cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25284967     EISSN : 2548219X     DOI : -
Core Subject : Social,
Aksiologiya merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk pengabdian. Artikel merupakan hasil dari IbM, IbW, IbPE, IbIKK, atau pengabdian lainnya yang berasal dari non dikti.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2020): Agustus" : 15 Documents clear
Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Pada Masyarakat Desa Andepali Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe Sudayasa, I Putu; Rahman, Muhammad Fathur; Eso, Amiruddin; Jamaluddin, Jamaluddin; Parawansah, Parawansah; Alifariki, La Ode; Arimaswati, Arimaswti; Kholidah, Andi Noor
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.3491

Abstract

ABSTRAKPenyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit yang tidak ditularkan dan tidak ditransmisikan kepada orang lain dengan bentuk kontak apapun, menyebabkan kematian dan membunuh sekitar 35 juta manusia setiap tahunnya, atau 60% dari seluruh kematian secara global, dengan 80% pervalensi pada negara berkembang. Penyakit tidak menular, khususnya penyakit kardiovaskuler, kanker, penyakit pernapasan kronis, dan diabetes merupakan ancaman utama bagi kesehatan dan perkembangan manusia saat ini. Tujuan pengabdian masyarakat yang terintegrasi kuliah kerja nyata (KKN) Tematik, untuk mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular, pada masyarakat Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe. Metode kegiatan berupa penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah sewaktu dan asam urat. Telah dilakukan skrining dan deteksi dini fator risiko penyakit tidak menular terhadap 67 orang responden, meliputi 14 laki–laki dan 53 perempuan. Pada hasil pemeriksaan tekanan darah, didapatkan jumlah yang mengalami hipertensi 28,35 %, normotensi 67,16, dan hipotensi 4,47 %. Pada pemeriksaan Kolesterol Total, didapatkan  kolesterol dalam batas normal 2,38 % dan tinggi 37,31 %.  Hasil pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS), didapatkan kadar GDS dalam batas normal 85,07 % dan kadar GDS tinggi 14,92 %. Pada pemeriksaan Asam Urat didapatkan dalam batas normal adalah 91,04 % dan tinggi 8,95 %.Kata kunci: faktor risiko; penyakit tidak menular Early Detection of Non-communicable Disease Risk Factors in Andepali Village Community, Sampara District, Konawe RegencyABSTRACTNon-communicable disease (PTM) is a disease that is not transmitted and is not transmitted to others by any form of contact, causing death and killing around 35 million people each year, or 60% of all deaths globally, with 80% prevalence in developing countries. PTM, especially cardiovascular disease, cancer, chronic respiratory diseases, and diabetes are the main threats to human health and development today. The purpose of integrated community service is the Thematic Real Work Study (KKN), to detect risk factors for non-communicable diseases, in the community of Sampara District, Konawe Regency. The method of activity in the form of health education, blood pressure, cholesterol levels, blood sugar and uric acid. Screening and early detection of risk factors for non-communicable diseases have been carried out on 67 respondents, including 14 men and 53 women. On the results of blood pressure examination, it was found that the amount of hypertension was 28.35%, normotension 67.16% and hypotension 4.47%. In the examination of Total Cholesterol, cholesterol was found to be within the normal limit of 2.38% and 37.31% high. Examination results of Blood Sugar (GDS), obtained levels of GDS in the normal range of 85.07% and high GDS levels of 14.92%. In the examination of Gout found in the normal range is 91.04% and high 8.95%.Keywords: gout; blood sugar; cholesterol; non-communicable diseases; blood pressure 
Pelatihan Blended Learning Sebagai Upaya Menghadapi Society 5.0 Irawan, Edi
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.3499

Abstract

ABSTRAK Hadirnya revolusi industri 4.0 dan society 5.0 menjadi inspirasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka untuk mempersiapkan sejak dini, agar para guru dan siswa tidak mampu bersaing dan menangkap peluang di masa yang akan datang. Pendekatan yang digunakan pada kegiatan ini adalah participatory action research (PAR) dengan subjek dampingan yang menjadi mitra kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Madrasah Aliyah Al-Ishlah Bungkal, Ponorogo. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu identifikasi masalah, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi pelaksanaan. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah pemahaman peserta yang tinggi terhadap materi yang disajikan, baik tentang revolusi industri 4.0, society 5.0, dan blended learning serta keterampilan peserta dalam menggunakan Google Classroom dalam pembelajaran. Indikator lain keberhasilan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah hasil evaluasi peserta terhadap pelaksanaan kegiatan. Sebagian besar peserta menyatakan bahwa kegiatan sangat baik, baik pada aspek sistematika materi, kesesuaian materi, alokasi waktu setiap materi, cara penyampaian materi, kesempatan mengajukan pertanyaan, interaksi narasumber dengan peserta seminar, kualitas materi yang disampaikan, relevansi materi dengan kebutuhan, maupun kemenarikan materi yang disampaikan.Kata Kunci: blended learning; Google Classroom; revolusi industri 4.0; society 5.0 Blended Learning Training as an Effort to Face Society 5.0ABSTRACT The presence of the industrial revolution 4.0 and society 5.0 inspired the implementation of this community service activity. This activity is carried out to prepare early so that teachers and students are not able to compete and seize opportunities in the future. The approach used in this activity is participatory action research (PAR) with the assisted subject being the partner of community service activities is Madrasah Aliyah Al-Ishlah Bungkal, Ponorogo. Activities carried out in three stages, namely identification of problems, implementation of activities, and evaluation of implementation. The results of the implementation of this activity were participants 'high understanding of the material presented, both about the industrial revolution 4.0, society 5.0, and blended learning and the participants' skills in using Google Classroom in learning. Another indicator of the successful implementation of community service is the outcome of the participant's evaluation of the implementation of the activity. Most of the participants stated that the activity was very good, both in the systematic aspects of the material, the suitability of the material, the time allocation of each material, how to deliver the material, the opportunity to ask questions, the interviewees with the seminar participants, the quality of the material delivered, the relevance of the material to the needs, and the attractiveness of the material delivered.Key Words: blended learning; Google Classroom; revolusi industri 4.0; society 5.0 
Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Untuk Mendorong Peningkatan Kualitas Siswa Tingkat SMA Purnamasari, Ika; Hayati, Memi Nor; Yuniarti, Desi
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.3565

Abstract

Karya tulis ilmiah (KTI) merupakan karya ilmiah yang ditulis dengan mengikuti kaidah ilmiah. Kaidah ilmiah sebagai syarat utama dalam penulisan sebuah karya dimaksudkan agar karya yang dihasilkan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Tujuan kegiatan pelatihan penulisan karya tulis ilmiah yaitu menumbuhkan minat, semangat, serta ide kreatif dan inovatif dari siswa-siswi kelas X dan XI SMAN 5 Samarinda untuk menghasilkan sebuah karya ilmiah yang sesuai dengan kaidah penulisan. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pelatihan dapat disimpulkan bahwa kegiatan berjalan dengan baik dan mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. Seluruh peserta pelatihan mengikuti kegiatan hingga akhir dengan tingkat kehadiran sebesar 100%. Peserta kegiatan antusias untuk bertanya, mengeksplorasi ide, serta mengemukakan pendapat. Dengan demikian, kedepannya diharapkan adanya kegiatan lanjutan dengan melibatkan guru pendamping untuk mengoptimalkan perannya dalam penyusunan karya tulis ilmiah bagi peserta didik.Kata Kunci: kaidah ilmiah; KTI; peserta didik. Training on Writing Scientific Papers to Encourage Quality Improvement of High School Level Students ABSTRACT The scientific paper is an essay written by following scientific rules that are the main requirement so that the resulting essay can be justified scientifically. The purpose of the training is to increase the interest, enthusiasm, creative, and innovative ideas from students of class X and XI of SMAN 5 Samarinda to create a scientific paper that is following the rules. Based on the implementation of the training, it can be concluded that it is run well and received support from the school. All participants follow this activity until the end with an attendance rate of 100%. They are enthusiastic to ask, explore, and express their ideas and opinions. Then, in the future, it is expected that there will be further activities involving the teachers to optimization the role of assistants to create their student’s scientific papers.Keywords: scientific paper; scientific rules; students.
Peningkatan Kompetensi Pedagogik Melalui Kegiatan Penyusunan Soal berbasis High Order Thingking Skills dan Analisisnya bagi Dosen Poltekkes Negeri Tanjung Karang Rosidin, Undang; Maulina, Dina; Kadaritna, Nina
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.3665

Abstract

ABSTRAK Pembuatan soal yang baik dan benar menjadi sayarat utama dalam menunjang kompetensi profesional pedagogik seorang dosen. Pembuatan soal merupakan bagian dari penilaian yang bertujuan untuk mengukur kompetensi minimal capaian yang diperoleh peserta didik setelah melaksanakan pembelajaran. Penerapan penilaian High Order Thinking Skills (HOTs) menjadi landasan pada sebuah penilaian dengan kemampuan pada ranah kognitif menganalisis, mensintesis dan mengevaluasi. Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan  pembinaan dosen melalui bimbingan teknis ini adalah untuk meningkatkan kompetensi profesional Dosen Poltekkes Negeri Tanjung Karang mengenai bentuk penilaian konvensional dan otentik berbasis High Order Thingking Skills. Metode pembinaan bimtek yang digunakan dalam kegiatan ini adalah menerapkan strategi kontekstual, yaitu mengaitkan antara teori dengan praktik yang disampaikan  dengan metode praktik terbimbing yaitu sistim pengajaran yang berorientasi pada pemecahan masalah yang dihadapi dosen program studi Teknologi Laboratorium Medis, Program Sarjana Terapan sebanyak 20 orang. Kegiatan bimtek memberikan wawasan dan peningkatan pemaham dosen mengenai Penyusunan kisi-kisi dan analisis soal HOTs. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman peserta bernilai positif mengalami peningkatan dengan rataan skor N-gain sebesar 79 (dalang katagori tinggi). Kajian utama materi pembinaan yang memiliki tingkat pemahaman paling rendah adalah membuatan kisi soal dengan tingkatan kognitif C4, C5 dan C6. Dengan demikian, kegiatan bimbingan teknis dikatagorikan baik dengan berhasil meningkatkan pemahaman peserta secara menyeluruh baik secara teori maupun praktik kerja.Kata Kunci: HOTs; kompetensi pedagogik; pengembangan soal; penilaian.Increasing Pedagogic Competence through Question Forming Activities based on High Order Thingking Skills and Their Analysis for Lecturers of the State Polytechnic of Tanjung Karang ABSTRACTMaking good and correct from a questions becomes the main consideration in supporting the pedagogical professional competence of a lecturer. The making of questions is part of the assessment which aims to measure the minimum competency of the achievements obtained by students after accomplishing the learning. The application of High Order Thinking Skills (HOTs) assessments forms the basis of an assessment with the ability in the cognitive domain to analyze, synthesize and evaluate. The purpose of this activity was to provide guidance to lecturers through technical guidance is to improve the professional competence of Tanjung Karang State Polytechnic Lecturers regarding conventional and authentic assessment forms based on High Order Thingking Skills. The technical guidance method used in this activity are applying contextual strategies, namely linking theory with practice delivered with guided practice methods, namely teaching systems oriented to solving problems faced by lecturers of Medical Laboratory Technology Study Program, Applied Bachelor Program as many as 20 people. The bimtek activity provided insight and increased understanding of lecturers regarding the compilation of the grid and analysis of HOTs questions.The results of the activity showed that there was an increase in the understanding of positive-valued participants that had increased with an average N-gain score of 79 (high category). The main study of coaching material that has the lowest level of understanding is to make a grid of questions with cognitive levels C4, C5 and C6. Therefore, the technical guidance activities are categorized as good by successfully increasing participants' overall understanding both in theory and work practice.Keywords: HOTs; pedagogical competence; problem development; assessment. 
Mengajak Generasi Z SMA 1 Muhammadiyah Malang Berinternet Secara Bijak Rosyida, Hamdan Nafiatur; Kusumaningrum, Demeiati Nur; Anggraheni, Palupi
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.3743

Abstract

ABSTRAKHasil survei oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2016 menunjukkan bahwa 51,8 persen dari 256,2 juta penduduk Indonesia merupakan pengguna internet dan 47,6 persennya menggunakan internet melalui gawai pribadi. Meskipun demikian, fenomena sosial mencatat tidak semua individu dapat menggunakan media sosial secara bijak. Hal itulah yang menjadi semangat kemitraan tim UMM dengan SMA 1 Muhammadiyah Malang dalam program pelatihan literasi digital. Pemahaman siswa tentang literasi digital dalam penggunaan media sosial masih minim. Siswa menguasai penggunaan media sosial popular seperi Instagram, Twitter maupun Facebook namun dampak media sosial seperti munculnya hoax, fenomena ‘firehose falsehood’ maupun efek domino lainnya belum terlalu mendapat perhatian. Program literasi digital dilaksanakan melalui 2 (dua) format. Pertama, Seminar dan Talkshow Literasi Digital yang terdiri dari topik perkembangan terkini media social, pengenalan tentang logika big data yang menentukan tajuk komposisi berita, dan pengenalan keamanan digital (cyber security). Kedua, sosialisasi berinternet secara bijak menggunakan instrumen buku saku (booklet) yang bertujuan memberikan pemahaman bagi siswa mengenai bagaimana penggunaan sosial media dan dampak positif negatif dalam berbagai perspektif studi kasus.Kata Kunci: internet; literasi; millenial; pelatihan; remaja Invites Generation Z of Muhammadiyah Malang 1 High School to Internet WiselyABSTRACTThe results of a survey by the Indonesian Internet Service Providers Association (APJII) in 2016 showed that 51.8 percent of 256.2 million Indonesians were internet users and 47.6 percent used the internet through private devices. However, social phenomena noted that not all individuals can use social media wisely. That was the spirit of the partnership between UMM and SMA 1 Muhammadiyah Malang in the digital literacy training program. Students' understanding of digital literacy in the use of social media is still minimal. Students master the use of popular social media like Instagram, Twitter and Facebook but the impact of social media such as the emergence of hoaxes, the phenomenon of 'firehose falsehood' and other domino effects have not received much attention. Digital literacy program is carried out in 2 (two) formats. First, the Seminar and Digital Literacy Talkshow which consists of the latest developments in social media, the introduction of the logic of big data that determines the headline of news composition, and the introduction of digital security (cyber security). Second, internet socialization wisely uses a booklet instrument which aims to provide students with an understanding of how social media is used and its positive and negative impacts in a variety of case study perspectives.Keywords: internet; literacy; millennial; training; teenager

Page 2 of 2 | Total Record : 15