cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL KONVERSI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Konversi Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta adalah jurnal nasional berbasis penelitian ilmiah, secara rutin diterbitkan oleh Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2014)" : 6 Documents clear
PENGARUH UKURAN PARTIKEL PELEPAH PISANG DAN KONSENTRASI KATALIS H2SO4 PADA PROSES HIDROLISA TERHADAP KONVERSI SELULOSA MENJADI BIOETANOL Hafit Agustian; Athiek Sri Redjeki
JURNAL KONVERSI Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.3.2.%p

Abstract

Kebutuhan akan bahan bakar minyak (BBM) seolah sudah menjadi kebutuhan primer negara yang sedang berkembang seperti Indonesia. Solusi dalam pemecahan masalah tersebut adalah membuat bahan bakar alternatif dari sumber daya alam yang terbarukan. Bioetanol adalah bahan bakar yang memenuhi kriteria tersebut karena sifatnya yang ramah lingkungan. Salah satu bahan baku pembuatan bioetanol ialah biomassa selulosik, sebagai salah satu sumbernya adalah pelepah pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh besar kecilnya ukuran partikel pelepah pisang dalam pembuatan bioetanol. Variabel ukuran yang digunakan ialah 10, 28, 45, 60 dan 100 mesh. Hidrolisis asam merupakan tahapan untuk mengubah polisakarida (pati dan selulosa) menjadi glukosa yang selanjutnya difermentasi menggunakan ragi untuk membentuk etanol. Dengan mengambil kondisi hidrolisis pada suhu 80°C selama 4 jam menggunakan 3 variabel konsentrasi katalis asam sulfat, yaitu 1 M, 2 M dan 4 M. Pada tahap fermentasi dilakukan pada suhu ruang selama 48 jam menggunakan ragi tape. Penelitian ini menunjukkan kondisi optimum dari pembuatan bioetanol di mana ukuran partikel pelepah pisang kering 100 mesh, konsentrasi katalis H2SO4 2 M, diperoleh konversi sebesar 57,60%. Yield optimum yang didapatkan pada kondisi optimum tersebut ialah 1,79 % bioetanol dari pelepah pisang basah. Kata kunci : Pelepah pisang, Biomassa selulosik, Bioetanol
PENGARUH KONSENTRASI HCl SEBAGAI PELARUT PADA EKSTRAKSI PEKTIN DARI LABU SIAM Rinska Erwinda; Hartini Hadi Santoso
JURNAL KONVERSI Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.3.2.%p

Abstract

Labu siam (Sechium edule Sw) merupakan salah satu jenis buah yang masih sangat terbatas penggunannya. Labu siam biasanya hanya dikonsumsi sebagai sayuran biasa seperti sayur labu dan sebagai lalapan. Untuk itu perlu dicari alternatif lain yang dapat lebih meningkatkan daya guna labu siam. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan mengekstrak pektinnya, karena pektin dapat digunakan secara luas pada berbagai industri. Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh konsentrasi pelarut terhadap rendemen pektin yang didapat dari buah labu siam. Pada penelitian ini, pengambilan pektin labu siam dilakukan dengan metode ekstraksi pelarut. Bahan baku sumber pektin adalah kulit dan daging buah labu siam. Variabel yang digunakan adalah perbandingan konsentrasi pelarut dengan berat kering buah labu siam konstan sebanyak 25 gram. Sebagai zat pengasam digunakan larutan HCl dengan konsentrasi 0,05; 0,1; 0,15; 0,2; 0,25 N. Hasil penelitian menunjukan bahwa rendemen pektin terbaik sebanyak  9,61% pada kondisi operasi ekstraksi sebagai berikut : konsentrasi pelarut 0,2 N, temperatur 90 oC dan waktu ekstraksi 120 menit. Kata kunci :Pektin, Ekstraksi, Labu Siam, Pelarut, Asam Klorida
PENGARUH TEMPERATUR PENGERINGAN LIMBAH DAGING BUAH PALA SEBAGAI BAHAN PENGAWET TERHADAP PERUBAHAN MUTU IKAN Apud Mahpudin; Alvika Meta Sari
JURNAL KONVERSI Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.3.2.%p

Abstract

Pengawetan ikan dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya pendinginan, pengasapan, pengeringan, penambahan pengawet dan pemvakuman. Penelitian ini memanfaatkan limbah buah pala untuk mengawetkan ikan segar. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh temperatur pengeringan dari limbah daging buah pala sebagai bahan pengawet terhadap mutu ikan dengantemperatur pengeringan daging buah pala yang telah ditentukan. Proses pengawetan dilakukan dengan cara melapisi ikan segar yang sudah dibersihkan menggunakan campuran daging buah pala 6% dan garam 8%. Daging buah pala yang digunakan dalam proses ini dikeringkan terlebih dahulu melalui pemanasan menggunakan oven pada temperatur 60oC, 65oC, 70oC, 75oC dan 80oC.Mutu ikan diuji secara organoleptik, Angka Lempeng Total, Kadar Total Volatile Base (TVB), Kadar Trymethyl Amine (TMA) dan kadar air pada 2 tahap pengamatan yaitu sebelum perlakuan (H-0) dan hari ketiga setelah perlakuan (H+3). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa temperatur terbaik pengeringan daging buah pala berdasarkan hasil analisa laboratorium adalah pada 70oC.Hubungan antara temperatur pengeringan (x) dengan mutu ikan (y) dapat dilihat dari persamaan-persamaan y = -0.0066x2 + 0.95x - 28.071, R² = 0.9134 (Organoleptik) ; y = 1971.4x2 - 281800x + 1E+07, R² = 0.9426 (Angka Lempeng Total) ;y = 0.099x2 - 14.212x + 544.69, R² = 0.688 (Total Volatile Base); y = -0.0031x2 + 0.2708x + 18.401, R² = 0.9242 (Trymethyl Amine); y = 0.0118x2 - 1.4714x + 109.77, R² = 0.8702 (Kadar Air). Kata kunci : Ikan, Pengawet, Pala (Myrictica Fragranss), myristicin,Antimikroba.
PENGARUH WAKTU EKSTRAKSI KULIT BUAH PISANG KEPOK DENGAN PELARUT HCl 0,1 N PADA PEMBUATAN PEKTIN Siti Chairunnisa Aulia Rahmi; Loekman Satibi
JURNAL KONVERSI Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.3.2.%p

Abstract

Produksi tanaman pisang (Musaceaea sp) menduduki peringkat pertama hasil pertanian di Indonesia, namun hal ini tidak diimbangi dengan pengolahan limbah dari kulit pisang yang jumlahnya banyak. Oleh karena itu dicoba untuk memanfaatkan limbah kulit pisang sebagai bahan baku pembuatan pektin. Pektin digunakan sebagai komponen fungsional pada industri makanan karena kemampuannya membentuk gel encer dan menstabilkan protein. Pektin juga digunakan sebagai bahan pengisi dalam industri kertas dan tekstil, serta sebagai pengental dalam industri karet. Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh waktu ekstraksi terhadap rendemen pektin dari kulit pisang kepok. Kulit pisang yang telah dikeringkan dan dihaluskan menjadi serbuk diekstraksi dengan HCl 0,1N pada suhu 900C. Variabel yang digunakan dalam ekstraksi ini adalah variasi waktu ekstraksi, yaitu 40 menit, 60 menit, 80 menit, 100 menit, dan 120 menit. Larutan hasil ekstraksi disaring dan dikentalkan hingga setengah volume filtrat semula dengan pemanasan, kemudian pektin dikentalkan dengan menggunakan etanol asam. Endapan pektin dicuci menggunakan alkohol 96% hingga bebas klorida dan dilakukan pemisahan endapan dengan menggunakan vakum kemudian dikeringkan dalam oven. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen pektin optimum pada suhu 900C selama 80 menit yaitu 29,55% dengan kadar metoksil sebesar 3,73% (metoksil rendah) dan kadar asam galakturonat sebesar 44,28%.  Kata kunci : Pektin,Kadar Metoksil, Kadar Galakturonat
UJI KOMPATIBEL EPOKSI METIL OLEAT TURUNAN MINYAK SAWIT SEBAGAI PLASTICIZER PLASTIK KANTONG DARAH Tri Yogo Wibowo; Astuti Astuti; Heryoki Yohanes; Maisaroh Maisaroh
JURNAL KONVERSI Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.3.2.%p

Abstract

Dalam penelitian ini, plastik PVC dibuat dengan mencampur resin PVC dan plasticizer  epoksi metil  oleat di dalam sebuah mixer dan dicetak dengan metode PVC coating. Plastik PVC yang terbentuk dan kantong darah komersial dikarakterisasi dengan mengukur sifat-sifat mekanik (kuat tarik dan regang ulur) dan sifat kelarutan plasticizer dalam metanol. Adapun plasticizer epoksi metil oleat dibuat melalui rangkaian proses esterifikasi, dan epoksidasi. Epoksi metil oleat yang dihasilkan memiliki sifat-sifat yang lebih baik daripada  produk komersial. Hal ini ditunjukkan oleh angka oksiran yang lebih tinggi dan angka iod yang lebih rendah daripada epoksi komersial. Uji kompatibel epoksi metil oleat sebagai plasticizer untuk produksi lembar plastik PVC menunjukkan hasil yang hampir sama (lebih rendah) dengan lembar plastik kantong darah komersial. Lembar plastik yang dihasilkan memiliki kuat tarik sebesar 15,7 Mpa dan regang putus 315 %. Sementara itu kantong darah komersial memiliki kuat tarik sebesar 19,2 Mpa dan regang putus 340 %. Adanya asam lemak yang tidak bereaksi pada proses epoksidasi menyebabkan berkurangnya kekuatan perpaduan antara matriks dan fase terdispersi. Hal ini yang menyebabkan nilai kuat tarik dan regang putus plastik menurun. Adapun jumlah senyawa ftalat (DOP) yang terlarut dalam metanol dari produk plastik PVC dan kantong darah komersial masing-masing sebesar 42,1% dan 40,2%. Jumlah DOP yang terlarut baik dari produk plastik PVC maupun kantong darah komersial masih memenuhi standar kesehatan. Kata Kunci : oleat, minyak sawit, kantong darah
OPTIMASI TEKANAN DAN RASIO REFLUKS PADA DISTILASI FRAKSINASI VAKUM TERHADAP MUTU EUGENOL DARI MINYAK DAUN CENGKEH (Eugenia caryophyllata) Mariam Malahayati; Rahmawati Rahmawati
JURNAL KONVERSI Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.3.2.%p

Abstract

Eugenol merupakan komponen utama minyak daun cengkeh dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat kemurniannya. Untuk mendapatkan eugenol dengan tingkat kemurnian tinggi dan memenuhi standar United States Pharmacopeia / USP (2010) yaitu minimal 99,5%, maka pada penelitian ini dipelajari tekanan dan rasio refluks pada distilasi fraksinasi vakum minyak daun cengkeh. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan variabel tekanan (4, 6, 10 mmHg) dan rasio refluks (10/5, 20/4, 40/4). Hasil menunjukkan bahwa tekanan mempengaruhi kemurnian, rendemen, bobot jenis, indeks bias, dan putaran optik eugenol secara nyata (α = 0,01). Tekanan distilasi fraksinasi vakum terbaik adalah 10 mmHg dengan rasio refluks 20/4 dan menghasilkan eugenol beraroma khas cengkeh dan tidak berwarna dengan kemurnian 99,65% (sesuai standar USP), rendemen 64,61%, bobot jenis 1,0656, indeks bias 1,5407, putaran optik -0,10, kelarutan eugenol dalam etanol 70% sebesar 1:1.  Kata kunci: eugenol, tekanan, rasio refluks, distilasi fraksinasi

Page 1 of 1 | Total Record : 6