cover
Contact Name
Hadi
Contact Email
jpsmipaunsri@mipa.unsri.ac.id
Phone
+6282374210479
Journal Mail Official
jpsmipaunsri@mipa.unsri.ac.id
Editorial Address
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya Ogan Ilir
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Penelitian Sains
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 14107058     EISSN : 25977059     DOI : 10.26554
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian Sains (JPS) MIPA UNSRI merupakan wahana komunikasi ilmiah di bidang sains serta lintas ilmu yang terkait; diterbitkan sejak 1 Oktober 1996 oleh UP2M FMIPA Universitas Sriwijaya. Jurnal ini berisikan tulisan atau karangan ilmiah dalam berbagai bidang tersebut yang diangkat dari hasil penelitian, survei, atau telaah pustaka, yang belum pernah dipublikasikan dalam terbitan lain.
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 26, No 1 (2024)" : 17 Documents clear
Interaksi Venus Flytrap (Dionaea muscipula) dengan Serangga Mangsa dan Serangga Polinator Utami, Diah Ayu; Amero, Movhalky Argeswara Delta Cancera; Munawaroh, Putri Aisiyya Qutlana; Su'udi, Mukhamad
Jurnal Penelitian Sains Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v26i1.913

Abstract

Dionaea muscipula merupakan tumbuhan karnivora yang hidup di daerah terestrial yang kurang nutrisi khususnya nitrogen dan memiliki active snap trap. Tumbuhan karnivora ini memangsa serangga untuk memenuhi kebutuhan nitrogen dengan membentuk lobus berumbai yang akan menutup saat serangga mangsa masuk karena memiliki trigger hairs sebagai sensor. Lobus juga mensekresikan pigmen antosianin dan Volatile Organic Compounds (VOCs) untuk menarik perhatian serangga mangsa. Peran serangga selain menjadi mangsa juga berperan sebagai polinator, maka terjadi prey/pollinator paradox karena polinator dapat termangsa oleh D. muscipula. Maka dari itu, D. muscipula membentuk mekanisme dengan membentuk bunga sekitar 15-35 cm diatas jebakan. Mekanisme ini menyebabkan polinator yang berupa serangga terbang tidak termangsa oleh D. Muscipula dan membantu membawa polen. Mekanisme tersebut meminimalisasi overlapping antara serangga mangsa dan serangga polinator. 
Udang Sarap (Caridina sp) Abundance in Tanjung Putus, Indralaya, South Sumatra Marisa, Hanifa
Jurnal Penelitian Sains Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v26i1.933

Abstract

Investigations have been carried out on the abundance of sarap shrimp, Caridina sp in the waters along the Kelekar river, Indralaya at the end of February 2023. Three sampling locations were chosen, namely 200 m north of the Tanjung Senai bridge, 100 m north of the bridge (the mouth of the Unsri reservoir outlet) and just under the Tanjung Senai bridge . Sampling was carried out using fishing gear made from coconut milk filter with a diameter of 20 cm with a 1 m stem and each location was repeated 10 times, with  filtered water volume is 15 liters. Recording was carried out on the average of prawns caught, habitat vegetation species and general water conditions. The result was that upstream, 200 m from the bridge, 2.6 individuals/liter were found with calm water conditions and vegetation of Salvinia sp, Utricularia sp, and Leersea sp. At a distance of 100 m upstream, the vegetation was the same, but no shrimp were caught, except for one the little snakehead fish was still red. The water here is the confluence of the embung outlet and the Kelekar river. The location is under the bridge, the edge of the water is calm, the vegetation is the same but 10 individuals/liter were found. It was concluded that the riverside waters are calm and overgrown with aquatic vegetation, suitable for Caridina sp to live except at the confluence of rivers and outlets where there is more current and there are predators such as snakehead fish.
Model Regresi Data Panel pada Pengaruh Faktor Curah Hujan Terhadap Produksi Kopi di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2014-2021 Candra, Stefanie Fortunita; Irmeilyana, Irmeilyana
Jurnal Penelitian Sains Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v26i1.916

Abstract

Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mempunyai luas lahan perkebunan kopi dan sekaligus sebagai penyumbang produksi kopi tertinggi di Indonesia. Curah hujan menjadi salah satu faktor yang dapat menetukan jumlah produksi kopi. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh model regresi data panel dari pengaruh luas lahan dan curah hujan terhadap produksi kopi di Sumsel tahun 2014-2021. Variabel bebas yang digunakan ada 6, yaitu luas areal Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), luas areal Tanaman Menghasilkan (TM), luas areal Tanaman Tidak Menghasilkan (TTM), jumlah petani, curah hujan, dan jumlah hari hujan. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Ditjenbun Indonesia, BPS, dan BMKG Provinsi Sumsel. Estimasi model regresi data panel dilakukan dengan menggunakan tiga model, yaitu Common Effect Model (CEM), Fixed Effect Model (FEM), dan Random Effect Model (REM). Pemilihan model terbaik menggunakan uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier. Model terbaik yang terpilih yaitu CEM dengan model regresi yaitu . Hasil estimasi CEM menunjukkan bahwa variabel luas areal TM , luas areal TTM , jumlah petani , dan curah hujan  berpengaruh secara signifikan terhadap produksi kopi di Provinsi Sumatera Selatan tahun 2014 – 2021. Model CEM mampu menjelaskan total produksi kopi sebesar 78,7%.Kata Kunci: Common Effect Model, Curah Hujan, Produksi Kopi, Regresi Data Panel.
Adaptasi Morfologi Trikoma pada Tillandsia sp. dalam Penyerapan Air Afidah, Yusfi; Noviyani, Anis; Munawaroh, Putri Aisiyya Qutlana; Su'udi, Mukhamad
Jurnal Penelitian Sains Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v26i1.920

Abstract

Tillandsia sp. merupakan tanaman hijau sepanjang tahun yang berasal dari Amerika Latin. Tanaman ini tergolong tanaman epifit dengan ciri khusus tidak memiliki akar tanah yang kokoh seperti tanaman pada umumnya. Bentuk adaptasi yang dilakukan dengan adanya trikoma yang berfungsi sebagai penyerapan air dan nutrisi sehingga Tillandsia sp. dapat tumbuh dengan baik. Berbagai macam bentuk trikoma dapat menyesuaikan dengan kondisi lingkungan yang ada, sehingga morfologi setiap jenisnya berbeda sebagai bentuk adaptasi. Melalui berbagai sumber ditemukan adanya perbedaan pada kerapatan trikoma serta panjang sel sayap “wing cells” yang dimiliki oleh beberapa jenis Tillandsia sp. Ciri khusus yang dimiliki tanaman ini yaitu pada trikoma dan sel sayap berfungsi sebagai sistem penyerapan air untuk menggantikan fungsi dan peran akar.
Studi Mikrofasies dan Diagenesis Sebagai Penentu Lingkungan Pengendapan Batuan Karbonat Formasi Ledok Daerah Kenduran, Tuban, Jawa Timur Setiawan, Budhi; Marswati, Ceria
Jurnal Penelitian Sains Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v26i1.931

Abstract

Formasi Ledok terbentuk pada saat proses regresi dimana muka air laut mengalami penurunan yang menyebabkan suplai material sedimen darat banyak terendapkan dan terendapkan litologi karbonatan dengan kandungan foraminifera, dan tersusun oleh batupasir karbonatan. Batupasir pada Formasi Ledok cenderung berwarna kehijauan dan bersifat karbonatan.  Analisis mikrofasies dan diagenesis batuan karbonat dilakukan untuk mengetahui lingkungan pengendapan serta proses-proses diagenesis pada batuan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan petrografi sampel batuan dalam menentukan karakteristiknya. Sebanyak tujuh sampel batupasir Formasi Ledok dilakukan pengklasifikasian batuan yang didasarkan pada tiga parameter penyusun batuan yaitu lime, mud dan silika menghasilkan jenis batuan argillaceous limestone. Mikrofasies Batupasir Formasi Ledok menunjukkan bahwa fasies ini merupakan grainstone or packestone with abundant foram/algae yang merupakan tipe standar microfasies 18 dan mengalami proses diagenesis berupa fase kompaksi, fase pelarutan, fase sementasi dan terbentuknya mineral autigenik berupa mineral glaukonit berwarna hijua yang berlimpah. Batupasir Formasi Ledok terendapkan di lingkungan open marine yang merupakan facies zone 7 pada kedalaman yang dangkal dan terhubung dengan laut terbuka. 
Kelimpahan dan Keanekaragaman Fitoplankton di Bagian Hilir Sungai Penyangkat Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya Tiara, Marcelini Widya; Daningsih, Entin; Candramila, Wolly
Jurnal Penelitian Sains Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v26i1.917

Abstract

Sungai Penyangkat di Kabupaten Kubu Raya mengalir di antara hutan produksi dan hutan lindung yang didominasi oleh vegetasi mangrove serta terkadang menjadi sarana transportasi bagi masyarakat sekitar yang dapat mempengaruhi kualitas perairannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perairan berdasarkan kelimpahan dan keanekaragaman fitoplankton di Sungai Penyangkat dengan menggunakan metode survey. Pengambilan sampel dilaksanakan di tiga stasiun di Sungai Penyangkat pada musim kemarau (Agustus) dan pada musim penghujan (Oktober) tahun 2022. Fitoplankton diidentifikasi dan dihitung kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansinya. Sebanyak 27 spesies fitoplankton berhasil dikoleksi dan diidentifikasi yang termasuk kedalam Kelas Bacillariophyceae (14 spesies), Dinophyceae (10 spesies), Chlorophyceae (2 spesies), dan Xanthophyceae (1 spesies). Fitoplankton yang melimpah di ketiga stasiun berasal dari kelas Bacillariophyceae dengan kelimpahan total 1967,58 ind/l pada musim kemarau dan 1986,09 ind/l pada musim penghujan. Nilai indeks keanekaragaman pada kedua musim berkisar 1,85-2,35 atau termasuk dalam kategori sedang, indeks keseragaman berkisar 0,72-0,84 termasuk dalam kategori tinggi, dan indeks dominansi berkisar antara 0,11-0,26 termasuk dalam kategori rendah. Meskipun dominansi fitoplankton rendah namun berdasarkan kelimpahannya Sungai Penyangkat termasuk perairan oligotrofik yang menunjukkan tingkat kesuburan rendah.
Analisis Proksimat Terhadap Kualitas Batubara di Pit dan Stockpile Blok X PT. Batualam Selaras, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan Azzahra, Mifta Rizki; Dyah Hastuti, Endang Wiwik
Jurnal Penelitian Sains Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v26i1.914

Abstract

PT. Batualam Selaras merupakan Perusahaan pertambangan batubara yang berlokasi di Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan. Pada industri pertambangan kualitas batubara merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan dan dijaga agar tetap sesuai dengan kesepakatan yang ditetapkan oleh konsumen kepada perusahaan. Menurunnya kualitas batubara dapat terjadi karena adanya kontaminasi batuan lain yang ikut terbawa pada saat pengangkutan batubara, serta genangan air pada pit dan stockpile yang kurang kurang optimal penanganannya. Penelitian ini dilakukan dengan menghitung nilai kualitas batubara di pit dan stockpile mennggunakan metode analisis proksimat. Dari pengamatan dan pengolahan data yang telah dilakukan, maka didapatkan hasil rata-rata di pit yaitu nilai kandungan air sebesar 33,39%, kandungan zat terbang sebesar 40,92%, kandungan karbon tetap sebesar 37,43%, kandungan kadar abu sebesar 6,41% dengan rata-rata nilai kalori sebesar 5413 Kcal/kg. sedangkan hasil rata-rata di stockpile yaitu nilai kandungan air sebesar 34,98%, kandungan zat terbang sebesar 39,80%, kandungan karbon tetap sebesar 35,14%, kandungan kadar abu sebesar 9,37% dengan rata-rata nilai kalori sebesar 5193 Kcal/kg. Pengaruh kandungan air dan kadar abu yang meningkat akan mengakibatkan menurunnya nilai kalori pada batubara. Pengaruh zat terbang dan karbon tetap yang menurun akan mengakibatkan menurunnya nilai kalori pada batubara.
Penentuan Lingkungan Pengendapan berdasarkan Karakteristik Mikrofosil dan Makrofosil Formasi Tuban Anggota Ngrayong Daerah Ngujuran, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur Rahmadani, Gea Fanny; Idarwati, Idarwati
Jurnal Penelitian Sains Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v26i1.908

Abstract

Penelitian berlokasi di Daerah Ngujuran, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur pada Formasi Tuban Anggota Ngrayong. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lingkungan pengendapan dari daerah telitian berdasarkan karakteristik mikrofosil dan makrofosil yang ditemukan. Hal tersebut menarik untuk diteliti karena daerah penelitian terdiri atas litologi batugamping kalkarenit karbonatan kuat dengan kandungan fosil foraminifera benthonik yang berlimpah dan makrofosil yang cukup beragam. Metode penelitian berupa analisa laboratorium paleontologi dan petrografi. Analisa paleontologi dilakukan preparasi batuan, penentuan lingkungan pengendapan fosil foraminifera benthonik serta analisa makrofosil. Analisa petrografi berupa pengklasifikasian sayatan tipis batuan yang mengandung foraminifera benthonik besar. Fosil foraminifera benthonik yang ditemukan pada lokasi penelitian yaitu fosil dominan berupa Streblus beccari, Streblus gaimardii dan Cibicides praecinctus. Fosil dengan kelimpahan menengah  yaitu Tubinella funalis dan Pyrgo aepressa. Articulina facifica, Quinqueloculina lamarckiana, Lagena favoso punctata, Bucella frigida, Alveolinella quoyi, Amphistegina lessonil dan Nonion depressulum adalah fosil dengan kelimpahan yang paling sedikit. Spesies makrofosil berfilum Brachiopoda dan Coelenterata yang ditemukan yaitu Peregrinella garganica, Stephanophyllia suecica dan Atrypina disparilis. Sayatan tipis batuan ditemukan kenampakan fosil foraminifera benthonik besar berupa Miogypsina. Lingkungan pengendapan pada lokasi penelitian berdasarkan fosil yang ditemukan adalah lingkungan pengendapan laut Transisi-Neritik Tepi.
Karakteristik Batuan Granit Pada Formasi Granit Garba Daerah Pancur Pungah dan Sekitarnya, Muara Dua, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Saputra, Pirdaus; Idarwati, Idarwati; Dyah Hastuti, Endang Wiwik
Jurnal Penelitian Sains Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v26i1.981

Abstract

Letak administrasi daerah penelitian berada pada Daerah Pancur Pungah, Muara Dua, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatera Selatan. Sebaran batuan granit formasi Granit Garba cukup luas dan memiliki karakteristik yang menarik untuk dibahas baik secara megaskopis maupun mikroskopis berdasarkan analisa petrografi. Penelitian ini menggunakan metode observasi lapangan secara langsung dan analisis petrografi menggunakan sampel pemerconto yang telah di sampling. Berdasarkan observasi lapangan terdapat 36 lokasi penelitian singkapan batuan granit pada formasi Granit Garba (KGr). Kandungan mineral penyusun utama berupa golongan mineral-mineral silika (SiO2) yaitu kuarsa, plagioklas dan alkali feldspar ditemukan dalam batuan Syenogranit dan Monzogranit. Terdapat juga mineral tambahan yaitu biotit, piroksen dan fluorit serta mineral ubahan yaitu serisit dan klorit. Rata-rata sampel penelitian ini secara umum memiliki terkstur perthite berupa intergrowth antara mineral ortoklas dan plagioklas yang mengidentifikasi bahwa kedua mineral tersebut tumbuh secara bersamaan.Kata Kunci: Karakteristik; Petrografi; Granit Garba; Pancur Pungah; Muara Dua
Analisis Stabilitas Lereng Terhadap Kerentanan Longsor Di Daerah Kisau Dan Sekitarnya, Kecamatan Muara Dua, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan Prihandayani, Anggun; Harnani, Harnani
Jurnal Penelitian Sains Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v26i1.918

Abstract

Daerah penelitian terletak di Desa Kisau dan sekitarnya, Kecamatan Muara Dua, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan. Daerah penelitian memiliki topografi yang curam, intensitas curah hujan yang tinggi menyebabkan pelapukan yang tinggi dan penggunaan lahan yang tidak tepat menjadi pemicu terjadinya longsor. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis kestabilan lereng terhadap kerentanan longsor agar dapat mengurangi risiko bencana longsor. Selain itu, analisis ini juga menggunakan parameter dari morfologi elevasi dan kemiringan lereng daerah penelitian, dan juga menggunakan metode Unconfined Compressive Strength. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mendapatkan nilai keruntuhan dan hubungan terhadap konsistensi tanah, serta untuk mengetahui tegangan dan regangan dari analisis yang dilakukan.

Page 1 of 2 | Total Record : 17