cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Ilmiah Material, Komponen dan Konstruksi
ISSN : 08524866     EISSN : -     DOI : -
Material : Rekayasa (Teknik) dan Teknologi material alat transportasi, bangunan dan industri Komponen: Rekayasa (Teknik) dan Teknologi komponen alat transportasi, bangunan dan industri Konstruksi: Rekayasa (Teknik) dan Teknologi konstruksi sarana transportasi, bangunan dan industri.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 2 (2014)" : 5 Documents clear
ANALISA KERUSAKAN PIPA PEMANAS AIR UNTUK UAP PEMBANGKIT LISTRIK = FAILURE ANALYSIS OF WATER HEATER PIPE FOR STEAM GENERATOR Sutarjo .; M. Syahril
Jurnal Material Komponen dan Konstruksi Vol. 14 No. 2 (2014)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mkk.v14i2.1659

Abstract

Heater’s pipes are used as a media for heating of fluids or changing of their ofphase from liquid to vapor/gas. Rupture of these pipes may cause all systems inthe production process stopand the high economic losses. This study aims toavoid the cases to accur in the future.Visual inspection, macrography, microstructure, hardness test and SEM-EDAXexamination were the methods applied in this study. It was known that the piperuptured atthe 6 o'clock area, the hardness value of which was identical to thematerial tensile strength (476 MPa), conforming to the standard specification andthe same indication was also indicated from the microstructure of the normalferrite-pearlite phase. At atemperature of about 390 C and traces of wall thinningin around 4:30 to 7:30, the pipes ruptured due to the thin walls could notwithstand the internal pressure of the pipe . The thinking occurred because thewater-level in the heater’s pipes was to low,resulting in cavitation of vaporbubbles on the inside surface of pipe wall.Keywords: Pipe, rupture, thin-wall, water-level, temperature, cavitation.AbstrakPipa heater digunakan sebagai media untuk memanaskan fluida atau untukmerubah fase dari cair menjadi uap/gas. Pecahnya pipa dapat menyebabkansemua sistim dalam proses produksi akan menjadi berhenti dan potensi kerugiansecara ekonomi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menghindari kasuskerusakan yang serupa dimasa mendatang.Pemeriksaan visual, makrografi, struktur mikro, uji kekerasan dan pemeriksaanSEM dan EDAX merupakan metode yang diterapkan dalam penelitian ini.Diketahui bahwa pipa pecah pada area jam 6,nilai kekerasan yang identik dengankekuatan tarik material (476 MPa) masih di atas standar spesifikasi dan indikasiyang sama juga ditunjukkan dari struktur mikro yaitu fase ferit – pearlit normal.Dengan suhu sekitar 390 C dan jejak penipisan dinding di sekitar 4:30-7:30,sehingga pecahnya pipa karena dinding tipis tidak bisa menahan tekanan dalampipa dan penipisan terjadi disebabkan air tingkat di pemanas pipa terlalu rendah,sehingga mengakibatkan kavitasi gelembung uap pada permukaan dalam dindingpipa.Kata Kunci : Pipa, pecah, dinding tipis, tingkat-air, temperatur, kapitasi.
KARAKTERISASI KOROSI BAJA PADUAN RENDAH DI LINGKUNGAN 60% LiBr PADA SUHU DIDIH = CORROSION CHARACTERIZATION OF LOW-ALLOY STEEL UNDER 60% LiBr ENVIRONMENT AT BOILING TERMPERATURE Harsisto .
Jurnal Material Komponen dan Konstruksi Vol. 14 No. 2 (2014)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mkk.v14i2.1660

Abstract

Research-based characterization of low alloy steel chrome andmanganese is done because of the problem of corrosion and corrosion limit water evenly on low carbon steel. Based on the findings, the engine coolant is switched on-and off every day so there was influence of outside air and the decrease of the temperature to room temperature. Based on the research and discussion of the characteristics of the five types low alloy steel containing 0.5 wt% manganese in the medium 60% LiBr + 0.2% LiOH at a temperature of (150 ± 2) ° C and exposure to atmospheric air for 50 hours and 110 hours , it showed that the corrosion rate is dependent on the level of content of the chromium. In the addition of the chromium in low alloy steels exposed in the test solution, there is no consistency in the natural corrosion potential value, but in general all test objects were in a corroded state.Keywords : air conditioner, low alloy steel, corrosion, LiBr, LiOH, the boiling temperature and the room temperature.AbstrakPenelitian karakterisasi baja paduan rendah berbasis krom dan mangan ini dilakukan karena adanya masalah korosi merata dan korosi batas air pada baja karbon rendah. Berdasar fakta di lapangan,mesin pendingin tersebut dilakukan “on-Off” setiap hari sehingga ada pengaruh udara luar dan turunnya suhu hingga suhu ruangan. Berdasarkan penelitian dan pembahasan tentang karakteristik 5 jenis baja paduan rendah dengan kandungan 0,5% berat unsur mangan dalam media 60% LiBr + 0,2% LiOH pada suhu(150±2) °C dan ekspos udara atmosfer selama 50 jam dan 110 jam, hasilnya menunjukkan bahwa laju korosi masih tergantung pada kadar kandungan unsur krom. Pada penambahan unsur krom dalam baja paduan rendah yang diekspos dalam larutan uji, tidak menunjukkan adanya konsistensi harga potensial korosi alaminya, tetapi secara umum semua benda uji berada dalam keadaanterkorosi.Kata Kunci : mesin pendingin ruangan, baja paduan rendah, korosi, LiBr,LiOH, suhu didih dan suhu ruangan.AbstrakPenelitian karakterisasi baja paduan rendah berbasis krom dan mangan inidilakukan karena adanya masalah korosi merata dan korosi batas air padabaja karbon rendah.Berdasar fakta di lapangan,mesin pendingin tersebut dilakukan “on-Off” setiaphari sehingga ada pengaruh udara luar dan turunnya suhu hingga suhuruangan. Berdasarkan penelitian dan pembahasan tentang karakteristik 5jenis baja paduan rendah dengan kandungan 0,5% berat unsur mangandalam media 60% LiBr + 0,2% LiOH pada suhu(150±2) °C dan ekspos udaraatmosfer selama 50 jam dan 110 jam, hasilnya menunjukkan bahwa lajukorosi masih tergantung pada kadar kandungan unsur krom. Padapenambahan unsur krom dalam baja paduan rendah yang diekspos dalamlarutan uji, tidak menunjukkan adanya konsistensi harga potensial korosialaminya, tetapi secara umum semua benda uji berada dalam keadaanterkorosi.Kata Kunci : mesin pendingin ruangan, baja paduan rendah, korosi, LiBr,LiOH, suhu didih dan suhu ruangan.
ANALISIS KERUSAKAN POROS GENERATOR PEMBANGKIT LISTRIK = DAMAGE ANALYSIS OF A POWER GENERATOR SHAFT Soedardjo, SA; Bambang Purnomo Y
Jurnal Material Komponen dan Konstruksi Vol. 14 No. 2 (2014)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mkk.v14i2.1661

Abstract

The damage shafts of a power generator have analyzed. The background of this analysis is the shaft generators for electricity in Indonesia frequently are broken. The purpose of the analysis is to determine the cause of damage to the shaft generators. Methodologies used include interviews with the owners and employees at the site, visual inspection on site, visual inspection at the workshop, the workshop hardness testing, chemical composition in the laboratory and analysis based on several references. Analysis of the results obtained are: generator shaft number 1A fracture due to rotation overload, shaft number 1B is cracked circular in the fillet, shaft number 2 cracks oriented at an angle of about 45° to the axis of the shaft. The conclusion that can be taken, power generator shaft fractures due to the design of the fillets as a stress concentration is not perfect, excessive loads, and occurred material ductile fracture.Keywords : Shaft, power generator, hardness testing, chemical composationAbstrak Telah dianalisis kerusakan beberapa poros dari suatu generatorpembangkit listrik. Latar belakang analisis ini adalah seringnya terjadi poros generator pembangkit listrik di Indonesia yang patah. Tujuan dari analisis adalah untuk mengetahui penyebab kerusakan poros  generator pembangkit listrik. Metodologi yang digunakan antara lain  wawancara dengan pemilik dan karyawan di lokasi, pemeriksaan visual di situs, pemeriksaan visual di bengkel, uji kekerasan di bengkel, komposisi kimia di laboratorium dan analisis berdasarkan beberapa referensi. Hasil Analisis yang diperoleh adalah: poros generator nomor 1A patah karena terjadi kelebihan beban putaran, poros nomor 1B retak melingkar di daerah fillet, poros nomor 2 retak yang berorientasi pada sudut sekitar 45° terhadap sumbu poros. Kesimpulan yang dapat diambil, poros generator pembangkit listrik patah karena desain fillet sebagai sumber tegangan yang tidak sempurna, beban berlebihan, dan material mengalami patah ulet.Kata Kunci : poros, pembangkit listrik,uji kekerasan,komposisi kimia
ANALISA KEGAGALAN PADA PIPA ULIR DI LINGKUNGAN PERMINYAKAN = FAILURE ANALYSIS OF TUBING-DRILL PIPES UNDER OIL ENVIRONMENT Deden Suripto
Jurnal Material Komponen dan Konstruksi Vol. 14 No. 2 (2014)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mkk.v14i2.1662

Abstract

The a research on the damage of tubing-drill pipes at an oil company, has been carried out. Failure of the component may be caused by many factors including material selection and their mishandling during in service. The objective of this research was to find out the reason of any failure or defects of a material during in, some testing methods were used, namely: visual and dimensions test, strength and hardness tests, macroscopic and microscopic test, the chemical analysis of material test, and SEM/EDS test. The results of proved that there were some corrosive elements such as the Cl and S-2 so that there was a the potential for the occurence of pitting and crevice corrosivation at the end of screws and these will be penetrated into the passivation layers of Fe2O3 that absorb aggressive anions such as Cl - and S-2.Keywords : failure analysis, drill pipe, corrosionAbstrak Penelitian terhadap kerusakan pada pipa ulir pada lingkungan perminyakan ,telah dilakukan. Kegagalan dari suatu komponen dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor, mulai dari kesalahan pemilihan material sampai dengan kesalahan operator dalam service-nya. Tujuan penelitian adalah untuk mencari penyebab kegagalan terjadinya cacat pada material tubing setelah dioperasikan. Untuk mengetahui penyebabnya dilakukan analisa kegagalan dengan menggunakan beberapa metode, yaitu: pemeriksan visual dan dimensi, pengujian tarik dan kekerasan, pemeriksaan makroskopis dan mikroskopis, pengujian komposisi kimia bahan, dan pengujian SEM/EDS. Hasil penelitian membuktikan bahwa adanya unsur korosif dalam material seperti CL- dan S-2 sehingga sangat potensial untuk terjadinya serangan korosi sumuran maupun korosi celah kikisan pada ujung ulir dan akan berpenetrasi pada lapisan pasivasi Fe2O3 yang sifatnya mengabsorbsi anion-anion agresif seperti CL- dan S-2Kata kunci : analisis kegagalan, pipa ulir, korosi.
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN XY-T RECODER BERBASIS DIGITAL = DESIGN AND MANUFACTURE XY-T RECORDER BASED ON DIGITAL Muchamad Gozali; Yudi Irawadi
Jurnal Material Komponen dan Konstruksi Vol. 14 No. 2 (2014)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mkk.v14i2.1663

Abstract

An XY-T Recorder is a measuring equipment that function to record data of statical-testing result and it is shown in the form of graphs. The graphs of appearance indicate actual-condition of output censor such as Loadcell (Force),LVDT(deflection), Strain gauge (Strains) or Pressure. Design and manufacture of XY-T Recorder based in this digital is intended to satisfy the limit of XY-T Recorder analog available in B2TKS. The result of calibration shows certain calibration of 0.13% at the level trust of 95% with the factor k=2 and it indicates the accuracy to be fairly good.The result of experiment has displayed output of graphs with pattern and value magnitudes of relatively equal to the XY-TRecorder analogKeywords : XY-T Recorder digital, statical-testing, XY-T Recorder analog, CalibrationAbstrak XY-T Recorder adalah suatu alat ukur yang berfungsi untuk merekam data hasil uji statis yang ditampilkan dalam bentuk grafik. Grafik yang ditampilkan menunjukkan kondisi aktual dari besaran yang keluar dari sensor seperti loadcell (gaya), LVDT (defleksi), strain gauge (regangan) ataupun pressure (tekanan).Perancangan dan pembuatan XY-T Recorder berbasis digital ini bertujuan untuk memenuhi keterbatasan XY-T Recorder analog yang dimiliki oleh B2TKS. Dari hasil kalibrasi menunjukkan ketidakpastian kalibrasi 0,13% pada tingkat kepercayaan 95% dengan faktor k=2, hal ini menunjukkan ketelitian yang cukup bagus, dan dari hasil uji coba pada saat pengujian menunjukkan keluaran grafik dengan pola dan nilai besaran yang relatip sama dengan XY-T Recorder analog.Kata Kunci : XY-T Recorder digital, Uji Statis, XY-T Recorder analog,Kalibrasi

Page 1 of 1 | Total Record : 5