cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 101 Documents
Search results for , issue "Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO" : 101 Documents clear
Analisis Kuat Tekan Terhadap Penggunaan Filler Fly Ash Pada High Strength Self Compacting Concrete Rizki Andika Mahmud; Ellen J. Kumaat; Reky S. Windah
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

High Strength Self Compacting Concrete adalah salah satu inovasi beton dengan keunggulan memiliki workability dan mutu beton yang tinggi. Fly ash dapat digunakan sebagai filler atau bahan pengganti semen. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian slump yang meliputi slump flow test, l box test dan v funnel test serta pengujian kuat tekan dengan waktu curing 14 hari untuk persentase 1%, 5%, 15% dan 20% dan waktu curing 28 hari untuk persentase 1%. Benda uji berbentuk silinder dengan dimensi 100 mm dan 200 mm. Dari hasil penelitian diperoleh penggunaan fly ash persentase 1% memenuhi syarat untuk Self Compacting Concrete menurut EFNARC dengan nilai slump flow test 700 mm dan memenuhi syarat untuk High Strength Concrete dengan nilai kuat tekan rata-rata 70,61 MPa pada curing 14 hari. Kemudian dilakukan penelitian lanjut menggunakan persentase 1% untuk memperoleh nilai slump pada ketiga pengujian slump serta nilai kuat tekan pada 28 hari. Sehingga diperoleh nilai slump flow test 719 mm, l box test 1 cm dan v funnel 19,99 detik dengan kuat tekan rata-rata 41,52 MPa pada 14 hari dan 44,36 MPa pada 28 hari. Penggunaan fly ash sebagai filler dengan persentase 1% mereduksi biaya produksi sebesar 0,81% terhadap biaya produksi HSSCC tanpa filler fly ash. Kata kunci: High Strength Self Compacting Concrete, Fly Ash, Filler, slump, kuat tekan
Analisis Kebutuhan Dan Ketersediaan Air Pada Sistem Penyediaan Air Minum Di Kecamatan Matuari Kota Bitung Gracia I. Mangare; Isri R. Mangangka; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bitung adalah kota yang terdapat di provinsi Sulawesi Utara.Kota Bitung berkembang menjadi tempat tinggal kaum urban jumlah data penduduk yang ada di kota Bitung tersebar pada 8 kecamatan penyebaran tertinggi terdapat pada kecamatan Matuari sebanyak (40.496 jiwa).Beberapa tahun kedepan jumlah penduduk akan semakin pesat akan berpengaruh terhadap peningkatan jumlah kebutuhan air bersih. Untuk itu perlu dilakukan analisis kebutuhan dan ketersediaan air bersih yang ada sampai beberapa tahun kedepan. lokasi yang menjadi objek penelitian adalah kecamatan matuari, data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder dari hasil pengamatan di lokasi penelitian dan data pendukung yang diperoleh dari instansi sehingga dalam pengumpulan data akan dilakukan analisa data dengan memproyeksi jumlah penduduk, melakukan perhitungan kebutuhan air domestik dan non domestik fasilitas umum kemudian melakukan perhitungan ketersediaan air dengan perhitungan debit andalan kemudiaan hitung menggunakan neraca air.Hasil perhitungan diperoleh untuk analisa kebutuhan air bersih maka di dapat kebutuhan air untuk sektor domestik (SR) sebesar 1890,202 liter/detik sedangkan untuk sektor non domestik fasilitas umum sebesar 58,031 liter/detik, dan kehilangan air yang terjadi sebesar 487,06 liter/detik. Maka jumlah kebutuhan air total yang diperlukan sebesar 2435,29 liter/detik. Ketersediaan sumber air masih mampu mencukupi kebutuhan air bersih tahun 2038. Sedangkan ketersediaan air pada IPA Pinokalan dan IPA Tendeki masih belum mampu mencukupi kebutuhan air masyarakat kecamatan matuari hingga tahun 2038. Dengan demikian perlu penambahan dan pengembangan unit IPA untuk pelayanan distribusi air ke Kecamatan Matuari sehingga pendistribusian air berjalan dengan baik. Kata kunci: kebutuhan air, ketersediaan air, Kecamatan Matuari
Pengaruh Variasi Kandungan Bahan Pengisi Filler Fly Ash Batu Bara Pada Campuran Beraspal Panas Jenis Lataston Hot Rolled Sheet Wearing Course (HRS-WC) Karunia R. Wenur; Steve Ch. N. Palenewen; Joice E. Waani
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kandungan filler fly ash pada campuran lataston HRS-WC melalui pengujian Marshall. Metode pengujian ini mengacu pada Spesifikasi umum Bina Marga 2018. Pada penelitian ini menggunakan fly ash dari PLTU Sulut-3 2x50 MW Kema dan material dari Lansot Kema. Persentase fly ash yang digunakan terhadap berat filler adalah 25%, 50%, 75% dan 100%. Hasil dari pengujian karakteristik Marshall pada campuran lataston HRS-WC didapatkan nilai stabilitas untuk kadar fly ash 0% 1281.18 kg; 25% 1065.59 kg; 50% 812.33 kg; 75% 784.48 kg; 100% 716.14 kg. Nilai Flow untuk kadar fly ash 0% 4.56 mm; 25% 4.48 mm; 50% 4.33 mm; 75% 4.16 mm; 100% 3.95 mm. Nilai VMA untuk kadar fly ash 0% 19.045%; 25% 20.105%; 50% 22.43%; 75% 21.687%; 100% 23.650%. Nilai VIM untuk kadar fly ash 0% 5.106%; 25% 6.348%; 50% 9.077%; 75% 8.203%; 100% 10.503%. Nilai VFB untuk kadar fly ash 0% 73.192%; 25% 68.440%; 50% 59.682%; 75% 62.197%; 100% 55.590. Dari hasil pengujian didapatkan penambahan filler fly ash pada campuran lataston HRS-WC menyebabkan terjadinya perubahan nilai-nilai karakteristik Marshall dibandingkan sebelum ditambahkan fly ash. Kata kunci: fly ash, HRS-WC, Marshall
Analisis Produktivitas Tenaga Kerja Pada Pekerjaan Pemasangan Rangka Atap Baja Menggunakan Metode MPDM (Method Productivity Delay Model) Verenisa T. Wenas; Jermias Tjakra; Febrina P. Y. Sumanti
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas dapat diartikan sebagai perbandingan terhadap output (hasil produksi) dan input (komponen produksi : tenaga kerja, bahan, peralatan, dan waktu. Produktivitas merupakan ukuran apakah pekerjaan pada suatu proyek berjalan efektif dan efisien atau tidak. Oleh karena itu produktivitas merupakan hal yang sangat penting dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Pada penelitian ini metode yang digunakan dalam pengukuran produktivitas adalah MPDM (Method Productivity Delay Model). Tujuan dari penelitian ini adalah yaitu untuk melihat besar angka produktivitas yang didapatkan pada pekerjaan pemasangan rangka atap baja dengan menggunakan metode MPDM (Method Productivity Delay Model).Dari penelitian ini diperoleh tingkat produktivitas keseluruhan menggunakan metode MPDM (Method Productivity Delay Model) tukang 1 sampai tukang 9 secara berturut-turut yaitu 41,145 m2/jam, 41,321 m2/jam, 40,546 m2/jam, 42,343 m2/jam, 40,753 m2/jam, 40,175 m2/jam, 42,343 m2/jam, 40,849 m2/jam, 42,343 m2/jam. Dan untuk tingkat produktivitas ideal menggunakan metode MPDM (Method Productivity Delay Model) tukang 1 sampai tukang 9 secara berturut-turut yaitu 84,616 m2/jam, 153,28 m2/jam, 119,84 m2/jam, 175,21 m2/jam, 109,04 m2/jam, 162,6 m2/jam, 149,45 m2/jam, 119,56 m2/jam, 161,31 m2/jam. Pada penelitian ini didapati ada beberapa faktor penundaan yang menyebabkan terhambatnya pekerjaan yang dilakukan oleh masing-masing tukang. Kata kunci: produktivitas, Metode MPDM, faktor penundaan
Pengaruh Variasi Ukuran Butiran Agregat Terhadap Nilai Karakteristik Aspal Beton (AC-BC) Yefta Onibala; Lucia G. J. Lalamentik; Mecky R. E. Manoppo
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini mencoba untuk meneliti seberapa besar pengaruh variasi gradasi agregat dengan menggunakan kombinasi gradasi mengikuti batas ideal (lengkung fuller),gradasi mendekati batas atas,dan gradasi mendekati batas bawah pada campuran aspal beton (AC-BC) terhadap nilai karakteristik Marshall yang disyaratkan Spesifikasi Umum Perkerasan Jalan. Dari hasil pemeriksaan material dan pengujian aspal, sifat fisik agregat dari material yang yang diambil dari kelurahan Kakaskasen kota Tomohon sudah memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018. Untuk nilai karakteristik Marshall yang memenuhi spesifikasi didapatkan nilai-nilai sebagai berikut. Kombinasi variasi gradasi mendekati batas atas; Nilai stabilitas:1253,31 kg; Nilai Flow:2,88 mm; Nilai VMA:17,06%; Nilai VIM:4,419%; Nilai VFB:74,100%; FF/Kadar aspal efektif:1,192; Kepadatan:2,092gr/cc, pada kadar aspal 7%. Dengan Kadar Aspal Optimum (KAO) yang didapatkan yaitu 7,2%. Kombinasi variasi gradasi mengikuti lengkung Fuller(batas ideal) ; Nilai stabilitas:1234,83 kg; Nilai Flow:3,84 mm; Nilai VMA:17,59%; Nilai VIM:5,210%; Nilai VFB:70,38%; FF/Kadar aspal efektif:1,199; Kepadatan:2,061gr/cc, pada kadar aspal 7%. Dengan Kadar Aspal Optimum (KAO) yang didapatkan yaitu 7,45%. Kombinasi variasi gradasi mendekati batas bawah; Nilai stabilitas:1019,38 kg; Nilai Flow:3,78 mm; Nilai VMA:17,522%; Nilai VIM:5,314%; Nilai VFB:69,677%; FF/Kadar aspal efektif:1,209; Kepadatan:2,034gr/cc, pada kadar aspal 7%. Dengan Kadar Aspal Optimum (KAO) yang didapatkan yaitu 7,25%. Kata kunci: variasi gradasi, agregat, Laston (AC-BC), karakteristik Marshall
Perencanaan Pengaman Pantai Di Pantai Bahoi Kecamatan Likupang Barat Faron V. H. Sumampouw; Arthur H. Thambas; M. Ihsan Jasin
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Bahoi berada di Kecamatan Likupang Barat, Minahasa Utara, adalah salah satu pantai yang pesisirnya dijadikan sebagai pemukiman serta tempat bersandarnya kapal-kapal nelayan. umumnya perkembangan daerah pantai lebih pesat dibandingkan dengan daerah pedalaman, namun beriringan dengan perkembangan ada pula masalah yang terjadi. Menurut informasi warga, sejak dulu tidak ada bangunan pengaman pantai yang terpasang di daerah tersebut sehingga apabila gelombang pasang datang sebagian rumah warga tergenang air laut, saat tertentu pula faktor alam berupa tinggi gelombang cukup besar pada daerah pantai ini yang menyebabkan Abrasi serta dapat mengakibatkan mundurnya garis pantai yang berdampak di kawasan pemukiman. Berdasarkan permasalahan yang terjadi maka perlu untuk melakukan perencanan pengaman pantai yang tepat di pantai Bahoi, Likupang Barat. Perencanaan pengaman pantai direncanakan dengan mengumpulkan data sekunder yang didapatkan dari BMKG Kota Bitung dan Pangakalan Utama TNI AL VIII Kairagi berupa data angin, pasang surut, juga melalui software penunjang yang ada. Data tersebut di analisis agar mendapatkan desain dari pengaman pantai yang diperlukan. Dari hasil analisis data didapatkan pengaman pantai tipe (Hard) jenis Revetment mengunakan Block Beton modifikasi, dengan Tinggi Mercu 3.89 m, Lebar Puncak 2.3 m, dengan Kemiringan Pengaman 1:3, Lebar Toe Protection 4.2 m, serta Tinggi Toe Protection 1.57 m Kata kunci: pantai Bahoi, gelombang, abrasi, pengamanan pantai, revetment
Evaluasi Sisa Material Konstruksi Menggunakan Metode Pareto Dan Fishbone Diagram Pada Proyek Pembangunan Rumah Tipe 72/125 Di Perumahan Sawangan Permai Try A. P. J. Mokosuli; Jantje Mangare; Jermias Tjakra
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sisa material konstruksi merupakan bagian material yang tidak menjadi komponen dari bangunan dikarena tidak terpakai dalam pelaksanaan konstruksi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis-jenis material yang memiliki volume dan biaya sisa material yang besar/paling dominan, serta faktor-faktor yang menjadi penyebab timbulnya sisa material pada proyek. Sampel penelitian adalah consumable material pada proyek pembangunan rumah tipe 72/125 di perumahan Sawangan Permai. Metode yang digunakan dalam menganalisis dan menentukan jenis material yang memiliki biaya sisa material yang besar/paling dominan adalah Metode Pareto. Sedangkan metode yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi faktor-faktor penyebab timbulnya sisa material adalah Metode Fishbone Diagram. Berdasarkan pengolahan data menggunakan metode pareto didapat lima material dominan yaitu besi beton, bata merah, keramik 40x40cm, semen dan baja ringan dengan total biaya sisa dari kelima material tersebut sebesar Rp29,907,471.85. Berdasarkan analisis menggunakan Fishbone Diagram, faktor- faktor penyebab terjadinya sisa material pada besi beton, bata merah, keramik 40x40cm, dan baja ringan yakni dikarenakan kurangnya pengalaman kerja pekerja sehingga terjadi kesalahan pada pemotongan , ada juga keramik yang diterima pekerja dalam keadaan pecah dikarenakan dalam proses pengiriman dalam keadaan terbungkus kardus, terdapat juga bata merah yang diterima pekerja belum dalam keadaan keras, dan untuk material semen, semen mengeras sebelum digunakan. Kata kunci: sisa material konstruksi, pareto, fishbone diagram
Perencanaan Bangunan Pengaman Pantai Di Desa Matani Satu Kecamatan Tumpaan Jonathan Sutrisno; M. Ihsan Jasin; Ariestides K. T. Dundu
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Matani Satu yang berada di Desa Matani Satu, Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara. Secara geografis terletak pada koordinat 1̊14'58.0"N 124̊36'46.3"E Pantai Matani Satu merupakan pantai yang terletak dakat pemukiman warga padat penduduk yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Hal ini tentunya dapat memberikan dampak bagi kehidupan masyarakat ketika terjadi gelombang dan pasang air laut yang tinggi. Ketika memasuki bulan November sampai februari kondisi gelombang air laut di pantai tersebut menjadi tinggi hal ini menyebabkan masuknya air laut pada pemukiman dan merusak pemukiman warga serta berpotensi merusak insfrastruktur. Sehubungan dengan kondisi pantai tersebut maka diperlukan data atau informasi untuk perencanaan bangunan pengaman pantai untuk mencegah dan menghentikan kerusakan yang ada. Perencanaan pengaman pantai harus direncanakan dengan mengumpulkan data sekunder berupa data angin, data gelombang, data pasang surut, juga melalui software penunjang yang ada. Kemudian data tersebut di analisis sehingga didapatkan desain dari pengaman pantai yang diperlukan. Dari hasil analisis data maka didapatkan perencanaan bangunan pengaman pantai jenis bangunan Revetment dengan tinggi mercu 5,1 m, lebar puncak 4,4 m, kemiringan bangunan 1: 4. Fungsi bangunan pengaman pantai untuk mencegah gelombang tinggi masuk ke pemukiman penduduk. Kata kunci: pantai Matani, abrasi, pengaman pantai, revetment
Manajemen Risiko Terhadap Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Konstruksi Pada Pembangunan Gedung Ruang Pelayanan Khusus POLDA Sulawesi Utara Gilbert Y. Surundajang; Jantje B. Mangare; Jermias Tjakra
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara umum di Indonesia masih sering terabaikan. Hal ini ditunjukkan dengan masih tingginya angka kecelakaan kerja. Masalah umum mengenai K3 ini juga terjadi pada penyelenggaraan konstruksi. Sektor jasa konstruksi adalah salah satu sektor yang paling berisiko terhadap kecelakaan kerja. Kerugian jiwa, material, uang dan waktu merupakan akibat-akibat yang tentu saja akan menghambat secara langsung pelaksanaan proyek konstruksi. Keselamatan dan kesehatan kerja bertujuan untuk menciptakan kondisi yang mendukung kenyamanan kerja bagi tenaga kerja. Pada penelitian ini akan diteliti mengenai identifikasi risiko K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang berkaitan dengan kegiatan proyek pembangunan yang terjadi pada kegiatan proyek pembangunan Gedung Ruang Pelayanan Khusus (RPK) POLDA Sulawesi Utara, Manado. Kata kunci: kesehatan dan keselamatan kerja, proyek konstruksi, manajemen risiko
Analisis Pengaruh Pencampuran Nanomaterial: Graphene Oxide Terhadap Kuat Tekan Beton Berly A. Kalembiro; Reky S. Windah; Steenie E. Wallah
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan bahan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan dalam pembangunan struktur bangunan. Dalam beberapa kasus, campuran beton memerlukan penggunaan bahan tambahan untuk meningkatkan kinerjanya, terutama dalam hal kuat tekan beton. Salah satu bahan tambahan yang menarik perhatian adalah graphene oxide, sebuah material baru yang ditemukan dalam dunia nanoteknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan graphene oxide terhadap kekuatan beton melalui pengujian kuat tekan. Graphene oxide disintesis dari grafit menggunakan metode Liquid Phase Exfoliation (LPE), dan karakterisasi dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis, dengan puncak absorbansi yang diperoleh pada panjang gelombang 224,70 nm. Pada tahap pengujian kuat tekan beton, dilakukan variasi presentase penambahan graphene oxide sebesar 0%, 0,05%, 0,1%, dan 0,2% dari berat semen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan graphene oxide sebesar 0,1% dan 0,2% menghasilkan peningkatan kuat tekan beton sebesar 5,187% dan 10,136% dibandingkan dengan beton tanpa penambahan graphene oxide. Namun, pada presentase 0,05% terjadi penurunan kuat tekan sebesar 2,231% dari beton tanpa penambahan graphene oxide. Sebagai kesimpulan, penelitian ini menunjukkan potensi positif dari penggunaan graphene oxide dalam meningkatkan kekuatan beton. Kata kunci: graphene oxide, kuat tekan, liquid phase exfoliation

Page 1 of 11 | Total Record : 101