cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO" : 39 Documents clear
Analisis Potensi Likuifaksi Pada Ruas Jalan Tol Manado-Bitung (Sta. 9+745) Vladimir Polii; Hendra Riogilang; Lanny D. K. Manaroinsong
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57262

Abstract

Likuifaksi adalah salah satu fenomena yang terjadi ketika daya dukung tanah yang menopang bangunan seketika hilang secara tiba-tiba akibat getaran yang muncul ketika gempa bumi. Peristiwa Likuifaksi akan menyebabkan kerugian yang sangat besar pada pekerjaan-pekerjaan infrastruktur, sehingga diperlukan analisa lebih lanjut untuk mengetahui bahaya likuifaksi dalam pekerjaan konstruksi dalam hal ini Jalan Tol Manado-Bitung menjadi lokasi penelitian potensi Likuifaksi dengan menggunakan nilai uji Standart Penetrasi (SPT). Analisis potensi likuifaksi bertujuan untuk mengetahui nilai faktor keamanan dterhadap Likuifaksi ditiap lapisan tanah di Ruas Jalan Tol Manado Bitung khususnya STA 9+745, dengan membandingkan nilai Cyclic Resistance Ratio (CRR) yang adalah nilai tahanan tanah untuk menahan Likuifaksi dengan nilai Cyclic Stress Ratio (CSR) yang merupakan ratio tegangan siklik yang terjadi pada tanah akibat gempa dan dapat menyebabkan Likuifaksi terjadi. Nilai faktor keamanan (FS) akan menjelaskan potensi terjadinya likuifaksi pada tiap lapisan tanah, jika nilai factor keamanan (FS) kurang dari satu maka tanah berpotensi terjadi likuifaksi, jika nilai faktor keamanan (FS) lebih besar dari satu maka tanah aman dari potensi likuifaksi. Analisa potensi Likuifaksi dilakukan dengan kontrol faktor keamanan (FS) terhadap gempa refrensi yaitu dengan Moment Magnitude (Mw) = 5, 5.5, 6, 6.5, 7, dan 7,5 Skala Richter. Kata kunci: likuifaksi, jalan tol Manado-Bitung, Standart Penetration Test (SPT)
Analisis Kualitas Air Di Sungai Panasen Akibat Lahan Persawahan Desa Panasen Kabupaten Minahasa Rahelga F. E. Rembet; Liany A. Hendratta; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57270

Abstract

Desa Panasen memiliki luas wilayah 267 Ha, dengan 83 Ha (31,09%) digunakan untuk lahan persawahan yang mendukung aktivitas pertanian. Dilihat dari kondisi geografis Desa Panasen yang berdekatan dengan Sungai Panasen menyebabkan sungai ini sering digunakan sebagai tempat pembuangan limbah pertanian dan domestik. Hasil uji laboratorium menunjukkan peningkatan konsentrasi BOD dan COD di hilir sungai yang bermuara di Danau Tondano dibandingkan dengan di Desa Panasen, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa. Peningkatan ini diduga disebabkan oleh limpasan limbah pertanian dari penggunaan pupuk dan pestisida, serta limbah domestik dari pemukiman yang tidak dikelola dengan baik. Sebaliknya, terjadi penurunan konsentrasi Total Fosfat di hilir sungai, yang dapat disebabkan oleh pengendapan fosfat dalam sedimen dasar sungai. Adapun strategi pengendalian pencemaran yang diusulkan meliputi identifikasi sumber pencemaran, pengembangan dan penerapan teknologi pengolahan limbah seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pengurangan penggunaan pupuk kimia, serta peningkatan peran serta masyarakat dan koordinasi pemerintah. Dengan implementasi strategi-strategi ini, diharapkan kualitas air Sungai Panasen dapat ditingkatkan dan dilindungi secara efektif, mendukung kesehatan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Kata kunci: kualitas air, pencemaran, pertanian, Sungai Panasen, DAS Danau Tondano
Evaluasi Pengangkutan Sampah Di Kecamatan Malalayang Immanuel M. Salindeho; Hendra Riogilang; Isri R. Mangangka
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57368

Abstract

Pengolahan sampah kota memiliki tantangan tersendiri, khususnya pada daerah padat penduduk dimana timbulan sampah tidak sebanding dengan jumlah penduduk yang tercatat. Penelitian ini berfokus untuk meninjau dan mengevaluasi mengenai kinerja pengolahan sampah di Kecamatan Malalayang. Pada pengamatan langsung di lapangan, masih terdapat beberapa titik tumpukan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu, diperlukan peninjauan kembali mengenai sistem pengolahan sampah di Kecamatan Malalayang Kota Manado. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengangkutan dan pengolahan sampah saat ini dan memberikan rekomendasi sistem pengolahan sampah yang dapat diterapkan di Kecamatan Malalayang Kota Manado. Rekomendasi pengembangan sistem pengelolaan sampah yang dirancang untuk Kecamatan Malalayang adalah dengan penambahan armada pengangkutan sampah untuk mengantisipasi pertambahan jumlah penduduk sesuai proyeksi pertumbuhan penduduk yang telah terdata saat ini. Kata Kunci: pengangkutan sampah, proyeksi penduduk, Malalayang
Analisis Kualitas Air Di Sungai Salu Koya Di Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa Firdaus; Liany A. Hendratta; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57399

Abstract

Sungai Salu Koya di kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa diindikasikan telah mengalami pencemaran yang diakibatkan oleh aktivitas pembuangan limbah cair domestic dan pertanian. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas air sungai berdasarkan Kriteria Mutu Air menurut Peraturan emerintah Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan mengusulkan strategi pengendalian pencemaran air Sungai Salu Koya yang perlu dilaksanakan. Parameter yang dianalisis adalah BOD, COD dan Fosfat. Panjang sungai pada lokasi penelitian ini yaitu 2,9 Km dengan type sungai kecil F. Kualitas air sungai yang dianalisis di tiga titik pengambilan sampel. Analisis Status mutu air sungai mengunakan metode indek pencemaran. Hasil yang diperoleh adalah (1) Kualitas air sungai Salu Koya untuk parameter BOD, dan COD dari hulu ke hilir pada titik pantau 1, 2, 3 masih memenuhi Kriteria mutu air kelas I menurut PP Nomor 22 Tahun 2021 (2) Nilai Indek Pencemaran (PI) air sungai Salu Koya mengalami peningkatan dari hulu ke hilir berkisar antara 0,6 sampai 1,2 yang menandakan terjadi penurunan kualitas air sungai pada titik pantau 3 dengan status mutu air cemar ringan. (3) Upaya agar kualitas air sungai Salu Koya sesuai dengan kriteria mutu air dan peruntukannya diperlukan strategi pengendalian pencemaran air sungai yang direkomendasikan yaitu secara non-teknis menurut peraturan yang berlaku melibatkan 3 instrumen hukum utama : Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Program Kali Bersih (PROKASIH) dan Baku Mutu Lingkungan. Secara teknis terdapat dua metode yaitu dengan pengolahan air limbah secara Anaerobik dan Pengolahan Air Limbah dengan Kolam Tumbuhan Air. Kata kunci: kualitas air, status mutu air, pengendalian pencemaran air
Identifikasi Kadar Merkuri (Hg) Dan Arsen (As) Di Sungai Desa Tobongon Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Nadda N. A. Manoppo; Hendra Riogilang; Herawaty Riogilang
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57417

Abstract

Keberadaan sumber daya mineral emas di Desa Tobongon ditandai dengan tingkat kelimpahan yang tinggi, dengan mayoritas masyarakat melakukan aktivitas pertambangan. Masyarakat melakukan penambangan emas melalui teknik amalgamasi yaitu penggabungan emas dengan logam berat Merkuri (Hg). Teknik amalgamasi melibatkan pencampuran batuan yang mengandung emas dan merkuri menggunakan gelondong. Namun demikian, pemanfaatan merkuri (Hg) dapat menimbulkan berbagai permasalahan, seperti pencemaran, kerusakan lingkungan, dan keracunan organisme lain. Untuk memastikan kadar Merkuri (Hg) dan Arsen (As) di sungai sekitar tambang emas masyarakat Desa Tobongon dan kolam limbah pengelolaan emas, peneliti mengumpulkan sampel air dan sedimen sungai dan Kolam limbah pengelolaan emas. Selanjutnya, Laboratorium Air Nusantara (WLN) di Manado melakukan analisis terhadap sampel tersebut. Analisis kadar merkuri (Hg) memberikan hasil sebagai berikut: titik I 0,0213 mg/L, titik II 0,0006 mg/L, dan titik III 0,0002 mg/L. Hasil arsen (As) sebagai berikut: titik I 0,029 mg/L, titik II 0,0042 mg/L, dan titik III 0,024 mg/L. Analisis sedimen mengungkapkan temuan selanjutnya mengenai kadar Merkuri (Hg): Pada titik I, konsentrasinya adalah 375 mg/kg. Pada titik II sebesar 1,94 mg/kg. Pada titik III adalah 12,5 mg/kg. Pada titik I konsentrasi Arsennya sebesar 610 mg/kg, pada titik II sebesar 598 mg/kg, dan pada titik III sebesar 850 mg/kg. Untuk menghindari kenaikan kadar Merkuri (Hg) dan Arsen (As), perlu dilakukan upaya pencegahan dan penanganan seperti Fitoremediasi, kolam sedimentasi bertingkat (Settling Pond), Bioremediasi dengan menggunakan bakteri, IPAL Industri Kecil Pelapisan Logam. Kata kunci: Merkuri (Hg), Arsen (As), fitoremediasi, kolam pengendapan bertingkat, bioremediasi dengan bakteri, Desa Tobongon
Pemanfaatan Limbah Industri Tahu Sebagai Pupuk Organik Cair Di Kelurahan Batu Kota Bawah Kecamatan Malalayang Praysela B. Kawuwung; Herawaty Riogilang; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57432

Abstract

Industri Tahu merupakan industri pangan menghasilkan sumber protein dengan bahan dasar dari kacang kedelai, sebagai salah satu makanan pokok yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia, termasuk di Kota Manado. Industri tahu ini menghasilkan limbah padat (ampas tahu) yang bisa digunakan sebagai pakan ternak dan limbah cair yang berasal dari proses pencucian kedelai, perendaman, perebusan, penyaringan, pengepresan, dan pencetakan tahu serta pencucian alat dan lantai (Samsudin et al. 2018). Kelurahan Batukota Bawah merupakan lokasi mayoritas industri tahu, dikarenakan lokasi yang dekat dengan sungai. Limbah cair dari industri produksi tahu rata-rata tidak diolah dan hanya dibuang langsung ke selokan yang mengalir ke sungai sehingga menimbulkan dampak negatif yaitu mencemari sungai dan menurunkan estetika lingkungan sekitar kelurahan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengurangi dampak limbah cair dengan memanfaatkannya sebagai pupuk organik cair (POC). Metode penelitian adalah metode eksperiment dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada 2 taraf perlakuan, yaitu tanpa aplikasi POC limbah cair tahu (P0) dan aplikasi 3 liter POC limbah cair tahu (P1). Hasil uji limbah cair tahu setelah difermentasi menunjukkan peningkatan pada BOD, COD, TDS, Kalium, dan Fe, serta penurunan TSS, pH, dan Fosfor. Pengaplikasian POC pada tanaman pakcoy (Brassica Rapa L), bayam (Amaranthus tricolor L), dan sawi putih (Brassica Juncea L) dengan teknik menanam hidroponik (Wick System) menunjukkan bahwa POC dari limbah tahu sangat asam karena kadar POC yang tidak sesuai baku mutu menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No. 5 Tahun 2014 sehingga mempengaruhi perubahan tinggi tanaman. Kata kunci: Sungai Batukota Bawah, limbah industri tahu, pupuk organik cair limbah tahu, tanaman hidroponik
Pengaruh Pasar Tradional Langowan Terhadap Kinerja Ruas Jalan Yoneri Wojongan; Meike M. Kumaat; Audie L. E. Rumayar
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57433

Abstract

Para pedagang di Pasar Tradisiomal Langowan (Pasar Baru) yang menggelar barang dagangan di bahu jalan membuat ruas jalan menjadi sempit. Bahu jalan juga digunakan sebagai lahan parkir, dikarenakan lahan parkir yang disediakan oleh pengelola Pasar Tradisional Langowan (Pasar Baru) tidak mampu menampung jumlah kendaraan pengunjung pasar sehingga ruas jalan ini perlu diperhatikan terutama pada kelancaran arus lalu lintasnya. Oleh karena itu diperlukan penelitian tentang pengaruh Pasar Tradisional Langowan (Pasar Baru) terhadap kinerja ruas jalan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kinerja lalu lintas dengan menghitung kapasitas jalan, derajat kejenuhan, tundaan, dan tingkat pelayanan jalan (LOS). Penelitian ini juga menganalisis pengaruh hambatan samping yang terjadi di ruas jalan Pasar Baru yang terletak di Langowan Kecamatan Minahasa. Analisis data dilakukan menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI, 1997). Survey penelitian di lapangan dilakukan selama tiga (3) hari yaitu pada hari Selasa, 18 Mei 2021, hari Kamis 20 Mei 2021, dan Sabtu 22 Mei 2022 pada pukul 06.00 – 16.00 WITA dengan interval waktu 15 menit. Hasil analisis kinerja ruas jalan diperoleh volume lalu lintas (Q) tertinggi pada hari Sabtu, 22 Mei 2021 pada periode waktu 09.00 – 10.00 WITA sebesar 1099 smp/jam, nilai kapasitas (C) ruas jalan adalah sebesar 1882,32 smp/jam, dengan nilai derajat kejenuhan (DS) adalah sebesar 0,584 sehingga didapat tingkat pelayanan B. Kondisi ini menunjukkan arus masih dalam keadaan stabil, tetapi kecepatan arus mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas. Berdasarkan hasil analisis maka kinerja ruas jalan Pasar Baru Langowan tergolong masih dapat melayani kendaraan dengan baik. Namun dikarenakan aktivitas Pasar, penggunaan bahu jalan sebagai area parkir dan kondisi jalan yang masih banyak berlubang sehingga mengakibatkan kemacetan. Kata kunci: pasar tradisional, kinerja ruas jalan, hambatan samping
Analisis Kualitas Air Di Hulu Dan Hilir Sungai Tougela Kelurahan Masarang Kabupaten Minahasa Bimo A. S. Wonggo; Liany A. Hendratta; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57441

Abstract

Sungai adalah ekosistem penting bagi manusia. Sungai juga menyediakan air baik untuk berbagai kebutuhan seperti kegiatan pertanian, industri, maupun domestik. Sungai Tougela adalah salah satu sungai yang berada pada kelurahan masarang, Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Sungai Tougela merupakan salah satu dari 34 sub Daerah Aliran Sungai yang berada di saluran DAS Danau Tondano dan mempunyai banyak manfaat bagi masyarakat diantaranya sebagai irigasi, perumahan dan lainnya. Aktivitas manusia inilah yang menyebabkan sungai menjadi rentan terhadap pencemaran air. Begitupula pertumbuhan industri dapat menyebabkan dampak penurunan kualitas lingkungan. Hasil uji laboratorium menunjukkan peningkatan konsentrasi Total Fosfat di hilir sungai yang bermuara di Danau Tondano dibandingkan dengan di Hulu sungai, Kecamatan Koya, Kabupaten Minahasa. Peningkatan ini diduga disebabkan oleh limpasan limbah pertanian dari penggunaan pupuk dan pestisida, serta limbah domestik dari pemukiman yang tidak dikelola dengan baik. Sebaliknya, terjadi kestabilan konsentrasi BOD dan COD di Hulu dan hilir sungai, yang bisa disebabkan oleh pengendapan dan melewati lahan basah. Adapun strategi pengendalian pencemaran yang diusulkan meliputi identifikasi sumber pencemaran, pengembangan dan penerapan teknologi pengolahan limbah seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pengurangan penggunaan pupuk kimia, serta peningkatan peran serta masyarakat dan koordinasi pemerintah. Dengan implementasi strategi-strategi ini, diharapkan kualitas air Sungai Tougela dapat ditingkatkan dan dilindungi secara efektif, mendukung kesehatan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Kata kunci: kualitas air, pencemaran, aktivitas manusia, Sungai Tougela, DAS Danau Tondano
Analisis Daya Dukung Tanah Pada Pekerjaan Pembangunan RS. GMIM Kaupusan Langowan Van H. Sanger; Alva N. Sarajar; Agnes T. Mandagi
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57450

Abstract

RS GMIM Kaupusan Langowan menggunakan fondasi sumuran untuk memikul beban konstruksi. Dalam penelitian ini, data yang digunakan untuk proses analisis adalah data tanah berupa hasil penyelidikan tanah dengan menggunakan tes sondir atau cone penetration test (CPT). Tahap analisis awal adalah menentukan jenis lapisan tanah dan menghitung korelasi parameter tanah. Kemudian dilakukan analisis daya dukung fondasi sumuran, meliputi analisis daya dukung aksial untuk tahanan selimut lapisan lempung menggunakan metode λ, tahanan selimut lapisan pasir menggunakan persamaan dari Coyle dan Castello dan tahanan ujung lapisan lempung dan pasir menggunakan metode Meyerhof; daya dukung lateral menggunakan metode Brooms, penurunan menggunakan metode Vesic; dan defleksi menggunakan metode Matlock dan Reese. Hasil analisis daya dukung fondasi sumuran dengan panjang tiang 5 m dan variasi diameter 0,8 m, 1 m dan 1,2 m sama-sama mampu memikul beban terbesar struktur atas sebesar 1000 kN dengan daya dukung aksial ultimate masing-masing sebesar 9386.92 kN, 12505.81 kN dan 15933.55 kN; daya dukung aksial izin masing-masing sebesar 3754.77 kN, 5002.32 kN dan 6373.42 kN. Daya lateral fondasi sumuran yang dianalisis menggunakan metode Brooms, didapat daya dukung lateral ultimate masing-masing sebesar 699.26 kN, 805.07 kN dan 883.28 kN; daya dukung lateral izin masing-masing sebesar 279.70 kN, 322.03 kN dan 353.31 kN; dan momen lateral maksimum masing-masing sebesar 2167.71 kNm, 2616.47 kNm dan 3003.14 kNm. Fondasi sumuran mengalami defleksi berkisar 0.0248 m – 0.0283 m pada ketiga variasi diemeter yang dihitung menggunakan metode Matlock dan Reese. Penurunan fondasi sumuran pada ketiga diameter fondasi, yakni 0,8 m, 1 m dan 1,2 m memenuhi syarat atau masih dalam batas aman, dengan hasil analisis cara manual menggunakan metode Vesic untuk tiap variasi diameter masing-masing sebesar 23.090 mm, 19.070 mm dan 16.395 mm. Kata kunci: fondasi sumuran, daya dukung, penurunan, defleksi
Analisis Dan Desain Fondasi Telapak Pada Pembangunan Kantor Balai Latihan Kerja Dinas Ketenagakerjaan Di Minahasa Utara Fira J. Butiti; Oktovian B. A. Sompie; Agnes T. Mandagi
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57453

Abstract

Pada pembangunan kantor balai latihan kerja Dinas ketenagakerjaan di Minahasa utara direncanakan menggunakan jenis fondasi yaitu fondasi telapak. data yang digunakan untuk proses analisis adalah data tanah berupa hasil penyelidikan tanah dengan menggunakan tes sondir atau cone penetration test (CPT). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan daya dukung dimensi fondasi kantor Dinas Ketenagakerjaan di Minahasa Utara. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode Mayerhoff dan metode Vesic's untuk menentukan beban struktural yang dapat ditanggung oleh fondasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi fondasi dengan ukuran 0,7 x 0,7 m dan 1,1 x 1,1 m pada kedalaman 2 m mampu memikul beban struktur sebesar 4259,879 kN dan 3791,189 kN secara berturut-turut. Perbandingan analisis penurunan fondasi antara perhitungan manual dan menggunakan perangkat lunak Settle3D menghasilkan selisih sebesar 3-7 mm. Hasil ini memberikan kontribusi penting dalam memastikan fondasi kantor Dinas ketenagakerjaan di Minahasa Utara mampu menopang beban struktural dengan efisiensi dan keamanan yang optimal. Kata kunci: fondasi telapak, daya dukung, penurunan

Page 1 of 4 | Total Record : 39