cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Resona : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat
ISSN : 25983946     EISSN : 26142481     DOI : https://doi.org/10.35906/resona
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2023)" : 15 Documents clear
IMPLEMENTASI ANDROID BASED E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BAGI ANAK SEKOLAH MINGGU DI LEMBANG NONONGAN, TORAJA UTARA Matius Tandikombong; Rigel Sampelolo; Aris Kaban Sendana
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i1.1509

Abstract

Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Jemaat Kanuruan, Lembang Nonogan, Toraja Utara. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini  yaitu 31 orang. Kegiatan ini dilakukan 3 kali dalam seminggu selama 2 bulan. Kegiatan PKM ini disambut baik oleh warga jemaat dan sangat mendukung kegiatan ini. Jemaat  juga ikut memfasilitasi kegiatan ini dengan menyiapkan tempat kegiatan  dan Mendorong anak sekolah minggu untuk mengikuti kegiatan ini. Adapun proses pembelajaran menggunakan game offline berbasis aplikasi android.  Adapun hasil kegiatan ini yaitu meningkatnya motivasi peserta untuk belajar bahasa inggris, meningkatnya kemampuan berbahasa bahasa inggris seiring dengan meningkatnya kosakata mereka setelah mengikuti pelatihan. Ada perbedaan nilai rata-rata yang cukup jauh sebelum dan sesudah mengikuti latihan dari lima aspek yang dinilai. Nilai kosakata meningkat dari nilai rata sebelum pelatihan yaitu 30 meningkat menjadi 83,3 setalah mengikuti pelatihan, Speaking juga mengalami peningkatan dari 36,6 menjadi 86,6, kemudian nilai grammar dari 23,3 meningkat menjadi 80,  sementara nilai reading 30 meningkat menjadi 80.  Abstract. This PKM activity was held at the Kanuruan Congregation, Lembang Nonogan, North Toraja. The number of participants who took part in this activity were 31 people. This activity was carried out 3 times a week for 2 months. This PKM activity was welcomed by the congregation members and very supportive of this activity. The congregation also facilitated this activity by preparing the activity site and encouraging Sunday school children to take part in this activity. The learning process uses offline games based on Android applications. The results of this activity are increasing the motivation of participants to learn English, increasing their ability to speak English along with increasing their vocabulary after attending the training. There is a significant difference in the average score before and after taking part in the five aspects assessed. Vocabulary scores increased from the average score before the training, which was 30, increased to 83.3 after attending the training. Speaking also increased from 36.6 to 86.6, then grammar scores increased from 23.3 to 80, while reading scores increased from 30 to 80
EKSISTENSI PRODUKTIVITAS USAHA MELALUI IMPLEMENTASI ASPEK MANAJEMEN PADA UKM BENGKEL LAS BUBUT Adya Hermawati; Endang Fatmawati; Teguh Setiawan Wibowo; Syamsul Bahri
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i1.1367

Abstract

UKM Bengkel Las Bubut di Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang memiliki permasalahan yaitu masih lemahnya aspek manajerial yang mengakibatkan sulit berkembang dan minim profit. Tata kelola manajerial, keuangan, dan pemasaran belum memenuhi standar usaha yang sehat dan unggul. Dari identifikasi permasalah yang beragam, maka solusi yang ditawarkan ialah berfokus pada penguatan usaha melalui implementasi aspek manajemen yang terbagi menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu pelatihan dan pendampingan manajerial penyusunan standar operasional prosedur, penyusunan laporan keuangan sederhana berbasis akuntansi UKM, dan penyusunan pemasaran digital maupun online. Selain itu, evaluasi secara berkelanjutan turut menjadi salah satu aspek semakin berkembangnya UKM Bengkel Las Bubut. Hasil dari Program Pengabdian kepada Masyarakat ini menujukkan bahwa Mitra UKM dapat mengikuti dengan baik terkait pendampingan dan pelatihan aspek manajemen. Mitra UKM secara mandiri mampu mengimplementasi secara berkelanjutan semua kegiatan sebagai bentuk apreasi kepada tim pengabdian.  Abstract. The Lathe Welding SME in Merjosari Village, Lowokwaru District, Malang City has a problem, namely the weak managerial aspects which result in difficulty developing and minimal profit. Managerial, financial, and marketing governance has not met the standards of a healthy and superior business. From the identification of diverse problems, the solution offered is to focus on strengthening the business through the implementation of management aspects which are divided into 3 (three) parts, namely training and managerial assistance in the preparation of standard operating procedures, preparation of simple financial reports based on SME accounting, and preparation of digital and online marketing. In addition, continuous evaluation is also one aspect of the growing of Lathe Welding SMEs. The results of this Community Service Program show that SME Partners can follow well related to mentoring and training on management aspects. SME partners are independently able to implement continuously all activities as a form of appreciation to the service team.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN STEM DALAM KURIKULUM MERDEKA: PEMETAAN KESIAPAN, HAMBATAN DAN TANTANGAN PADA GURU SMP Isma Aziz Fakhrudin; Riesky Maya Probosari; Nurma Yunita Indriyani; Annisa Nur Khasanah; Budi Utami
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i1.1266

Abstract

Kurikulum merdeka merupakan kurikulum yang dikembangkan untuk menutupi learning loss yang terjadi pada siswa selama pandemi covid-19. Kurikulum merdeka memberikan inovasi berupa kebebasan dalam implementasi suatu kegiatan pembelajaran. Hambatan dan tantangan dalam implementasi kurikulum merdeka beraneka ragam sehingga dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan dan tantangan ditinjau dari perspektif guru SMP terhadap perbedaan kurikulum merdeka dengan kurikulum lainnya, konsekuensi implementasi kurikulum merdeka, serta kesiapan guru dalam menerapkan model atau pendekatan yang dapat digunakan untuk mengorganisir tuntutan pembelajaran kurikulum merdeka. Metode yang digunakan adalah dengan membagikan open-ended questionnaire kepada 31 guru SMP dan dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa terdapat 13 hambatan dan 8 tantangan dari implementasi Kurikulum Merdeka, serta implementasi model atau pendekatan sudah bervariasi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah kesiapan, hambatan, dan tantangan yang teridentifikasi dari perspektif para guru menunjukkan implementasi kurikulum Merdeka masih perlu dibenahi, sehingga kegiatan pelatihan-pelatihan guru untuk mendalami Kurkulum Merdeka perlu dilakukan secara masif.  Abstract. The independent curriculum is a curriculum developed to cover the learning loss that occurred in students during the COVID-19 pandemic. The independent curriculum provides innovation in the form of freedom in the implementation of a learning activity. The obstacles and challenges in implementing the independent curriculum are varied, so that in this community service activity the aim is to identify obstacles and challenges from the perspective of junior high school teachers to the differences between the independent curriculum and other curricula, the consequences of implementing an independent curriculum, as well as teacher’s readiness in implementing models or approaches that can be used to organize learning demands. independent curriculum. The method used is by distributing an open-ended questionnaire to 31 junior high school teachers and analyzed with a qualitative approach. The results show that there are 13 obstacles and 8 challenges from the implementation of the Independent Curriculum. The conclusion of this activity is that the readiness, obstacles and challenges identified from the perspective of the teachers shows that the implementation of the independent curriculum still needs to be improved, so that teacher training activities to explore the independent curriculum need to be carried out massively.
PEMANFAATAN LIMBAH SABUT KELAPA SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PESISIR Ahmadi Ahmadi; Irma Irayanti; Cokro Adi Pradana; Anindita Sry Ayulestari; Oping Oping
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i1.1397

Abstract

Mayoritas mata pencaharian masyarakat Boeara adalah nelayan, petani, dan pengusaha kopra. Kelurahan Boeara dianugerahkan kekayaan alam yang melimpah yakni pohon kelapa yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai mata pencarian seperti kopra. Namun sayang, sabut kelapa hanya menjadi limbah di Boeara. Sabut kelapa hanya dibuang dan dibakar begitu saja tidak di manfaatkan. Selain dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pemberdayaan ini juga diharapkan dapat mengurangi limbah sabut kelapa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terutama kepada perempuan pesisir sehingga dapat menambah nilai ekonomis dari limbah sabuk kelapa tersebut. Pengabdian ini menggunakan Metode Asset Based Community-driven Development (ABCD) yang fokus utamanya adalah pemberdayaan masyarakat dengan pengembangan aset yang mereka miliki dan masyarakat sebagai pelaku utama yang akan mengarahkan kepada perubahan dan penentu keberhasilan dari kegiatan pengabdian. Dengan pendekatan ini masyarakat menjadi learning community karena segala pembangunan dimulai dari dalam diri masyarakat sendiri sebagai partner bersama mahasiswa-mahasiswi untuk perubahan lebih baik yang berkelanjutan. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat adalah dapat meningkatkan nilai jual limbah sabut kelapa setelah dibuat menjadi pot bunga dan berbagai produk yang memiliki nilai jual tinggi jika dipasarkan, seperti pot bunga, anyaman tali tambang, dan bahan baku interior, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat terutama pada perempuan pesisir.  Abstract. The majority of Boeara people's livelihoods are fishermen, farmers, and copra entrepreneurs. The Boeara Village is bestowed with abundant natural wealth, namely coconut trees which are used by the community as a livelihood such as copra. But unfortunately, coconut coir only becomes waste in Boeara. Coconut coir is just thrown away and burned just like that, not used. Besides being able to increase the income of the community, empowerment is also expected to reduce coconut coir waste. This service activity aims to provide education to the community, especially to coastal women so that they can add economic value from the coconut belt waste. This service uses the Asset Based Community-driven Development (ABCD) method whose main focus is community empowerment by developing the assets they own and the community as the main actors who will lead to change and determine the success of community service activities. With this approach, the community becomes a learning community because all development starts from within the community itself as a partner with students for sustainable better change. The result of community service is that it can increase the selling value of coconut coir waste after it is made into flower pots and various products that have high selling value when marketed, such as flower pots, woven rope, and interior raw materials, so that it can increase the income of the local community, especially in coastal women.
PENDAMPINGAN UMKM JAMUR TIRAM CRISPY “ROOMPY’ DALAM UPAYA PENINGKATAN PENJUALAN Muhammad Sagaf; Desti Setiyowati; R H Kusumodestoni; Solikhul Hidayat
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i1.1318

Abstract

UMKM AJJ Jamur Tiram adalah pembudidaya yang mengolah jamur tiram menjadi produk olahan jamur crispy “Roompy” yang terletak di desa Mindahan Kidul kecamatan Batealit kabupaten Jepara. Jamur tiram (Pleuretus sp.) merupakan salah satu jenis jamur konsumsi yang bernilai ekonomis tinggi, disukai masyarakat dan memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah manajemen keuangan masih dilakukan secara manual belum menggunakan aplikasi keuangan, pemasaran produk yang masih terbatas dan menjadi kelemahan bagi usahanya. Metode yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat adalah sosialisasi, penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan yang dilakukan menunjukkan perlunya pendampingan pada mitra dalam mengolah jamur crispy varian rasa dan stik jamur, penggunaan website pemasaran (e-commerce) dengan nama website ajjjamurjepara.com., peningkatan pangsa pasar 20% dan perluasan wilayah pemasaran, mitra telah mengikuti berbagai pameran berskala lokal dan nasional diantaranya Pameran di Politeknik Balekambang Jepara, Pameran DPW DPUPR Jepara, Pameran Karya dan Gelar UMKM Jepara Bangkit, Pameran Pekan UMKM Kudus, Pameran Pasar Apung Banjir Kanal Barat Semarang dan Pameran Yogyakarta Kreatif Expo. Abstract. mushrooms into processed "Roompy" crispy mushrooms located in Mindahan Kidul village, Batealit district, Jepara district. Oyster mushroom (Pleuretus sp.) is one type of mushroom consumption that has high economic value, is liked by the community and has good health benefits. The problems faced by partners are that financial management is still done manually, has not used financial applications, product marketing is still limited and becomes a weakness for its business. The methods used in the community service program are socialization, counseling, training and mentoring. The results of the activities carried out indicate the need for assistance to partners in processing flavored crispy mushrooms, the use of a marketing website (e-commerce) with the website name ajjjamurjepara.com., an increase in market share of 20% and expansion of marketing areas, partners have participated in various local scale exhibitions and The national exhibitions include the Exhibition at the Balekambang Jepara Polytechnic, the Jepara DPUPR DPW Exhibition, the Jepara Bangkit MSME Exhibition and Title, the Kudus MSME Week Exhibition, the Semarang West Flood Canal Floating Market Exhibition and the Yogyakarta Creative Expo Exhibition.

Page 2 of 2 | Total Record : 15