cover
Contact Name
Alam Budiman Thamsi
Contact Email
alambudiman.thamsi@umi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
geomine@umi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Geomine
ISSN : 24432083     EISSN : 25412116     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geomine (JG) merupakan jurnal yang memuat artikel-artikel ilmiah yang mengkaji ilmu-ilmu dan pengembangan dalam bidang pertambangan, geologi dan geofisika. Jurnal Geomine (JG) memiliki No.ISSN : 2443-2083 (Cetak) dan No.ISSN : 2541-2116 (Online). Jurnal Geomine diterbitkan oleh Prodi Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia. Terbit 3 (tiga) kali dalam setahun pada Bulan April, Agustus dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2017): Edisi April" : 9 Documents clear
PENGARUH EFISIENSI KERJA ALAT BOR PADA PEMBORAN PRODUKSI NIKEL LATERIT Ayub Pratama Aris
Jurnal Geomine Vol 5, No 1 (2017): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.069 KB) | DOI: 10.33536/jg.v5i1.94

Abstract

Pemboran produksi dilakukan untuk mendapatkan conto atau sampel kadar yang dimana untuk menentukan langkah awal kebijakan dalam penambangan produksi bahan galian. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui efisiensi kerja alat bor dan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja alat bor. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data waktu kerja yang memiliki beberapa variabel antara lain data waktu delay yang terdiri dari waktu keterlambatan memulai pengeboran, menunggu alat muat (excavator), mensetting alat, cuaca, tidak ada operator, ganti oli, pasang dan lepas tenda, alat rusak, data waktu standby terdiri dari tidak ada program kerja, istirahat sebelum waktunya, pulang sebelum waktunya, dan data waktu repair yaitu perbaikan kerusakan alat. Adapun data yang diambil dimulai dari awal alat bekerja sampai dengan alat berhenti bekerja dalam 1 shift (8 jam). Kegiatan pengeboran ini menggunakan metode rotary percussion drilling dimana dilakukan dengan cara pemecahan batuan dengan memanfaatkan gerak putaran dan gaya dorong yang diberikan kepada mata bor, dengan litologi yang mudah ditembus alat bor adalah OB, limonite layer, limonite sedangkan batuan yang sangat susah ditembus alat bor yaitu saprolite dan bedrock. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu waktu delay sebesar 19.79%, waktu standby sebesar 17.61%, dan waktu repair hanya 0,58% sehingga efisiensi kerja yang diperoleh sangatlah rendah dari rata-rata unit bor yaitu 62,02% dari total waktu kerja. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja alat bor  yaitu waktu delay dikarenakan banyak dipengaruhi pada saat pasang dan lepas tenda serta cuaca, dan waktu standby banyak dipengaruhi karena pulang sebelum waktunya, serta sifat batuan, kondisi alat bor, dan keterampilan operator mesin bor.
ANALISIS STRATIGRAFI DAERAH TANJUNG KRAMAT KECAMATAN HULONTHALANGI KOTA GORONTALO Aang Panji Permana
Jurnal Geomine Vol 5, No 1 (2017): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.224 KB) | DOI: 10.33536/jg.v5i1.90

Abstract

Kondisi geologi yang khas, lengkap dan kompleks menjadi daya tarik penelitian di daerah Tanjung Kramat. Terlebih sampai saat ini hanya terdapat peta geologi regional berskala kecil. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi geologi dalam menentukan hubungan stratigrafi litologi yang ada di daerah penelitian sehingga dapat diketahui sejarah geologinya. Metode penelitian yang dipakai kualitatif dan kuatitatif terdiri dari penelitian lapangan, pekerjaan laboratorium, pengolahan dan analisis data serta pelaporan. Seluruh kegiatan di atas merupakan satu rangkaian yang tak dapat dipisahkan. Metode geologi stratigrafi dan petrologi merupakan kunci dalam mengetahui segala proses yang terjadi pada batuan mulai dari batuan terbentuk hingga menempati posisi seperti sekarang. Hasil penelitian menunjukan geomorfologi daerah penelitian Kelurahan Tanjung Kramat Kecamatan Hulonthalangi Kota Gorontalo merupakan satuan perbukitan patahan. Ciri satuan ini memiliki relief perbukitan dengan kemiringan curam dengan genesa utama patahan nampak dari kelurusan garis kontur. Analisa stratigrafi hubungan Satuan Batuan Lapili Tuf dengan Satuan Batugamping Terumbu (Kalsirudit) adalah ketidakselarasan (unconformity). Hasil pengukuran bidang ketidakselarasan adalah N 95o E/23o SW. Hubungan stratigrafi daerah penelitian terkait dengan sejarah geologi, pertama kali diendapkan Satuan Batuan Lapili Tuf sekitar umur Pliosen Akhir sampai Pleistosen Awal (1,8 juta tahun lalu) dengan lingkungan pengendapan laut dalam. Kemudian mengalami pengangkatan (tektonik), lingkungan pengendapan menjadi lingkungan laut dangkal sekitar 10.000 tahun (berumur Pleistosen Akhir). Hal ini dicirikan dengan diendapkannya Batugamping Terumbu (Kalsirudit) yang berlangsung sampai saat ini (berumur Holosen).
ANALISIS PERBANDINGAN KADAR BITUMEN DAN KADAR AIR DI TAMBANG A DAN F PADA PT. WIKA BITUMEN BUTON SULAWESI TENGGARA Muh. Syuyono Dharmo Diharjo
Jurnal Geomine Vol 5, No 1 (2017): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.639 KB) | DOI: 10.33536/jg.v5i1.95

Abstract

Bitumen merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan aspal yang berada di Pulau Buton Sulawesi Tenggara. Berdasarkan konsistensinya, aspal dapat diklasifikasikan menjadi aspal padat dan aspal lunak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan kadar bitumen dan kandungan air pada Tambang A dan Tambang F pada lokasi Penambangan Kabungka PT. WIKA Bitumen. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer terdiri dari data hasil analisis kadar air, kadar bitumen di laboratorium dan melakukan pengamatan langsung di lapangan. Data sekunder yang digunakan adalah data geologi regional, peta lokasi, dan data litologi. Dari hasil pengamatan lapangan seperti pengamatan geologi, litologi, dan pengaruh air tanah dari Tambang A dan F memperlihatkan kondisi yang berbeda sehingga dapat mempengaruhi kadar bitumen dan kandungan airnya. Sementara untuk pengamatan ekstraksi bitumen dan destilasi kandungan air yang dilakukan di laboratorium maka didapatkan hasil ekstraksi untuk Tambang A 19,00% bitumen sedangkan untuk Tambang F di peroleh hasil ekstraksi bitumen 31,27%. Untuk Tambang A kandungan airnya mencapai 15,80%, sedangkan untuk Tambang F kandungan airnya hanya 6,00% saja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kadar bitumen dan kandungan air yang yang ada pada aspal Buton sangat dipengaruhi oleh kondisi geologi, litologi, dan pengaruh air tanah. Untuk kadar bitumen dan kandungan air pada lokasi Penambangan Kabungka sangat bervariatif.
IDENTIFIKASI AIR TANAH MENGGUNAKAN METODE RESISTIVITAS KELURAHAN PARANGLOE KECAMATAN TAMALANREA MAKASSAR La Ode Muh Yazid Amsah
Jurnal Geomine Vol 5, No 1 (2017): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.788 KB) | DOI: 10.33536/jg.v5i1.91

Abstract

Air tanah merupakan salah satu sumber daya air selain air sungai dan air hujan, air tanah juga mempunyai peranan yang sangat penting terutama dalam menjaga keseimbangan dan ketersediaan bahan baku air untuk kepentingan rumah tangga (domestik) maupun untuk kepentingan industri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi resistivitas batuan untuk menentukan letak dan kedalaman akuifer melalui metode geolistrik tahanan jenis. Metode penelitian terdiri atas penelitian lapangan dan penelitian di laboratorium. Hasil penelitian menunjukan bahwa lapisan aquifer pada lokasi penelitian berada pada nilai resistivitas 1.26 Ωm – 79.4 Ωm dengan jenis batuan yaitu alluvial dengan kedalaman aquifer berada pada kedalaman 20-50 meter dibawah permukaan tanah. 
ANALISIS KONSUMSI ENERGI ROTARY KILN #1 PADA PROSES PENGOLAHAN NIKEL KABUPATEN LUWU TIMUR SULAWESI SELATAN Yusfaldin Yusfaldin
Jurnal Geomine Vol 5, No 1 (2017): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.427 KB) | DOI: 10.33536/jg.v5i1.96

Abstract

Dalam pengolahan nikel laterit menjadi nikel matte perlu tahap proses kalsinasi, maka perlu pembuatan konsumsi energi agar mendapatkan jumlah kebutuhan energi optimum, namun tetap mendapatkan produk kalsin yang optimum pula hal ini guna membuat biaya produksi menjadi optimum. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelebihan bahan bakar HSFO berdasarkan pemodelan konsumsi energi pada rotary kiln #1. Dalam penelitian ini  digunakan metode analisis deskriptif berupa penggunaan data aktual rotary kiln #1 sebagai input data pada saat perhitungan dilakukan. Data aktual rotary kiln #1 yang telah diperoleh, kemudian diolah dan menghasilkan keluaran berupa nilai energy panas yang dihasilkan. Hasil yang didapatkan yaitu didapatkan energi entalpi total yaitu -40.308.221,89 kJ/h. Nilai ini didapatkan dari perhitungan energi panas tiap reaksi didalam proses reduction kiln #1, perhitungan energi panas yang dibawa oleh material dalam debu, perhitungan energi panas off gas, perhitungan energi kalsin yang tidak berhasil tereduksi, dan perhitungan energi panas yang hilang akibat terserap oleh dinding kiln. Dari jumlah energi yang dihasilkan, terlihat bahwa ada kelebihan panas yang dihasilkan, kesimpulannya adalah energi panas yang dihasilkan didalam rotary kiln #1 berlebih hal tersebut diakibatkan oleh adanya kelebihan bahan bakar HSFO sebesar 1000,25 kg/h.
KAJIAN GEOLOGI DAERAH PANAS BUMI LOMBONGO KABUPATEN BONE BOLANGO PROVINSI GORONTALO Intan Noviantari Manyoe
Jurnal Geomine Vol 5, No 1 (2017): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1072.692 KB) | DOI: 10.33536/jg.v5i1.92

Abstract

Kabupaten Bone Bolango merupakan daerah yang mulai berkembang sehingga dibutuhkan pasokan energi listrik seperti energi panas bumi untuk menunjang perkembangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kondisi geologi daerah panas bumi Lombongo. Lokasi penelitian terletak pada koordinat 0°32’ LU - 0°32’40” LU  dan 123°10’40” BT - 123°11’40” BT. Kajian dilakukan terhadap manifestasi panas bumi, litologi, morfologi, flow net, dan hidrogeologi daerah penelitian. Pengamatan manifestasi panas bumi berupa sifat fisik air panas dan sifat kimia air panas. Pengamatan litologi dan morfologi meliputi pengamatan mineral dan bentuklahan. Pengamatan hidrogeologi berupa flow net, daerah recharge, daerah discharge, dan daerah limpasan permukaan. Manifestasi panas bumi yang ada di daerah Lombongo berupa mata air panas dengan suhu terukur di lapangan 420C-480C. Pemunculan mata air panas di daerah Lombongo di kontrol oleh sesar mendatar yang melewati batuan tersebut. Litologi daerah Lombongo dan sekitarnya terdiri dari batuan vulkanik berupa andesit dan batuan intrusif berupa diorit. Geomorfologi daerah Lombongo dan sekitarnya terdiri dari Satuan Pegunungan Vulkanik, Satuan Perbukitan Denudasional dan Satuan Dataran Fluvial. Daerah rechange berada pada pegunungan yang ada di bagian utara daerah penelitian sedangkan daerah discharge berada di bagian selatan daerah penelitian. Kajian geologi daerah penelitian menunjukkan bahwa sumber panas berasal dari sisa panas tubuh vulkanik yang memanaskan air tanah di reservoar dan keluar ke permukaan melalui sesar mendatar.
EFISIENSI PENGGUNAAN DINAMIT PADA MINYAK DAN GAS BUMI DALAM SURVEI SEISMIK 3D KABUPATEN INDRAMAYU Alfian Alfian
Jurnal Geomine Vol 5, No 1 (2017): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.938 KB) | DOI: 10.33536/jg.v5i1.97

Abstract

Peledakan dari variasi berat dinamit pada minyak dan gas bumi merupakan tahap awal dalam mengetahui kualitas data seismik. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui gelombang, frekuensi dan penetrasi yang nantinya sebagai acuan dalam penggunaan dinamit pada daerah X. Berdasarkan hasil penelitian pengisian 3kg rerflektor pada target pencapaian cukup kuat dengan rentang frekuensi 6Hz -19Hz dengan dominan frekuensi 16 Hz pada energy -16dB dengan penetrasi 3800ms, pengisian 2,5kg rerflektor pada target pencapaian cukup kuat dengan rentang frekuensi 6Hz -19Hz dengan dominan frekuensi 15Hz pada energi -16dB dengan penetrasi  3700ms, pengisian 2kg reflektor pada target pencapaian cukup kuat dengan rentang frekuensi 6 Hz - 42Hz dengan dominan frekuensi 24Hz pada energi -16dB dengan penetrasi 3400ms, pengisian l,5kg reflektor pada target pencapaian cukup lemah dengan rentang frekuensi 6Hz - 50Hz dengan dominan frekuensi 24Hz pada energi -16dB dengan penetrasi 3400ms, pengisian l,5kg reflektor pada target pencapaian cukup lemah dengan rentang frekuensi 6Hz - 50Hz dengan dominan frekuensi 24Hz pada energi -16dB dengan penetrasi 3100ms, pengisian l kg reflektor pada target pencapaian cukup lemah dengan rentang frekuensi 6Hz - 44Hz dengan dominan frekuensi 24Hz pada energi -16dB dengan penetrasi 3300ms. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa objektif parameter test surveiy seismik dalam domain waktu berada pada sekitar 1200 - 2500ms dan pada daerah X merekomendasikan pengisian 2kg pada kedalaman 30m karena reflektor pada target pencapaian cukup kuat, frekuensi pada shot point tersebut menunjukkan dominan frekuensi yang cukup tinggi yaitu dengan rentang frekuensi 6Hz -42Hz dengan dominan frekuensi 24Hz pada energi -16dB dan penetrasi shot point tersebut menunjukan penetrasi yang cukup kuat dengan domain waktu 3400ms
ANALISIS KEMAJUAN PENAMBANGAN BATUBARA MENGGUNAKAN SOFTWARE DAN PRISMOIDAL DI KALIMANTAN TIMUR Arifuddin Ramli
Jurnal Geomine Vol 5, No 1 (2017): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.495 KB) | DOI: 10.33536/jg.v5i1.93

Abstract

Pada umumnya pertambangan batubara diindonesia menggunakan metode penambangan tambang terbuka, salah satu penentu keberhasilan metode penambangan ini adalah pengupasan batuan penutup atau over burden yang berada di atas lapisan batubara itu sendiri. Maka dari itu tujuan penelitian ini adalah menghitung dan menganalisis kemajuan penambangan pada kegiatan pengupasan over burden. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran cress, toe, dan spot pada pertambangan batubara menggunakan total station, dari hasil pengukuran ini diolah kemudian dibandingkan volume over burden yang terkupas menggunakan surpac dan prismoidal. Hasil volume over burden yang tertambang dengan surpac minggu pertama yaitu 10,643 m3, minggu kedua 54,556 m3, dan pada minggu ketiga 63,596 m3, sedang hasil perhitungan dengan prismoidal pada minggu pertama 11,66 m3, minggu kedua 53,99 m3, dan pada minggu ketiga 64,64 m3. Jadi dari hasil perbandingan penambangan volume pengupasan  over burden antara surpac dan prismoidal pada minggu pertama 1,02, minggu kedua 0,56, dan pada minggu ketiga 1,05. Berdasarkan perbandingan disimpulankan bahwa hasil perhitungan surpac dan prismoidal memiliki perbandingan yang cenderung sama.
ANALISIS RESISTIVITAS BATU BARA BARRU DUSUN PALLUDA KABUPATEN BARRU PROVINSI SULAWESI SELATAN Emi Prasetyawati Umar
Jurnal Geomine Vol 5, No 1 (2017): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.138 KB) | DOI: 10.33536/jg.v5i1.98

Abstract

Batubara di daerah penelitian tidak diolah secara maksimal meskipun memiliki kualitas yang tinggi disebabkan oleh faktor kehadiran pirit namun sangat menarik untuk diteliti arah penyebarannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi sebaran batubara berdasarkan analisis dari nilai resistivitas di daerah penelitian. Metodelogi yang digunakan adalah pemetaan potensi batubara dengan penggunaan metode geolistrik resistivitas. Metode ini dapat memberikan informasi mengenai beda parameter fisis daya hantar listrik antar batuan bawah permukaan. Hal tersebut sejalan dengan keterdapatan batubara yang merupakan batuan sedimen berbentuk lapisan yang homogen sehingga sangat sesuai jika menggunakan metode geolistrik resistivitas. Berdasarkan hasil interpretasi geolistrik keterdapatan batubara di daerah penelitian diperoleh pada elevasi 322–324m dengan ketebalan relatif mengarah ke Tenggara daerah penelitian. Tingkat pematangan atau nilai kalori tinggi berdasarkan kenampakan megaskopis berada di Daerah Tenggara pula. Dari hasil penelitian menunjukkan nilai resistivitas batubara di daerah penelitian 100–300Ωm. Arah sebaran batubara mengarah dan menebal ke arah Tenggara yang berbanding lurus dengan penebalan lapisan penutup. 

Page 1 of 1 | Total Record : 9