Jurnal Geomine
Jurnal Geomine (JG) merupakan jurnal yang memuat artikel-artikel ilmiah yang mengkaji ilmu-ilmu dan pengembangan dalam bidang pertambangan, geologi dan geofisika.
Jurnal Geomine (JG) memiliki No.ISSN : 2443-2083 (Cetak) dan No.ISSN : 2541-2116 (Online). Jurnal Geomine diterbitkan oleh Prodi Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia. Terbit 3 (tiga) kali dalam setahun pada Bulan April, Agustus dan Desember.
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No 1 (2016): Edisi April"
:
9 Documents
clear
ESTIMASI SUMBERDAYA NIKEL LATERIT DENGAN MEMBANDINGKAN METODE NEAREST NEIGHBOUR POINT DAN INVERSE DISTANCE WEIGHTING
Muhammad Irwan Zibuka
Jurnal Geomine Vol 4, No 1 (2016): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (429.721 KB)
|
DOI: 10.33536/jg.v4i1.44
Perhitungan sumberdaya berperan penting menentukan jumlah kualitas dan kemudahan dalam eksplorasi secara komersial dengan metode estimasi yang sesuai dengan kondisi geologi, genesa, dan mineralisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total sumberdaya endapan nikel laterit dengan menggunakan metode metode Nearest neighbour point (NNP) dan Inverse distance weighting (IDW) serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan hasil estimasi sumberdaya dengan dua metode tersebut. Dari hasil estimasi sumberdaya dengan metode IDW pada penelitian ini diperoleh tonase sumberdaya sebesar 2.540.953 ton dengan rata-rata kadar Ni 1,85%. Sedangkan hasil tonase sumberdaya dengan metode NNP sebesar 2.412.852ton dengan rata-rata kadar Ni 1,95%. Total tonase sumberdaya endapan nikel laterit yang diperoleh pada Blok “X” Konawe memiliki selisih sebesar 128.101 ton. Berdasarkan perhitungan tersebut maka diperoleh persen selisih sebesar 5 %. Penyebab perbedaan hasil estimasi sumberdaya tersebut adalah jumlah titik yang berpengaruh dalam suatu blok. Perhitungan dengan metode IDW dihitung berdasarkan titik data yang terdekat dengan titik yang oleh nilai titik yang paling dekat dengan blok tersebut.
SINKRONISASI ALAT ANGKUT DENGAN ALAT MUAT TERHADAP TARGET PRODUKSI ASPAL PADA PT. WIJAYA KARYA KABUPATEN BUTON PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Hairun Haiurn
Jurnal Geomine Vol 4, No 1 (2016): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (291.751 KB)
|
DOI: 10.33536/jg.v4i1.40
Sinkronisasi merupakan suatu faktor penting yang digunakan dalam penentuan jumlah alat angkut dengan alat muat terhadap target produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor serta hambatan yang menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran produksi dan melakukan upaya peningkatan waktu kerja serta mencari keserasian antara alat muat dengan alat angkut. Metode penelitian yang digunakan yaitu pengamatan langsungdi lapangan adapun data-data yang dibutuhkan adalah Cycle Time alat angkut dengan alat muat kemudian diolah untuk dikethui macth factor alat muat dengan alat angkut. Hasil dari perhitungan jumlah alat muat dan alat angkut tidak memiliki keserasian kerja dalam kegiatan pemuatan dan pengangkutan, karena “macth factor” 0,43 atau lebih kecil dari satu, dimana alat muat bekerja kurang efisien (banyak waktu menganggur). Sedangkan alat angkut sibuk, dengan demikian, perlu penambahan alat angkut menjadi empat unit sehingga antara kedua alat tersebut serasi (sinkron), karena sama-sama bekerja pada efesiensi 100% serta nilai M.F. = 1,0. Penambahan 2 alat unit alat tersebut dapat dilakukan kalau dikehendaki produksi yang maximal perhari. Kesimpulan dari hasil dan pembahasan yaitu dari faktor alat muat bekerja kurang efisien bayak waktu menganggur dan alat angkut sibuk sehingga macth factor 0,43 tidak sinkron maka perlu penambahan 2 alat angkut menjadi 4 unit sehingga sinkron
ESTIMASI SUMBERDAYA NIKEL LATERIT DENGAN METODE IN VERSE DISTANCE WEIGHT PADA KABUPATEN KONAWE UTARA PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Anshariah Anshariah
Jurnal Geomine Vol 4, No 1 (2016): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (247.143 KB)
|
DOI: 10.33536/jg.v4i1.36
Dalam penentuan nilai sumberdaya endapan bijih dibutuhkan teknik yang tepat dengan beberapa metode, salah satunya dengan menggunakan metode Inverse Distance Weight. Oleh karena itu kegiatan penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan mengetahui besar potensi sumberdaya endapan nikel laterit dengan menggunakan metode Inverse Distance Weight. Adapun data yang digunakan untuk melakukan estimasi sumberdaya yaitu berupa data coring sebanyak 75 titik bor dan 942 data kadar dari hasil eksplorasi yang telah dilakukan secara random. Data-data pemboran tersebut kemudian diolah menggunakanalat bantu program surpac 6.5.1. untuk mendapatkan hasil sumberdaya endapan nikel laterit. Berdasarkan estimasi sumberdaya nikel laterit menggunakan metode Inverse Distance Weighting Square (IDW 2 ) dengan COG 1,5% - 2,0% Nisebesar 1.309.219 ton, 2,0% - 2,5% Ni sebesar 1.552.656 ton, 2,0% - 3,0% Ni 112.813 ton dan jumlah keseluruhannya sebesar 2.974.688 ton.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR MINYAK BUMI PADA JOB PERTAMINA- - MEDCO E & P TOMORI SULAWESI KABUPATEN MOROWALI UTARA PROVINSI SULAWESI TENGAH
Nindy Wulandari
Jurnal Geomine Vol 4, No 1 (2016): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (180.187 KB)
|
DOI: 10.33536/jg.v4i1.41
Limbah adalah bahan sisa yang dihasilkan dari suatu kegiatan dan proses produksi, baik pada skala rumah tangga, industri dan pertambangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengolahan limbah cair. Metode penelitian ini menggunakan metode Waste Water Treatment Plant ( WWTP) dengan sistem Dissolved Air Flotation (DAF). Hasil pengolahan Limbah sebelum proses pengolahan, bahwa pengolahan air limbah secara kimia ( Koagulan dan Flokulan ), dari padatan tersuspensi dengan nilai 10.348 ml/L, BOD 100 ml/L, dan COD 300 ml/L. Maka dapat menurunkan padatan tersuspensi 4.194 ml/L, BOD 80 ml/L dan COD 160 ml/L, dengan nilai persen penurunan padatan tersuspensi 85-95%, penurunan BOD 50-70%, dan penurunan COD 50-70%.
PENDUGAAN KETEBALAN AQUIFER AIR TANAH UNTUK PENGEMBANGAN KAWASAN SOFIFI MALUKU UTARA
Hasbi Bakri
Jurnal Geomine Vol 4, No 1 (2016): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (521.274 KB)
|
DOI: 10.33536/jg.v4i1.37
Pembangunan dan pengembangan kota erat kaitannya dengan ketersediaan sumberdaya airtanah guna menyokong laju pertumbuhan kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi pemboran di daerah Sofifi Propinsi Maluku Utara. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode geolistrik tahanan jenis dengan menggunakan konfigurasi Schlumberger. Adapun data-data yang diperoleh adalah nilai beda potensial (volt), kuat arus (ampere), panjang bentangan, dan spasi elektroda terkecil. Hasil penelitian geolistrik menunjukkan bahwa akuifer airtanah memiliki resistivitas yang bervariasi yaitu pada kedalaman antara 20 – 64,5 meter dengan tahanan jenis berkisar 50 – 150 Ωm; batuan akuifer airtanah terdiri dari batupasir, tufa kasar dan tufa halus. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemboran untuk penyediaan sumberdaya airtanah disarankan di atas 50 meter.
EFISIENSI KERJA PULP PREPARATION PADA SAMPLE HOUSE PT. VALE INDONESIA Tbk. PROVINSI SULAWESI SELATAN
Ishar Ishar
Jurnal Geomine Vol 4, No 1 (2016): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (183.483 KB)
|
DOI: 10.33536/jg.v4i1.42
Efisiensi Kerjamerupakan perbandingan antara waktu kerja efektif yang digunakan untuk berproduksi dengan waktu tertentu, dimanasemakin banyak waktu yang efektif digunakan oleh alat untuk beroperasi maka semakin besar produksi yang dapat dicapai. Tujuandari penelitian ini adalah untuk mengetahui produksi dan efisiensi kerja pulp preparation pada sample house. Metode yang digunakan yaitu pengamatan secara langsung di lapangan, dan adapun data-data yang di butuhkan yaitu data cycle time pulp preparation, data produksi pulp preparation dan dokumentasi-dokumentasi gambar kegiatan. Hasil perhitungan di peroleh data cycle time boyd crusher (1) 6 menit 4 detik, boyd crusher (2) 6 menit 3 detik, boyd crusher(3) 6 menit 4 detik, CRM (3) 6 menit 1 detik, CRM (5) 6 menit 1 detik, CRM (6) 6 menit 10 detik, cycle time pulp preparation 6 menit 4 detik, waktu delay 1 menit 5 detik, hasil produksi dari pengamatan yaitu 259 dalam satu shift , produksi pulp preparation selama 15 minggu 232 sampel.Dari hasilpengolahan data maka dapat disimpulkan bahwa produksi pulp preparation yaitu sebesar 259 sampel dalam 1 shift dan efisiensi kerjanya yaitu sebesar 85%.
MEKANISME SUMBER GEMPABUMI (FOCAL MECHANISM ) MANOKWARI
Emi Prasetyawati Umar
Jurnal Geomine Vol 4, No 1 (2016): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (333.534 KB)
|
DOI: 10.33536/jg.v4i1.38
Mekanisme Sumber Gempa Bumi ( Focal Mechanism ) merupakan studi tentang penentuan parameter orientasi bidang sesar yang berupa Strike, Dip, dan Rake. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode impuls gelombang P dengan penentuan polaritas gelombang yang berupa gelombang naik (kompresi) dan gelombang turun (dilatasi). Kemudian dilakukan juga pengeplotan data gempa utama 8.1 SR dan gempa susulan lainnya dengan Magnitudo = 6.0 SR. Penentuan parameter orientasi bidang sesar pada peristiwa gempabumi Manokwari menggunakan perangkat komputer dengan pengolahan data melalui program Focal Mechanism.Dari hasil perhitungan Focal Mechanism gempa utama dan gempa susulan di atas 6.0 SR maka diperoleh nilai parameter orientasi bidang sesar berupa strike, dip, dan rake yaitu untuk gempa utama dengan magnitudo 8.1 SR yang memiliki kedudukan 145 0 E/9 0 dengan nilai rake 83 0. Sementara gempa susulan lainnya dengan magnitudo = 6.0 SR strikenya berkisar antara 29 0 E-172 0 E dan sudut kemiringannya antara 13 0 -37 0 dan nilai rake berkisar antara 82 0 -110 0 , oleh karena itu setelah melalui proses analisis data maka jenis sesar akibat gempabumi Manokwari adalah sesar naik (Reverse fault) dan sesar oblique naik (Oblique Reverse Fault). Hasil penelitian ini menunjukkan terjadinya perubahan pola mekanisme tektonik secara lokal dari sesar geser ( lateral slip fault) berubah menjadi sesar naik (Reverse Fault) dan sesar oblique naik (Oblique Reverse Fault)
ANALISIS GEOMETRI JALAN DI TAMBANG UTARA PADA PT. IFISHDECO KECAMATAN TINANGGEA KABUPATEN KONAWE SELATAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Aldiyansyah Aldiyansyah
Jurnal Geomine Vol 4, No 1 (2016): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (318.365 KB)
|
DOI: 10.33536/jg.v4i1.43
Penelitian ini lebih ditekankan pada geometri jalanya itu pada lebar jalan dan kemiringan memanjang ( grade ) jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan geometri jalan yang dibuat sesuai dengan standarisasi, untuk mendapatkan kemiringan memanjang ( grade ) yang sesuai. Metode penelitian yang dilakukan di lapanganya itu dengan cara melakukan pengukuran jalan hauling hingga menuju front penambangan dengan memperhitungkan jarak, lebar, dan kemiringan dengan menyesuaikan standarisasi perhitungan teknis, kemudian dari data tersebut diolah menggunakan autocad 2007 sehingga memudahkan dalam proses analisis. Proses pengambilan data yang dilakukan di lapanganya itu dengan melakukan pengamatan secara langsung mengenai studi kasus seperti melakukan pengukuran jarak, lebar, dan kemiringan jalan dan aspek pendukung kegiatan pengangkutan seperti melihat alat angkut yang digunakan di lapangan. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa lebar jalan angkut untuk keadaan lurusya itu 5 m dan 9 m sedangkan pada keadaan tikunganya itu 8,11 m dan 14,25 m. Kesimpulan yang didapatkan bahwa keadaan lebar jalan pada STA 57 – 58 masih mengalami kekuranganya itu 4 m dan harus dilakukan penambahanya itu sebesar 1 m dan kemiringan memanjang pada STA 9 – 10 yaitu mencapai 30,48% dan harus dilakukan pemotongan sebesar 25%.
ESTIMASI SUMBERDAYA BIJIH NIKEL LATERIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE IDW DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Muh. Rafiq Rafsanjani
Jurnal Geomine Vol 4, No 1 (2016): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (230.29 KB)
|
DOI: 10.33536/jg.v4i1.39
Estimasi sumberdaya adalah estimasi potensi dari endapan mineral bijih yang terletak di permukan bumi untuk mengetahui apakah endapan tersebut layak untuk dilanjutkan ke proses penambangan selanjutnya yaitu perhitungan cadangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi sumberdaya dari endapan bijih nikel laterit serta mengetahui ketebalan endapan mineral, kedalaman titik bor dan topografi dari area yang diestimasi tersebut. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data assay, collar, litologi dan survey yang mana data ini akan dihitung dengan menggunakan metode Inverse Distance Weighted menggunakan Software Surpac 6.5 . Dari data yang ada maka diperoleh hasil yaitu ketebalan endapan mineral bijih 5 – 21m, dengan topografi perbukitan ketinggian 250 – 311mdpl, kedalaman titik bor 9 – 26m, potensi sumberdayanya dengan tonase sebesar 5.646.563 ton.