cover
Contact Name
Alex Denny Kambey
Contact Email
-
Phone
+6282196305145
Journal Mail Official
sdperairan@unsrat.ac.id
Editorial Address
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi Manado Indonesia 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS
ISSN : 2302609X     EISSN : 23026081     DOI : https://doi.org/10.35800/jpkt
Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis merupakan terbitan berkala ilmiah yang bertujuan menjadi sarana penyebarluasan hasil penelitian dan ilmu pengetahuan dalam bidang Perikanan dan Kelautan di daerah Tropis. Hasil penelitian akan diutamakan untuk diterbitkan. Namun demikian, redaksi juga menerima ulasan ilmiah berupa tinjauan teori, ulasan buku baru, komunikasi singkat dan karya ilmiah lainnya. Artikel bisa ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2023): EDISI JANUARI-APRIL2023" : 5 Documents clear
The Effect of Soaking Liquid Smoke from Coconut Husk Pyrolysis on the Quality of Coir Fish (Selaroides sp.) Smoke Stored at Room Temperature indra kondihi; Netty Salindeho; Jenky Pongoh; Daisy Makapedua; Nurmeilita Taher; Verly Dotulong
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol. 12 No. 1 (2023): EDISI JANUARI-APRIL2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jpkt.v12i1.48146

Abstract

Fumigation is a method of preservation and processing. Smoked fish products are often found in North Sulawesi. The advantage of smoking fish is to extend the shelf life and provide economic value. Liquid smoke fumigation has several advantages, including reducing the stagnation of PAHs (Polycyclic Aromatic Hydrocarbons), having antioxidant activity, and inhibiting bacterial growth. The purpose of this study was to determine the concentration and duration of immersion in selar fish (Selaroides sp.) liquid smoke solution. The results of this study showed that the best concentration and soaking were 10% liquid smoke with 20 minutes of soaking, which was based on the results of testing the water content ranged from 48.31 – 58.86% at 0 and 3 days of storage, the pH value ranged from 5.16 – 6 .10 at 0 and 3 days of storage, and the total plate number (ALT) ranged from 1.3 x 101 – 4.25 x 102 at 0 days of storage, whereas at 3 days of storage, ALT could not be calculated (TBUD). Keywords: smoke fish, liquid smoke, moisture, pH, TPC Abstrak Pengasapan merupakan salah metode pengawetan dan pengolahan. Produk ikan asap banyak dijumpai di Sulawesi Utara. Keunggulan dari pengasapan ikan adalah memperpanjang massa simpan serta memberikan nilai ekonomis. Pengasapan asap cair mempunyai beberapa keuntungan antara lain dapat mengurangi kandangan senyawa PAH (Polisiklik Aromatik Hidrokarbon), mempunyai aktifitas antioksidan, dan menghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi dan lama perendaman dalam larutan asap cair ikan selar (Selaroides sp.). Hasil penelitian ini menunjukkan konsentrasi dan perendaman terbaik yaitu 10% asap cair dengan perendaman 20 menit, yang didasari oleh hasil pengujian kadar air berkisar 48,31 – 58,86% pada penyimpanan 0 dan 3 hari, nilai pH berkisar antara 5,16 – 6,10 pada penyimpanan 0 dan 3 hari, serta angka lempeng total (ALT) berkisar antara 1.3 x 101 – 4.25 x 102 pada penyimpanan 0 hari, sedangkan pada penyimpanan 3 hari ALT tidak bisa untuk dihitung (TBUD). Kata kunci: Ikan asap, asap cair, kadar air, pH, ALT
Physico-Chemistry and Organoleptic Fish Cake for Tuna (Thunnus albacores) Enriched with Eucheuma cottonii Seaweed Notaria Alung; Albert Royke Reo; Grace Sanger; Engel Victor Pandey; Hanny Welly Mewengkang; Feny Mentang
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol. 12 No. 1 (2023): EDISI JANUARI-APRIL2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jpkt.v12i1.50396

Abstract

One type of fish resource that has great potential in Indonesia is from large pelagic fish groups including tuna, tuna, and skipjack. Efforts to increase people's interest in consuming fish, with diversified products. The way that can be done to take advantage of fishery production is by diversifying fishery products and processing them into a variety of products. One of them is the abundance of tuna commodities in North Sulawesi, which has the potential to be developed into a product. This study aims to analyze the water content, fiber content, and organoleptic tests to obtain the product quality of tuna fish cake with the addition of Eucheuma cottonii seaweed. The data obtained from the results of the research conducted were calculated for the average value, then continued with the ANOVA test on SPSS and discussed descriptively. The results showed that the high water content value was obtained in treatment B2 with a water content value of 7.24 while the lowest value for treatments A1 and A2 was 3.06%. The highest crude fiber content was 0.2150 while the low fiber content was 0.057. Organoleptic results for fish cake products obtained panelists' preference level by looking at the results of taste, texture, aroma, and color values ​​in treatment B2 (frying fish cake) with the addition of 80% tuna and 20% seaweed. Keywords: Fish cake, Thunuus albacares, Eucheuma cottonii Abstrak Salah satu jenis sumber daya ikan yang memiliki potensi besar di Indonesia adalah dari kelompok ikan pelagis besar antaranya Tuna, Tongkol dan Cakalang. Upaya untuk meningkatkan daya minat masyarakat dalam mengkomsumsi ikan, dengan adanya produk diversifikasi. Cara yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan produksi perikanan yaitu dengan cara diversifikasi produk hasil perikanan diolah menjadi beranekaragam. Salah satunya dengan jumlah komoditas ikan tuna yang melimpah di Sulawesi Utara berpotensi untuk dikembangkan menjadi sebuah produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar air, kadar serat dan uji organoleptic untuk mendapatkan mutu produk fish cake ikan tuna dengan penambahan rumput laut Eucheuma cottonii. Data yang diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan dihitung nilai rata-ratanya, lalu dilanjutkan dengan uji ANOVA pada SPSS dan dibahas secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai kadar air yang tinggi diperoleh pada perlakuan B2 dengan nilai kadar air sebesar 7.24 sedangkan perlakuan A1 dan A2 diperoleh nilai paling rendah sebesar 3.06%. Hasil kadar serat kasar yang paling tinggi adalah 0.2150 sedangkan nilai kadar serat yang rendah adalah sebesar 0.057. Hasil organoleptic untuk produk fish cake  diperoleh tingkat kesukaan panelis dengan melihat hasil nilai rasa,  tekstur, aroma dan warna pada perlakuan B2 (penggorengan fish cake) dengan penambahan ikan tuna 80% dan rumput laut 20%. Kata kunci: Fish cake, Thunuus albacares, Eucheuma cottonii
Sexual Selection Significance of Littoraria scabra (Gastropoda: Littorinidae) in Tombariri Mangrove Jans Dj. Lalita
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol. 12 No. 1 (2023): EDISI JANUARI-APRIL2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jpkt.v12i1.50397

Abstract

Evidence for sexual selection was found in Littoraria scabra in gastropods as low-level animals with various fact big female preference strong to follow the mucosal track of big females, male-male competition for copulating big female, fire frequency of being the big female shell and big male mating longer time on the big female. Keywords: Littoraria scabra, sexual selection, mucosal track, mating, mangrove Abstrak Temuan penelitian signifikansi seleksi seksual L.scabra beroperasi dalam gastropoda sebagai hewan tingkat rendah adalah terbukti dengan berbagai fakta preferensi kuat jantan yang besar ikut jejak betina besar, kompetisi antar jantan bagi kopulasi dengan betina besar, frekuensi lebih banyak jantan besar menaiki cangkang betina besar dan jantan besar kopulasi lebih lama pada betina besar. Kata Kunci. -  Littoraria scabra, seleksi seks,  jejak mukosa, kawin dan mangrove
Extraction of Eucheuma Spinosum Seaweed into Seaweed Powder Using Subcritical Water Diksen Takalingang; Hens Onibala; Lena J. Damongilala; Nurmeilita Taher; Djuhria Wonggo; Grace Sanger
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol. 12 No. 1 (2023): EDISI JANUARI-APRIL2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jpkt.v12i1.50414

Abstract

The goal of this study was to evaluate the Eucheuma spinosum seaweed flour's quality as well as the importance of water content, pH, and minerals (Mg and Zn). In this study, the extraction temperatures were 115°C and 125°C, while the extraction times were 15, 20, and 25 minutes. The results of the study's investigation into water content showed that it rose to a value of 11.33% in the 15-minute extraction time treatment at a temperature of 115°C and that it fell to 7.89 in the 20-minute extraction time treatment at a temperature of 125°C. The pH stability values obtained were 6.12 to 8.73, and the magnesium (Mg) mineral values ranged from 2.1710 to 4.0324. Keywords: Seaweed flour, Subcritical Water, Mineral, Eucheuma spinosum. Abstrak Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui mutu dari tepung rumput laut Eucheuma spinosum yang diekstrak dengan metode air subkrits dan nilai kadar air, pH dan mineral (Mg dan Zn). Pada penlitian ini digunakan perlakuan lama waktu ekstraksi 15menit, 20 menit, 25 menit dan suhu ekstraksi 115oC dan 125oC. Hasil penelitian kadar air dalam penelitian diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan lama ekstraksi 15 menit dengan suhu 115oC sebesar 11.33% dan kadar air ternedah diperoleh pada perlakuan lama waktu ekstraksi 20 menit dengan suhu 125oC sebesar 7.89. nilai stabilitas pH diperoleh 6.12 – 8.73, dan nilai mineral Magnesium (Mg) berkisar 2.1710 – 4.0324, nilai mineral Zinc (Zn) berkisar 3.7330 – 75601. Kata kunci: Tepung Rumput Laut, Air Subkritis, Mineral dan Eucheuma spinosum.
Initial Handling Of Tuna As Raw Material For Canned Fish Handri Badoa; Jenki Pongoh; Hens Onibala; Eunike L. Mongi; Josefa Tety Kaparang; Daisy Monica Makapedua
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol. 12 No. 1 (2023): EDISI JANUARI-APRIL2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jpkt.v12i1.50727

Abstract

This study aims to determine histamine levels and organoleptic results from fresh tuna and frozen tuna. The data obtained are presented in the form of histograms and tables are then discussed. The results showed that histamine levels in 3 fresh tuna samples, namely S1, S2, and S3 samples, were below 30 ppm. 3 samples of frozen tuna, namely samples B1, B2, and B3, are also below 30 ppm which is the standard set by the company. This shows that samples from fresh tuna have a lower amount of histamine levels than frozen tuna, so they still meet the export standards of the Food and Drugs Administration (FDA) which is 50 ppm (FDA, 2011) and meet the Indonesian National Standard, SNI 2729: 2013 (BSN, 2013) which is a maximum of 100 ppm. For organoleptic results on 3 samples of fresh tuna and frozen tuna, namely samples 1, 2, and 3 showed organoleptic results from the appearance of the eyes, gills, appearance of body surface mucus, organoleptic results of meat, organ results of odor, organoleptic results of texture have a good value . This shows that samples from fresh tuna and frozen tuna are of good quality and still meet the Indonesian National Standard (SNI 2729:2013) regarding sensory criteria in fish. Keywords: Fresh Tuna, Frozen Tuna, Histamine, Sensory Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui kadar histamin dan hasil organoleptik dari ikan tuna segar dan ikan tuna beku. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk histogram dan tabel kemudian dibahas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar histamin pada 3 sampel ikan tuna segar yaitu sampel S1, S2, dan S3 dibawah 30 ppm. 3 sampel ikan tuna beku yaitu sampel B1, B2, dan B3 juga dibawah 30 ppm yang merupakan standar yang ditetapkan perusahaan. Hal ini menunjukan bahwa sampel dari ikan tuna segar memiliki jumlah kadar histamin yang lebih rendah dari pada ikan tuna beku, sehingga masih memenuhi standar ekspor dari Food and Drugs Administration (FDA) yaitu 50 ppm (FDA, 2011) dan memenuhi Standar Nasional Indonesia, SNI 2729:2013 (BSN, 2013) yaitu maksimal 100 ppm. Untuk hasil organoleptik pada 3 sampel ikan tuna segar dan ikan tuna beku yaitu sampel 1, 2, dan 3 menunjukan hasil organoleptik dari kenampakan mata, insang, kenampakan lendir permukaan badan, hasil organoleptik daging, hasil organoleptik bau, hasil organoleptik tekstur memiliki nilai yang baik. Hal ini menunjukan bahwa sampel dari ikan tuna segar dan ikan tuna beku memiliki kualitas baik dan masih memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 2729:2013) tentang kriteria sensori pada ikan. Kata Kunci: Tuna Segar, Tuna Beku, Histamin, Sensori

Page 1 of 1 | Total Record : 5