cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL KONVERSI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Konversi Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta adalah jurnal nasional berbasis penelitian ilmiah, secara rutin diterbitkan oleh Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2015)" : 6 Documents clear
KAJIAN PENGARUH TEMPERATUR PENGERINGAN SEMPROT (SPRAY DRYER) TERHADAP WAKTU PENGERINGAN DAN RENDEMEN BUBUK SANTAN KELAPA (COCONUT MILK POWDER) Anisa Kemala Dewi; Loekman Satibi
JURNAL KONVERSI Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.4.1.%p

Abstract

Salah satu bagian dari kelapa adalah daging buahnya dengan penambahan air maupun tidak pada hasil ekstrak daging buah kelapa dapat menghasilkan santan. Santan ini dapat dikeringkan menggunakan Pengering Semprot (Spray Dryer) dan akan menghasilkan Bubuk Santan Kelapa (Coconut Milk Powder). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh temperatur pengeringan terhadap rendemen dan kadar air bubuk santan kelapa. Metodologi pembuatan bubuk santan kelapa dilakukan dengan cara memisahkan skim dan krim dari santan kelapa, kemudian skim yang diperoleh ditambahkan maltodekstrin 10% dan natrium kaseinat 3%. Lalu, dilakukan pengeringan menggunakan Spray Dryer pada berbagai variasi temperaturinlet. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh temperatur terhadap waktu pengeringan mengikuti persamaan y = -0,0037x3 + 0,029x2 - 0,0628x + 0,1009, R2 = 0,9522. , Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen terbesar yang diperoleh dari produk santan kelapa bubuk yaitu 7,66%.  Kata kunci: Santan kelapa bubuk, pengering semprot, temperatur, kadar airKAJIAN PENGARUH TEMPERATUR PENGERINGAN SEMPROT (SPRAY DRYER)TERHADAP WAKTU PENGERINGAN DAN RENDEMEN BUBUK SANTAN KELAPA (COCONUT MILK POWDER)
PENGARUH KONSENTRASI KOH PADA EKSTRAKSI RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) DALAM PEMBUATAN KARAGENAN Wulan Wibisono Is Tunggal; Tri Yuni Hendrawati
JURNAL KONVERSI Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.4.1.%p

Abstract

Eucheuma cottonii merupakan rumput laut yang banyak tumbuh di sepanjang pesisir pantai Indonesia. Untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah Eucheuma cottonii, maka dibuat menjadi karagenan. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh konsentrasi KOH terhadap mutu karagenan yang dihasilkan. Karagenan diperoleh dari ekstraksi rumput laut (Eucheuma cottoni) dengan cara membersihkan Eucheuma cottoni kering kemudian direndam menggunakan air selama 30 menit dan dipotong-potong menjadi 2-4 cm selanjutnya diekstraksi dengan larutan KOH konsentrasi 0,1N 0,3N 0,5N 0,7N dan 0,9N. Eucheuma cottonii dicuci dengan air dan dikeringkan hingga menghasilkan berat konstan dan digiling hingga menghasilkan tepung karagenan. Tepung karagenan yang dihasilkan di uji kadar air, kadar abu, kekuatan gel dan viskositasnya. Hasil yang diperoleh pada uji tepung karagenan menunjukan adanya peningkatan kekuatan gel karagenan dan tertinggi diperoleh pada penambahan konsentrasi KOH 0,9 N, yaitu sebesar 215,82 gram/cm2. Rendemen tepung karagenan mengalami kenaikan dengan meningkatnya konsentrasi KOH dan tertinggi sebesar 14,05%. Untuk viskositas karagenan dengan penambahan konsentrasi KOH didapatkan viskositas karagenan semakin menurun dan viskositas karagenan tertinggi didapat  pada konsentrasi KOH 0,1 N yaitu sebesar 275,3 MPaProses terbaik pembuatan karagenan dari Euchema cottonii yaitu waktu ekstraksi KOH 60 menit, konsentrasi KOH 0,9 N, menghasilkan randemen 28,80%, kekuatan gel 215,82 gram/cm2, kadar air 8,42%, kadar abu 37,2%, viskositas 183,3 MPa..Kata Kunci: Eucheuma cottonii, Ekstraksi, gel, viskositas, Karagenan.
STUDI PRODUKSI HIDROGEN MENGGUNAKAN FOTOKATALISIS Pt (1%)/TITANIA NANOTUBE DENGAN SACRIFICIAL AGENT METANOL DAN GLISEROL Indar Kustiningsih; Haryadi Wibowo; Slamet Slamet
JURNAL KONVERSI Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.4.1.%p

Abstract

ABSTRAK. Produksi Hidrogen dengan menggunakan Fotokatalis Pt (1%)/Titania NanoTube dengan menggunakan Sacrificial agent Metanol dan Gliserol pada temperature reaksi 30 oC sampai dengan 70 oC telah dilakukan dalam suatu system reactor tertentu. Metanol dan Gliserol efektif digunakan pada produksi Hidrogen. Hasil produksi yang diraih oleh Metanol dengan Pt(1%)/TiNT adalah sebesar 2306 µmol/gcat, sementara itu produksi Hidrogen dengan menggunakan Gliserol sebesar 2120 µmol/gcat. Energi aktiviasi estimasi untuk Pt(1%)/TiNT dengan Metanol sebesar 10,869 kJ/mol, sementara dengan menggunakan Gliserol sebesar 11,901 kJ/mol. Penggunaan dopan metal Pt memberikan hasil produksi Hidrogen sebesar dua kali lipat jika dibandingkan dengan tanpa dopan, dengan sacrificial agent yang sama. Kata Kunci : fotokatalis, gliserol, hidrogen, metanol, Pt (1%)/Titania
PENGARUH KONSENTRASI KHITOSAN DAN WAKTU FILTRASI MEMBRAN KHITOSAN TERHADAP PENURUNAN KADAR FOSFAT DALAM LIMBAH DETERJEN Syahrul Ramadhanur; Alvika Meta Sari
JURNAL KONVERSI Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.4.1.%p

Abstract

Penanggulangan terhadap pencemaran air limbah yang mengandung senyawa fosfat,  terutama yang berasal dari air limbah deterjen dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi membran. Membran dapat dibuat dari bahan polimer alam yaitu senyawa khitosan yang diperoleh dari khitin yang terdapat di dalam kulit udang. Khitin dapat diubah menjadi khitosan melalui proses deasetilasi menggunakan NaOH 50%. Kualitas khitosan yang diperoleh pada penelitian ini ditentukan dengan FTIR.  Khitosan dilarutkan dalam asam asetat 1%, selanjutnya digunakan untuk membuat membran jenis membrane Ultrafiltrasi dengan variasi konsentrasi khitosan 1%, 2%, 3%, 4% dan 5% (b/v). Membran tersebut digunakan untuk menurunkan kadar fosfat larutan standar KH2PO4 10 ppm dengan variasi waktu kontak 30, 60, 90 dan 120 menit. Membran khitosan 3% dan waktu kontak 60 menit merupakan membran terbaik karena mampu menurunkan kadar fosfat dalam larutan standar KH2PO4 10 ppm secara optimal. Besarnya derajat deasetilasi (DD) 84.18%. Kondisi ini diaplikasikan untuk menurunkan kadar fosfat total yang terdapat dalam air limbah deterjen. Hasil pengamatan menunjukkan dapat menurunkan kadar fosfat total dalam air limbah deterjen sampai 97.40% setelah dilakukan filtrasi empat kali dan perubahan pH larutan dari 9 menjadi 8. Kata kunci : Derajat deasetilasi, Membran Khitosan, Fosfat. 
PENGARUH LAMANYA WAKTU EKSTRAKSI REMASERASI KULIT BUAH DURIAN TERHADAP RENDEMEN SAPONIN DAN APLIKASINYA SEBAGAI ZAT AKTIF ANTI JAMUR Gati Ningsih; Shela Ratri Utami; Ratri Ariatmi Nugrahani
JURNAL KONVERSI Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.4.1.%p

Abstract

ABSTRAK. Durian (Durio Zibethius L) merupakan salah satu buah asli Asia Tenggara dan mengandung zat Saponin, yang bermanfaat untuk kesehatan manusia sebagai anti jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi Saponin kulit buah durian dengan metode remaserasi, melakukan analisa fitokimia, dan selanjutnya diaplikasikan menjadi zat aktif pada krim anti jamur. Penggantian pelarut dilakukan setiap satu hari sekali selama proses ekstraksi berlangsung. Ekstraksi ini dilakukan di dalam botol flakon 250 ml tertutup.  Variabel yang digunakan dalam proses ekstraksi pada penelitian adalah pengantian pelarut selama 3 hari , 5 hari, 7 hari, 9 hari, 11 hari terhadap Rendemen. Hasil rendemen terbanyak diperoleh pada hari ke 9 yaitu sebanyak 9,35 g dan persamaan polinomial yang dihasilkan adalah y = -0,0307x4 + 0,619x3-3,6466x2 + 8,0812x dan mengasilkan R2 sebesar 0,9927, hal itu  menunjukkan bahwa lama waktu remaserasi memiliki hubungan terhadap rendemen hasil ekstraksi. Hasil ekstrak di analisa senyawa fitokimia dan menunjukkan bahwa dalam ekstrak tersebut terkandung senyawa flavonoid, fenol, tannin dan saponin. Setelah itu dilakukan pembuatan formula sediaan krim dan selanjutnya dilakukan pengujian seperti bau, warna, dan aktivitas anti jamur krim terhadap Candida albicans.Kata kunci : Krim, Kulit Durian, Saponin, Anti Jamur
PENGARUH WAKTU PERENDAMAN EKSTRAK KOPI UNTUK MENGINHIBISI KOROSI PADA BESI Pradhini Nur Arifin; Irfan Purnawan
JURNAL KONVERSI Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.4.1.%p

Abstract

Perkembangan material khususnya logam, sangat signifikan dalam perkembangan proses dan teknologi, sehingga sangat penting membuat logam tersebut tahan lama dengan menghambat laju korosi. Kafein dalam kopi dapat menghambat laju korosi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh penambahan ekstrak kafein dari kopi sebagai inhibitor terhadap laju korosi besi dalam media NaCl 0,2% dan 1% dan mendapatkan waktu perendaman optimum melalui nilai efisiensi inhibisi. Ekstrak kafein diperoleh dari kopi dengan cara mengeringkan dengan menggunakan oven pada suhu 105°C selama 2 jam. Serbuk kopi dengan ukuran 40 mesh direfluks dan filtratnya diekstrak dengan diklorometan. Larutan dimasukkan dalam rotary evaporator dengan putaran 155 rpm pada 400°C selama 10 menit kemudian larutan tersebut diencerkan dengan aquadest 100 ml hingga menghasilkan larutan kafein sebagai larutan inhibior. Inhibitor ekstrak kafein dari kopi ditambahkan ke dalam media korosi NaCl dengan konsentrasi 8 ppm dengan variasi waktu 0,5; 1; 2; 3 dan 4 hari. Perhitungan laju korosi menggunakan pengurangan berat atau metode gravimetri. Hasil penelitian menunjukkan inhibitor dengan kandungan ekstrak kopi 8 ppm dapat menurunkan laju korosi besi dalam media NaCl 0,2% sebesar 0,0042 g/m2 per hari dengan waktu pelapisan optimal 1 hari dan efisiensi inhibisi sebesar 54,56%. Sedangkan dalam media NaCl 1%, laju korosi sebesar 0,05 g/m2 per hari dengan waktu pelapisan optimal 0,5 hari dan efisiensi inhibisi sebesar 52,48%.                                                   Kata kunci: Kopi, Kafein, korosi, besi, inhibitor.

Page 1 of 1 | Total Record : 6