cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
GIZI INDONESIA
Published by DPP PERSAGI Jakarta
ISSN : 04360265     EISSN : 25285874     DOI : -
Core Subject : Health,
Gizi Indonesia (Journal of The Indonesian Nutrition Association) is an open access, peer-reviewed and inter-disciplinary journal managed by The Indonesia Nutrition Association (PERSAGI). Gizi Indonesia (Journal of The Indonesian Nutrition Association) has been accredited by Indonesian Institute of Sciences since 2004. Gizi Indonesia aims to disseminate the information about nutrition, therefore it is expected that it can improve insight and knowledge in nutrition to all communities and academics. Gizi Indonesia (Journal of The Indonesian Nutrition Association) offers a specific forum for advancing scientific and professional knowledge of the nutrition field among practitioners as well as academics in public health and researchers
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 27, No 2 (2004): September 2004" : 12 Documents clear
THE RESPONSE OF BITOT’S SPOT COMMUNITY VITAMIN A DEFICIENCY CONTROL PROGRAMMES IN NEPAL AMONG CHILDREN AGED 6-120 MONTHS R.L., Tilden,; G.P, Pokhrel,; J, Gorstein,; R.P, Pokhrel,; Sommer, A, West, K.,
GIZI INDONESIA Vol 27, No 2 (2004): September 2004
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.554 KB)

Abstract

Tujuan dari studi adalah untuk mereview karakteristik dan faktor risiko untuk kasus Bitot’s spotyang tidak memberikan respon terhadap terapi yang dilakukan pada saat diagnosis dan juga padasaat pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi yang dilakukan enam bulan sekali. Faktor risiko inidibandingkan juga dengan kasus bitot’s spot yang sebelumnya diidentifikasi di tempat pelayanankesehatan. Anak-anak yang terdaftar pada Nepal Vitamin A Child Survival Projectdiperiksa setiaptahun. Analisis dilakukan dengan membandingkan anak-anak dengan bitot’s spot pada saat datadasar yang selanjutnya dipisahkan antara yang memberikan respon dan yang tidak memberikanrespon terhadap terapi yang dilakukan, serta memperhatikan karakteristik menurut individu,rumahtangga, dan masyarakat. Analisis dilakukan dengan dua cara bivariate (chi square and ttest)dan multivariate (stepwise logistic regression). Dijumpai 62% anak dengan bitot’s spot padasaat data dasar yang diperiksa 12 bulan setelah mendapat terapi kapsul vitamin A dan juga yangmendapat kapsul vitamin A dua kali setahun. Ditemukan faktor yang berpengaruh pada kasusbitot’s spot yang tidak memberikan respon terhadap terapi vitamin A mempunyai karateristik padaumumnya laki-laki, kurus, tidak mendapat kapsul vitamin A yang didistribusi di tingkat masyarakat,dan bagian mata yang terkena bitot’s spot (tempotal and nasal quadrant vs temporal alone). Untukkarakteristik tingkat masyarakat, kasus bitot’s spot yang tidak memberi respon terhadap terapikapsul vitamin A pada umumnya kasus yang tidak tinggal dalam lokasi studi, tinggal di wilayahdataran rendah, dan terutama di Kabupaten Parsa. Faktor risiko yang paling berpengaruhbervariasi berdasarkan tempat tinggal dan umur. Untuk anak yang tinggal di daerah pegunungan,kurang gizi (menurut BB/U) merupakan faktor risiko yang cukup signifikan. Untuk anak yangtinggal di dataran rendah, faktor risiko yang berpengaruh adalah cara intervensi, lokasi bitot’s spot,jenis kelamin, lingkar lengan atas, dan mendapat kapsul sedikitnya dua kali. Untuk anak kurangdari 60 bulan faktor risiko yang terpenting adalah lokasi bitot’s spot di mata, sedangkan untukanak 60-120 bulan faktor risiko yang terpenting adalah tidak mendapat kapsul di lokasi studi, jeniskelamin, umur, ketebalan kulit, lingkar lengan atas, tinggi badan, berat badan menurut tinggibadan dan menerima kapsul kurang dari dua kali. Studi ini juga membenarkan faktor risikoberkaitan dengan kasus bitot’s spot yang tidak memberikan respon terhadap terapi kapsul vitaminA di pelayanan kesehatan di Indonesia terjadi juga pada pelayanan yang dilakukan langsung kemasyarakat. Studi yang dilakukan di tempat pelayanan kesehatan di Indonesia menunjukkan 25%dari anak penderita bitot’s spot tidak memberikan respon terhadap terapi yang diberikan.Sedangkan di Nepal, dari studi ini menunjukkan lebih dari 35% kasus bitot’s spot tidakmemberikan respon terhadap terapi yang diberikan melalui disitribusi kapsul vitamin A dimasyarakat. Studi ini tidak menunjukkan bahwa umur merupakan faktor yang berpengaruh untuktidak memberikan respon, yang ditunjukkan adalah untuk kelompok umur tertentu faktor risikonyayang berbeda, dimana anak yang lebih muda lokasi bitot’s spot pada mata menentukan akanmemberikan respon atau tidak terhadap terapi yang diberikan, sedangkan untuk anak yang lebihtua faktornya adalah status gizi dan juga dosis vitamin A.Key Words:Non-responsive Bitot’s spots, vitamin A deficiency, community intervention, Nepal,vitamin A supplementation
GAMBARAN KESEGARAN JASMANI PADA REMAJA LAKI-LAKI DENGAN ANEMIA Permaesih, Dewi; Rosmalina, Yuniar
GIZI INDONESIA Vol 27, No 2 (2004): September 2004
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.493 KB)

Abstract

Physical fitness is needed for daily activities.The level of physical fitness could be recognizedthrough many measurement. Many factors influence the level of physical activity, include anemia.The purpose of the study is to find physical fitness level among anemia adult. A cross sectionaldesign was apllied in this study. This study site took place at Pondok Pesantren in Bogor,WestJava. Sample were student who stay in Pondok Pesantren. Data on anemia were identified fromresult of hemoglobin determination by cyanmethemoglobin method. Physical fitness scoremeasured from cardiovascular endurancece,muscle strength, flexibility, muscle endurance andbody composition. Univariate and bivariate were applied in this analysis. The result showed thatlevel of physical fitness index the sample 98,4 % in moderate level. The result biavariate analysisishowed relation between age and physical fitness index.Keywords: anemia, physical fitness, teenage

Page 2 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2004 2004


Filter By Issues
All Issue Vol 46 No 2 (2023): September 2023 Vol 46, No 1 (2023): Maret 2023 Vol 45, No 2 (2022): September 2022 Vol 45, No 1 (2022): Maret 2022 Vol 44, No 2 (2021): September 2021 Vol 44, No 1 (2021): Maret 2021 Vol 43, No 2 (2020): September 2020 Vol 43, No 1 (2020): Maret 2020 Vol 42, No 2 (2019): September 2019 Vol 42, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 41, No 2 (2018): September 2018 Vol 41, No 2 (2018): September 2018 Vol 41, No 1 (2018): Maret 2018 Vol 41, No 1 (2018): Maret 2018 Vol 40, No 2 (2017): September 2017 Vol 40, No 2 (2017): September 2017 Vol 40, No 1 (2017): Maret 2017 Vol 40, No 1 (2017): Maret 2017 Vol 39, No 2 (2016): September 2016 Vol 39, No 2 (2016): September 2016 Vol 39, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 39, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 38, No 2 (2015): September 2015 Vol 38, No 2 (2015): September 2015 Vol 38, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 38, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 37, No 2 (2014): September 2014 Vol 37, No 2 (2014): September 2014 Vol 37, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 37, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 36, No 2 (2013): September 2013 Vol 36, No 2 (2013): September 2013 Vol 36, No 1 (2013): Maret 2013 Vol 35, No 2 (2012): September 2012 Vol 35, No 2 (2012): September 2012 Vol 35, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 35, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 34, No 2 (2011): September 2011 Vol 34, No 2 (2011): September 2011 Vol 34, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 34, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 33, No 2 (2010): September 2010 Vol 33, No 2 (2010): September 2010 Vol 33, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 33, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 32, No 2 (2009): September 2009 Vol 32, No 2 (2009): September 2009 Vol 32, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 32, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 31, No 2 (2008): September 2008 Vol 31, No 2 (2008): September 2008 Vol 31, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 31, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 30, No 2 (2007): September 2007 Vol 30, No 2 (2007): September 2007 Vol 30, No 1 (2007): Maret 2007 Vol 30, No 1 (2007): Maret 2007 Vol 29, No 2 (2006): September 2006 Vol 29, No 2 (2006): September 2006 Vol 29, No 1 (2006): Maret 2006 Vol 29, No 1 (2006): Maret 2006 Vol 28, No 2 (2005): September 2005 Vol 28, No 2 (2005): September 2005 Vol 28, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 28, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 27, No 2 (2004): September 2004 Vol 27, No 2 (2004): September 2004 More Issue