oleh mutu batu bata merah itu sendiri, dalam hal ini direpresentasikan oleh kuat tekan batu bata merah sesuai kelas mutu. Sebagai material utama pembuatan batu bata merah, tanah memiliki karakteristik yang diasumsi dapat berpengaruh terhadap kuat tekan batu merah. Penelitian ini menitikberatkan pada produksi batu bata merah yang berada di Maumbi, Paal 4 dan Pulutan. Pada ketiga lokasi ini sifat-sifat fisik tanah yang berupa kadar air tanah asli, plastisitas dan kerapatan tanah, serta sifat teknik tanah yang berupa kuat tekan tanah diperiksa dan kuat tekan serta kuat lentur batu bata merah hasil produksi diuji untuk kemudian dianalisa secara statistika guna mendapatkan hubungan antara sifat-sifat fisik dan teknik tanah terhadap kualitas batu bata merah hasil produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air tanah asli, plastisitas tanah dan kuat tekan tanah dari tanah di lokasi Maumbi, Paal 4 dan Pulutan tidak mempunyai hubungan (r < 0,2) terhadap kuat tekan dan kuat lentur batu bata merah hasil produksi di Maumbi, Paal 4 dan Pulutan. Kerapatan tanah di lokasi Pulutan memiliki hubungan yang sempurna (r > 0,8) dengan kuat tekan batu bata merah hasil produksi, serta secara signifikan berpengaruh (thitung > ttabel) pada kuat tekan batu bata merah hasil produksi Pulutan. Kerapatan tanah tidak mempunyai hubungan dengan kuat lentur batu bata merah hasil produksi (r < 0,2). Kata kunci : karakteristik tanah, kualitas batu bata merah

Page 1 of 1 | Total Record : 5