cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 87 Documents
Search results for , issue "Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO" : 87 Documents clear
Pemanfaatan Abu Serbuk Serabut Kelapa Sebagai Bahan Tambah Pada Campuran Aspal Beton (AC-BC) Terhadap Nilai Pengujian Marshall Winardi M. F. Sumardi; Lucia G. J. Lalamentik; Theo K. Sendow
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya volume lalu lintas kendaraan, berakibat pada peningkatan beban kendaraan, hal ini sering menjadi penyebab kondisi jalan mengalami kerusakan, akibat kondisi jalan yang buruk sangat berpengaruh pada perekonomian masyarakat. Selain faktor beban kendaraan yang lebih besar dari kapasitas beban sehingga terjadi kerusakan, faktor iklim dan cuaca juga sangat berpengaruh pada kekuatan, keawetan, maupun ketahanan lapiran perkerasan jalan. Lapisan perkerasan jalan yang menggunakan aspal sebagai perkerasan lentur yang umum digunakan dan bersifat structural adalah Lapisan Aspal Beton (Laston) Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu serbuk serabut kelapa sebagai substitusi pada agregat halus dalam campuran Laston AC-BC. Pertama dicari terlebih dahulu nilai kadar aspal optimum tanpa penambahan abu serbuk serabut kelapa dan dilanjutkan pembuatan benda uji dengan kadar aspal optimum dengan bahan tambah abu serbuk serabut kelapa untuk mendapatkan variasi kadar abu serbuk serabut kelapa yang optimal dengan melakukan pengujian marshall. Dari Hasil Pengujian yang dilakukan, kadar aspal optimum yang sesuai spesifikasi Umum Bina Marga tahun 2018 dengan campuran Laston AC-BC didapat 7 %. Lalu agregat halus disubstitusi dengan bahan tambah abu serbuk serabut kelapa dengan variasi 2 %, 4 %, dan 6 %. Dari hasil penambahan abu serbuk serabut kelapa didapat variasi optimal kadar abu serbuk serabut kelapa sebesar 4,05 %. Maka campuran Laston AC-BC dengan kadar aspal 7 % ditambah kadar abu serbuk serabut kelapa 4,05 % serta menggunakan aspal pertamina 60/70 mendapat hasil pengujian Marshall yang telah memenuhi spesifikasi Umum Bina Marga tahun 2018. Kata kunci – abu serbuk serabut kelapa, Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC), substitusi agregat halus, spesifikasi umum Bina Marga 2018, pengujian Marshall
Analisis Penurunan Fondasi Dangkal Menggunakan Program Settle3D (Studi Kasus: SMA Eben Haezar Manado) Natanael C. Kalendesang; Jack H. Ticoh; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdirinya sebuah konstruksi bangunan berkaitan erat dengan peran fondasi dalam memikul dan meneruskan beban struktur yang ada. Dalam hal ini, fondasi membutuhkan nilai daya dukung yang cukup untuk mencegah terjadinya kegagalan struktur. Seiring dengan berjalannya waktu, kontruksi bangunan akan mengalami penurunan secara bertahap, sehingga penurunan fondasi yang terjadi perlu dihitung dan dipertimbangkan agar berada dalam batas aman. Nilai daya dukung fondasi serta penurunan yang terjadi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain, parameter tanah di lokasi konstruksi, pembebanan struktur bahkan tahun rencana konstruksi bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kapasitas daya dukung fondasi berdasarkan dimensi rencana, serta menghitung penurunan fondasi yang terjadi baik dengan menggunakan metode manual maupun menggunakan perangkat lunak Settle3D. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder. Metode yang digunakan dalam menganalisis daya dukung fondasi adalah metode Meyerhoff, metode Hansen dan metode Vesic. Dalam menganalisis penurunan fondasi digunakan metode Schmertmann, metode Poulos & Davis, serta metode Janbu. Jumlah fondasi yang dianalisis sebanyak 5 fondasi kolom lingkaran dan 15 fondasi kolom persegi. Analisis daya dukung fondasi menggunakan beban maksimum untuk setiap jenis kolom, yakni, beban kolom lingkaran sebesar 257,183 kN dan beban kolom persegi sebesar 1642,642 kN. Hasil analisis daya dukung fondasi metode Hansen memperoleh hasil terkecil, yakni sebesar 715,182 kN untuk kolom lingkaran dan 1768,148 kN untuk kolom persegi. Sehingga, dimensi fondasi rencana dapat dinyatakan mampu memikul beban struktur yang ada. Hasil analisis penurunan fondasi dikontrol dengan menggunakan ketentuan differential settlement, sehingga memperoleh kesimpulan bahwa setiap fondasi dinyatakan aman terhadap beda penurunan yang terjadi Kata kunci – pembebanan, daya dukung, penurunan fondasi, Settle3D.
Perencanaan Struktur Beton Bertulang Gedung Rumah Sakit 7 Lantai Di Kota Manado Sandea Rerung; Steenie E. Wallah; Ronny E. Pandaleke
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Indonesia memiliki tingkat resiko kegempaan yang tinggi, hal ini membuat perencanaan suatu struktur gedung bertingkat yang tahan gempa sangatlah penting di Indonesia. Ketika bencana gempa bumi terjadi maka gaya gempa akan bekerja sebagai beban lateral pada struktur gedung bertingkat diatasnya. Struktur gedung bertingkat akan mengalami pergerakan secara vertikal maupun secara lateral. Pergerakan struktur secara vertikal relatif kecil pada umumnya, sedangkan pergerakan secara lateral sangat berisiko tinggi terhadap keruntuhan struktur gedung. Struktur bangunan yang direncanakan adalah struktur gedung beton bertulang yang merupakan bangunan bertingkat, terdiri dari 7 lantai dengan panjang bangunan 60,00 m, lebar bangunan 24,00 m, dan tinggi 34,50 m. Letak gedung berada di Kota Manado, Sulawesi Utara, dimana nilai SDS dan SD1 di Kota Manado adalah sebesar 0,7525 dan 0,5696. Jenis tanah dikategorikan sebagai tanah sedang (SD) berdasarkan pengujian dilapangan dimana didapat nilai rata-rata SPT yaitu 41,16 sehingga kategori desain seismik masuk ke kategori “D”. Direncanakan komponen struktur menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Komponen Struktur atas yang direncanakan terdiri dari balok, kolom, dinding geser, pelat dan tangga serta komponen struktur bawah yaitu fondasi dalam. Perhitungan beban mati, beban hidup dan beban hujan mengikuti SNI 1727:2020. Beban gempa akan dianalisis secara statik dan dinamis mengikuti persyaratan dari SNI 1726:2019, perencanaan komponen struktur atas dan bawah gedung mengikuti persyaratan dari SNI 2847:2019 dan SNI 8460:2017. Pemodelan dan analisis struktur menggunakan Software ETABS Ultimate V.18.1.1 dengan pemodelan 3D. Berdasarkan hasil analisis dan desain yang telah dilakukan, struktur gedung telah memenuhi persyaratan keamanan. Komponen struktur dengan penulangannya dapat menahan gaya lentur dan gaya geser yang bekerja pada penampang, dan telah mengikuti persyaratan pendetailan dalam (SRPMK) untuk mendapatkan struktur yang bersifat daktail. Dengan demikian persyaratan perencanaan struktur gedung bertingkat beton bertulang menggunakan sistem rangka pemikul momen khusus telah terpenuhi. Kata kunci – perencanaan gedung, beton bertulang, SRPMK, ETABS
Studi Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) Untuk Ruas Jalan Nasional Tumpaan – Worotican Dengan Nomor Ruas 009 003 K Gilbert I. Polii; Theo K. Sendow; Steve Ch. N. Palenewen
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas Jalan Tumpaan – Worotican merupakan jalan arteri primer dan salah satu prasarana transportasi yang memegang peran penting dalam hal mendukung pertumbuhan guna meningkatkan kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya. pada ruas jalan Tumpaan – Worotican untuk STA 0+000 – STA 16+67 dan telah disetujui oleh dosen pemimbing bisa dikecilkan menjadi STA 0+000 – STA 10+167 ruas jalan Tumpaan-Kawangkoan. Jadi tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kelayakan fungsi jalan serta perbaikan yang diperlukan agar jalan menjadi laik menurut Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) berdasarkan Peraturan Menteri PU Nomor 11/PRT/M/2010. Uji laik fungsi jalan adalah kondisi suatu ruas jalan yang memenuhi persyaratan teknis kelaikan jalan untuk memberikan keselamatan bagi penggunanya, dan persyaratan administratif yang memberikan kepastian hukum bagi penyelenggara jalan dan pengguna jalan, sehingga jalan tersebut dapat dioperasikan untuk umum. Analisis uji laik fungsi teknis jalan dilakukan dengan mengevaluasi dan monitoring kondisi lapangan secara visual terhadap standar teknis untuk setiap komponen teknis, meliputi: teknis geometrik jalan, teknis struktur perkerasan jalan, teknis struktur bangunan pelengkap jalan, teknis pemanfaatan ruang bagian-bagian jalan, teknis penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas, dan teknis perlengkapan jalan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada ruas jalan Tumpaan-kawangkoan bawah dan dikategorikan Laik Fungsi Bersyarat (LS), yang artinya jalan tersebut memenuhi sebagian persyaratan teknis laik fungsi jalan namun masih mampu memberikan keselamatan bagi pengguna jalan sehingga laik dioperasikan untuk umum dengan syarat harus dilakukan Perbaikan teknis pada ruas jalan tersebut, seperti perbaikan serta pemeliharaan rutin terhadap setiap komponen pengujian yang dikategorikan Laik Fungsi Bersyarat (LS). Kata kunci - laik fungsi, standar teknis, ruas jalan, perbaikan
Pemetaan Topografi Di Wilayah Perumahan Griya Paniki Indah Dengan Menggunakan Fotogrametri Serta Perbandingan Ketelitian Akurasi Dengan Ground Control Point (GCP) Geraldo J. F. Kembuan; Sisca V. Pandey; Lucia I. R. Lefrandt
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemetaan Fotogrametri/Unmanned Aerial Vehicle (UAV) merupakan pemetaan yang dapat menjelajah ke wilayah yang cukup luas dalam waktu yang relafif singkat, sehingga menjadikan drone adalah alternatif yang efektif, murah dan aman apabila dimanfaatkan untuk memetakan wilayah dibandingkan menggunakan metode konvensional lainnya. Ground Control Point (GCP) dengan alat Total Station dipakai untuk mengoreksi ketelitian akurasi hasil dari pemotretan foto udara drone. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketelitian Pemetaan Fotogrametri / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) drone dengan menggunakan Ground Control Point (GCP) alat Total Station dan tanpa menggunakan Ground Control Point (GCP) alat Total Station. Penelitian ini dilakukan Pengambilan data lapangan menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Drone untuk foto udara dan Total Station. Hasil Perbandingan ketelitian pemetaan dengan metode fotogrametri/Unmanned aerial Vehicle (UAV) dengan menggunakan Total Station adalah 0.709 m untuk nilai error horizontal dan 0.351 m untuk nilai error vertikal sedangkan dengan menggunakan metode Fotogrametri/ Unmanned aerial Vehicle (UAV) tanpa Total Station mendapatkan nilai error horizontal sebesar 2.441 m dan vertikal sebesar 0,797 m. Kata kunci – fotogrametri, Unmanned Aerial Vehicle (UAV), Ground Control Point (GCP)
Analisa Efektivitas Pengolahan Limbah Cair Rumah Sakit Umum Daerah Noongan Tirsa E. Makaraung; Isri R. Mangangka; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melalui hasil observasi dilapangan diketahui RSUD Noongan telah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), meskipun demikian limbah yang dihasilkan dikhawatirkan masih mengandung bahan berbahaya yang memiliki potensi yang berdampak penting terhadap penurunan kualitas lingkungan dan secara langsung memiliki potensi bahaya kesehatan bagi penduduk sekitar rumah sakit. Hal ini terlihat dari adanya septic tank pada setiap bangunan unit-unit kesehatan dan perawatan pasien yang dilengkapi dengan bak control untuk mengolah air limbah terutama dari toilet sehingga proses anaerobic dapat terjadi untuk meminimalisasi parameter pencemar terutama COD dan BOD sebelum diolah di IPAL. Untuk limbah nonWC seperti air cucian dari watafel atau keran-keran pada setiap unit kesehatan langsung dialirkan ke IPAL. Analisis data primer meliputi parameter yaitu pH, COD, BOD, TSS, Minyak dan Lemak, Amoniak, Total Colifrom rincian analisis data sekunder dapat dilihat dari analisi inlet dan outlet IPAL. Dari hasil (I) penelitian dapat dilihat bahwa IPAL yang dimiliki RSUD Noongan termasuk dalam kategori cukup efisien. Cukup efisien kinerja IPAL tersebut dapat dilihat dari penurunan kandungan BOD dari 26 mg/l menjadi 2 mg/l, kandungan COD dari 38 mg/l menjadi 3 mg/l, kandungan TSS dari 11 mg/l menjadi 1 mg/l, kandungan Minyak dan Lemak dari 1,5 mg/l menajdi 1,0 mg/l, dan Amoniak dari 0,01 mg/l menjadi 5 mg/l, kandungan Total Colifrom dari >160.00/100 ml menjadi 7.000/100 ml. Kiranya penelitian ini bisa Memberikan kontribusi ilmiah terhadap peningkatan kinerja sistem IPAL rumah sakit umum daerah Noongan agar efluen yang dihasilkan sesuai dengan baku mutu. Kata kunci – Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pH, COD, BOD, TSS, Minyak dan Lemak, Amoniak, Total Colifrom
Analisis Kebutuhan Dan Ketersediaan Air Bersih Di Desa Sea 1 Lingkungan 1 Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa Johanes R. Moningka; Tommy Jansen; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air bersih merupakan salah satu kebutuhan mendasar dalam menunjang kehidupan manusia, Sebagai wilayah Kecamatan Pineleng yang tengah berkembang pastinya semakin banyak membutuhkan air seiring dengan perkembangannya yaitu khususnya air bersih. Dengan bertambahnya infrastruktur dan jumlah penduduk di Desa Sea Kecamatan Pineleng maka sudah pasti untuk beberapa tahun kedepan Kecamatan ini akan membutuhkan air bersih yang lebih banyak lagi. Dalam penelitian ini dilakukan analisis ketersediaan air bersih di Desa Sea Kecamatan Pineleng kabupaten Lombok Timur. Analisis dilakukan pada wilayah Desa Sea 1 yang bersumber dari mata air. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan jumlah kebutuhan air bersih pada daerah Kecamatan pineleng khususnya desa sea 1 yaitu sebesar 46,500 lt/hari sedangkan debit yang tersedia yaitu sebesar 103,680 lt/hari. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Sumber mata air ini masih mampu untuk memenuhi kebutuhan penduduk sampai dengan tahun 2031. Kata kunci – Desa Sea 1, analisis, kebutuhan air
Analisis Tingkat Kebisingan Lingkungan Di Kawasan Terminal Karombasan Kota Manado Dwis R. Perangin-Angin; Herawaty Riogilang; Isri Mangangka
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebisingan lingkungan di kawasan Terminal Karombasan Kota Manado. Metode pengukuran tingkat kebisingan berdasarkan dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48/MENLH/11/1996. Pengambalian data hasil Penelitian dilakukan selama 6 hari dalam 1 minggu, yakni Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Minggu selama 24 jam (LSM) dan dilakukan di 4 titik pengamatan. Alat untuk pengukuran tingkat kebisingan adalah Sound Level Meter. Pemetaan tingkat kebisingan di Kawasan Terminal menggunakan program Surfer 11. Hasil tingkat kebisingan dibandingkan dengan baku mutu berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.48/MENLH/11/1996 sesuai peruntukannya pada kawasan perdagangan dan jasa yaitu sebesar 70 dB(A). Berdasarkan hasil penelitian, bahwa tingkat kebisingan rata-rata ekuivalen (Leq) tertinggi sebesar 82,19 dB(A) dan LSM yang tertinggi sebesar 78,99 dB(A) (melebihi baku mutu 70 dB(A)). Berdasarkan pemetaan sebaran kebisingan di kawasan Terminal Karombasan pada Titik 1, Titik 2 dan titik 4 telah melebihi baku mutu 70 dB(A), pada area tersebut telah menunjukkan zona orange ke merah. Nilai pearson korelasi antara jumlah kendaraan dengan tingkat kebisingan adalah 0,929, maka dinyatakan bahwa jumlah kendaraan mempunyai korelasi yang sangat kuat terhadap tingkat kebisingan. Kata kunci – kebisingan, ekuivalen, LSM, pemetaan, Terminal Karombasan
Analisa Potensi Pencemaran Merkuri Pada Sungai Ongkag Dumoga Akibat Kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Annisah A. Bouty; Herawaty Riogilang; Isri R. Mangangka
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadirnya aktivitas pertambangan emas rakyat dengan menggunakan merkuri dalam pengolahannya dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air sungai dan kerusakan fungsi lingkungan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya penanganan limbah sisa pengolahan emas yang mengandung merkuri ke sungai atau badan air. Maka dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk menganalisis potensi pencemaran merkuri akibat adanya kegiatan pertambangan emas tanpa izin pada sungai Ongkag Dumoga. Penelitian yang dilakukan termasuk jenis penelitian kualitatif deskriptif. Hal tersebut dikarenakan penelitian ini menganalisis data sekunder berupa angka dan tabulasi juga beberapa kutipan dari jurnal penelitian yang terkait. Penentuan potensial tercemar atau tidak pada sungai dilakukan dengan menggunakan metode perhitungan beban pencemaran, perhitungan beban pencemar yang dilakukan berupa beban pencemar maksimum (BPM) dan beban pencemar actual (BPA).Hasil analisis data sekunder dengan menggunakan persamaan hitungan beban pencemaran maksimum (BPM) menunjukkan total potensi pencemaran pada tahun 2018 sebanyak 0,001275 mg/l, untuk tahun 2019 sebanyak 0,0099 mg/l dan untuk tahun 2020 sebanyak 0,0155 mg/l. Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kenaikan angka pencemaran merkuri di kemudian hari maka perlu dilakukan upaya pencegahan dan penanggulangan pencemaran dengan menerapkan strategi secara teknis dan non-teknis. Adapun metode yang dapat digunakan yakni metode Fitoremediasi, Pengadaan IPAL Komunal dan Pemantauan Kualitas Air Sungai oleh pemerintah setempat maupun instansi terkait. Kata kunci – merkuri (Hg), Pertambangan Emas Tanpa Izin, potensi pencemaran, fitoremediasi
Analisa Kinerja Lalu Lintas Persimpangan Lengan Empat Tak Bersinyal (Studi Kasus: Persimpangan Jl. Veteran, Jl. 1945, Jl. Amal, Kota Kotamobagu) Abdul H. Lamarang; Audie L. E. Rumayar; Meike M. Kumaat
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persimpangan Jalan merupakan tempat bertemunya arus lalu lintas dari dua Jalan atau lebih. Persimpangan tak bersinyal menyebabkan banyaknya konflik yang terjadi di daerah Kota Kotamobagu, persimpangan yang tidak bersinyal sudah banyak menimbulkan konflik atau masalah lalu lintas, dikarenakan meningkatnya angka pertumbuhan kependudukan dan perekonomian, beserta kendaraan transportasi, hal ini meningkatkan ketidakdisiplinan para pengguna kendaraan transportasi darat,ditambah kurangnya rambu atau petunjuk yang ada di simpang tak bersinyal empat lengan di ruas Jalan Veteran-Jalan Amal-Jalan 1945. Oleh karena itulah, perlu dilakukan suatu studi dan evaluasi kinerja terhadap simpang tak bersinyal empat lengan di ruas Jalan Veteran-Jalan Amal-Jalan 1945, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kinerja lalu lintas pada persimpangan tersebut dengan mengetahui kinerja simpang, tingkat pelayanan Jalan, dan waktu tundaan pada persimpangan tak bersinyal empat lengan di ruas Jalan Veteran-Jalan Amal-Jalan 1945.Penelitian dimulai dengan pengukuran awal data geometrik lengan persimpangan kemudian mengambil data volume lalu lintas dengan melakukan survey selama 1 hari pada tanggal 10 Agustus 2020 dari jam 06.00 – 19.00, Dalam menganalisa persimpangan dilakukan dengan mengacu pada metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 (MKJI 1997) dan simulasi memakai software Simulation of Urban Mobility (SUMO). Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa arus puncak pada saat jam puncak yaitu jam 17.00-18.00 WITA, dengan volume total kendaraan (QTOT) sebesar 1283,6 smp/jam. Hasil perhitungan menunjukan bahwa kapasitas simpang (C) sebesar 2399,8 smp/jam, dengan derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,53, tundaan simpang (D) sebesar 8,6 det/smp dan peluang antrian yang terjadi adalah 13% - 29%. Level Of Service (LOS) yangdi dapat yaitu LOS A. Hasil simulasi dan analisis pergerakan lalu lintas menunjukan tingkat pelayanan dan keandala yang dibutuhkan oleh pengendara atau pengguna Jalan sangat baik, walaupun begitu, simpang ini memiliki konflik yang begitu serius di karenakan sudah banyak di simpang tersebut telah memakan banyak korban laka lantas. Oleh karena itu, untuk menghindari konflik kecelakaan perlu dilakukan evaluasi dan penanganan yang tepat dikemudian hari. Kata kunci – tundaan, simulasi, persimpangan, Level of Service (LOS), kapasitas