cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
genggonginzah@gmail.com
Editorial Address
Jl. PB. Sudirman No. 360 Kraksaan Probolinggo Jawa Timur 67282
Location
Kab. probolinggo,
Jawa timur
INDONESIA
Humanistika : Jurnal Keislaman
ISSN : 24605417     EISSN : 25484400     DOI : https://doi.org/10.2345
Humanistika is an Islamic journal belonging to the Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong Kraksaan Probolinggo. Humanistika is a journal that contains scientific works related to thoughts or research in the Islamic field. The existence of the journal Humanistika is certainly very important in exploring, enriching, and developing thoughts and theories and research on Islam. Thus, Humanistika journal will make a positive contribution in enriching the treasures of thought in the Islamic field.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1 (2023): Januari" : 6 Documents clear
Bank Emok in the Perceptions of Barudua Villagers and its Relation to Hadith Threats to Usury Perpetrators Kinkin Syamsudin
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 9 No 1 (2023): Januari
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/humanistika.v9i1.862

Abstract

This article tries to capture about the emok bank phenomenon that is rife among the residents of Barudua Village. The type of data used in this study is a type of qualitative data. The data studied were collected through literature review, interviews and direct observations in the field. This article focuses on two things; whether emok bank is part of the usury practice and how the residents of Barudua Village perceive emok bank. By analyzing various hadith literature that describes sin and threats to usury perpetrators, it is concluded that the emok bank loved by the residents of Barudua Village is part of the practice of usury. Meanwhile, the perception and attitude of the residents of Barudua Village towards emok bank itself is influenced by their mindset and lack of religious understanding of usury with its various models and forms.
Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Perspektif Pendidikan Islam Yuanita Widiastuti; Linda Laila Zahas Fana; Muhibbin
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 9 No 1 (2023): Januari
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/humanistika.v9i1.907

Abstract

Tujuan penelitian ini menjabarkan pembelajaran berdiferensiasi dalam perspektif pendidikan Islam. Metode dalam penelitian ini tinjauan pustaka. Teknik analisis data dilakukan dengan empat tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan sumber yang berhubungan dengan topik pembelajaran berdiferensiasi dan pendidikan Islam melalui buku, jurnal, dan internet. Tinjauan pustaka ini menggunakan referensi yang terbit pada tahun 2014-2022 yang diakses dalam bentuk teks penuh dalam format pdf dan scholarly. Hasil penelitian secara konseptual mengungkapkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menentukan cara belajarnya masing-masing selaras dengan tujuan pendidikan Islam. Pembelajaran berdiferensiasi menumbuhkan ruh ilmiah pada diri siswa dengan pemahaman materi yang berlandaskan pada profil belajar. Komponen pembelajaran berdiferensiasi yang terdiri dari isi, proses, produk, dan lingkungan belajar merupakan pola umum yang di dalamnya memuat komponen khusus dalam pendidikan Islam. Aspek pendukung pembelajaran berdiferensiasi merupakan pemerian dari hakikat tujuan pendidikan Islam. Ulasannya merupakan cerminan kegiatan pembelajaran di kelas.
Kecerdasan Spiritual Bagi Kesehatan Otak Naan Naan
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 9 No 1 (2023): Januari
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/humanistika.v9i1.915

Abstract

Dalam penelitian ini mengkaji tentang hubungan kecerdasan mahasiswa dengan hal spiritual, bagi Mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi dengan kesehatan otak dalam menjalani kehidupan. Subjek penelitian ini sebanyak 15 Mahasiswa jurusan Tasawuf Psikoterapi di Universitas Islam Bandung. Sebanyak 8 laki-laki dan 7 Perempuan. Data dikumpulkan melalui model google form dengan pertanyaan tertutup. Dari hasil pertanyaan tersebut dapat diperoleh hasil bahwa mahasiswa yang selalu menjalankan perintah Allah dan dekat dengan Allah mempunyai sisi kecerdasan spiritual yang baik, sehingga berpengaruh pada sisi kesehatan otaknya dalam memahami materi yang dijelaskan oleh dosen, serta mampu mengontrol emosinya dengan sangat baik. Mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi merupakan Mahasiswa yang lebih dominan menerapkan pembelajaran secara keagamaan yang sangat kental, sehingga penelitian ini menjadi alasan saya untuk mengetahui sisi kecerdasan spiritual bagi kecerdasan otak. bahkan dari hasil yang diperoleh jika mahasiswa tersebut jauh dari Allah dan sulit untuk mengontrol diri akan tetapi selalu memiliki keinginan untuk terus dekat dengan Allah dan terus memperbaiki diri agar lebih belajar istiqamah.
Pengembangan Fiqh Mawaris di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi`iyah Sukorejo Situbondo Ahmad Muzakki; Nur Syam; Roibin
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 9 No 1 (2023): Januari
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/humanistika.v9i1.917

Abstract

Fiqh mawaris termasuk salah satu ilmu penting tentang tatacara pembagian warisan. Pengetahuan yang mendalam tentang ilmu ini dapat menjadi modal untuk menyelesaikan problematika pembagian warisan di tengah-tengah masyarakat. Fiqh mawaris merupakan materi penting yang diajarkan di pesantren. Pesantren Salafiyah Syafi`iyyah termasuk salah satu lembaga pendidikan yang menjadikan fiqh mawaris sebagai salah satu materi yang harus diajarkan. Adapun penelitian ini fokus membahas tentang metode dan pengembangan fiqh mawaris di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi`iyyah Sukorejo Situbondo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan. Setelah melakukan pembahasan yang mendalam didapatkan kesimpulan bahwa Pembelajaran fiqh mawaris yang diterapkan oleh lembaga-lembaga pendidikan di bawah naungan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi`iyah Sukorejo Situbondo dari sisi intensitas pembelajarannya masih sangat sedikit waktu yang digunakan, karena pelajaran ini hanya diajarkan di Madrasah Tsanawiyah, Ma`had Aly dan Fakultas Syariah Universitas Ibrahimy. Adapun berkaitan dengan proses pembelajaran fiqh mawaris di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi`iyyah dilakukan dengan penyampaian materi oleh dosen atau ustadz menggunakan buku panduan khusus. Sedangkan Pengembangan fiqh mawaris yang diterapkan masih terbatas pada pengembangan modul dan metode pembelajaran. Adapun pengembangan media pembelajaran yang berupa aplikasi masih belum terlihat.
Analisis Komparatif Tentang Corak Ajaran Tarekat Tijaniah Maulani
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 9 No 1 (2023): Januari
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/humanistika.v9i1.923

Abstract

This research aims to trace the network of the Tijaniah congregation in Indonesia, especially in West Java and to explain the similarities and differences in the teachings of the Tijaniah congregation which were developed at the Zawiyah Garut Islamic boarding school and the Cirebon Buntet Islamic boarding school. This research is categorized as field research using qualitative methods, and data collection uses direct observation techniques and in-depth interviews, and data analysis is carried out in a descriptive-comparative way. This study found that the Tijaniah congregation at the Zawiyah Garut Islamic Boarding School and the Cirebon Buntet Islamic Boarding School both practice the wirid ladzimah, wadzifah, and hailalalh, in which the three wirid contain istighfar or requests for forgiveness, blessings, and remembrance of Allah SWT. In addition, the authors also found differences in the style of teaching between the Zawiyah Garut Islamic boarding school and the Cirebon Buntet Islamic boarding school. The teachings of the Tijaniah congregation at the Zawiyah Islamic Boarding School in Garut have an Islamic-fundamental pattern, and the teachings of the Tijaniah congregation at the Buntet Islamic Boarding School, Cirebon, have a moderate-Islamic pattern.
Internalisasi PAI Multikultural Dalam Menjaga Harmoni Kebhinnekaan Di Tanah Papua Zainul Fata; Idrus Alhamid; Marwan Sileuw
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 9 No 1 (2023): Januari
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/humanistika.v9i1.982

Abstract

The essence of school is a process to help humans humanize humans so that they respect each other without discrimination. Multicultural values ​​are very important to apply so that intolerant conditions do not occur. This study aims to determine the results of instilling multicultural values ​​through Islamic religious education at SMP NEGERI I Sarmi. This study examines three problems, namely the process of instilling multicultural values, supporting and inhibiting factors and the results of instilling multicultural values. This study uses a qualitative approach with descriptive analytical data analysis. Data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of research on instilling multicultural values ​​through PAI, namely, the process of instilling values ​​at SMP NEGERI I Sarmi, uses an active and communicative teaching model with discussion and question and answer methods. Evaluation The results of instilling multicultural values ​​show that in Islamic religious learning students give a positive response to what the teacher conveys in class. Based on the observations of researchers outside the classroom, students have shown multiculturalist attitudes, namely inclusiveness, humanity, tolerance and religious awareness. Key Words: Internalization Model, PAI, Multiculturalism, Harmony, Diversity

Page 1 of 1 | Total Record : 6