cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 69 Documents
Search results for , issue "Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO" : 69 Documents clear
Analisis Perbandingan Rencana Anggaran Biaya Pada Proyek Pembangunan Gedung Mesin Dan Alat Sinar Pure Foods Bitung Menggunakan Metode SNI 2022 Dan Metode Kontraktor Gersania F. A. Gerung; Pingkan A. K. Pratasis; Tisano Tj. Arsjad
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53628

Abstract

Proyek adalah suatu kegiatan yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas dengan sumber daya tertentu untuk menciptakan suatu produk yang direncanakan. Rencana Anggaran Biaya (RAB) merupakan salah satu elemen penting dalam pelaksanaan proyek, sistem pembiayaan dan kerangka estimasi yang akan dikeluarkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbandingan dan hasil estimasi yang lebih ekonomis dari perhitungan dengan menggunakan Metode Kontraktor dan Metode SNI 2022 pada proyek pembangunan Gedung Mesin dan Alat Sinar Pure Foods Bitung. Metode pengambilan data yang dilakukan dalam penulisan tugas akhir ini adalah dengan data Sekunder. Sumber data berupa data harga upah pekerja dan bahan/material, Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) serta rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek diperoleh dari Kontraktor, dan sebagai pembanding untuk menyusun Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) diperoleh dari pedoman SNI 2022. Berdasarkan hasil analisis perhitungan rencana anggaran biaya pada proyek pembangunan Gedung Mesin dan Alat Sinar Pure Foods Bitung, diperoleh anggaran biaya dengan Metode SNI 2022 sebesar Rp. 764.597.333,51 dan Metode Kontraktor sebesar Rp. 749.307.520,22. Selisih yang didapatkan dari perhitungan dengan menggunakan Metode SNI 2022 dengan Metode Kontraktor sebesar Rp. 15.289.813,29, dan untuk persentase selisih perhitungannyaa adalah sebesar 2,00%. Dapat disimpulkan bahwa perhitungan rencana anggaran biaya menurut Metode Kontraktor yang lebih ekonomis dibandingkan dengan Metode SNI. Kata kunci: Rencana Anggaran Biaya (RAB), SNI 2022, AHSP, kontraktor
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Struktur Fire Station MP 72 PT. Freeport Indonesia Aldy Kristian; Pingkan A. K. Pratasis; Tisano Tj. Arsjad
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53629

Abstract

Metode pelaksanaan adalah metode yang menggambarkan penguasaan penyelesaiain pekerjaan yang sistematis dari awal sampai akhir pekerjaan , yang meliputi tahapan/urutan pekerjaan , dan juga uraian /cara kerja dari setiap jenis kegiatan pekerjaan . Salah satu fungsi metode pelaksanaan pekerjaan adalah untuk menentukan cara untuk melakukan pekerjaan dan juga untuk menentukan sarana yang mendukung pekerjaan sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik. Oleh kerena itu dalam metode pelaksanaan kita juga perlu memahami tentang manajemen kontruksi , Manajemen Konstruksi adalah suatu metode/system atau proses pengelolaan proyek konstruksi paada seluruh tahap proyek (perencanaan,perancangan, lelang/tender, dan pelaksanaan) secara terpadu, sistemati dan efisien untuk mencapai tujuan dari proyek secara optimal. Jika kita sudah tau tentang itu maka saat pelaksanaan proyek bisa berjalan dengan lancar. Jadi dalam Pembangunan fire Station kita harus tau metode pelaksanaan pekerjaan yang akan dilkakukan disana, apakah metode pekerjaan yang dilakaukan itu sudah sesuai atau tidak dengan standar yang berlaku di Indonesia. Penelitian ini hanya difokuskan dalam metode pelaksanaan fire station MP 72 PT.Freeport Indonesia yang meliputi pekerjaan pondasi , pekerjaan kolom , pekerjaan sloof, dan pekerjaan lantai. Metode pelaksanaan pekerjaan tersebut apakah sudah sesuai dengan standart atau tidak. Kata kunci: metode pelaksanaan, pondasi, kolom, sloof, lantai
Perencanaan Struktur Beton Bertulang Gedung Hotel 6 Lantai Dengan Denah Berbentuk “L” Muhammad Q. Minabari; Ronny E. Pandaleke; Steenie E. Wallah
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53679

Abstract

Dalam merencanakan struktur gedung bertingkat dengan bentuk tidak beraturan, misalnya denah bangunan berbentuk I, U, L, dan sebagainya, dimana bentuk bangunan yang tidak beraturan atau asimetris tersebut memiliki titik berat yang letaknya tidak berada tepat di tengah bangunan, terlebih bangunan berada di wilayah dengan resiko kegempaan yang tinggi, sangat penting untuk dilakukan perencanaan sebaik mungkin dengan memperhitungkan faktor ketahanan gempa. Struktur gedung yang direncanakan adalah struktur beton bertulang dengan denah bangunan berbentuk “L” yang merupakan gedung hotel, terdiri dari 6 lantai kerja, dengan panjang bangunan 34,00 m, lebar 39,00 m, dan tinggi 24,00 m yang terletak di kota Manado, Sulawesi Utara, dengan nilai SDS dan SD1 di kota Manado adalah sebesar 0,748 dan 0,563. Jenis tanah yang dikategorikan berdasarkan hasil sondir tanah adalah jenis tanah sedang, dimana termasuk di dalam kategori desain seisimik “D”, sehingga direncanakan komponen struktur menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Pemodelan dan analisis struktur menggunakan Software. Berdasarkan hasil analisis, desain, dan kontrol terhadap struktur gedung beton bertulang yang mengalami ketidakberaturan struktur telah memenuhi persyaratan. Komponen struktur dengan penulangannya dapat menahan gaya lentur dan gaya geser yang bekerja pada penampang, dan telah mengikuti persyaratan pendetailan dalam SRPMK untuk mendapatkan struktur yang bersifat daktail. Sehingga untuk persyaratan perencanaan bangunan menggunakan sistem rangka pemikul momen khusus telah terpenuhi. Kata kunci: perencanaan struktur, beton bertulang, ketidakberaturan, SRPMK
Metode Pelaksanaan Konstruksi Pekerjaan Atap Dan Plafon Pada Pembangunan Rumah Dinas Kejari Kotamobagu Angelique Malonda; Tisano Tj. Arsjad; Deane R. O. Walangitan
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53681

Abstract

Atap adalah bagian dari suatu bangunan yang berfungsi sebagai penutup seluruh ruangan yang ada di bawahnya terhadap pengaruh panas, debu, hujan, angin atau untuk keperluan perlindungan. Bentuk atap berpengaruh terhadap keindahan suatu bangunan dan pemilihan tipe atap hendaknya disesuaikan dengan iklim setempat, biaya yang tersedia, dan material yang mudah didapat. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2005 menjelaskan bahwa Rumah Dinas atau Rumah Negara adalah bangunan yang dimiliki oleh negara dan berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga serta menunjang pelaksanaan tugas pejabat dan/atau pegawai negeri. Dalam hal ini, Rumah Dinas Kejaksaan Negeri Kotamobagu merupakan fasilitas pinjaman negara yang hanya dapat diberikan pada pejabat atau pegawai Kejaksaan Negeri saat masa tugasnya. Dalam perencanaannya, proyek pembangunan Rumah Dinas Kejari Kotamobagu di jadwalkan untuk selesai dalam kurun waktu 200 hari, dengan biaya secara keseluruhan pada proyek yang di anggarkan sebesar Rp. 2.888.328.415,44. Penelitian ini difokuskan pada pekerjaan atap dan plafon yang merupakan struktur konstruksi bangunan bagian atas dari Pembangunan Rumah Dinas Kejaksaan Negeri Kotamobagu. Metode pelaksanaan pekerjaab pemasangan atap pada pembangunan Rumah Dinas Kejari Kotamobagu terdiri dari beberapa tahap pekerjaan yakni, pekerjaan persiapan, pemasangan konstruksi kuda-kuda, pemasangan gording, pekerjaan penutup atap, pemasangan atap spandek, pemasangan bubungan atap, dan pemasangan Listplank. Sedangkan metode pelaksaan pekerjaan pemasangan plafond terdiri dari pekerjaan persiapan, pemasangan plafond, dan finishing. Kata kunci: metode pelaksanaa,atap, plafon
Identifikasi Faktor-Faktor Utama Dalam Keberhasilan Proyek Bank Indonesia Jawa Barat Dengan Metode Relative Importance Index Sheren A. M. Sanggor; Jermias Tjakra; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53688

Abstract

Untuk mencapai kesuksesan proyek akan muncul berbagai faktor yang menjadi penghalang bagi kontraktor. Kendala dalam proyek perlu ditekan agar kesuksesan proyek tercapai dengan baik, maka dirasa perlu untuk mengetahui faktor-faktor utama yang mempengaruhi kesuksesan Proyek Bank Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui survei kuesioner dengan target respondennya adalah pihak owner, konsultan dan kontraktor yang terlibat pada proyek. Penelitian diolah menggunakan metode Relative Importance Index dan mendapat hasil ada 10 (sepuluh) faktor utama kesuksesan Proyek, yaitu: (1) Jadwal pengadaan material; (2) Ketersediaan anggaran Perancangan anggaran biaya dan estimasi biaya yang tepat; (3) Metode kontruksi yang tepat; (4) Ketersediaan tenaga kerja yang terampil; (5) Sistem komunikasi antar tim; (6) Penjadwalan; (7) Keterampilan mengorganisir dari manajer proyek ; (8) Keahlian perencanaan manajer proyek; (9) Ketepatan waktu penyediaan material diproyek oleh supplier atau sub-kontraktor. Kata Kunci: faktor utama kesuksesan proyek, Relative Importance Index, proyek kontruksi
Optimalisasi Waktu Pelaksanaan Dengan Metode PDM Pada Proyek Pembangunan Puskesmas Bailang Tuminting Agnes A. Aring; Tisano Tj. Arsjad; Ariestides K. T. Dundu
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53714

Abstract

Pembangunan puskesmas menjadi kebutuhan yang mendesak, mengingat banyaknya kebutuhan fasilitas Kesehatan yang harus mengimbangi pertumbuhan Masyarakat itu sendiri. Semakin tinggi kesulitannya, berarti semakin panjang durasi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek tersebut. Oleh karena itu disini sangat diperlukan suatu manajemen waktu untuk mempertajam prioritas, juga mengusahakan peningkatan efisiensi proyek agar dicapai hasil maksimal. Semua itu untuk mencapai tujuan dari sebuah proyek yang memenuhi kriteria waktu (jadwal), biaya (anggaran), dan mutu (kualitas). Dengan manajemen waktu dan pelaksanaan yang baik, maka resiko sebuah proyek konstruksi untuk terlambat akan menjadi semakin kecil. Dalam penelitian ini untuk mengendalikan pelaksanaan proyek dengan menggunakan ( Microsoft Project 2019), sehingga dapat diketahui kemajuan proyek dan melakukan langkah penyelesaian masalah jika terdapat keterlambatan dalam pelaksanaan proyek kontruksi berupa penjadwalan ulang. Pada Proyek Pembangunan Puskesmas Bailang Tuminting. Dari hasil penerapan PDM (Precedence Diagram Method) dalam analisis optimalsasi waktu pada proyek Pembangunan Puskesmas Bailang Tuminting, durasi jadwal pekerjaan yang awalnya 150 hari kerja berkurang menjadi 122 hari kerja. Dapat disimpulkan bahwa PDM pada dasarnya merupakan metode yang berorientasi pada waktu, yang mengarah pada penentuan mencari nilai waktu optimal dan jalur kritis pada pekerjaan, agar pekerjaan dapat berjalan lebih efisien dan efektif. Kata kunci: Pecedence Diagram Method, optimal, efisien, Microsoft Project 2019
Penerapan Metode Lean Project Management Dalam Perencanaan Proyek Konstruksi Pembangunan Sarana/Prasarana Air Baku Bendungan Lolak Lanjutan Charen N. P. Montolalu; Ariestides K. T. Dundu; Grace Y. Malingkas
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53767

Abstract

Dalam pelaksanaan proyek seringkali ditemukan kendala bahkan dapat juga mengalami kegagalan, hal tersebut terjadi karena perencanaan dari proyek yang kurang matang. Sesuatu hal yang tidak menambah nilai dan terjadi sebaliknya yakni menambah biaya disebut dengan waste (pemborosan). Tidak efektifnya faktor yang beperan dalam pelaksanaan proyek (man, method, material, machine, environment) dapat menjadi pemicu keterlambatan dalam penyelesaian proyek. Maka dari itu diperlukan suatu perencanaan proyek dengan metode Lean Project Management merupakan metode yang diterapkan secara berkelanjutan untuk meminimalisir dan mencegah adanya waste (pemborosan) bersamaan dengan mengefisiensi proses untuk meningkatkan value (nilai). Berdasarkan 8 jenis waste dalam proyek konstruksi, didapatkan hasil waste yang dapat terjadi antara lain waiting, defect, dan excessive transportation. Akar penyebab terjadinya waste tersebut antara lain pipa HDPE terlambat datang, cuaca yang buruk, mesin tidak terawat, penyimpanan material jauh, dan terkendala pembebasan lahan. Selanjutnya untuk hasil estimasi waktu dengan metode Critical Chain Project Management (CCPM) didapat pecepatan selama 15 hari. Kata kunci: perencanaan proyek, Lean Project Management, waste, Critical Chain Project Management
Analisis Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan Keselamatan Kerja (SMK3) Pada Proyek Mako Brimob Kalasey Efraim Y. Wantah; Pingkan A. K. Pratasis; Febrina P. Y. Sumanti
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53768

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) masih diabaikan yang mengakibatkan kecelakaan kerja sering terjadi. Ini membuktikan bahwa Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) menjadi acuan untuk mengelola K3 dengan teratur dan menyeluruh pada suatu sistem manajemen sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja. Penilaian SMK3 pada Proyek Kantor Mako Brimob mempunyai tujuan untuk mengetahui besarnya tingkat penerapan SMK3 dan faktor-faktor apa saja yang menjadi tidak terpenuhnya penerapan SMK3. Tingkat Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada Proyek Pembangunan Kantor Mako Brimob Kalasey yang dilaksanakan oleh PT. Brantas Abipraya adalah tingkat “Baik” dengan nilai presentase tingkat terpenuhi sebesar 60,84% dan tingkat tidak terpenuhi (kategori Major dan Minor) sebesar 39,16%. Faktor-faktor penyebab terjadinya tidak tepenuhnya penerapan adalah tidak adanya dokumen-dokumen prosedur dan forma khusus pada perubahan-perubahan di lapangan yang implikasinya terhadap K3, diantaranya Pelaksana Lapangan (pengawas) belum sepenuhnya berkompeten, masih ada pekerja yang belum mendapatkan pelatihan tenaga kerja (karena keterbatasan waktu dan lain-lain), dan belum sepenuhnya memenuhi syarat perundang-undangan yang berlaku. Kata kunci: analisis, penerapan, SMK3
Penerapan Metode Lean Project Management Dalam Perencanaan Proyek Konstruksi Pada Proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi Kosinggolan Tahap II Paket 2 Adikavara E. T. Rapar; Ariestides K. T. Dundu; Grace Y. Malingkas
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53819

Abstract

Dalam pelaksanaan proyek tidak pernah lepas dari berbagai keterlambatan dan kendala, yang diakibatkan oleh perencanaan proyek yang kurang maksimal. Waste yang disebabkan oleh beberapa faktor yang tidak efektif dalam pelaksanaan proyek (man, method, machine, material, environment), sehingga factor tersebut dapat memperlambat penyelesaian proyek. Untuk mengatasi hal diatas maka digunakan metode Lean Project Management (LPM) yang dimana ini merupakan pendekatan dalam perencanaan proyek, dengan focus untuk meminimasi waste, serta mengestimasi segala kebutuhan (waktu, sumber daya, biaya) yang berkaitan dengan proyek. Berdasarkan hasil analisa terhadap waste dalam proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi Kosinggolan Tahap II Paket 2 maka waste yang terjadi yaitu waiting. Dimana penyebab timbulnya waiting dalam pelaksanaan proyek ini yaitu material belum datang, cuaca buruk, kurangnya tenaga kerja yang ada dan adanya peralatan yang rusak saat proyek di laksanakan. Untuk hasil estimasi penjadwalan yang dilakukan dengan metode Critical Chain Project Management (CCPM) di dapatkan hasil percepatan pekerjaan yaitu untuk pekerjaan rehabilitasi daerah irigasi kosinggolan tahap II paket 2 mengalami percepatan waktu selama 7 hari maka dengan adanya percepatan selama 7 hari maka pihak pelaksana proyek bisa menghemat biaya sumber daya atau tenaga kerja sebesar Rp. 6.300.000,00. Kata kunci: Proyek, Lean Project Management, kosinggolan, CCPM
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Preservasi Jalan Ruas Kaiya - Kotamobagu Regina Lombogia; Ariestides K. T. Dundu; Grace Y. Malingkas
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53822

Abstract

Jalan mempunyai peranan penting terutama yang menyangkut perwujudan perkembangan antar wilayah yang seimbang, pemerataan hasil pembangunan serta pemantapan pertahanan dan keamanan nasional dalam rangka mewujudkan pembangunan nasional. Dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan melihat Metode pelaksanaan, perlu mengetahui tahapan kegiatan penanganan jalan, berupa pencegahan, perawatan, dan perbaikan di perlukan untuk mempertahankan kondisi jalan agar tetap berfungsi secara optimal melayani lalu- lintas sehinggah umur rencana yang di tetapkan dapat tercapai. Lokasi penelitian di Kabupaten Bolaang Mongondow - Kota Kotamobagu Pekerjaan Rehabilitasi Minor. Aspal overlay merupakan lapisan aspal baru yang pengaplikasiannya berada tepat di atas dasar yang ada (aspal lama) pada jalan atau tempat parkir. Lapisan baru ini memiliki ketebalan sekitar 4 cm. Lapisan aspal tidak boleh serta merta sebagai alternatif yang memadai untuk perkerasan. Tetapi ini merupakan langkah alternatif memperpanjang masa manfaat permukaan beraspal jika dasar perkerasan masih dalam kondisi yang baik. Berdasarkan penelitian yang di lakukan dengan pengamatan langsung di lapangan, bahwa pelaksanaan pada proyek Preservasi Ruas jalan Kaiya – Kotamobgu pekerjaan Rehabilitas Minor item Overlay Penghamparan Latson Lapis AC-WC dihamparakan pada suhu 135ᵒ - 150ᵒC menggunakan alat asphalt finisher, sementara pemadatanya dilakukan sebanyak tiga fase pemadatan. Kata kunci: metode pelaksanaan, rehabilitasi minor, Laston AC-WC